
...Happy Reading💓🔥...
...*****...
Waktu begitu cepat berlalu dan saatnya memulai lembaran baru..
Setelah siuman dua hari yang lalu, Arsyila pun kembali sekolah seperti biasa. Meski Hera melarang namun Arsyila sepertinya sulit dibantah kali ini hingga mau tidak mau Hera harus mengizinkan Arsyila mengikuti pembelajaran di sekolah.
"Aku masuk dulu".
Ucap Arsyila datar lalu turun dari mobil bahkan bersalaman saja tidak. Hera yang melihat perubahan putrinya itu hanya bisa menghembuskan nafas berat.
Memang setelah sadar dari komanya, Arsyila menjadi sedikit berbeda, ia sangat sedikit berbicara bahkan kata-kata yang di ucapkan bisa dihitung oleh jari.
Arsyila memasuki area sekolah dengan wajah dingin, sangat bukan Arsyila yang seperti sebelumnya. Ia sepertinya kembali menjadi Arsyila yang cuek dan tidak tersentuh.
"Eh Arsyila udah masuk sekolah lagi guyss!!".
Antusias murid laki-laki yang tak lain adalah penggemar berat Arsyila. Semua murid yang berdiri di tengah lorong segera memberi jalan untuknya. Banyak pasang mata yang memandang Arsyila dengan pandangan yang berbeda-beda.
"Denger-Denger Arsyila sama Aydan udah end".
"Masa si???".
"Katanya si, gue juga kurang tau tapi menurut gosip-gosip yang gue denger sih iya".
"Kok bisa end??".
"Ck gk tau begok!".
Begitulah bisik-bisik para siswa/i saat melihat Arsyila. Memang, tidak ada yang tahu pasti penyebab Arsyila koma sampai berminggu-minggu lamanya karna saat kejadian waktu lalu berlangsung para murid sudah masuk ke dalam kelas masing-masing. Hanya ada Alzam, Devan, Aydan juga Razan disana. Dan tidak mungkin salah satu di antara mereka ember. Mengenai hubungan Arsyila dan Aydan entah darimana mereka mendapat kabar itu.
Arsyila tak perduli, telinganya sudah benar-benar dibuat tuli hingga menganggap suara disekitarnya ikut lenyap ditelan udara.
Hingga ia pun memasuki kelas dengan masih memasang wajah datar nan dingin dan berjalan menuju bangkunya tak memperdulikan tatapan heran dari sebagian murid dikelasnya. Intan dkk yang melihat aura mencekam itu jadi ragu untuk menyapa Arsyila.
Kayla yang sudah dulu tiba membulatkan matanya kala melihat kedatangan Arsyila. Ia pun tersenyum bahagia, rasanya ia sangat merindukan Arsyila karna terpisah berhari-hari lamanya.
Arsyila kemudian duduk dibangkunya dan langsung menyibukkan dirinya membaca buku paket dengan tema arit Matematika miliknya tanpa menyapa Kayla terlebih dahulu. Kayla yang melihat itu merasa sedikit aneh lalu mencoba memulai interaksi dengan Arsyila.
"Mm Syil, kita ada pr Matematika hari ini. Bentar..." Kayla lalu mengeluarkan buku tugasnya dan menyodorkan buku tersebut di dekat buku paket milik Arsyila.
Arsyila melirik buku itu sekilas lalu menggesernya kembali ke hadapan Kayla.
"Syil...Kamu kenapa? aku ada salah ya sama kamu". Tanya Kayla yang merasa diacuhkan.
Arsyila hanya diam dan tetap fokus pada kegiatannya, sama sekali tak menggubris pertanyaan Kayla. Baginya suara Kayla tadi hanya sampai digendang telinganya lalu setelahnya hilang ditelan angin.
Kayla pun menghela nafas berat dengan wajah yang ditekuk lalu kembali menghadap depan, bersamaan dengan itu Razan tiba-tiba masuk ke dalam kelas Arsyila dengan membawa satu kresek makanan karbohidrat tak lupa dengan minumannya hingga membuat seisi kelas menatapnya heran.
"Kata bunda lo tadi, lo gk mau sarapan. Gue gk mau disekolah ini ada yang sakit-sakitan". Ucap Razan membuat seisi kelas sedikit tercengang dengan ucapannya barusan.
Jika kalian berfikir Arsyila akan sakit hati terus mengamuk dan mendebati Razan maka kalian salah. Justru Arsyila sama sekali tak merubah raut wajahnya yang sedatar triplek itu begitupun dengan hatinya yang sudah tidak bisa menerima rasa lagi.
Seperti sekarang ini, ia hanya melirik makanan yang diletakkan dimejanya itu tanpa minat lalu mengacuhkannya.
"Huh!". Razan menghela nafas lalu mengkode Kayla agar segera memberikan ruang untuk dirinya. Kayla pun berdiri dan sementara mengambil duduk di dekat Dera.
"Gue bukain ya..."
Kini suara Razan berubah seketika, yang tadinya dingin sekarang berubah halus. Melihat keterdiaman Arsyila, Razan pun tanpa dipandu membuka slay roti rasa cokolate dan mengoleskannya kepermukaan roti tawar yang masih mulus itu..
"Nih ambil..." Razan menyodorkan roti itu di dekat wajah Arsyila namun Arsyila sama sekali tak memberikan respon membuat Razan kembali menurunkan tangannya.
"Syil..Sampe kapan lo mau kayak gini?". Razan sudah hampir kehilangan kesabaran. Arsyila pun menoleh ke arahnya dan menatapnya tajam.
"Bisa pergi gk? ganggu!". Ucap Arsyila datar lalu memalingkan wajahnya.
"Kalo gue gk mau?". Razan memancing namun Arsyila kembali diam.
"Oke, terserah lo mau nganggep gue apa disini yang penting lo harus makan dulu roti yang gue bawain baru gue pergi".
Karna tak mendapat respon, Razan pun benar-benar kehilangan kesabarannya lalu mencubit kecil roti yang sudah berselai itu dan mengarahkannya ke depan mulut Arsyila. Arsyila awalnya menolak namun Razan tetap memaksa.
"Kalo lo masih gk mau makan, gue pastiin nih roti bakal nyodor pake bibir!". Ancam Razan yang sudah kelewat kesal.
"Waaaaaaaawwww". Heboh para murid yang sedari tadi berprofesi sebagai penonton.
Arsyila mendengus kesal lalu menyomot roti tersebut dari tangan Razan dengan mulutnya. Razan yang melihat itu tersenyum samar sangat samar hingga nyaris tak terlihat.
"Sampe habis baru gue pergi". Ucap Razan lalu kembali memberi suapan pada Arsyila. Arsyila hanya pasrah sambil mengunyah roti tersebut dengan kasar hingga tak lama roti yang dipegang Razan habis.
"Minum!". Titah Razan seperti sedang memandu bocah umur lima tahun setelah membuka tutup botol aqua yang dibawanya. Arsyila hanya menurut saja agar urusannya cepat selesai.
"Bagus..Lain kali sarapan! biar gue gk repot bawain lo makanan". Ujar Razan lalu bangkit dari duduknya.
Dih! yang minta dia repot siapa?.
-Arsyila membatin.
"Oh ya.." Razan kembali menghadap Arsyila yang sedang menatapnya sinis.
"Prince & Princess high school tinggal bentar ngadain pemotretan, dan banyak suara yang milih lo buat jadi Putri di sekolah ini jadi lo harus siapin diri dari sekarang".
Beritahu Razan lalu beranjak pergi. Bukannya mengada tapi memang banyak siswa terutama teman kelasnya yang memilih Arsyila menjadi Putri untuk promosi sekolahnya begitupun dengan sebagian siswi, sekalipun ingin mereka akan insecure duluan jika menunjuk diri sedangkan masih ada Arsyila.
Princess high school?????
-Tanya Arsyila dalam hati.
Dia baru pertama kali mendengar julukan itu, maklum anak pondokan biasanya yang terkenal di dunia SMA yang pernah ia dengar adalah ratu sekolah, dan itu diberikan kepada murid yang bertalenta dan paling unggul di sekolah tersebut namun Arsyila? ia sendiri bingung mengapa harus dirinya yang dijadikan Princess disekolah ini..Mendadak pulakk.
"Waahh emang cocok si kalo Arsyila jadi Princessnya". Komentar Rifki.
"Terus kalo Princessnya Arsyila, Princesnya siapa??". Sambut Gian.
"INFORMASIII!! Gue yang bakal jadi Prince guysss".
Teriak Reki tiba-tiba yang sejak tadi menyimak percakapan kedua temannya.
"Haaa???". Semuanya di buat menganga.
"Huuuu makanya jangan kebanyakan nonton wibu ki! biar halu lu sedikit terminimalisir". Ejek Daniel dari meja depan dan disambut tawa yang lainnya.
"Aiiisshhh!! kenapa si Arsyila yang jadi Princess!". Ujar Sania tak terima.
"Iya kan?? harusnya gue yang jadi Princess disekolah ini!". Sahut Nia sambil memberengut kesal.
Kepedean banget njiir.
-Batin Sania dalam hati.
Disisi lain...Kayla yang mendengar hotnews itu pun ikut merasa senang dan dengan spontan memeluk Arsyila.
"Selamat ya Syil...." Beberapa detik setelahnya Kayla tersadar lalu melepas pelukannya.
"E-Eh..Syil, maaf hehe". Kayla tersenyum canggung namun Arsyila hanya membalasnya dengan anggukan tanpa berekspresi lalu sibuk dengan pekerjaan masing-masing sembari menunggu bel masuk.
_______________
Pulang sekolah...
Hari ini Arsyila berniat pulang sendirian namun siapa sangka Hera sudah menunggu di gerbang sekolahnya bersama Adhira.
Arsyila menghembuskan nafas pasrah lalu naik ke dalam mobil dan duduk di kursi penumpang samping Adhira.
"Kak Syila.." Sapa Adhira dengan senyum yang mengembang namun Arsyila cuek saja lalu dengan sengaja mengeluarkan hedset dari dalam tasnya dan memakaikannya di telinga.
Raut wajah Adhira berubah sendu, dan itu tak luput dari pengawasan Hera yang melihat mereka dari kaca spion.
"Oh ya.." Adhira teringat sesuatu, ia pun mengeluarkan permen tunjuk dari dalam tasnya dengan rasa milk dan satu buah coklat. Ia sangat tau kk nya itu menyukai coklat jadi ia berinisiatif membelikan Arsyila dikantin sekolahnya.
"Kak Arsyila, tadi aku beliin kk permen sama coklat. Kak Syila mau kan?". Ujarnya sambil menyodorkan dua buah makanan itu ke hadapan Arsyila. Namun Arsyila mengabaikannya lagi dengan melihat pohon-pohon hijau dari balik jendela yang tertiup angin.
"Hmm...Kak Syila gk mau ya?". Adhira memasang wajah sedih. Ia pun berniat meletakkan makanan itu kembali ke dalam tasnya namun tanpa aba-aba Arsyila mengambil coklat dan permen itu dari tangan Adhira hingga membuat senyum yang tadinya pudar kembali merekah meski Arsyila tak mengucapkan terimakasih padanya.
Melihat itu Hera ikut tersenyum kecil.
Tak lama mereka pun tiba di rumah dan Arsyila memilih keluar terlebih dahulu lalu masuk ke dalam kamarnya.
"Adhira..Abis ganti baju, kamu anterin nasi ke kamar kk kamu ya". Pinta Hera.
"Iya bund". Jawab Adhira lalu mengikuti bundanya masuk ke dalam.
"Huh!". Arsyila membuang pakaiannya ke sembarang arah lalu memakai kaos rumahannya.
"Siapa nih?". Bingung Arsyila saat melihat nomor baru muncul di beranda whatsapp hingga tak lama sang pemilik nama memperkenalkan dirinya langsung.
082xxxxxxxx
Sv kak, yana imouuut
Arsyila melihat chat tersebut tanpa minat lalu hendak meletakkan kembali ponselnya di atas meja, namun lagi-lagi yana memberikannya spam.
Kak Arsyila kemarin aku ketemu sama kk Salsa, terus dia bilang aku lebih cocok jadi adeknya dia cobak.
Kak Arsyila pesan aku kok cuma di read😭
Aku cari kk baru ah...
"Ck". Arsyila berdecak lalu tergerak menjawab pesan yang dikirimkan Yana.
^^^y ^^^
"Hanya sesimple ituu!???". Pekik Yana saat melihat balasan kk ketemu gedenya itu.
Aish kk Arsyila bener-bener ya😑.
Yana kembali mengirimkan balasan.
"Udah?". Razan tiba-tiba datang menghampiri adiknya yang sedang menggerutu di shofa.
"Aku udah chat tapi kk Syila cuek abis!".
"Oh. Ntar kalo udah ada jawaban kasih tau ya". Ujar Razan dengan santainya lalu pergi menuju dapur.
"Huh! pokoknya malam ini harus jadi". Yana kembali membujuk Arsyila.
Kak Syil mau ikut gk??? ntar malem bang Razan ngajakin ke pasar malem, kk ikut yaaa please🙏🏻😭
^^^Mmm..^^^
Kak ayolahhh....Demi aku😭 ntar kita naik bianglala😍
^^^Bosen jg d rumah..^^^
Berarti kk Syila mau kan????😍😍
^^^Hm ^^^
Ya apa gk?? hamm hem ham hem😑
^^^Iya ^^^
"Yesssss!!!". Yana bersorak bahagia, akhirnya usaha membujuk Arsyila tidak sia-sia. Salahkan Razan yang tidak ingin mengajak adiknya itu jika tidak bersama Arsyila.
"BAAANG KK SYILA MAUUU". Teriak Yana dari arah sofa ruang tamu.
"OKEE NTAR MALEM KITA JEMPUT KK KAMU DULU BARU BERANGKAT".
Sahut Razan ikut berteriak dari arah dapur.
"Huh! eh apa tadi dia bilaaanng??? kk kamu?". Yana kembali mengulang perkataan Razan lalu merenung sejenak. "Mmm gk salah si, tapi..Kayak ada yang janggal gitu". Yana merasa aneh mendengar kk kandungnya menyebut Arsyila layaknya kk kedua.
"Tau ah!". Yana bodo amat lalu melangkah masuk ke kamarnya dengan hati yang gembira.
...******...
Sampai sini dulu, pen lanjutin tapi takut kalian bosen😑
See you All tetep pantau tiap hari xiixixi👋🏻💓🔥