
...Happy Reading💓...
...Jangan lupa VOTE,KOMEN,LIKE before reading👌🏻...
...*****...
Arsyila sudah tiba didepan kamar Aydan bersama Devan. Ia menengok ke dalam kamar yang setengah terbuka itu.
Terlihat Alzam yang sedang menonton aksi mengamuk Aydan sambil memakan kerupuk yang terisi didalam sebuah toples kaca dengan santai seolah sedang menonton bioskop.
"Lah Van itu si Alzam ngapain?" Tanya Arsyila yang masih berdiri diluar bersama Devan.
"Kayak gk tau Alzam aja Syil wkwk" Kekeh Devan ikut menengok ke dalam.
"Ckck bener-bener temen banget haha".
Arsyila geleng-geleng kepala sambil terkekeh geli.
"Ya udah yuk masuk Syil ntar makin berantakan tuh kamar tinggal atep".
"Huh Aydan..Aydan" Arsyila menghembuskan nafasnya pelan sambil ikut masuk kedalam membuntuti Devan.
"Dan! Arsyila nih".
Panggil Devan menunjuk Arsyila kemudian ikut duduk bersama Alzam dipinggir ranjang meninggalkan Arsyila sendirian berhadapan dengan Aydan.
Devan kemudian menyerobot toples kerupuk yang ada di pegangan Alzam.
"Eh sat! kerupuk guee!!".
Alzam berusaha mengambil kembali toples itu dari Devan.
"Shuuutt diem lu, dari tadi juga lu makan sendiri! mending diem nonton Drakor tuh didepen".
Tunjuk Devan pada Arsyila dan Aydan, Alzam memberengut kesal tapi tetap mengikuti saran Devan..
"Ngapain kesini?" Tanya Aydan judes dengan tatapan menghadap kearah lain.
"Karna kamu..Kamu ngapain lempar-lempar barang gk jelas kayak gini?".
"Apa perduli lo?" Aydan menatap Arsyila dingin.
"Van..Zam bisa keluar bentar nggk?".
Pinta Arsyila melirik Devan dan Alzam yang tengah asyik menyaksikan perdebatan mereka. Rasanya tidak enak sekali ditonton seperti itu apalagi harus membujuk Aydan didepan mereka nanti.
"Mau ngapain Syil?. Asta-"
Devan membekap mulus Alzam yang hendak mengutarakan pikiran kotornya.
"Hehe iya Syil kita keluar..Awas lu Dan! jangan lu apa-apain atau gue kick lu!".
Ancam Devan pada Aydan yang menatap datar mereka sambil menyeret Alzam keluar dengan masih membekap mulutnya.
"Kamu kesel sama aku?".
Tanya Arsyila melanjutkan.
"Mikir aja sendiri" Jawab Aydan mengalihkan pandangannya.
Aishh gimana sih cara bujuknya
Arsyila sudah mulai prustasi melihat wajah tak bersahabat Aydan memang benar kata Farah Aydan sangat keras kepala.
"Coba jelasin kamu kesal karna apa?" Arsyila mencoba membujuk.
"Males". Jawab Aydan kemudian duduk ditepian ranjang.
"Jangan gitu dong. Kan aku jadi bingung kalo kamunya gini terus".
"Emang lo bakal nurut kalo gue minta buat jauhin Razan?" Aydan menatapnya tajam.
Arsyila terkejut ternyata kekesalan Aydan hingga memporak porandakan rumah ini hanya karna kejadian disekolah tadi. Aydan cemburu?padahal itu sangat sepele menurut Arsyila.
"Oo kamu marah karna aku nolak ajakan kamu tadi ya?" Tanya Arsyila yang sudah mulai faham.
"Nggak cuman tadi Arsyila..Setiap saat lo selalu milih pulang bareng Razan".
"Karna kk Razan Osis lagipula dia sendiri yang duluan ngajakin".
"Trus kalok dia Osis, pemilik sekolah. Lantas gue yang gk ada apa-apa ini bisa lo sampingin gitu???".
Mata Aydan sudah memerah sebisa mungkin ia menahan emosinya agar tidak sampai membentak Arsyila.
"Bukan gitu Aydan..Tapi kan dia punya hak buat keluar masuk sekolah jalanin tugasnya jadi pengurus". Arsyila mencoba menjelaskan..
Entah kenapa ia jadi tidak tega melihat genangan air yang hampir menetes dari pelupuk mata Aydan.
"Belain aja terus..Ooo atau lo suka ya sama Razan??".
Arsyila terpekur dengan pertanyaan Aydan ia sendiri tidak pernah berfikir untuk menyukai Razan tapi mengapa Aydan bisa langsung mengambil kesimpulan sepihak?.
"Aydan kok kamu ngomongnya gitu.."
"Gk usah ngeles! gue tau kok..Gk usah sok perduli lagi sama gue".
"Aydan!".
Suara Arsyila terdengar membentak..
Aydan terkejut begitu pula Arsyila ia sendiri tidak sadar jika tadi sudah kelepasan.
"Maaf" Ujar Arsyila sambil menatap ke arah lain.
Aydan tersenyum kecut tidak menyangka Arsyila akan berbicara dengan intonasi seperti itu kepadanya.
"Gue ngerti". Ujar Aydan kemudian bangkit dan berjalan melewati Arsyila yang diam mematung.
"Aydan..Kita sebenarnya apa sih??"
Suara Arsyila terdengar parau sepertinya ia sudah tidak tahan lagi. Bukannya luluh Aydan malah ingin pergi meninggalkannya begitu saja
Arsyila juga bingung mengapa ia harus berupaya membujuk Aydan padahal mereka tidak memiliki status apa-apa.
"Lo nanyain status kita?".
"Menurut lo?. Lo mikir gk sih Dan?! lo kayak gini gue jadi bingung..Lo bersikap seolah lo suka sama gue tapi terkadang lo juga buat gue ragu sama sikap lo yang terkadang berubah. Atau mungkin guenya aja ya yang teralu baperan?".
Aydan diam membeku apalagi mendengar gaya bahasa Arsyila yang sudah tidak biasa lagi. Ada perasaan takut dalam hatinya..
Takut jika Arsyila akan memilih pergi karna tak kunjung mendapat kepastian darinya.
"Gk Syil..Gue pernah bilang sama lo kalo gue suka, gue sayang sama Lo..Apa lo masih nggk percaya?" Suara Aydan melemah.
"Serah lo! awas.."
Arsyila hendak pergi dari hadapan Aydan namun Aydan menahannya dengan menghadang jalan yang akan dilewati.
Arsyila tidak boleh mengacuhkannya lagi Aydan tidak bisa!. Apalagi jika sampai dijauhi Arsyila.
"Okey! lo mau kita pacaran?".
Arsyila menatap konyol Aydan..Bukan itu yang Arsyila inginkan. Maklum guys cewek emang banyak mau susah amat lansung ngomong inti:)
"Gk!" Jawab Arsyila datar.
"Trus apa Arsyilaa..Pacaran gk mau. Ooo atau mau langsung kita nikah aja?? ya udah gas langsung ke KUA!". Aydan menarik lengan Arsyila menggiringnya berjalan keluar.
"Eh" Arsyila melongo menatap tangannya kemudian Aydan.
"Aydan jangan ngada-ngada". Arsyila panik jangan sampai Aydan serius dengan ungkapannya tadi.
"Nggak..Kita nikah sekarang juga!".
Arsyila melebarkan bola matanya dan membekap mulutnya yang menganga dengan sebelah tangannya yang bebas.
Arsyila tak habis pikir dengan tingkah absurd Aydan ini.
Tepat saat sampai di ambang pintu Arsyila menarik tangannya dari lengan kekar Aydan, bisa berabe jika Aydan benar-benar membawa dirinya ke KUA. Ya kalik Izin keluar main, pulangnya bawa surat nikah kan gk estetok gitu.
"Lah tadi mau nikah" Ujar Aydan polos namun terlihat konyol dimata Arsyila.
"Siapa yang bilang mau nikah Aydaaaan.." Arsyila memijat pelipisnya prustasi.
"Ya udah terus mau lo apa?".
Arsyila menatap Aydan masih ragu untuk mengungkapkan keinginannya.
"Ayook ish kalo gk jujur juga gue seret nih ke KUA!!" Ancam Aydan.
"Gue mau..." Ujar Arsyila bertele-tele.
"Iya?" Tanya Aydan penasaran.
"GUE MAU LO NGAKUIN KE SEMUA ORANG KALO LO CUMA MILIK GUE DAN NGGAK BOLEH DEKET2 SAMA CEWEK LAIN MAU ITU TEMEN KELAS BAHKAN NIA GK BOLEH!! KITA GK PACARAN TAPI LO HARUS BISA JAGA HATI GK BOLEH ADA ORANG LAIN SELAIN GUE!"
Ujar Arsyila sedikit berteriak karna grogi ia menyelesaikan kalimatnya hanya dengan satu tarikan nafas tak lupa dengan matanya yang diperem..
Aydan tersenyum puas bin lega mendengar permintaan Arsyila yang murni tak dibuat-buat kentara sekali jika Arsyila juga menyukai dirinya walaupun Arsyila tak pernah mengungkapkan hal itu apalagi tadi Arsyil menyebut nama Nia sudah pasti dirinya cemburu dengan kejadian kemarin.
"Tanpa lo minta gue selalu lakuin itu Arsyila" Ujar Aydan.
Arsyila membuka matanya perlahan dan tersenyum malu alias salting.
Aish nih pipi bisa datar bentar gk sih!
Arsyila merutuki kebodohannya sendiri.
"Ekhem aku keluar duluan".
Arsyila berdehem menyembunyikan saltingnya tapi malah terlihat jelas dimata Aydan.
Aydan terkekeh geli membiarkan Arsyila melewatinya dengan wajah yang merah merona. Perasaan yang tadinya kacau hilang seketika digantikan dengan bunga-bunga yang bermekaran didalam hatinya..
Ceklek
Pintu dibuka Arsyila.
Menyebabkan Devan dan Alzam yang sejak tadi menguping didepan kamar Aydan tersungkur ke dalam. Sungguh penasaran tingkat tinggi:)
"Wadaw..Awshh sakit bgst!".
Devan menyingkirkan tubuh Alzam yang ada diatasnya.
"Eh kalian ngapain??".
Bingung Arsyila menatap dua sijoli yang masih dalam posisi rebahan.
Devan dan Alzam bangkit dari keterpurukannya dan mulai berfikir mencari alasan yang tepat.
"Kalian nguping ya!".
Tebak Arsyila dan ups! tebakannya benar.
"Nggak syil orang tadi kita mau masuk mastiin kalo lo baik-baik aja hehe". Alibi Alzam.
"Bohong". Arsyila menatap ragu mereka.
"Bener elah Syil ya kalik kita kepoin ampe segitunya". Devan mencoba meyakinkan sesekali melirik Aydan yang menatap mereka datar dari balik punggung Arsyila..
"Ya tuh bener kata Devan! paling gk sengaja aja denger lo teriak tadi abis suaranya besar banget" Ujar Alzam keceplosan.
Arsyila membekap mulutnya yang menganga..Habis sudah riwayatnya. Bukan hanya malu kepada Aydan namun kini kedua sahabatnya juga mendengar permintaan konyolnya.
"Ish kalian semua nyebelin".
Ujar Arsyila salting kemudian membelah jalan ditengah Alzam dan Devan lalu berjalan melewati mereka.
...*****...
Bersambung💓
See you Next part🔥😍
Jangan lupa mampir di Chat story aku ya.. Tentang Gadis Nakalnya Attha ups!🤫. Lebih baper looh wkwk.