
...Happy Reading💓🔥...
...~Double Up...
...*****...
Arsyila melangkah gontai memasuki area parkiran. Hari ini adalah hari pertamanya masuk ke sekolah dan menginjakkan kaki di kelas 11. Huh! Cepat sekali rasanya..
Tak sengaja mata Arsyila melihat kehebohan para siswa dan siswi saat Razan keluar dari mobil sportnya.
"Aish alay banget! kayak gk biasa aja". Julid Arsyila melihat hal itu, ia juga melihat wajah-wajah tak asing daripara murid perempuan yang menatap kagum Razan, sudah pasti itu adik kelasnya yang baru memasuki kelas 10.
Hingga tatapannya teralihkan pada seorang gadis cantik yang baru saja turun dari mobil. Ia juga mengenakan hijab sama seperti dirinya.
"Cakeepp uy". Teriak para mata buaya yang masih duduk santai di parkiran saat melihat gadis tersebut.
"Itu siapa sih??". Arsyila nampak penasaran lalu mendekat ke arah grombolon siswa/i itu.
Arsyila menajamkan penglihatannya. Bertepatan dengan itu, gadis tersebut melihat ke arahnya dan memicingkan matanya seperti mencoba mengenali wajah seseorang.
"Yana!". Antusias Arsyila lalu berlari kecil kearahnya.
"Kak Syilaaa..." Balas gadis tersebut tak kalah girang sambil membalas pelukan Arsyila.
"Kamu sekolah disini juga toh".
"Iya kak, aku baru tau kalo kk Syila sekolah di sini".
"Ihh kangen banget tauuu".
"Yana juga".
"Kalian...Kok? saling kenal?". Heran Razan yang sedari tadi mematung didekat mereka.
"Ini kk Syila bang, kk aku pas MTS...Yang waktu itu diceritain bang Haris pas main ke rumah itu looh". Yana mencoba mengingatkan.
"Kak Haris..?". Beo Arsyila.
"Oh". Jawab Razan singkat.
"Aishhh kebiasaan dasar kutub!". Julid gadis yang bernama lengkap Yana Clarissa putriy itu.
"Hm kalian pacaran?". Tanya Arsyila ragu-ragu.
"Iiih kk Syila ngacok haha, orang aku sama bang Razan saudaraan".
"Ooooh ini ya abang ngeselin yang sering kamu ceritain dulu? hm bener sih abang kamu emang ngeselin".
"Eh?!". Razan melototkan matanya mendengar gibahan dua gadis didepannya ini.
"Haha emang kk, ya udah yuk masuk..Gk usah peduliin dia". Ujar Yana lalu menarik tangan Arsyila dan masuk ke dalam gedung sekolah bersama. Razan hanya menatap punggung mereka dengan wajah datar lalu mengekori mereka dari belakang.
Saat tiba dipertengahan lorong, tiba-tiba beberapa orang siswi berlari kecil ke arah mereka bertiga, nampaknya mereka adalah murid baru.
"Eh mereka mau ngapain?". Yana kebingungan. Namun saat sudah sampai dihadapan mereka siswi-siswi yang tadi melewatinya begitu saja.
"Bang Razaann..Boleh minta tanda tangan gk??". Pinta salah seorang diantara mereka. Arsyila yang mendengar itu hampir saja dibuat muntah pagi-pagi.
"Emang masih jaman ya minta tanda tangan segala??". Julid Arsyila.
"Kalo diluar sekolah mah beda lagi kak, ada yang minta poto kadang udah kayak artis tau". Beritahu Yana.
"Alay". Komentar Arsyila. Yana yang mendengar itu terkekeh kecil.
"Aku juga mau kak! biar nanti pas mulai belajar bisa langsung semanget".
"Perasaan pas gue jadi adkel gk separah ini". Arsyila menggerutu.
"Kak Syila kan udah cantik, ngapain ikut rebutan tinggal pilih ini itu dapet". Sahut Yana.
"Udah selesai ngocehnya??". Potong Razan membuat atensi keduanya teralihkan.
"Cewek-Cewek tadi mana?". Tanya Arsyila.
"Udah pergi". Jawab Razan seadanya.
"Hm..Oh ya kamu ambil jurusan apa?". Tanya Arsyila sambil kembali melangkah.
"Agama dong!".
"Pas dong, sekalian nganter kamu ke kelas..Kita kan satu haluan".
"Okey".
"Eh bukannnya itu Arsyila?". Tanya Devan spontan saat berjalan dilorong bersama Aydan dan Alzam.
"Eh iyaya..Kayak kenal tuh cewek". Ujar Alzam menyebut Yana.
Dilain sisi Aydan yang melihat itu mengepalkan tangannya. Pandangannya hanya terfokus dengan keberadaan Razan disekitar Arsyila.
"Eh Dan! mau kemana??". Tanya Devan melihat kepergian Aydan.
"Gawat! sebentar lagi sekolah ini akan jadi abu". Sahut Alzam sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Syil!". Panggil Aydan ketus membuat langkah Arsyila dan Razan yang sedang menaiki tangga terpaksa berhenti.
Ia lalu berjalan mendekat hingga berdiri satu tangga dibawah Arsyila. Razan yang melihat kedatangan Aydan pun berdecak, tanpa sepatah kata ia pun kembali menaiki tangga untuk sampai ke kelasnya namun sebelum itu ia menyempatkan diri untuk beradu mata dengan Aydan.
Kak Razan kenapa??
-Batin Arsyila.
"Syill!". Panggil Aydan lagi membuat lamunan Arsyila seketika buyar.
"Kamu kenapa bisa jalan sama Razan?! kamu janjian ya??". Tanya Aydan posesif.
"Aissh kamu ngomong apa sih Ay..Aku gk ada janji apa-apa".
"Terus tadii????".
"Aku ketemu sama Yana, adek aku pas MTS. Dan Ternyata dia adik kandungnya kk Razan..Ketemunya diparkiran jadi kita masuk samaan deh". Aydan yang mendengar pernyataan Arsyila pun semakin dibuat bingung.
"Adik??? kamu sama Razan?? maksudnya? kalian nganyam samaan?".
Haduuuh..Sulit jelasinnya, anak non pesantren mana ngerti.
-Batin Arsyila sambil menepuk jidat mendengar pertanyaan absurd dari Aydan.
"Jadi gini Dan..Di pondok itu ada istilahnya adek kakakan...Jadi aku saking deketnya sama Yana sampe kayak saudaraan. Kalo temen sebaya kan bestie kalo adek/kakak kelas ada tambahan "an" gitu". Arsyila mencoba menjelaskan..Meski ia sendiri tak mengerti dengan asumsi yang ia buat.
"Tau ah gk ngerti".
"Sama, aku juga gk ngerti".
"Ck. Syil bisa serius gk??!".
"Hehe yaa intinya kaya saudara angkat gituu.."
"Tapi kenapa harus adiknya Razan??".
"Yaa mana aku tau, aku kenal kk Razan juga pas masuk sini".
"Misi....Lewat".
"Punteen...."
Ganggu Devan dan Alzam bak iklan saat menaiki tangga hingga perdebatan mereka terpaksa dijeda sebentar.
"Syil, kamu tau kan aku paling cemburu kalo kamu deket sama Razan? apapun yang bersangkutan dengan Razan aku gk suka". Aydan kembali melanjutkan, tak memperdulikan orang-orang yang berlalu lalang di sekitar mereka.
"Huh". Arsyila menghela nafas, lalu menyambar kedua bahu tegap milik Aydan dengan tangannya.
"Aydaan..Sayangku cintakuu...My baby hani sweety dengerin ya, aku sama Yana udah lumayan deket dari lama dan aku gk tau kalo kk-
"Sebut nama gk usah pake kk". Aydan masih ketus.
"Tapi gk sopan Ay".
Aydan menatap tajam Arsyila.
"Eh iya deh iya.." Balas Arsyila takut-takut.
"Mmm intinya hubungan aku sama Yana gk ada kaitannya sama k-eh Razan.."
Selamet. Dirinya hampir saja keceplosan. Aydan tak menyahut, ia hanya diam menatap Arsyila membuat Arsyila jadi salting.
"Aydaann..." Arsyila menggoyak-goyang lengan milik Aydan.
"Panggil sayang".
"Aish..Ini tempet umum ih".
"Terserah".
"Ntar ngantin aku teraktir gimana? hm?". Rayu Arsyila sambil menyamai posisi berdirinya dengan Aydan.
"Masih mampu".
"Ck. Gk mau tau ayok balik kelas". Arsyila menarik lengan Aydan, sepertinya ia sudah pasrah hendak membujuk bagaimana lagi.
"Panggil sayang dulu". Perintah Aydan lalu menatap Arsyila.
"Kan tadi udah.."
"Lagi".
"Sayang!. Udah kan? udah puas?".
"Kurang Ikhlas".
Ya alloh ku pasrahkan....
Tiba-Tiba kata-kata yang viral di tiktok itu langsung berputar dikepala Arsyila.
"Sayang...Ke kelas yuk". Ujar Arsyila lembut tak lupa dengan senyum manis yang terlihat dipaksakan.
"Harusnya dari tadi". Balas Aydan diikuti dengan senyum yang menghiasi bibirnya lalu mengusap sekilas kepala Arsyila dan melangkahkan kaki menaiki tangga. Setelah tak terlihat Aydan barulah senyum diwajah Arsyila memudar digantikan dengan wajah datar. (-kek sajak pantun😑.)
Hadeh gini amat punya cowok posesif
...*****...
See you next Chapter👋🏻💓