Arsyila {Princess Of My High School}

Arsyila {Princess Of My High School}
Bag 6 : Aydan Cemburu:)



..."Bagian menyedihkan dari kenyataan ini adalah bahwa bahkan ketika aku mencoba meluangkan waktu hanya untukmu, kamu melupakanku."...


...~Aydan Rabbani Firmansyah...


"Arsyila!!"


Suara seseorang yang sangat familiar ditelinga Arsyila meneriaki namanya dari arah gerbang. Arsyila dan Razan menoleh.


"Aydan" Beo Arsyila melihat seorang laki-laki berkaos hitam yang sedang menatapnya tajam tersirat kekecewaan dibalik tatapan itu.


Aydan menghampiri Arsyila yang hanya diam mematung, entah kenapa hatinya mendadak panas melihat Arsyila bersama laki-laki selain dirinya hendak pulang bersama lagi.


"Pacar lo?" Tanya Razan yang baru turun dari motornya dan berdiri kembali disamping Arsyila..


Arsyila menggeleng, memang benar bukan?Arsyila tidak pacaran hanya dekat saja.


"Syill dia siapa?" Tanya Aydan menunjuk Razan dengan dagunya ketika sudah berdiri berhadapan dengan Arsyila..


"Ketua Osis" Jawab Arsyila polos apa adanya.


"Ck gue tau Arsyilaa tapi dia siapa lo?!" Tanya Aydan gereget.


oh yang ini namanya Arsyila~batin sang penyimak.


"Gk ada" Simple. Arsyila tau arah pertanyaan Aydan.


"Dih Friendzone" Razan terkekeh mengejek melihat keposesifan Aydan.


"Ngomong apa lo?!!" Aydan tersulut emosi merasa tersinggung dengan perkataan Razan walaupun itu benar adanya.


"Lah emang gue salah?" Ujar Razan santai.


Aydan hendak menarik kerah seragam Razan namun segera dihentikan Arsyila.


"Aydan udah!" Arsyila melerai dengan berdiri di tengah tengah dua orang tersebut.


Aydan membuang muka ke arah samping tidak ingin menatap manik mata Arsyila yang akan membuatnya lemah nanti.


"Dan.." Panggil Arsyila menatap Aydan yang tidak mau menoleh ke arahnya.


"Aydan Rabbani.." Panggil Arsyila lembut berusaha meluluhkan Aydan tanpa menyentuhnya.


Aisssh tau kah mereka berdua masih ada jomblo yang setia menonton drama mereka dari balik punggung Arsyila. Ada sedikit perasaan iri melihat kedekatan dua orang didepannya..Apalagi melihat Aydan yang dibujuk gadis selembut dan secantik Arsyila.


Walaupun nama Arsyila sering disebut-sebut oleh teman-teman kelasnya dengan Arsyila yang terkenal cuek dan dikejar-kejar Orang terfamous di Jurusan IPA yang ternyata adalah Aydan yang sekarang sedang berdiri didepannya.


Arsyila ternyata tidak secuek itu, dia ramah saat berbicara dengannya tadi bahkan bisa dilihat sekarang..sedang membujuk Aydan??sungguh beruntung Aydan dekat dengan bidadari Jurusan Agama batin Razan.


"Udah selesai dramanya?" Tanya Razan yang sudah bosan menyaksikan keuwuan yang membuat jiwa jomblonya meronta-ronta.


"Kita pulang!" Ajak Aydan tegas sambil menarik tangan Arsyila yang tertutup seragam. Arsyila bukanlah cewek yang super Alim seperti kisah-kisah anak pontren yang katanya tidak boleh disentuh, menjaga pandangan..Hanya saja Arsyila mengerti dan masih ingat batasan baginya tidak masalah selama ia tidak jauh melanggar syariat agamanya.


Seperti sekarang Arsyila hanya menurut saja ketika ditarik agar masalah nya tidak terlalu panjang dengan Aydan, toh juga Aydan tidak lancang menyentuh kulitnya langsung.


Mereka berdua pergi meninggalkan Razan sendiri dengan arah pandang Razan yang masih setia mengikuti langkah Arsyila.


Arsyila menyempatkan diri untuk menoleh ke arah belakang.."Kk Razan makasiih" Teriak Arsyila dan hanya dibalas anggukan senyum dari Razan.


"Arsyilaaa!!!" Geram Aydan sambil menatap Arsyila sekilas kemudian kembali melihat depan.


"Eh iyaya, cuma bilang makasih doangg" Adu Arsyila namun tak diperdulikan Aydan.


*******


"Gak mampir?" Tanya Arsyila ketika sudah turun dari motor metic milik Aydan. Ia sengaja tadi pulang mengganti motornya hanya untuk menjemput Arsyila yang katanya belum pulang sekolah.


Aydan tadi nekat langsung menghampiri Arsyila kerumahnya karna pesannnya hanya diread Arsyila, tapi ketika sudah sampai di rumahnya bunda Hera mengatakan Arsyila belum pulang sekolah. Ia jadi panik dan langsung pulang mengganti motornya dengan metic untuk menjemputnya karna Aydan tau Arsyila tidak suka dibonceng pake ninja.


Namun ketika sampe sekolah justru Aydan menemukan Arsyila bersama Razan,siapa yang gk bakal Overthingking cobakk?


"Gak usah" Jawab Aydan dingin kemudian melajukan motornya tanpa pamit.


"Huh beneran ngambek tuh anak,apa iya Aydan cemburu??" Pikir Arsyila yang tidak mngerti dengan status mereka ini.


"Assalamualaikum" Sapa Arsyila kepada bunda Hera yang sedang menonton Tv dikamar tengah, kemudian menyalami lembut tangan bundanya.


"Eh knp telat pulang?" Tanya Hera.


"Mmm tadi mampir ke toilet dulu trus ada urusan bentar". Alibi Arsyila memakai logika agar tak berbohong.


"Oh gitu, tadinya bunda mau jemput tapi ada temen kamu yang dateng trus nawarin diri..Mm siapa tu namanya yang nganterin kamu pulang minggu kmarin??" Tanya Hera sambil mengingat-ingat wajah Aydan yang ia tidak tau namanya.


"Aydan" Jawab Arsyila memutar bola matanya malas.


"Yaa ituuu, ganteng banget tuh anaknya,sopan lagi bunda suka" Goda Hera.


"Kalo bunda suka ya nikahin!" Ujar Arsyila sambil berlalu menaiki kamarnya yang ada di lantai dua.


"Eh" Refleks Hera menutup mulut mendengar jawaban sembronong putrinya.


__________


Disisi lain..


"Lo knp Dan? pulang-pulang Cemberut gitu kek pantat kambing". Ledek Devan ketika melihat sahabatnya memasuki rumah dengan wajah yang tak bersahabat.


"Tau tuh! palingan karna si Arsyila. Abis ditolak kalik". Kekeh Alzam ikut-ikutan mengata-ngatai Aydan...Emang dasar teman laknat!


Aydan berlalu masuk ke kamarnya melewati teman-temannya yang sedang mencemoohnya, dia tidak perduli..Pikirannya masih sibuk memikirkan kejadian disekolah tadi.


Daaaar


"Allohuakbar Aydan..kesambet apa tuh bocah".


Kaget Devan dan Alzam Sambil geleng-geleng kepala mendengar Aydan membanting pintu. Untung saja mama dan papanya sedang tidak ada dirumah karna urusan kantor.


"Arggghh!!!!!" Aydan mengacak rambutnya kasar lalu merebahkan tubuhnya dikasur kingsize miliknya.


"Arsyilaaaaa" Teriaknya frustasi.


"Arrgh kenapa bisa gue cemburu??".


"Apa Iya gue udah cinta sama Arsyila?!".."Arggh Arsyilaaa lo buat gue Gila!!!"


__________


Sudah 30 menit lebih Arsyila diam menatap room chatnya dengan Aydan kadang ia menulis lalu menghapus begitu seterusnya sembari memikirkan apa rangkaian kata-kata yang harus ia ketik untuk membujuk Aydan. Jujur saja Arsyila bingung harus bagaimana karna ia hanya pemula dalam hal seperti ini.


Dulu saja pas pacaran sama Reno bunda Hera yang mengajarnya membalas pesan-pesan Reno. Arsyila kadang sempat baper dengan gombalan-gombalan buaya Reno namun tak sebaper yang diberikan Aydan, Arsyila jadi bingung dengan perasaannya.


"Mmm ini aja deh, Ah bodo amat! terserah kalo Aydan masih ngambek..Mmm atau aku ancem putus aja ya?". Sambunganya lagi menimbang-nimbang.


"Laaah kan gk pacaraaan" Ujarnya setelah tersadar dengan statusnya.


"Gini nih kalo hubungan tanpa kepastian!". Arsyila kembali marah-marah sendiri sambil melempar bonekannya yang ia beri nama Jaenab hingga terpental ke bawah sebagai pelampiasan..Brutal sekali ya dia bestie,kalo gue jadi Jaenab si udah gue tendang ampe terjungkaall....kalo dikasi nyawa:)


Arsyila melebarkan matanya kala melihat status online Aydan aktif, tanpa pikir panjang Arsyila langsung menekan ikon pesawat disamping ketikannya untuk mengirim pesan yang sudah ia rangkai.


Aydan masih ngambek ya?√√


Begitulah rangkaian kata-kata yang dibuat Arsyila hampir satu jam..Singkat padat dan tidak jelas..


"Ih bodo amat! itu aja deh..." Ujarnya pasrah. Arsyila langsung menonaktifkan data selulernya belum siap melihat jawaban Aydan dulu.


"Arsyilaaaa turun..makan malam dulu!" Teriak bundanya dari lantai bawah.


"Iyaaa bund" Jawab Arsyila kemudian turun dari kasur empuk dengan spray hello kitty milik nya lalu melempar Hpnya asal kesana .


"kenapa monyong-monyong gituu?" Ujar Hera melihat wajah kusut putrinya, Arsyila diam tak menjawab..


"lagi patah hati nih kayaknya" Goda Hera kepada Arsyila yang hanya diam saja.


"Inget kalo ada apa-apa cerita aja sama bunda, siapa tau bunda bisa bantu".


Hera sering mengucapkan itu ketika melihat Arsyila yang sering diam ketika ada masalah.


Lalu bagaimana jika proses pendewasaan Arsyila justru salah karna tidak adanya pendamping? bukannya Arsyila juga masih butuh diawasi, diperhatikan?? kalau sekedar ditanya-tanya seperti itu guru Bk disekolah juga bisa hhhe.


"Kalo masalah gini mah gercep ya bund" Jawab Arsyila sedikit menyindir sambil menyuap nasinya.


"Memang ada masalah lain?" Tanya Hera kembali.


tumben nanya diluar jalur cowok..biasanya kan nanyain hubungan aku ~batin Arsyila.


"Gk ada" Arsyila tidak bersuara lagi.


"Bund besok ada lomba fisika tingkat sekolah, kalo lolos bisa langsung masuk provinsi" Ujar Adhira menghentikan kecanggungan.


"Oh ya? kamu ikut aja,pasti bisaa!!! anak bunda kan pinter". Hera mengusap lembut rambut Adhira menatap putrinya bangga.


"Syila udah selesai..Mau ke kamar dulu" Ujar Arsyila kemudian berdiri dan pergi menaiki tangga menuju kamarnya.


"Syilaaa nasinya blum habiis" Teriak Hera melihat piring Arsyila yang masih terisi setengah.


"Kenyaaaang" Balas Arsyila tanpa menengok.


Hera hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah aneh putrinya.


Arsyila tiba dikamar dan langsung menyambar handpondnya yang tergeletak asal di atas sprainya. Ia langsung membuka room chatnya dengan Aydan namun masih tidak ada jawaban.


Badan Arsyila terasa gerah..Memang ya? berharapnya pada ketidak pastian tapi sakitnya udah berasa pasti..Tidak tau saja si arsyila kalau Aydan di sana sedang bertarung melawan gengsi.


Arsyila kembali meletakkan Hpnya diatas nakas dengan sedikit kasar lalu merebahkan badannya untuk segera menyusul mimpi dengan sonjungki wkwk..


****


Setelah melewati hari libur Nasional kemarin, Arsyila kembali menginjakkan kaki disekolah elit milik pak Cakra tersebut. Hari libur kemarin ia hanya menghabiskan waktunya sebagai kaum rebahan dan hanya sibuk menonton episode Drakornya yang belum habis. Rencana pergi healing bersama Aydan kemarin pun tidak jadi karna sampai saat ini Aydan masih tidak menghubungi nya.


Arsyila berjalan santai memasuki area sekolah dengan wajah datarnya seperti biasa. Banyak pasang mata menatapnya kagum. Arsyila tidak perduli..Ini sudah menjadi rutinitas paginya.


"Arsyila" Sapa seorang siswa yang sedang berada ditengah-tengah genknya dengan PD ketika melihat Arsyila berjalan sendiri. Mumpung tidak ada pengawalnya seperti biasa..


Dihari biasanya dia akan beriringan dengan Aydan yang berjalan disampingnya. Nah mumpung gk ada Aydan kan bisa cari-cari kesempatan.


Mana berani mereka terang-terangan bersaing dengan Aydan yang notabennya Mostwanted di Jurusan IPA. Apalagi Aydan dikenal garang jika itu bersangkutan dengan Arsyila bisa-bisa mereka kena ulti duluan deh nanti.


Arsyila menatap siswa tersebut tanpa minat kemudian memaksakan tersenyum kecill, hanya sebatas menghargai..Lalu berjalan kembali.


"Buseeeeet si Arsyila, senyum dikit aja cakep gila! apalagi versi full!".


"Dia datar aja tetep manis!" Ujar salah seorang temannya lagi sambil memandang Arsyila yang sudah menjauh.


"Apa sih Doo!" Ujarnya risih pada teman sebelahnya yang bernama Edo yang sedang menyenggol-nyenggol lengannya.


"Hadep samping Ogeb!" Tegas Edo sedikit berbisik.


"Ap–Ay..Aydan" Ujar siswa tadi gelagapan.


"Berani lo gangguin dia, berhadapan sama gue!" Ujar Aydan tegas tanpa bantahan. Kemudian berlalu pergi setelah memberikannya tatapan mengerikan.


"Serem banget si Aydan uuyy" Ujar siswa tersebut menatap ngeri Aydan.


"Haha rasain kena ulti kan lo!" Ujar Edo dan temannya cekikikan.


________


Arsyila tiba dikelasnya dengan aura dingin. Tidak ada senyum sedikitpun yang terukir diwajahnya.


Ia kemudian duduk dibangkunya dengan perasaan badmood. Sudah dibilang Arsyila jadi kembali ceria dan ramah tamah karna Aydan dan sekarang Aydan malah menjauhinya, tidak ada lagi penghangat hidupnya. Simplenya pengendali mood Arsyila adalah Aydan.


Arsyila menangkup wajahnya dengan tangan yang menopang di atas meja sambil melamun.


"Eh Aydan Jurusan IPA tu kan??" Tanya seorang siswi yang sedang bergosip di area belakang bersama teman-temannya..


Dan itu tak luput dari pendengaran Arsyila walaupun jaraknya tidak terlalu dekat. Arsyila menajamkan telinganya ingin rasanya tidak perduli tapi apapun yang menyangkut Aydan Arsyila langsung kepo.


"Iyaa dia mostwanted di jurusan IPA, paling ganteng uuyy" Jawab teman dibelakangnya yang sedang bercerita.


"Yang manaa siiii??" Tanya teman satunya lagi penasaran..


Arsyila menoleh ke arah belakang sebentar..~Oh si ratu gosip toh! -Ujar Arsyila membatin melihat Sania dan tiga orang temannya yang duduk membundar dimeja masing-masing dengan saling menghadap,tau lah style-style cewek gosip tu kek gimana.


Bukannya senang crushnya dipuji Arsyila malah panas sendiri.


"Ishhh yang itu loh yang sering nganter Arsyila ke kelas" Ujar siswi yang bernama Intan dengan suara berbisik.


"Oh yang Ituuu!!!! Iya ganteng" Ujar siswi yang diketahui bernama Rehan dengan antusias.


"Eeh eh tapi jangan Itu deh, lo tau kan si Aydan kabarnya lagi ngejar-ngejar Arsyila. Si Aydan aja udah ngeklaim Arsyila punya dia di anak-anak Jurusan IPA" Ujar Intan yang tau Info.


What Aydan ngeklaim gue punya dia?!kok kyak cerita-cerita dinovel aja sih, Ini gue harus baper apa salto!


Heboh Arsyila dalam hati walaupun berbisik ketika namanya disebut Arsyila masih bisa mendengar, tidak tau saja Arsyila ini titisan siluman kucing:)..Becanda wkwk


"Eh bisa gitu ya? berarti mereka belum pacaran dong!" Ujar Rehan antusias.


"Saran gue sih jangan soalnya Aydan cinta banget deh keknya sm Arsyila" Ujar siswi bernama Rani yang menjadi sumber info tadi.


"Iya tuh lagian sadar diri ajalah bersaingnya ama siapa, si Arsyilaa! Bidadarinya para cowok-cowok cakranegara euw!" Ujar Sania menekankan kata bidadari. Iri? sudah pasti.


"Iya! gue mah mending genk2annya, sama-sama gk kalah ganteng. Walaupun Aydan lebih sih" Ujar Intan mengingat-ngingat dua sahabat Aydan.


"Oh Iya gue pernah liat!" Ujar Rehan.


Teeeet Teeet


Bel berbunyi tanda masuk kelas.


Sudah 20 menit para siswa siswi kelas Agama milik Arsyila menunggu tapi guru mata pelajaran Qurdisnya di jam pertama ini belum muncul juga.


"Guys!!!! pak Brayen katanya nggak masuk. Hari ini istrinya lagi lahiran!" Ujar Daniel datang memasuki kelas stelah dari ruang guru untuk mencari pak Brayen.


"Guru-guru juga nanti bakal rapat abis Istirahat ini, jadi kemungkinan banyak jam Kosong kalian bisa pake buat belajar atau yang lain! tapi gk boleh bolos keluar kelas" Sambung Daniel lagi dengan penuh wibawa.


"Yeeeeeee" Sorakan daripara murid menggema diruangan kelas X Agama tersebut.


"Udah-udah jangan ribut! kelas lain lagi belajar" Ujar daniel Tegas.


"bangga gue punya ketua kelas Kayak lo!" Ujar Rifki teman sebangkunya sambil menepuk-nepuk pundak Daniel bangga.


"Dih pas Info jamkos baru tuh luh bangga!" Ujar Daniel pada Rifki yang sedang cengengesan melihat nya.


"Arsyilaaa" Sapa Intan sok ramah kemudian duduk dibangku samping Arsyila yang kosong. Bukan tanpa sebab mereka tidak mau duduk dibangku sebelah Arsyila, dan bukan karna Insecure atau apa tapi meja disamping Arsyila memang sangat kotor bekas coret-coretan dari tangan tak bertanggung jawab dari angkatan tahun lalu maybe..Mana warnanya putih lagi.


Sebagai murid juga bukan hanya memandang fisik orang, tapi benda mati pun dipilih-pilih mana yang paling bagus walaupun harus dapat yang dibagian belakang..Iyaa kan?.


Begitupun dengan meja yang sekarang bertengger manis sendiri, duduk memisah.


contoh meja kelas Arsyila.



Arsyila menoleh menatap orang disampingnya sebentar kemudian kembali fokus pada novel yang sedang ia baca dari tadi menemui pacar2 fiksinya.


"Mm lo kok sendiri terus si? lo emang suka menyendiri ya?" Tanya Intan mengawali topik.


"Gk usah basa-basi langsung ke inti aja" Pangkas Arsyila tanpa menoleh.


"Eh lo deket sama Aydan ya syil?" Intan dengan wajah seperti baru tau...


udah gue tebak -batin Arsyila.


Diluar ekspetasi Arsyila malah tidak menyahut.


"Beruntung banget loh lo itu syil...Aydan tu temen SMP gue duluu. Dia orangnya banyak yang mau tapi eh katanya dia udah punya dari sekolah lain. Gk ada yang tau itu siapa sampe mereka putus.. Apa itu lo ya?? pantes aja sih Aydan nolak banyak cewek orang lo nya aja Spek bidadari gini" Ujar Intan terkekeh kecil. Entah hanya menebak atau mengompori fasalnya pacar lama Aydan itu Private.


hah Aydan punya mantan?!