
...Happy Reading💓🔥...
...*****...
Arsyila memasuki gerbang sekolahnya dengan sedikit gugup. Tadi malam di group OSIS penuh dengan pembahasan akan acara hari ini yaitu pemotretan untuk promosi sekolah mereka yang diperdanai oleh Arsyila dan Razan.
Arsyila kemudian menaiki tangga dengan cepat-cepat menghindari siswa/i yang tengah melihatnya.
Namun saat sudah sampai di lantai dua Arsyila melihat banyak dari para murid yang berdiri di balkon dengan posisi menghadap lapangan. Ia pun penasaran jadi berinisiatif melakukan hal yang sama.
"Waah kayak acara pengiklanan gitu gk sii??".
"Baru kali ini gue liat yang beginian".
"Aku? jadi duta sampo lain??".
Oceh para siswa/i melihat persiapan acara pemotretan disekolah mereka. Arsyila jadi semakin gugup, kira-kira apa yang akan dilakukannya nanti? tidak mungkin sekedar mengambil poto saja pikir Arsyila.
Ia pun segera menuju kelasnya untuk meletakkan ranselnya.
"Syil tungguuu". Panggil Kayla yang berada tak jauh dibelakangnya hingga Arsyila terpaksa berhenti.
"Aku kira kamu udah nunggu dilapangan". Ujar Kayla.
"Emang pemotretannya udah mau dimulai?".
"Iya..Tadi bang Razan nanyain lo".
"Oh ya udah aku taruh tas dulu".
"Aku temenin ke bawah ya". Pinta Kayla dengan antusias. Arsyila hanya mengangguk lalu masuk ke dalam kelas untuk meletakkan tasnya di kursi dan setelahnya keluar.
Setibanya dilantai bawah...
"Nah ini dia!".
Heboh Aldo saat melihat kedatangan Arsyila. Banyak rekan OSIS juga disana yang ikut serta membantu persiapan promosi sekolah mereka.
Arsyila mengernyitkan dahinya.
"Ayok Syil siap-siap pemotretan bakal dimulai". Beritahu Chika.
"Emang apanya yang mau disiapin?? kok tadi malem aku gk dikasih tau". Bingung Arsyila.
"Gk ada lo mah gk perlu makeupan biar aja natural kek gitu". Ujar Chika.
"Ooo, kk Razan mana?".
"Ituuu.." Tunjuk Aldo pada Razan yang sedang berbincang dengan seorang Fotografer pilihan sekolah mereka di tengah lapangan.
"Ooh oke, ayok dong kesana". Ajak Arsyila.
"Kan yang potoan kamu Syil, kita nonton di sini aja". Sahut Kayla dan disetujui yang lainnya.
"Mm oke..." Arsyila terlihat ragu-ragu lalu melangkah ke tengah lapangan.
"Semangaaat". Teriak Kayla yang masih bisa didengar Arsyila hingga membuatnya semakin gugup.
"Kak Razan.." Panggil Arsyila.
"Eh udah dateng". Razan menoleh ke arahnya. "Kak ini Putrinya, bisa dimulai sekarang?". Tanya Razan pada fotoghrafer tadi.
"Kalian langsung ambil tempat aja disana. Guys! pemotretan udah siap". Teriak fotografer itu pada teman-temannya.
Arsyila dan Razan pun mengambil tempat hingga mengundang sorakan dan peluit dari para murid yang menonton mereka dari lantai atas maupun bawah. Triple sudah kegugupan Arsyila.
"Kita take videonya durasi lima menit ya baru pemotretan". Jelas Razan.
"Take video kek gimana?". Arsyila bingung.
"Dipasangin slempang sama kepala sekolah terus mahkotanya saling pasangin".
~Kayak pelantikan princess leneor.
Batin Arsyila.
"O-Oh oke..."
"Gk usah gugup". Ujar Razan melihat wajah Arsyila yang sudah pucat pasi lalu mengelus sekilas pucuk kepala milik Arsyila, sepertinya kebiasaan itu sangat candu baginya.
"Ciiiiieeeeee".
"Cuuit cuiitt".
Heboh para siswa/i yang melihat itu.
"Ih romantis banget si huhu". Arlina menggoyang-goyangkan tubuhnya kiri dan kanan.
"Iyaaa sama kek Devan". Sahut Intan.
"Hu! otak lo isinya Devan mulu". Rehan menoyor kepala milik sahabatnya itu.
"Lo gk cemburu kan Lin?". Tanya Jihan yang masih mengira Arlina menyukai Razan.
"Gk lah. Gue sadar, dia itu hanya boleh dikagumi tidak untuk dimiliki".
"Tenang Lin..Lo pasti bakal dapetin yang lebih baik". Ujar Intan sambil menepuk kecil bahu milik Arlina.
"Hm".
Disisi lain..
"Ish!!! gk bisa! gue gk bisa liat Arsyila bahagia, iiiiiihhh awas lo Arsyila". Sania menghentak-hentakkan kakinya di lantai lalu menjauh dari area balkon tak ingin melihat terlalu jauh begitupun dengan Nia yang ada disampingnya.
"Silahkan pak kepala.. Selempangnya bisa dipasangkan". Pandu sang fotografer.
Cakra pun langsung berjalan ke arah Arsyila dan Razan dan memasangkan mereka selempang bertuliskan "Princes high school" dan "Princess high school" berwarna abu untuk Razan dan Pink untuk Arsyila. Lalu setelahnya Razan mengambil mahkota yang ada di atas nampan sendiri. Arsyila sempat bingung namun melihat nampan yang sudah ada didepannya membuatnya mengerti lalu mengikuti apa yang dilakukan Razan tadi.
(Anggap saja tulisannya Prince and Princess🙃).
"Cut!".
"Huh! ini mah berasa lagi syhuting pake cut-cut segala". Gumam Arsyila. Razan yang mendengar itu hanya mampu tersenyum kecil.
"Sekarang pasang mahkotanya". Pandu sang Fotografer lagi.
Razan dan Arsyila pun saling menghadap.
"Kak Razan...Ini kita ngapain sih? malu tau". Gerutu Arsyila, tidak tau hendak melakukan apa lagi.
"Diem aja..Ikutin apa yang gue lakuin". Razan lalu memasangkan mahkota yang ada di tangannya keatas kepala Arsyila sambil tersenyum.
"Giliran lo". Perintah Razan.
"Huh! untung aku tinggi". Bangga Arsyila lalu memasangkan Razan mahkotanya.
~Dia ganteng banget kalo dari deket, tapi gue gk bisa...
Batin Arsyila menatap lama wajah Razan.
"Liatin gue biasa aja, gue tau gue ganteng". Ujar Razan bangga membuat Arsyila mengerucutkan bibirnya kesal lalu kembali menghadap depan. Razan hanya terkekeh kecil melihat itu.
"Sipp! bagus. Sekarang tinggal sesi poto aja". -Fotografer.
Arsyila dan Razan pun mengambil pose normal.
Cekrek
"Sip. Tinggal satu lagi, ganti style".
"Gaya apa lagii.." Bingung Arsyila.
"Syil.." Tiba-Tiba Razan memanggilnya membuat Arsyila menoleh ke arahnya.
Cekrek
"Wih keren! ini pose paling bagus sih".
Razan pun mendekat ke arah sang Fotografer lalu melihat hasil jepretannya.
"Baguss ntar kirim ke nomor WA gue buat di atur sama tim editor".
"Oke siip".
Karna acara sudah selesai, Razan pun berniat melepas selempangnya namun segerombolan siswi langsung menyerbu Razan.
"Kaaak Poto samaan dong".
Siapa lagi kalo bukan dari dedek-dek gemes😌.
Razan hanya menghela nafas lalu menghadap ke arah kamera.
"Kak Syil potoan yuuk". Yana dan Kayla menghampiri Arsyila, ada Intan dkk juga ikut. Arsyila tersenyum lalu mengangguk kecil dan mereka pun berpoto ceria.
"Hyee kk Arsyila, my Princess hanny babyy sweety". Radit dan Juki fans bocil Arsyila tiba-tiba datang membuat semua perhatian tertuju pada mereka.
"Kak potoan yuuk!". Ajak Juki.
"Eh Radit! buaya buntung! gk meydan, cicil, sekarang kk gue yang mau lo incer..No no! pergi sana". Yana yang pembawaanya memang sedikit ngegas mengusir Raditya. Bagaimana tidak? dijajaran kelas X Raditya dikenal playboy senior.
"Nah denger gk lo Dit? pergi sonoh..biar gue sendirian yang potoan ama neng Arsyila, ya gk kak?". ~Juki. Radit mengerucutkan bibirnya kesal.
"Lo juga Juk! handbody yang gue kasih kemarin udah lo pake gk?".
"U-Udah..." Jawab Juki agak takut.
"Tunggu ada efek baru bisa potoan ama kk gue".
"Jiaaaakhh wkwkwk kalo udah buluk ya buluk, handbody kagak bakal mempan". Radit tertawa mengejek.
"Ck. Awas kalian semua kalo gue udah glowing nanti huh!". Juki lalu pergi dengan wajah cemberut diikuti Radit.
"Na..Lain kali gk boleh gitu ya, itu sama aja kayak ngehina orang lain".
"Hehe maaf kk..Lagian tuh bocah dua bikin kesel mulu di kelas". Adu Yana.
"Hadeh.." Arsyila hanya geleng-geleng kepala.
Bertepatan dengan itu Devan dan alzam datang menghampiri Arsyila.
"Mm Syil boleh foto sama lo gk?". Ujar Alzam dengan sedikit canggung.
Arsyila tersenyum lalu mengangguk, melihat itu mereka berdua pun mengambil poto selfie bertiga.
"Makasih ya Syil.." -Devan.
"Iya". Jawab Arsyila seadanya. Devan dan Alzam lalu pergi dari hadapan Arsyila.
"Gue send ke Aydan, dari kemarin dia bilang pen liat Arsyila". -Devan.
"Dia sering kalik keluar diem-diem dari rumah". Sahut Alzam.
"Itu beda. Sebenarnya tujuan awal gue si buat pamer biar dia iri".
"Bangk* lo! wkwk". Tawa Alzam.
_
"Bentar ya guys aku mau ke kk Razan dulu, mau kembaliin ini". Ujar Arsyila menunjuk selempang yang menempel di seragamnya.
"Oh oke". Jawab mereka kompak.
Arsyila pun menghampiri Razan yang sedang bercanda bersama teman-temannya. Ada Arsen and genk juga ikut disana.
"Kak.." Panggil Arsyila membuat semua atensi tertuju ke arahnya. Arsyila jadi malu.
"Lo manggil gue ya dek?". Tanya Rivan dengan percaya dirinya. Arsyila hanya tersenyum canggung.
"Kak Razan.." Jawab Arsyila.
"Kenapa?". Tanya Razan menatapnya.
Arsyila lalu melepas mahkotanya dan juga selempang yang ia kenakan membuat Razan mengernyitkan dahinya.
"Nih.." Arsyila menyodorkan dua benda itu ke hadapan Razan dengan wajah polos.
"Maksud lo??". Heran Razan, pikirannya sudah kemana-mana.
"Kan pemotretannya udah selesai, bukannya ini dikembaliin ya?".
"Oooo huh! lo buat gue overthingking". Razan bernafas lega.
"Ha?". Arsyila sedikit bingung dengan jawaban Razan.
"Lo bawa aja, simpen baik-baik buat kenang-kenangan jangan dijual!".
Gila! siapa juga yang akan menjual benda-benda berharga ini pikir Arsyila.
"O-Oh..Oke makasih kk". Ucap Arsyila lalu hendak pergi.
"Eeeh...Syil kan kita belum potoan". Ujar Chika menghentikan langkah Arsyila.
"Oh iya..Mm tapi jangan disini". Pinta Arsyila melihat banyaknya murid laki-laki didekat Razan.
"Yaah kok gitu, gk pp kali Syil kan kita juga mau ikut". -Arsen.
"Ya Syil..Sekali kok". Reza memohon.
"Mm terserah kalian aja". Arsyila pasrah.
"Yess!". Sorak mereka.
Mereka pun mengatur barisan untuk berfoto.
"Zan sini dong! lo gk ikut potoan?". Ujar Aldo.
"Gk, kalian aja". Balas Razan yang hanya menonton aksi mereka.
"Yah biar serasi Zan potoannya ama Putra Putri". Timpal Arsen.
"Ya Zan sini". Sahut Reza.
Razan menghela nafas lalu ikut masuk ke dalam barisan.
"Harusnya lo yang ditengah". Aldo menukar barisannya dan memberikan ruang bagi Razan untuk berdiri di samping Arsyila alias tengah-tengah.
"Gue disamping Arsyila, tuker tempat Za!". -Arsen.
"Ck gue yang duluan". Reza gk mau kalah.
"Hadeeehh kalian ini cuman potoan juga ribet amet!". Komentar Dheva.
"Iya, kayak bakal diliat aja..Palingan netijen fokusnya ama yang ditengah". Chika ikut-ikutan.
Akhirnya Arsen pun pasrah lalu ikut tersenyum menghadap kamera. dan...
Cekrek
Foto berhasil di ambil.
"Wih bagus nih, Zan boleh gk masukin nih foto ke banner sekolah?". Tanya Chika.
"Boleh, tapi dibawah dan potonya agak kecil si".
"Gk papa yang penting masuk promosi". Antusias Reza.
"Anjayyy kalo di banner masuk, di brosur nanti juga masuk dong! pasti mak gue bangga liat poto anaknya masuk tim promosi huhuy". Girang Kinan.
"Hadeh.." Razan geleng-geleng kepala.
...*****...
See you next chapter👋🏻💓🔥