
Tim Aydan?๐๐ป Tim Razan?๐๐ป
Happy Reading๐
*****
Tidak seperti biasanya siang ini Arsyila berjalan ke kantin sendiri karna kelas kedua sahabatnya termasuk Aydan sedang ada jam olahraga basket.
Ada sebagian siswi yang berbisik-bisik ketika Arsyila melewati koridor kelas mereka.
"masak iya?".
"Ghosipnya sih sama Nia".
"Tp gue gk yakin deh".
Begitulah bisik-bisik yang dapat ditangkap Arsyila membuat telinganya terasa panas.
Padahal kejadiannya baru tadi pagi tapi udah nyebar tiga jurusan aja"
Batin Arsyila ketika melewati lorong jurusan IPS.
"Eh aku kan puasa" Arsyila menepuk jidatnya mengingat hari ini ia sedang melaksanakan puasa ganti.
Ia kemudian memutar balikkan langkahnya berniat kembali ke kelas.
Sorakan-sorakan heboh yang berasal dari dalam ruangan basket menghentikan langkah Arsyila.
Ia jadi berfikir daripada jauh-jauh balik ke kelasnya lebih baik dia menonton dua sahabatnya bermain saja.
Ia juga penasaran bagaimana rupa Aydan ketika berkeringat saat sedang menggunakan pakaian basket apakah semakin berdemage?๐
Walaupun Arsyila sedang dalam mode cemburu tapi dia tidak boleh membenarkan perkataan netizen dulu sebab ia masih ragu dengan apa yang dia lihat tadi apalagi Aydan sangat bucin padanya walaupun ia tidak pernah mengakui perasaannya.
Arsyila berjalan masuk ke dalam, banyak pasang mata melihatnya padahal dia hanya berjalan sendiri tanpa melakukan Atraksi.
"Arsyila".
Sapa seorang siswa Jurusan IPA yang sedang duduk dikursi penonton bersama teman-temannya.
"Hai Arsyila".
Sapa yang lain lagi.
Para siswi yang melihat itu menatap Iri padanya apalagi kakak kelasnya yang juga ikut menonton termasuk Angel pengejar sejati cintanya Reno yang sama-sama dari kelas IPS.
Arsyila mengambil duduk di kursi ke tiga dari bawah urutan ke dua. Ia melihat anak basket yang sedang bermain dengan baju merah untuk kelas Aydan dan biru muda untuk kelasnya Razan karna jadwal kelas mereka kebetulan bertabrakan jadi terpaksa harus digabung.
Pantas saja banyak kelas XI yang juga ikut menonton walaupun dari jurusan yang berbeda.
"Tuh nama Arsyila".
Bisik Angel pada genk-genkannya namun dapat ditangkap Arsyila.
"Cantik..Ya wajarlah Reno mau". Balas Tia.
"Iyaa mana alim-alim gitu lagi".
Sahut Eline ikut-ikutan.
"Kok kalian jadi padaa muji dia!".
Bentak Angel yang merupakan ketua genk.
"Lah kan kita jujur Jel ". Jawab Tia polos.
"Ish awas aja pokoknya..Kalau sampe si Reno masih ngejar-ngejar Arsyila! tuh cewek bakal gue kasih pelajaran".
Angel melirik sinis Arsyila yang sedang duduk sendirian menonton pertandingan didepannya.
"Kita ngikut aja deh".
Ujar Eline dan diangguki Tia.
"Huh".
Arsyila menghela nafas mendengar gibahan Angel dan antek-anteknya yang tak lain membahas tentang dirinya dan Reno dari jarak 3 meter dari tempat duduknya.
Yang ngedeketin siapa yg bakal dilabrak siapa
-Batin Arsyila pasrah.
Ia kembali memokuskan dirinya menonton tak memperdulikan ocehan mereka lagi.
Arsyila salfok, pandangannya tertuju pada Razan yang sedang mendrible bola Uuh berdemage sekali everybody๐.
"Yaa ampiuun kk Razaaaan Uhh"
"Keringetan aja berdemagee"
"Calon masa depan gueh"
"Razaaan semangaaat!!!!!"
"Sarangheo Oppa"
Teriakan alay para siswi yang juga melihat itu.
Razan yang masih mendrible bolanya tak sengaja melihat Arsyila yang sudah berada di kursi penonton sedang menatap ke arahnya membuat dirinya semakin semangat untuk memasukkan bola kedalam ring.
Namun ide jahil terlintas di otaknya dengan sengaja Razan mengedipkan sebelah matanya kemudian menarik kedua sudut bibirnya membentuk senyuman manis.
Arsyila jadi salting sendiri tanpa sadar ia malah ikut tersenyum pada Razan.
"Aaa woyy gue dikedipiin".
Teriak Arlina heboh yang juga sedang menonton disana bersama Nia di kursi pertama dan mengira kedikapan itu ditujukan padanya.
Dan tunggu, Nia.. Ada satu botol minuman di tangan kanannya dan sebuah handuk kecil berwarna putih.
Itu buat siapa?
-Batin Arsyila yang menatap ke arah sana karna teriakan Arlina tentunya.
"Guee lah Gr loh!".
Sewot Fadhila teman kelasnya Razan yang juga ke Gr-an.
Aydan yang melihat itu jadi panas sendiri.
Apa Arsyila belum baca surat maaf dari gue?kenapa dia gk baper..Malah senyumin Razan lagi argh!"
Batin Aydan kesal yang diam ditengah-tengah lapangan melihat aksi Razan dan respon yang diberikan Arsyila.
Dengan cekatan ia melompat merebut bola itu dari tangan Razan yang akan dilempar ke atas ring.
"Aydaaaan".
Semangat Nia dari tempat duduknya.
"Huhu Aydaaaan".
"Aydaaan Kk Razan semangat!".
"Woy Razan punya gue!".
"Aydan bola nya jangan sampe lepas!".
Begitulah suara ricuh dari para penonton perempuan sedangkan yang laki-laki hanya berteriak tidak jelas meramaikan ruangan tersebut.
Arsyila melihat Aydan ia jadi lupa tujuan Awalnya tadi adalah melihat Aydan kenapa ia malah salfok sama Razan huh!.
Tak lama pertandingan pun selesai, para pemain ada yang langsung duduk di tengah lapangan ada juga yang kepinggir kursi untuk duduk istirahat.
Arsyila turun dari kursinya menuju ke tengah lapangan untuk menghampiri Aydan beserta Devan dan Alzam yang sudah duduk didekat Aydan.
"Kak Razan aku bawain minuman nih".
"Razan kamu capek ya? sini aku kipasin".
Uluran dari tangan Arlina beserta fans-fans Razan dari teman sebayanya.
Mereka mengepung Razan yang mengambil duduk santai dikursi penonton dekat ring.
Ada yang menyodorkannya minuman,handuk kecil ada juga yang mengambil duduk dekat Razan mengipasinya dengan kipas mini.
"Gk. Gue udah bawa sendiri".
Ujar Razan cuek kemudian meneguk minumannya sendiri tanpa memperdulikan benda-benda dihadapannya.
Arsyila melihat itu sebentar lalu menggelengkan kepalanya.
Kayak Artis aja -Dumel Arsyila dalam hati.
Arsyila mempercepat jalannya menuju Aydan dan 2 Sahabatnya yang berjarak lima langkah darinya.
Aydan tersenyum kecil karna Arsyila menghampirinya, ia kemudian berdiri menyambut Arsyila diikuti Devan dan Alzam. Namun bayangan tentang Razan tadi terlintas dalam ingatannya membuat senyum Aydan memudar.
Jangan tanyakan perasaan Aydan tadi, Aydan orangnya sangat possesive. Jika dia nekat tadi mungkin bukan bola yang akan dia rebut dari Razan untuk mengambil perhatian Arsyila tapi bisa saja langsung menghantam Razan dilapangan tanpa perduli ini sekolah milik Razan. Untung saja Aydan masih waras tadi.
Tinggal dua langkah Arsyila akan sampai dihadapan tiga pengawalnya namun langkahnya terpaksa berhenti karna pandangan didepannya tertutupi oleh punggung seorang siswi yang tak lain adalah Nia yang sudah lebih dahulu berdiri dihadapan Aydan.
Arsyila mematung dengan perasaan campur aduk.
"Ay-Aydan ini minuman buat kamu".
Ujar Nia terbata-bata.
Aydan menatap Nia kemudian mengalihkan pandangannya pada Arsyila yang hanya diam juga tengah melihat ke arahnya dengan wajah datar menunggu reaksi apa yang akan dia berikan Untuk Nia.
Bukan hanya Arsyila yang melihat hal itu bahkan semua siswa/i yang masih disana dibuat terkejut dengan keberanian Nia yang dengan terang-terangan menawarkan Aydan minuman depan Arsyila.
Hingga menimbulkan banyak bisik-bisik dan ghosip diantara mereka.
"Kalo Aydan terima fix dia suka balik!"
"Eh belum tentu sih siapa tau cuma mau buat Arsyila cemburu"
"Tadi gue liat Aydan kasih Nia surat afa iyah?"
"Seriousliy Aydan mau sama Nia?"
"Anjay berani bener si Nia"
"Kok gue yang sakit ati! tp gk pp sih sekali2 tuh Arsyila dikasih cobaan biar gk sombong wkwk"
Tawanya gaje dll.
Begitulah gosip-gosip para siswi yang ikut menyaksikan momen tersebut dan dapat didengar Arsyila.
Sedangkan Alzam dan Devan menatap tidak suka pada Nia mereka jadi menyesal memberikan Aydan tantangan menjijikkan itu.
Kalaupun jadi, mereka akan pilih-pilih dan bukan Nia orangnya.
Mereka mengira Arsyila dekat dengan Nia karna Nia selalu disamping Arsyila kemana-mana..Huh bahkan tanpa melakukan itu mereka sudah menilai sendiri wajah tak enak yang ditampakkan Arsyila entah marah, cemburu bercampur menjadi satu dengan matanya yang sudah memerah hendak menangis namun seperti ditahan.
"Jangan terima Dan! Dare tadi batalin aja"
Bisik Devan.
Namun tak disangka Aydan malah mengambil botol minuman tersebut beserta handuk kecil yang ada ditangan kiri Nia kemudian mengelap wajahnya yang sudah basah dengan keringat.
Arsyila terkejut begitupun dengan siswa/i yang lain yang mengira Aydan akan menolak karna ada Arsyila namun ternyata salah.
"Kesempatan buat deketin Arsyila".
Bisik Geo pada teman disampingnya.
"Gue duluan bro".
"Woy bocil jika bukan karna kalian bocil udah gue ambil duluan si Arsyila".
Sahut Arsen mendengar ocehan Adek kelasnya.
"Dih bilang aja lo takut duluan karna gk pede ama muka lo!".
Ujar Reza dengan mulut pedasnya.
"Dih PD banget kalian noh liat saingan lo anak Shulton lebih atas dari Aydan".
Sahut Aldo yang juga memilih duduk dipinggir lapangan menunjuk Razan yang sedang mengamati kejadian didepannya dengan tangan yang terkepal menahan emosi.
"Bang Razan natapnya gitu amat..Sereem..Dia juga suka?".
"Menurut lo?".
Tanya Aldo balik.
Nia yang merasa direspon tersenyum manis dengan perasaan berbunga-bunga..
"Mm ya udah gue duluan ke kelas".
Ujar Nia malu-malu kemudian menolehkan pandangannya menatap Arsyila sekilas lalu keluar dari ruangan tersebut.
Aydan menatap Arsyila ia merasa puas karna bisa membalas rasa cemburunya tadi,
Ia berfikir Arsyila akan marah-marah kepadanya namun justru hanya respon diam yang ia berikan.
Karna tidak mendapat pergerakan dari Arsyila Aydan berfikir untuk menjalankan Dare yang diberikan Devan dan Alzam tadi mungkin dengan hal itu Arsyila akan mendekatinya dan membuang botol dan handuk ditangannya seperti gadis lain ketika cemburu.
"Arsyila..Titip salam buat Nia ya!" Girang Aydan pada Arsyila yang sedang menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.
Deg
Jadi selama ini bener Aydan sukanya sama Nia? haha lucunya! jadi sikap dia selama ini ke aku maksudnya apa?!"
Batin Arsyila.
Hatinya terasa nyilu bagaikan ditusuk duri-duri halus.
Arsyila mengangguk dan membalikkan badannya berjalan keluar dengan air mata yang sudah membendung. Hanya dengan satu kedipan mungkin air matanya akan menintik.
Siswa/i yang juga sebagai penonton menganga dengan penuturan Aydan..Mereka menggelengkan kepalanya tidak percaya.
"Lo apa-apan Dan!".
Alzam mendorong keras bahu kiri milik Aydan.
"Bukannya lo pada yang-
"Tapi bukan tempat umum kayak gini!".
"Lo punya otak gk Dan?!" Devan ikut panas.
Dari tadi ia hanya memperhatikan tingkah Aydan. Menurutnya ini sudah kelewatan.
"Lo malah bikin dia malu begok!" Bentak Alzam kemudian pergi dari ruangan tersebut menyusul Arsyila dan diikuti Devan dari belakangnya.
Razan bangkit dari duduknya dari tadi ia sudah cukup menahan emosi.
Tanpa aba-aba satu bogeman mentah mendarat kewajah mulus Aydan.
"Lo kalo gk niat seriusin dia jangan lo deketin! lo kira dia mainan Haa??!".
Ujar Razan emosi kemudian keluar dari sana, cukup aatu pukulan saja.
Razan berusaha menahannya ia tidak mau sampai kelepasan nantinya dan menjadi contoh yang tidak baik terlebih dia ketua Osis.
Semua pandangan mengarah pada Aydan. Namun Aydan tidak perduli ia kemudian segera keluar dari ruangan tersebut untuk menyusul Arsyila.
________
"Hiks"
Arsyila menumpahkan tangisnya tanpa suara bersandar pada dinding rootof dengan mendongakkan kepalanya menatap langit yang diselimuti awan hitam yang tengah membendung air seolah menyalurkan apa yang ia rasa.
"Arsyila".
Panggil Aydan yang sudah sampai dipintu root of dengan mengikuti instingnya yang mengatakan Arsyila berada di situ.
Arsyila tetap pada posisinya tidak menghiraukan keberadaan Aydan.
Aydan kemudian mendekat menuju tempat Arsyila berdiri.
"Diem di situ!" Pinta Arsyila tegas tanpa penolakan.
"Arsyila maaf".
Ujar Aydan dari tempat berdirinya menatap frustasi Arsyila.
"Maaf? setelah lo puas jadiin gue cuma alat gabut dan dengan gampangnya lo bilang maaf? hahaha ".
Arsyila tertawa sumbang dengan masih menghadap langit..Gaya bahasanya pun tidak lagi sopan.
"Syil..Lo salah! tadi gue cuma jalanin Dare".
Aydan menatap sendu Arsyila berharap Arsyila akan memaafkannya.
"Dare? depan umum?".
"Gu-
"Dan buat seolah-olah gue selama ini udah nyia-nyain lo sampe lo pilih org lain? kapan Dan kapan?!!!".
Arsyila menatap tajam Aydan dengan matanya yang sudah sembab. Sangat menyakitkan bagi Aydan apalagi Arsyila menangis karnanya..Ia ikut sakit.
"Arsyila...Don't cry".
Aydan mendekat tak memperdulikan larangan Arsyila tadi hingga jarak mereka hanya satu jengkal.
Arsyila mengalihkan pandangannya kesamping.
"Syill tadi emang Dare..Gue tau gue salah, gue juga refleks ngelakuin itu".
"Dan..Cewek itu baperan. Apa surat yang tadi pagi juga Dare?! dengan kayak tadi lo bisa aja kasih dia harapan dan lo liat? dia bahkan berani ngasih lo perhatian depan gue!".
Ujar Arsyila emosi tanpa ia sadari kata-katanya sejak tadi menampakkan kecemburuannya.
"Syil lo cemburu?" Tanya Aydan tiba-tiba.
"Menurut Lo?".
Arsyila mengalihkan pandangannya kemudian berjalan melewati Aydan hendak turun dari rootof.
Namun Aydan mencekal tangannya agar berhenti. Ia jadi yakin untuk menyatakan perasaanya pada Arsyila.
"Syil gue suka sama lo".
Arsyila membalikkan badannya menatap dalam Aydan.
"Terserah!".
Arsyila melepas cekalan tangan Aydan dari lengannya kemudian beranjak pergi, Ia sudah tak perduli.
"Arghhhhh".
Teriak Aydan frustasi.
"Tapi tunggu..Surat?".
Aydan kembali mengingat-ingat perkataan Arsyila tadi ia baru sadar..
"Jadi surat itu? Anj* Niaaaa!!".
Aydan bergegas turun dari rootof ia sungguh menyesali perbuatan bodohnya tadi. Ia kira Nia orang yang baik ternyata munafik bisa-bisanya ia mengakui surat itu untuknya.
...*******...
~Bersambung
Lanjut gk nih?๐