Arsyila {Princess Of My High School}

Arsyila {Princess Of My High School}
EXTRA CHAPTER & VISUAL



...{Anniversary SMA Cakranegara sekaligus mengenang wafatnya Princes & Princess High School}...


...~******~...


Begitulah kira-kira tulisan yang ada di Banner sekolah SMA Cakranegara.


Malam ini semua siswa Cakranegara hadir untuk merayakan hari jadi sekolah mereka sekaligus mengenang hari ke-100 wafatnya panutan mereka kemungkinan sekitar 3 bulan lebih.


Arsyila dan Razan wafat pada hari Rabu tanggal 28 Januari bertepatan dengan hari kelahiran Arsyila.


Cakra dan Jasmin pun ikut serta, ia juga mengadakan zikiran tadi magrib bersama para siswa lalu memulai acaranya.


Kini mereka tak lagi bersedih namun rasa haru tentu masih ada dalam hati mereka masing-masing. Foto Arsyila dan Razan masih dipajang di depan gerbang dan dilapangan tempat mereka berada membuat kerinduan itu muncul lagi.


"Ini ya yang lo maksud liat dari atas? emang bener-bener lo Zan! lo mah nyumbang bahan doang kita yang capek kerja njir!".


Gurau Arsen mengingat perkataan Razan waktu lalu dengan kalimat yang terdengar mengharukan.


Aldo menepuk kecil pundak milik Arsen sambil mengelap genangan air yang ada dimatanya agar tak menetes.


"Kalo kata orang tua si 40 hari sebelum kita meninggal kita udah ada firasat gitu". Reno ikut nimbrung.


"Hm entahlah, urusan hidup dan mati hanya tuhan yang tau kita sebagai manusia hanya bisa bersiap diri". Chika cosplay ustadzah...


"Wih cewek gue ada perkembangan juga ya.." Aldo mencairkan suasana sambil merangkul pundak Chika.


"Iyaa doong! kan kamu yang ajarin".


Jawab Chika sambil tersenyum manis. Awalnya Chika memang terpaksa berpacaran dengan Aldo namun seiring berjalannya waktu tanpa sadar ia mau membuka hati dan malah sudah berencana akan bertunangan nanti setelah lulus. Doa'in ya semoga mereka jodoh☺


"Ekheeeemmm kawasan 15+ lo gk liat ya kita-kita disini masih jomblo!". Ketus Rivan.


"Yeee lo aja kalik kita mah ada tapi gk publish aja". Sahut Arsen dan dibalas tawa teman-temannya.


"Nan bantuin gueee...Sesama jomblo harus saling bantu". Rivan menggoyak lengan milik Kinan.


"Dih ogah! lo aja kalik, gue dah punya putri". Sahut Kinan membuat teman-temannya semakin gencar mengejek Rivan.


"Don..." Rivan beralih ke tangan Doni.


"Males". Sahut Doni cuek.


"Dah lah! marahan kita". Kesal Rivan lalu menjauh dari teman-temannya.


"Huuu ngambekan". Ejek Reza.


"Bodo amatt". Sahut Rivan yang merasa terjolimi oleh teman-temannya. Mereka yang mendengar itu hanya bisa terkekeh geli.


Dilain sisi...


"Kak Kayla gabung sama kk Intan dan kawan-kawan yuk!". Ajak Yana agar Kayla tak lagi murung. Semenjak kepergian Arsyila ia menjadi orang yang sangat sulit bergaul.


"Tapi kata Hamaam..."


"Gk usah bawa-bawa kk Hamam, kk Hamam pasti kasih tapi kk Kayla aja yang gk mau. Aku gk mau liat kk Kayla sedih lagi, kk Arsyila juga pasti sama....Kalau kk Kayla menghindar terus buat cari temen baru aku takut kk Kayla bakal gk punya temen sampai lulus nanti".


Yana berceramah.


"Tapi...."


Tiba-Tiba Intan dkk datang menghampiri mereka, Nia juga sekarang sudah bersekolah lagi dan bergabung dengan group yang diketuai Intan.


"Hye Kayla...Makan bareng sama kita yuk! kebetulan gue liat ada stand yang nyiapin makanan enak loh disana". Intan berbicara.


Ya! di anniversary sekolah mereka ini, tim OSIS mengadakan acara Bazar besar-besaran.


Kayla nampak berfikir.


"Aku gk di ajak nihh???". Tanya Yana.


"Eh diajak dong! tadi Kayla jadi perwakilan doang kok". Intan cengiran.


"Oooo... Ya udah kalo gitu yuk kesana!". Yana menarik tangan Kayla menuju stand makanan yang ditunjuk Intan tadi dengan sangat antusias lalu diikuti Intan dkk.


~Tidak terlalu buruk...


Batin Kayla sambil tersenyum kecil.


Oh iya...Mengenai Aydan, sekarang ia perlahan sudah mulai mengikhlaskan dan berusaha keluar dari masa kelamnya untuk mencari kehidupan yang baru. Meski nama Arsyila masih sering mengganggu pikirannya namun Aydan akan berusaha mengalihkan pikiran tersebut dengan menyibukkan diri mengerjakan pekerjaan kantor.


Foto profilnya pun sudah diganti dengan latar hitam tak lagi memakai foto kenangannya dengan Arsyila yang ada akan membuatnya gagal moveon. Foldernya pun kosong semua foto Arsyila telah ia hapus dari galerinya. Berat memang, tapi ia tidak boleh egois.


~Bukan orangnya yang sulit dilupakan akan tetapi kenangan bersamanya yang selalu terbayang~


Lain hal nya di rumah kediaman keluarga Anderson alias Radit..


Hera tengah bermain ke kamar Arsyila. Membuka lemari, duduk di tepian kasur bahkan mengobrak abrik buku tulis dan novel-novel milik putrinya.


Tida apa....Ia hanya rindu dengan Arsyila, bukannya kata orang harin ke - 100 juga orang yang sudah meninggal akan berkunjung ke rumahnya untuk melihat keadaan keluarga mereka kan?.


Ketika Hera sedang merapikan deretan buku Arsyila, matanya tak sengaja melirik sebuah buku kecil berwarna biru dihiasi gambar bunga dan peri-peri kecil. Tulisannya "Buku Diary Syila".


Hera yang penasaran pun membuka satu persatu lembaran buku Diary tersebut nampaknya buku itu sudah di tulis dari masa ke masa oleh Arsyila terlihat dari bentuk tulisannya yang berubah-ubah. Hera tersenyum kecil melihat keseharian yang Arsyila tulis dalam bukunya mulai dari hal-hal yang membahagiakan ia tuangkan di sana.


Kadangkala Hera membaca curhatan Arsyila yang mengharukan seperti waktu ia dibully teman kelasnya membuat hati Hera tersentuh. Ia bahkan tak pernah tau itu terjadi pada Arsyila.


Namun ketika tengah asyik membolak-balik lembaran buku tersebut, tangan Hera berhenti dan membaca tulisannya dengan seksama...


-No date-


Aku benci ketika harus menghadapi keadaan gelap sendiri tanpa adanya secuil remang remang cahaya yang membantuku melihat bayangan benda. Aku benci dikala aku hanya merasa mempunyai mata dan tak melihat apapun bahkan tubuhku sendiri. Aku merasa dikuasai oleh kegelapan....sekelebat bayangan masa kecilku kembali momen di mana Aku mulai tidak menyukai gelap dengan posisi tubuh yang meringkut tanpa tahu harus berbuat apa. Aku benci!


Senin, 12 - Juni


Aku mencoba untuk meluapkan amarahku. Tapi, jika hanya ada aku di sini, apa gunanya? Ketika pagi tiba, aku takut untuk membuka mataku. Bahkan, aku sangat takut hanya untuk sekedar bernafas.


Kamis, 09 - April


Aku gk tau knp tiba-tiba aku mau sekolah di SMA cakranegara tapi setauku itu adalah sekolah impianku terlebih lagi saat membaca buku harianku yang tertulis nama Farrel di sana. aku tetap menjalani hari ku bersekolah di SMA Cakranegara walaupun aku belum menemukan orang yang ada dibuku harian ku. Aku sempat curiga dengan kk Razan saat ia menyebutkan nama Nea tapi aku masih ragu karna ia sama sekali terlihat tidak mengenal ku namanya pun tak sama. Jadi Sampai sekarang aku masih bingung dengan apa yang ku tulis dibuku harian ku dulu, sebenarnya apa yang terjadi padaku? Kenapa aku tak bisa mengingat apa yang ku tulis????


-No date-


Tuhan...Jika memang aku ditaqdirkan untuk meninggalkan dunia secepat ini. Aku mohon jagakan Bunda, Ayah dan adikku Adhira..Cukup aku yang menderita, jangan mereka...


Itulah curhatan terakhir Arsyila lalu setelahnya hanya ada lembaran kosong...


Hera kembali bersedih, namun tiba-tiba ia merasakan ada hawa lain berada lima langkah dari posisi berdirinya.


Hera menoleh dan nampak wajah orang yang sangat ia rindukan tengah berdiri memakai pakaian serba putih dan wajahnya yang nampak bercahaya.


"Syila..." Hera seperti mimpi, ia makin menangis histeris.


"Bunda jangan sedih lagi, Arsyila udah maafin bunda.." Ucap gadis tersebut sambil tersenyum manis.


"Syilaa..Bunda kangen kamu". Hera mendekat ke arah Arsyila.


"Udah waktunya aku pergi, sampai jumpa.." Perlahan bayangan Arsyila memudar dan ia pun menghilang.


"Arsyilaaaa!". Hera menangis tersedu-sedu hingga Radit dan Adhira yang sedang menaiki tangga untuk memanggilnya pun mempercepat langkahnya lalu membuka kamar Arsyila.


"Tadi aku ketemu Syila yaah....Hiks".


"Kamu pasti menghayal, ayo kita keluar". Ajak Radit sambil menggiring tubuh istrinya keluar dari ruangan Arsyila.


Adhira hanya bisa menghela nafas berat lalu hendak menutup pintu kamar Arsyila, namun samar-samar ia melihat bayangan Arsyila....Adhira tersenyum lalu menutup pintu tersebut.


...💕~Bersambung~💕...


Hehe sorry ya kalo agak aneh dikit, di dunia perhaluan tidak ada yang mustahil bestot😁😍.


Oh ya sesuai janji aku, aku mau kasih liat Visualnya dulu nih! penasaran gk si ma Visualnya harusnya ini di awal si biar sekalian dibayangin kan tapi dah terlanjur😁


Cus lah kita kenalin!!!!


...👑~VISUAL~👑...


...Razan Farrel Arvaqie sang Ketos💓...



...Arsyila Audhiva Janea sang Princess💕👑...



...Aydan Rabbani Firmansyah -Sad Boy-💓...



...Kayla Nadhira & Hammam💓 (Gk boleh liat katanya)



...


...Adira Felicia💓...



...Reno Anggara💓...



...Arsen💓...



...Reza Saputra💓...



...Rivan Aldivano...



...Kinan Al-Farabi💓...



...Doni💓...



...Chika & Aldo💓...



...Dheva & Alzam💓...



...Intan & Devan💓...



...Sania💓...



...Rehan💓...



...Jihan💓...



...Nia💓...



...Rani💓...



...Arlina💓...



...Nabila💓...



...~Sekian Visualnya👋🏻 Semoga suka💕~...


Sebelum Author bye2 nih ya dari Novel tercinta ini, nana mau ucapin makasih banget buat kalian yang selalu dukung walaupun kemarin sempet kerepotan sih dalam prosesnya tapi gk nyangka akhirnya nana bisa tamatin nih Novel maaf ya kalo sad😁 kalo happy end kan kasian juga si Aydan...Kan nana penyayang gitu sama tokoh2nya😅


Pokoknya luv2 dah buat kalian😍💕


Sinopsis Karya kedua Author....


Buat kalian yang mau aku buat ceritanya boleh deh, bisa komen ya! kalo gk komen dan like aku mogok dulu lah nulisnya hehe....


~_______~


Tentang seorang gadis yang masuk ke dalam dunia fiksi namun sialnya ia masuk ke dalam seorang tokoh utama yang dimana ia harus mati karna dibunuh oleh teman masa kecilnya yang merupakan cinta pertama bagi gadis bernama Alena...


"Sial nih cewek cepet banget sakitnyaaa huwaa?!". Jeritnya dalam hati.


"Cowok fiksi melebihi ekspetasi gueh".


Apakah yang akan terjadi pada Alena?? bisakah ia mengubah taqdir yang telah Author buat untuknya??😳


Selamat datang di dunia fiksi Alena....


~__________~


KOMEN Yang BERMINAT💓🔥