Arsyila {Princess Of My High School}

Arsyila {Princess Of My High School}
Bag 22 : Kenapa selalu dia?



...Hay hay balik lagi😍...


...Gimana? masih mau lanjut?...


...Jangan lupa Like,Vote and komen yaa...


...Hadiah juga deh kalo ada😁...


...Happy Reading💓...


...*****...


{Masih di UKS..}


Selang beberapa menit Deva sudah kembali dengan hijab putih di genggamannya.


Namun ia tak sendiri melainkan ada Aydan yang berjalan dibelakangnya.


Deva tadi tidak sengaja bertemu Aydan di depan pintu masuk hingga mereka jadi masuk bersamaan dengan Deva diposisi depan.


"Arsyilaa lo baik-baik aja kan??".


Panik Aydan mendekati brangkar Arsyila mendahului Deva.


"Aku gk papa" jawab Arsyila seadanya.


Razan berdecak.


"Nih Zan".


Deva menyodorkan Jilbab putih tersebut didepan Razan yang sudah terlihat badmood.


"Emang gue yang make?!".


Ujar Razan emosi hingga membuat Deva tersentak.


"Astaghfirullah untung gk copot".


Ujar Deva mengelus dadanya sabar.


"Duh kok gue gerah ya".


Chika melirik Razan sambil mengipas-ngipasi dirinya dengan tangan khas orang kepanasan padahal ia bermaksud menyindir Razan.


Razan tak menghiraukan..


"Jadi pulang gk nih?". Razan berujar dengan raut kesal.


"Jadi.."


"Pulang sama gue ya". Bujuk Aydan.


"Tapi.. Mm bo-


"Gk! pergi lo Dan lo mau buat Arsyila depresi ha?".


"Depresi?" Beo Aydan.


Chika menghembuskan nafasnya kasar melihat pertikaian dua orang didepannya apalagi Razan yang semakin sensi.


"Biar Arsyila aja yang milih". Ujar Chika menengahi.


Kayak pemilu aja harus pake milih-milih segala -Batin Arsyila.


Arsyila melirik Razan yang sedang menatapnya tajam.


ya ampuun serem banget


"Mm aku sama kk Razan aja kan dia ketua Osis". Razan tersenyum kecil.


"Kenapa sih lo selalu pilih Razan?". Aydan nampak kecewa.


"Kan kamu masih ada kelas".


"Oke Fine!".


Aydan kemudian pergi dari hadapan Arsyila.


Hentiin gue kek


Batin Aydan kesal memperlambat langkahnya berharap Arsyila akan menghentikannya namun tak ada tanda-tanda Arsyila akan bersuara untuk memintanya menetap.


"Aishh".


Aydan kemudian melanjutkan langkahnya dengan perasaan kesal.


"Hahaha ngarep banget gitu dipanggil kayak di sinetron-sinetron".


"Buahahaha".


Cika ikut tertawa mendengar ejekan Razan.


"Maklumin ya dek Syila temen kelas gue emang gitu..Sukaaa banget ngejek orang".


Deva menghela nafas pelan seolah dirinya paling baik diantara dua temannya.


"Dih si Jubeedah si paling paling"


Chika menatap sinis Deva.


"Xixixi".


Arsyila cekikikan.


"Nih ganti cepetan gue tunggu diluar".


Ujar Razan mengalihkan pandangannya pada Arsyila.


Arsyila menurut dan segera mengganti Jilbabnya langsung diatas brangkar setelah Razan keluar.


"Rambutnya panjang banget syila.."


Kagum Deva melihat rambut Arsyila yang hitam mengkilau seperti Anggun:)


Btw Arsyila sedang mengikat ulang rambutnya yang berantakan karna tarikan Angel tadi.


"Lo gk gerah Syil?" Tanya Chika.


"Gk..Kan dilipat pendek".


"Gue kira cewek yang pake hijab-hijab tu aslinya kribo makanya ditutupin".


Ujar Deva dengan tampang polos.


Tak


Chika menjitak dahi mulus Deva.


"Aww".


"Hihi kk Deva ada-ada aja..Malah yang pake hijab tu rambutnya banyak yg bagus loh..Sering disalonin hehe tapi kan menutup aurat itu wajib jadi mau gimana lagi. Persiapan buat yg halal aja nanti xixixi".


Arsyila cekikikan sendiri mengucapkan kalimat terakhirnya.


"Untung gw Kristen jadi gk wajib make".


Ujar Deva sambil mengusap dada.


"Gue kok tersindir" Sahut Chika.


"Tersindir tertampar tapi gk sadar sadarrr".


"Belum dapet hidayah".


Jawab Chika sambil menoyor kepala Deva yang ada didepan wajahnya.


"Arsyilaaa udah nggak? lama bangeeet!!!".


Teriak Razan dari arah luar.


Sudah lima belas menit ia menunggu Arsyila di depan pintu tapi Arsyila belum juga memanggilnya padahal cuma pakai Hijab bukan mandi pikir Razan.


"Eh tuh kan..Keasikan ngerumpi jadi lupa".


Arsyila segera memakai hijabnya yang ia sampirkan dibahu sampai selesai tanpa melihat cermin.


"Bisa banget tuh Syil hijaban gk merong? padahal gk liat kaca" Heran chika.


"Hehe pake hati nurani kk".


"Wkwkw ih Arsyila bisa ngelawak juga ya". Tawa Deva garing.


"Ya gue kira cuek-cuek gitu".


"Hihi".


"ARSYILAAAA".


Razan berteriak lagii.


"Udah jadi nyamuuuk nih Guee!!".


"Eh astaga harimau..IYA KK RAZAN MASUK AJA, UDAH SELESAI KOK".


Jawab Arsyila ikut berteriak.


Razan kemudian membuka pintu dengan wajah cemberut.


"Aishh lama banget sih! padahal cuma ganti jilbab doang".


Razan menggerutu sambil terus berjalan.


"Hehe maaf²..".


"Ya udah ayok kita ke mobil".


"Tapii aku udah gk sakit lagi kak..Gk ja-


"Pulang!..Lo harus istirahat. Emang lo mau diwawancara ama temen kelas lo ha?".


"Oh iyaya.."


Arsyila kembali berfikir.


"Ya udah ish cpet! gue harus segera ke ruang BK setelah ini". Ujar Razan kemudian berjalan terlebih dahulu.


"Eh.."


Arsyila berlari kecil mengikuti langkah lebar Razan sambil menyempatkan diri menoleh sebentar pada Chika dan Dheva.


"Byee kk Chika, kk Dhev.. Syila pulang duluu Assalamualaikum".


Arsyila tersenyum ke arah mereka dan kembali menghadap depan.


Chika dan Deva hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah Arsyila sambil balas tersenyum.


________


Kini Arsyila sudah menyamai langkah Razan untuk berjalan ke parkiran.


"Eh kk Razan tas aku?".


Tanya Arsyila yang baru ingat klo tasnya masih dikelas.


"Udah di mobil" Jawab Razan cuek.


"Eh? kok bisa".


"Ya bisa lah orang gue yg ambil..Lo kelamaan pake hijab! daripada buang-buang waktu jadi satpam depan pintu ya gue ambil sekalian biar gk lama".


Arsyila berdecak kagum.


"Anak pinterrr!".


Ujarnya sembari menepuk-nepuk pundak Razan dari belakang.


Razan tersenyum kecil hampir tak terlihat dibuatnya.


_________


"Makasih kk Razan".


Arsyila tersenyum sambil melambaikan tangannya memberikan salam perpisahan pada Razan ketika mobilnya melaju lambat untuk pulang.


"Jangan lupa Istirahat".


Pinta Razan kemudian melajukan mobilnya tanpa menoleh Arsyila.


"Dih mau perhatian aja sok-sokan gengsi".


Ujar Arsyila sambil senyum-senyum sendiri, ia kemudian masuk ke dalam pekarangan rumahnya.


Seperti biasa rumah Arsyila sepi karna Hera dan Adhira sama-sama sedang berada disekolah.


"Huh untung aja bunda ngajar jam segini".


Arsyila menghela nafas lega.


Jika saja Hera ada dirumah sudah bisa dipastikan Arsyila akan menjadi artis dadakan diwawancarai habis-habisan karna bolos jam sekolah.


Arsyila merebahkan badannya dikasur empuk miliknya sembari merenungkan perkataan Chika disekolah tadi.


"Hmm kayaknya bener kata kk Chika..Aku harus periksa".


"Tapi sama siapa?".


Arsyila menimbang-nimbang.


Cling💡


"Aydan.."


nama Aydan langsung terlintas dikepalanya.


"Iya..Aku bisa minta bantuan sama Aydan dan DeZam"


Ujarnya menyebut dua bestainya yang sudah ia percayai dengan nama yang disingkat.


"Oh ya By The Way kan aku lagi mode ngambek sama Aydan Gk pp deh jadi Alasan tebus salahnya dia xixixi".


Arsyila terus berbicara garing sendiri sampai dirinya terlelap😴


...*****...


~Bersambung


Masih setia ama Aydan / Razan nih?💓🔥


Seeyou Next Part😘