Arsyila {Princess Of My High School}

Arsyila {Princess Of My High School}
Bag 12 : Masuk Osis



...Tim Aydan✋🏻 Tim Razan✋...


...Vote Komen & Like biar Author Rajin Upnya...


...Gratiiisss!!! kok Gk bayar...


...****...


...Persahabatan Bagay Kedondong🐛...


...—...


Aydan:Van,Zam jadi nggak besok???


Alzam:Jadi dong😎


Aydan:Si Tringgiling mana nih??kagak muncul2!!


Devan:Hadir Boss


Aydan:Gas dong Atur Strategi sesuai rencana yg dikls tadi


^^^Strategi apa?!^^^


Aydan:Gk ada tuan putri💓 ini urusan cowok


Alzam:Mau bolos syil ikut gak?


Devan:Woy SU! jangan ajak Arsyila ikut sesat!


^^^Astagaaa gk boleh gituuu!! masa pak guru bela2in dari jauh dateng trus kalian bolos!!👊🏻^^^


Aydan:Nah kan gara2 loo zam! Nyesel gw gk amputasi tangan lo tadi


Devan:Sekali doang syill bsk plajarannya pak samsul💔


Alzam:Hehe..Sorry2


^^^Bolos kemana?^^^


Devan:Pokoknya Lo besok yang manjat Zam!ambilin kita tangga gk mau tau gue👻


Devan:Warung belakang


Aydan:Sorry ya beb💓 besok gk bisa nemenin ngantin


Alzam:Urusan manjat mah gampang😎


Alzam:Emot Lu pada Alay njjjirrr👣🤢


Devan:Aydan Goblook!! Mutilasi OGEB bukan Amputasi Emg Lo kira kaki!😤


Alzam:Lah emang dia gblok! baru nyadar Lo?makanya Dan kalo ada praktik di Lep jgn taunya bedah katak doang Lu😏


"Hahaha ada-ada aja"


Arsyila lalu mematikan datanya untuk bersiap-siap tidur setelah puas melihat ocehan tiga serangkai dan tak lupa membalas chat pribadi dari Aydan karna besok dia harus pagi-pagi sekali datang ke Sekolah untuk melaksanakan kewajibannya menyapu dikelas.


******


Arsyila menghembuskan nafas lelah serta lega karna akhirnya mata pelajaran Bahasa Indonesia yang membuatnya puyeng menganalisa karya Puisi, Pantun dari pak Mamat guru bahasa Indonya sudah selesai.


Dan kini Arsyila sudah duduk tenang dimejanya menunggu pergantian bel masuk berbunyi.


Ia tidak pergi ke kantin karna hari ini ia sengaja membawa bekal karna tiga pengawalnya sedang ada di ruang BK.


semalam mereka sudah membuat Strategi untuk bolos dari pelajaran MTK di jam kedua dan sudah pula mendiskusikannya lewat Gc..


Arsyila sudah menebak hal ini akan terjadi dan benar sajaa huh masih junior juga sok-sokan mau ngebolos.


"Arsyila".


Suara Rifki mengejutkan Arsyila yang saat ini sedang duduk menghalu dimejanya.


Rifki berjalan ke arah meja Arysila kemudian duduk di bangku depan yang kosong karena orang-orang sedang istirahat di kantin.


"Iya?" tanya Arsyila menatap bingung Rifki.


"Lo jadi ketua Biro Agama di Osis".


"Hah?" Arsyila cengo "Maksudnya?"


"Yaa di cewek kan belum ada ketuanya jadi lo yang harus jadi ketua Biro agama di Osis!".


"Kok aku?? Gk..Aku nggak mau ikut OSIS".


Ketauhilah Arsyila ingin bebas..Ia tidak terlalu suka aktif-aktif dibidang apapun. Ia lebih suka menjadi siswi biasa saja agar tidak terlalu mencolok apalagi harus mengatur-ngatur..


Dan lagii apa katanya tadi...Ketua??? Huh melelahkan.


"Lo kan lulusan MTS Syill! yang lulusan MTS wajib ikut OSIS apalagi lo cewek sendirian diJurusan agama ini yang lulusan MTS". Rifki menjelaskan panjang lebar.


"Trus anggota aku?"


"Anggota lo yang lulus seleksi kemarin..Nia sama Arlina".


"Cuma dua?"


"Emang mau lo berapa?"


"Hehe nggak..Dua aja deh trus tugasnya apa?".


Tanya Arsyila karna kemarin yang mengikuti rapat OSIS hanya 5 orang yang sudah pasti menjadi OSIS di kelas mereka dengan Rifki yang menjadi ketuanya.


Razan sendiri yang mengamanahkan Rifki untuk mencari ketua Biro Agama di bagian siswi.


"Nanti kita rapatin lagi yang penting gue udah sampai ini ke lo".


"Ooh oke deh".


Rifki tersenyum kemudian kembali ke mejanya karna dia baru saja balik dari kantin hingga ikut menunggu bel masuk seperti sebagian murid yang sudah selesai ngantin juga.


Hingga tak berselang lama para murid yang lain juga sudah kembali ke kelas karna tinggal sebentar lagi bel masuk akan berbunyi.


"Perhatian .. Perhatian..Cek! Cek!"


Suara seseorang di mikrofon menggema di seluruh penjuru sekolah hingga para siswa/i yang sedang berbincang-bincang atau sibuk kejar-kejaran menghentikan sejenak aktifitasnya untuk mendengar pengumuman.


"Untuk semua OSIS yang sudah terpilih baik baru ataupun lama untuk segera berkumpul di ruangan rapat OSIS. Segera! sekian Assalamualaikum Wr wb".


"Wa'alaikumussaalam".


"Eh kan belum diumumin yang lulus?!" Komen Nia yang sudah tiba disamping Arsyila.


"Kamu sama Arlina lulus" Sahut Arsyila menyampaikan apa yang dikatakan Rifki tadi.


"Eh yeee horeeeee" Nia heboh sendiri.


"Tapi lo kok tau?"


"Hah! Ketuaa?" Beo Nia.


"Syil ayook ntar kita telat". Rifky datang dengan empat orang temannya yang juga menjadi Osis.


"Ajak Nia dan juga Arlina sekalian".


Arsyila berdiri dari duduknya sambil mengajak Nia yang menatapnya bingung.


"Aku lulusan MTS..makanya jadi ketua Ayo!"


Jelas arsyila sambil berjalan meninggalkan Nia yang sudah ber oh mengerti baru ingat kalau Arsyila lulusan MTS.


"Eh eh Syil tunggu!"


"Arlinaaa lo lulus cepett!" Panggil Nia sebelum berlari mengejar langkah Arsyila.


"Eh". Arlina terkejut dia sempat bengong sebentar namun detik berikutnya ikut berlari keluar kelas.


Mereka tiba di depan ruang OSIS..Ternyata disana sudah banyak anak-anak Osis yang menunggu didalam.


"Ayok masuk" Ajak Rifki karna hanya kelas mereka yang belum ada didalam.


Arlina dan Nia saling dorong untuk masuk terlebih dulu kedalam..Sedangkan Arsyila sudah masuk mengikuti Rifky berjalan dibelakangnya.


"Assalamualaikum".


Semua pandangan tertuju pada mereka terlebih Arsyila.


"Lah si Arsyila ikut tes kah kmarin?"


"Bukannya Arsyila gk ikut seleksi Osis?"


Bisik-bisik para siswa/i yang melihat kedatangan Arsyila.


Begitupun dengan Razan yang menjadi panitia seleksi kemarin namun Ia hanya diam biarlah nanti dia sendiri yang akan meminta penjelasan pada Rifki.


"Oke semuanya sudah lengkap kan?" Tanya Razan.


"Sudah" Jawab mereka serempak.


"Yang terpilih jadi ketua silakan mengambil tempat di paling depan...Semua bidang!" Perintah Razan.


Semua yang merasa menjadi ketua maju tak terkecuali Rifki dan Arsiyla.


Mereka yang disana makin dibuat melongo.


"Lah si Arsyila jadi ketua??".


"Dia kan jurusan Agama..berarti-


"ketua Biro Agama".


bisik-bisik para anggota Osis lagi saling menyahut.


"Semua diam!" Perintah Razan hingga suasana kembali hening.


"Jadi disini kalian semua bimbing anak buahnya masing-masing, tugas atau kegiatan yang sudah dibuat sebelumnya tolong disampaikan kepada anggota kalian yang baru..Berhubung Jurusan Agama masih baru atau Angkatan ke-2 karna kemarin belum ada di Akper(Angkatan Perdana) Biro Agamanya jadi kalian yang akan merancang tugas ataupun kegiatan yang akan kalian buat nanti..Nanti setelah itu baru didiskusikan dengan kami atau bersama-sama".


Jelas Razan Panjaaang lebar.


"Sekarang kumpul bersama kelompok nya masing-masing!".


Merekapun berkumpul dan mendiskusikan apa saja hal-hal yang sudah mereka buat sebelumnya hingga tak terasa bunyi bel diiringi duara azan Zuhur yang sudah memanggil di Musholla untuk teguran agar mereka bersiap-siap untuk sholat.


"Oke mungkin hanya ini hasil rapat kita siang ini. Semuanya boleh keluar kecuali ketua Biro Agama karna ada yang perlu dibicarakan..Sekian Assalamualaikum wr wb".


Rifki dan Arsyila diam di tempat saat semua orang sudah bubar hingga maju kedepan sesuai permintaan ketua Osis sebelumnya.


"Ada apa bang?" Tanya Rifki bingung.


"Gue cuma mau tanya alasan lo pilih Arsyila". Ujar Razan sambil menunjuk Arsyila dengan dagunya.


Arsyila menghadap arah lain menghindari kontak mata dengan Razan.


Dia sedikit tersinggung bisa-bisanya Razan menanyakan alasan terpilihnya Arsyila seolah-olah Razan ragu dengannya.


"Gue nggak maksud apa-apa..Tapi lo kan belum Ikut seleksi" Ujar Razan menebak-nebak air muka Arsyila yang sudah berubah.


"Aku juga gk mau ikut Osis..Rifki aja yang maksa!! aku pergi dulu Assalamualaikum".


Arsyila membela diri menatap judes Razan kemudian berlalu pergi begitu saja, dia tidak mau harga dirinya jatuh hanya karna hal yang memang tidak ia inginkan.


"Eh" Rifki melongo melihat kepergian Arsyila.


"Mm jadi gini bang..Alasan gw milih Arsyila yaa karna Arsyila memang-


"Cocok tuh buat jadi ketua di Biro Agama!"


Potong Aldo Wakil Razan dengan tidak Sopannya yang juga ikut diam disana.


Dia kira Rifki akan mengatakan hal yang sama dengan jalan fikirnya.


"Nih ya! bagus juga tuh Arsyila jadi ketua...


Apalagi buat ngajak temen-temen nakal lo tu Zan yang jarang mau salat zuhur!".


Sindir Aldo yang ada benarnya karena sekalipun menjadi teman Razan mereka (Arsen & Genk) sangat sulit untuk diajak shalat berjamaah di Musholla pasti jawabannya nanti di kelas, di rumah dan nantinya lagi entah jadi atau tidak.


"Ya udah bang gue mau ke Musholla dulu" Ujar Rifki kemudian pamit meninggalkan Aldo dan Razan yang masih mempertimbangkan perkataan Aldo tadi.


________


"Iiiih nyebelin banget sih tuh ketos!". Arsyila memberengut kesal di kelasnya yang sudah sepi karena teman kelasnya sudah beranjak ke Mushalla ada juga yang berhalangan namun memilih nongkrong di kantin.


Hanya Arsyila yang PMS namun lebih memilih diam di kelas dengan hawa-hawa panas di sampingnya ketika mengingat Razan.


"Sok ganteeng sok keren Ishhh nyebelin pokoknya benciiiiii!!!!"


Arsyila marah-marah tidak jelas melampiaskan kekesalannya. Untung saja masa halangannya sudah akan selesai kalau saja tadi hari pertama PMS nya bisa langsung dijambak mah si Razan:)


Arsyila kemudian menelungkupkan kepalanya di meja untuk beristirahat sementara temannya yang lain selesai dari shalatnya dan terbangun sendiri nanti kalau kelas sudah ramai atau Nia yang akan membangunkannya seperti biasa.


Razan yang tidak sengaja melintasi kelas Arsyila karna hendak ke Mushola berhenti sejenak karna mendengar namanya disebut-sebut. Ia sejak tadi bersembunyi di balik dinding.


Razan hanya diam sampai mendengar hentakan kesal kaki Arsyila berhenti.


Ia kemudian menengok ke dalam kelas ternyata arsyila sudah tidur.


Razan hanya geleng-geleng kepala sambil terkekeh kecil melihat itu.


"Arsyila Arsyila" Ujarnya sambil berlalu pergi.


...****...


Bersambung~


Gimana niii??? Lanjut Nggkk? 😍