Arsyila {Princess Of My High School}

Arsyila {Princess Of My High School}
Bag 9 : Healing bareng 1



...Jangan lupaa Triplenyaaa guys...


...Vote,LIKE & KOMEN💓...


...Gratiiis! Gk bayar huhuu😍...


...Happy Reading...


...******...


TOK! TOK! TOK!


"Arsyilaaa!!"


Teriakan orang beramai-ramai di depan pintu kamar Arsyila sehingga menyebabkan sang empu kamar mengerang terganggu.


"Arsyeell" Panggil mereka lagi saling bersahutan. Arsyila menyumpal telinganya dengan bantal.


"Aissh siapa sih pagi-pagi begini ganggu tidur gw...


"Haaa mana tadi lagi mimpi ketemu ama jodoh yang mukanya ngeblur lagiii"..."Huaaaaa siapa sih yang ganguuuu!!!". Rengek Arsyila berteriak dari dalam kamarnya.


"Arsyillaa bangun Oyy" Ujar seseorang dari arah luar.


"Kayak suaranya Devan??". Bingung Arsyila.


"Syill Arsyilaa". Sahut seorang lagi sambil kembali mengetuk pintu.


"Hah? itu Alzam..Aydan juga, lah mereka ngapain kesini pagi-pagi ginii???".


Arsyila masih bergelut dengan selimutnya kemudian perlahan bangun dan mengucek-ucek matanya khas orang bangun tidur.


Arsyila menuruni kasur empuknya melangkahkan kaki ke arah pintu tanpa merapikan rambutnya yang berantakan. Bahkan basuh muka saja tidak.


Cek-


"Eh! astaga"


Arsyila hampir lupa kalo ia sedang tidak memakai hijab..Ia pun melepaskan gagang pintu yang hampir terbuka itu.


Lalu dengan gerak cepat Arsyila mencari jilbab segi empat ukuran sedang dengan masih menggunakan piama panjangnya..Sudahlah ia tidak perduli dengan penampilannya nanti.


Ceklek


Pintu terbuka.


"Arsyilaaaaa"


Arsyila terkejut sampai mematung didepan pintu dengan sapaan pagi 3 Serangkai yang menerpa wajahnya Seperti mendapat Doprize..


mereka tidak lain adalah Alzam,Aydan,dan Devan.


"Syil Syill kita dah hampir sejam loh berdiri nungguin lo bangun ampe mau roboh nih pintu kita gedor" Devan ngomel-ngomel.


"Iya nih hampir gue dobrak tadi klo gk inget lo cewek" Alzam ikut menyerbu.


Arsyila hanya meringis mendapati dirinya dimarahi oleh orang-orang yang sudah dicap sebagai sahabatnya itu.


"Mm maaf-maaf hehe..Ay-dan gk marahin aku juga?". Tanya Arsyila ragu-ragu melihat Aydan yang hanya diam menatapnya.


"Gue heran aja Syill..Lo baru bangun tidur aja masih cantik". Kagum Aydan tak disembunyikan memperhatikan Arsyila berbeda dari yang lain. Arsyila jadi tersipu malu dibuatnyaa.


"Eh si jangkriiiik pantes diam aja dari tadi!!! yee diem-diem ngehalu kan loo! ngarep terus nanti klo Arsyila nikah ama lo-pfft ".


Aydan menyumpel mulut Alzam yang kelewat ajar ini.


Arsyila terkekeh kecil namun tak bisa dipungkiri perkataan Alzam tadi membuatnya terbawa perasaan..Arsyila berusaha menyembunyikan saltingnya.


"Ehem ehem kalian kenapa kesinii pagi-pagi??terus bunda tau gk kalian disini?". Tanya Arsyila mengutarakan kebingungannya sejak tadi.


"Tau doong malah bunda lo yang minta kita buat bangunin". Cengir Devan menjawab pertanyaan terakhir Arsyila.


"Loh kok bisa??" Arsyila masih bingung, apa bundanya tidak marah melihat Arsyila dicari cowok gerombolan begini?.


"Ya lah! Orang bunda lo ramah banget..Beliau juga tau kali kita orang baik". Alzam ikut menjawab setelah mulutnya berhasil terlepas dari Aydan.


"Trus tujuannya?" tanya Arsyila lagi karna pertanyaannya tadi belum terjawab.


"Mau ngajak Lo liburan" Jawab Aydan sambil tersenyum.


"Hah, Liburan??" Beo Arsyila.


"Sekarang kan hari minggu masa gk bosen dirumah terus?" Aydan berusaha membujuk.


"Kemana??" Tanya Arsyila.


"Nanti lo tau..Cepet sana siap-siap" Desak Aydan memutar balik tubuh Arsyila supaya kembali ke kamar untuk bersiap-Siap.


"Tap-


"Udah gk usah tapi-tapian!" Tegas Aydan sudah tau akan elakan Arsyila.


Arsyila hanya menurut dan mulai berbenah diri.


Devan, Alzam dan Aydan menunggu disofa sesekali bercerita, melawak dengan bunda Hera yang sangat mudah bergaul menyesuaikan keadaan.


Hera sudah mengizinkan mereka apalagi mendengar mereka bersahabat dengan Arsyila tapi dengan syarat mereka harus menjaga Arsyila dengan baik. Merekapun menyetujuinya dengan senang hati.


Lagipula Hera juga kasian dengan Arsyila walaupun sudah menginjak SMA dia sangat jarang bahkan tidak pernah pergi berlibur karna papanya yang sibuk bekerja diluar negri dan Hera yang menjadi pengajar di Madrasah Ibtidaiyah.


Pandangan orang tua tidak pernah salah termasuk Hera. Ia tau mana wajah-wajah yang tidak baik untuk putrinya dan mana yang bermaksud jahat.. Say power dari mana itu..Mungkin salah satu POWER Of EMAK:)


"Aku udah jadi".


Suara seseorang mengalihkan perhatian mereka.


"Buseeet si Arsyila cakep bet" Gumam Alzam dengan mulut yang terbuka.


Arsyila datang dengan setelan Gamis syar'i polos warna coksu dengan campuran warna putih di kedua lengannya dan jilbab pasmina warna senada yang menjadi penutup kepalanya, membuat kulitnya yang sudah putih bertambah cerah.


"Masya allah bidadari gue" Aydan terpesona.


"Lap Lap..iler lu tu padaa netes" Ujar Devan pada dua sahabatnya sambil mengangkat kerah baju mereka ke sudut bibir seperti mengelap.


"Lagian tan kenapa yak anaknya bisa secakep ituu?? ngidam apa si dulu?". Tanya Devan bergurau pada Hera.


"Tante mandiin susu tiap pagi dari baru lahir" Ujar Hera ikut bergurau.


Arsyila menutup wajahnya yang sudah semerah tomat..Pagi-pagi begini dibuat salting.


"Jadi gk ni?". Tanya Arsyila yang sudah mengambil tempat duduk dekat bundanya.


"Jadiii dong!"Jawab mereka kompak.


"Bund ngizinin ya?" Tanya Arsyila bingung pada bundanya.


"Iya..ya udah gih sana jalan. Udah lama kamu gk pergi healing" Ujar Hera sambil tersenyum.


"Makasih bund" Arsyila menyalami tangan bundanya dengan perasaan senang.. Diikuti oleh 3 serangkai dan merekapun langsung berpamitan pergi.


"Kita mau kemana nii?". Tanya Arsyila yang sudah duduk tenang dikursi depan sembari melihat indahnya jajaran pohon-pohon yang mereka lewati.


"Nanti juga tau Syil"Jawab Aydan.


"Van,Zam,Dan nanti kalo udah sampai bangunin ya! masih ngantuk". Ujar Arsyila tanpa menoleh dan mulai menutup matanya dengan tangan bersidekap.


Mereka hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah unik Arsyila..Bisa-bisanya sudah mandi,rapi tapi masih ingin melanjutkan tidur paginya yang tadi terganggu.


"Nabrak Dan! Nabrak" Sewot Devan memperingati karna Aydan yang terus memperhatikan wajah damai Arsyila yang tertidur sesekali melirik depan.


*****


Mereka akhirnya sudah sampai disebuah Wahana besar yang sangat ramai oleh para pengunjung.


"Arsyilaa" Aydan memanggil pelan Arsyila agar bangun.


mendengar namanya disebut Arsyila langsung membuka mata, sebenarnya ia tadi setengah tidur..Maluu juga nanti kalau dia benar-benar tidur pulas terus liurannn Iiiuuuuwww..hilang sudah harga dirinya wkwk.


"Kita udah sampai? Tanya Arsyila.


"Iya ayok turun" Ujar Aydan sambil tersenyum.


"Devan sama Alzam mana". Arsyila menoleh kebelakang dan tak menemukan mereka.


"Udah nunggu diluar..Ayok cepet turun". Pinta


Aydan sekali lagi kemudian diangguki Arsyila.


Mereka berempat berjalan keluar dari Area parkir menuju tempat Wahana berada.


Arsyila melebarkan bola matanya terpana dengan Tulisan BIG WAHANA ARVAQIE sebuah Wahana besar dengan banyak permainan didalamnya mulai dari ukuran orang dewasa ataupun anak kecil.


"Gimana? seneng gk?" Tanya Aydan.


"Aaaa seneng bangeeet" Girang Arsyila hampir memeluk Aydan saking semangatnya.


"Eh eh bukan muhrim" Ujar Alzam berlegot sembari mengehentikan langkah Arsyila bersama Devan dengan menahan pundak Arsyila kiri & kanan.


"Hehe". Cengir Arsyila sembari menggaruk pelipisnya yang tak gatal sambil mendongak melihat Devan dan Alzam bergantian..Arsyila bukan seperti sahabat tapi lebih seperti seorang adik ditengah-tengah mereka.


"Aishh kalian ngalangin doang!" Ujar Aydan sok kesal.


"Mau di hajar lo ama emaknya ha?" Tanya Alzam menatap garang Aydan mengingat pesan bunda Hera untuk menjaga Arsyila yaa menjaga dalam Artian yang luas termasuk Arsyila yang kelepasan begini😂.


"Ya becanda kaliiik" Aydan tak kalah sewot.


"Aisshhh udah yuk masukk gk sabar maiiin" Ujar Arsyila dengan mata yang berbinar.


Mereka pun berjalan beriringan dengan Arsyila yang didepan seperti biasa dengan Aydan yang ada di paling kanan, Devan paling kiri dan Alzam ditengah-tengah.


Mereka masuk melewati pintu utama yang berbahan dasar kaca dengan ukuran yang sangat besar.


ini mah keseluruhan tinggi X lebar pintu rumah guee -batin Arsyila penuh takjub menulusuri setiap sudut di area ini.


"Kayaknya si Arsyila gk pernah main kesini deh" Bisik Alzam pada Devan.


"Iyaa...Maklum lah dia anak rumahan, pantes aja tante Hera langsung ngizinin kita..Mereka kan sibuk sampe gk ada waktu buat bawa Arsyila". Ujar Devan ikut menatap haru Arsyila.


"Ngegosip aja lu orang Dua" Sinis Aydan mendengar nama Arsyila disebut-sebut.


Tak lama berjalan-jalan mereka menaiki eskalaator berliku untuk menuju lantai dua tempat wahana orang dewasa berada karna dilantai satu khusus untuk permainan anak-anak dengan ukuran minimum.


Arsyiila mematung di depan ruangan luas tanpa pintu dengan tulisan For Teenagers & Adults di atas pintu masuknya.


"Kenapa diem syil?" Heran Aydan yang juga ikut berhenti bersama dua Sahabatnya.


"Ini bangunan gk bakal roboh kan Dan?" Tanya Arsyila dengan wajah takut sudah seperti orang kolot melihat banyaknya permainan serta ada rollcoasters,komedi putar juga ada disana belum lagi Ayunan mengerikan yang diayunkan tinggi dan masih banyak lagi.


Aydan tertawa lepas dengan memegang perutnya yang terasa nyeri akibat tertawa begitupula denga Alzam dan Devan. Arsyila memberengut kesal, ia tau dia pasti sangat terlihat kamseupai dimata mereka.


"Syil Syil nih bangunan udah dirancang sekokoh mungkin tahan gempa juga. Makanya kita berani ngajak!" Ujar Devan masih dengan sisa tawanya.


"Ishhh kalian ngejek aku yaa??" Ujar Arsyila kesal meninggalkan mereka yang masih tertawa memasuki tempat ramai tersebut..


ya ampuun ni gue diajak kesini buat uji Iman kah??


Ujar Arsyila membatin karna rata-rata penghuni Wahana ini adalah orang yang sudah pacaran bahkan sudah menikah..


Tidak ada yang tidak bergandengan kecuali yang rempong-rempong fotbar bersama bestie biasa gitu tuh buaya lagi healing sambil cari pawang :)


Arsyila cemberut sambil menoleh ke arah belakang mencari 3 pengawalnya yang ternyata sudah stay dibelakang seperti sedia kala.


"Kenapa?" tanya Aydan pura-pura karna sudah tau yang dipikirkan Arsyilaa.


"Ihhh kalian ngajak aku kesini buat liat orang uwu-uwuan ya huaaa" Teriak Arsyila yang disamari bising musik dan suara ramai pengunjung.


"Hahaha gk kok Syill, kan kita disini juga jomblo" Ujar Alzam apa adanya.


"Gk mau tau! aku mau jalan ditengah-tengah" Ujar Arsyila lalu menyelip masuk ditengah-tengah Aydan dan Alzam.


"Lah?" Heran Devan menengok Arsyila..


"Didepen aja Syil, biar kita yang jaga dibelakang". Pinta Alzam.


"Gk mau!! keliatan banget jomblonya" Ujar Arsyila sambil cemberut menggemaskan.


beginilah kira2 komuknya Arsyil



Aydan terkekeh geli melihat tingkah natural Arsyila yang membuatnya gemas sendiri..


Ia kemudian mencondongkan wajahnya kebawah menatap dalam Arsyilaa yang fokus memberengut menghadap depan kemudian mensejajarkan kepalanya dengan telinga Arsyila dan berbisik..


"Emangnya mau dipacarin sekarang hm?"


Dag-Dig-Dug-Derr


Jantung Arsyila terasa hendak copot juga detik itu..Lalu dengan Refleks ia menoleh kesamping.


Jleb!


Tepat matanya berhadapan dengan manik mata Aydan yang juga tengah menatapnya dalam.


huaaa jantung gueeee...


Teriak Arsyila dalam hati.


Arsyila rasanya mau pingsan saja sekarang melihat wajah tampan Aydan yang sangat dekat hanya seukuran jari telunjuk dari wajahnya.


Begitu juga dengan Aydan yang menelisik seluruh wajah cantik Arsyila yang tak nampak cela sedikitpun.


Aksi tatap-tatapan itu tak berlangsung lama setelah Devan dan Alzam menengahi sebagai pengganggu.


Alzam yang menutup mata Aydan dan menyembunyikannya diketiaknya dan Devan yang berdiri ditengah-tengah mereka menghalangi pandangan Arsyila.


Refleks Arsyila menghadap samping kiri menahan malu.


"Ish bau asem" Ujar Aydan sambil meronta diketiak Alzam minta dilepaskan.


"Yuk jalan..Nanti uwuwannya disana aja pas kita dah nemu cewek" Tunjuk Devan pada salah satu Wahana yang ada gerombolan cewek bestiean.


"Iya nii kita gk jalan-jalan dari tadi..Mau jadi satpam?" Ucap Alzam yang menyadari bahwa mereka masih berada didekat pintu masuk


tak lupa melepas Aydan dari rangkulan jahannamnya.


Mereka kembali mengambil posisi ditempat semula dengan Arsyila yang berada di tengah-tengah Alzam dan Aydan berjalan melangkah hingga tiba di keramaian tempat Wahana berada.


Semua mata menatap kagum mereka baik gerombolan para jomlo ataupun yang sudah berkasih..


Aydan memakai outfit jaket hitam dengan dalaman kaos putih, celana jeans hitam. Tak lupa dengan kaca mata hitam yang sudah terpasang sejak tadi bertengger manis di area matanya..


Sedangkan Alzam dan Devan memakai kemeja Kotak-Kotak yang sedang ngetren dengan warna yang berbeda dengan kaos putih juga sebagai **********, jeans hitam dan kacamata gaya milik mereka.


"Anjay itu cewek Adiknya kah..mana kknya cakep cakep lagi."


"Anjay dikawal "


"Bidadari di kawal pangeran ini mah"


"cantikan juga gue.."


"pengen jadi cewek yang ditengaah"


Begitulah bisik-bisik para tetangga ketika melihat tetangga sebelahnya punya rejeki lebih.


Eh maksudnya para pengunjung yang melihat mereka berempat berjejer layaknya tamu VIP.


Mereka yang mendengar itu hanya santai tak menanggapi. Sok cool begitulah hingga langkah mereka berhenti kala tiga gerombolan cowok datang memberanikan diri menghampiri mereka.


"Adik elu bang?" Tanya cowok yang ditengah.


"Cewek gue!". Jawab Aydan dingin nan ketus.


Gk pacaran sii tapi siapa yg gk baper klo diginiin terus Ihhh.


-batin Arsyila dengan rona merah yang menghiasi pipinya kemudian menyembunyikan saltingnya di lengan kaos Alzam yang diartikan kalo Arsyila sedang takut oleh mereka.


"Mau apa lo?" Tanya Devan dingin.


"Eh gk bang bang...kirain adiknya" Ujar teman disebelah kiri pria tersebut.


"Iya bang kita pamit".


"Ayo! ayoo" Ujarnya takut-takut setengah berbisik saling tarik menarik supaya cepat pergi.


"Udah gk usah takut" Ujar Aydan lembut.


Gue baper Ogeb!bukan takut -Arsyila ngedumel dalam hati.


"Eh kita ke Wahana foto-foto tu yok! yang kayak Wahana di Mall-Mall gitu". Ajak Alzam riang sembari menunjuk bilik tempat foto berada, mungkin hanya cukup untuk lima orang.


"Yok dong! pas nih empat orang!" Ujar Devan ikut senang.


Merekapun berjalan kesana dengan senyum yang sama-sama merekah menghiasi wajah mereka.


Terlihat dari luar empat orang cewek bestiean di dalam sana berganti-ganti gaya selvie karna hanya tertutup tirai yang agak transparan.


Arsyila dan 3 serangkai menunggu mereka di luar.


"Ish lama banget sih". Arsyila tidak sabaran.


"Biar gue yang ngomong sama mereka". Ujar Aydan hendak melangkah membuka tirai.


"Gak!" Arsyila spontan menarik lengan Aydan possesive.


"Eh" Bingung Aydan menatap tangannya kemudian Arsyila..


"Ehkem ekhem..Duh takut banget ya neng?" Devan menggoda Arsyila. Arsyila langsung melepaskan tangannya dari Aydan..Maluu?tentu!.


"biar gue aja deh, sekalian nyari calon"


Ujar Alzam mengerti, perlahan ia membuka tirai itu..


"Mbak?" Sapa Alzam pada empat cewek bestian tersebut.


"Anjim itu kan cowok keren tadi". Ujar yang paling pinggir berbisik.


"Iya mas?" tanya seorang dari mereka sambil tersenyum malu-malu.


"Mm boleh pinjem tempat ini bentar gk? soalnya buru-buru" Alzam beralasan.


"Hah? Oh iya mas". Ujarnya gugup melihat senyum simpul Alzam.


"Ayok gess kita keluar.." Bisik-bisik mereka kemudian keluar dari arah samping kiri tempat keluar.


Akhirnya bilik kecil itu kosong. Alzam berbalik menghadap teman-temannya.


"Guys! Udah" Girang Alzam.


"Yeyy". Arsyila lebih dulu masuk melewati Alzam yang menganga karna gerakan kilat Arsyila kemudian diikuti Devan dan Aydan.


"Buseeeeeeet sampe2 lupa temen!" Ujar Alzam geleng-geleng kepala sambil ikut melangkah masuk.


Arsyila mengambil posisi duduk ditengah-tengah.


Devan, Aydan dan Alzam posisi berdiri dengan Aydan di belakang Arsyila. Devan dan Alzam disamping kiri dan kanan berbentuk melengkung.


Mereka berfoto ceria sesekali merubah gaya kadang kendit..Hingga merubah posisi Aydan dan Arsyila sehingga duduk bersampingan dengan Alzam dan Devan disamping seperti Bodyguard.


...*******...


~bersambung...


~To be continued di Next Chapter💓