
...Happy Reading💓🔥...
...*****...
"Sssst".
Aydan mengerang merasakan sakit di sekujur kepalanya saat sudah terbangun setelah dua jam lebih tertidur.
Ia kemudian mencoba bangun mengambil posisi duduk namun semakin ia bergerak kepalanya semakin terasa berat.
"Arrrrrgh".
Teriak Aydan saat kepalanya semakin terasa berdenyut hingga Alzam yang masih asyik bermain game di ruang tamu pun dapat mendengar suaranya.
"Lah si curut udah bangun?".
Alzam menghentikan aktifitas bermainnya lalu menggoyang-goyangkan tubuh Devan yang sedang tidur tengkurap berniat membangunkannya.
"Van..Van bangun, Aydan udah sadar!".
Alzam masih membangunkannya dengan cara biasa. Namun Devan sama sekali tak menunjukkan pergerakan hingga Alzam di buat kesal karnanya.
"Van Woy!!! Banguuuun".
Alzam berteriak di depan gendang telinga Devan yang terlihat sangat nyaman dalam posisi tidurnya.
Devan yang mendapat serang tiba-tiba itupun terperanjat dari tidurnya dengan jantung yang berdebar.
Ia lalu menatap kesal ke arah Alzam lantas mengangkat bantal yang ditidurinya dan memukul Alzam berkali-kali dengan bantal hingga Alzam dibuat kewalahan menangkis serangan tanpa jeda itu.
"Udah Van ah kayak cewek loo mukul-mukul pake bantal".
Komentar Alzam sambil menangkis serangan Devan hingga tak lama ringisan Aydan kembali terdengar membuat kegiatan mereka berhenti.
"Noh Aydan dah bangun".
Peringat Alzam sambil nenghembuskan nafas lega. Devan lalu bangkit dari duduknya hendak menghampiri Aydan, namun sebelum itu...
"Gk ada akhlak!".
Kesal Devan sambil melempar bantalnya sebagai penutup:) lalu beranjak ke kamar Aydan.
"Huu lo aja tu yang tidurnya kek kebo". Sewot Alzam lalu ikut masuk ke dalam.
"Sss- arrghh sakit".
Aydan terus mengerang kesakitan. Sayup-Sayup Aydan mendengar suara langkah kaki dua orang yang tak lain adalah Devan dan Alzam akan memasuki kamarnya.
Ia kemudian membuka matanya dan mendapati Devan yang sudah sedang berjalan mendekat ke arahnya.
"Sakit?".
Tanya Devan mengejek.
"V-Van..Bantuin gue bangun".
Aydan bersuara lemas.
"Heh. Makanya lain kali kalo minum yang haram porsinya dibanyakin rokoknya juga bila perlu satu kardus".
Sindir Devan sambil membantu Aydan mencapai pisisi duduk lalu menyandarkannya di headboard.
"Ckck ngomelnya udah kayak gaya emak-emak yang liat anaknya sakit karna main hp".
Komentar Alzam sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Diem lo!".
Ketus Devan mendengar ucapan Alzam.
"Aw eke takut bwang".
Balas Alzam meniru gaya banci yang sering nangkring di perempatan. Namun Devan tak menghiraukan, ia malah ikut mengambil posisi duduk lalu memijit kepala Aydan.
Sahabat the best pokokna maah..Judes-Judes gitu tapi perhatian, mm Author jadi curiga jangan-jangan Devaannn...😲
"Zam! minyak telon".
Suruh Devan pada Alzam yang hendak duduk di ujung kasur.
"Ck sekalian kek tadi pas gw berdiriii..Seneng banget liat temen susah".
Gerutu Alzam sambil berjalan ke arah meja kecil yang ada di samping lemari Aydan.
"Yang ikhlas-yang ikhlas".
Sahut Devan dari arah belakangnya.
"Nih!".
Alzam menyodorkan minyak telon itu depan wajah Devan dengan wajah cemberut. Devan lalu mengambilnya dan mengoleskannya pelan di samping kiri dan kanan kepala Aydan yang terasa berdenyut.
"Arsyila mana?".
Tanya Aydan tiba-tiba dengan suara yang masih lemas.
"Noh di rumahnya lah".
Sahut Alzam yang sudah rebahan sambil chattan entah dengan siapa.
"Udah Van..Gue udeh ngerasa mendingan".
Ujar Aydan membuat Devan menghela nafas lalu menurunkan kedua tangannya. Aydan lalu merogoh celananya mencari handpon yang terselip di sana.
"Mau apa lo??".
Tanya Devan melihat pergerakan Aydan.
"Mau nelpon Arsyila..Kayaknya dia masih marah sama gue".
Aydan mencoba menghubungi Arsyila namun nomornya tak dapat dihubungi bahkan di Whatsapp juga tidak aktif.
"Arggh".
Aydan membanting hp nya kasar ke lantai lantas membuat Devan dan Alzam yang tadinya santai di buat terkejut...Kumat sudah🙃
"Itu hp anj*! mentang-mentang kaya seenaknya aja lo ganti-ganti hp..Kalo orang tua lo bangkrut gimana??".
Kini Alzam yang dibuat emosi..
"Arsyilaaaaa".
Rengek Aydan sambil mengacak-acak rambutnya prustasi. Devan yang menyaksikan itu hanya memutar bola matanya malas.
Tanpa aba-aba Aydan bangkit lalu turun dari kasur tersebut yang membuat Devan yang tadi duduk disampingnya melebarkan matanya.
"Eh mau kemana loo??".
Devan menghentikan pergerakan Aydan dengan menarik tangannya.
"Lepas! gue mau ketemu Arsyila!".
Aydan menghempas kasar tangan Aydan.
"Jangan gila lo!!! coba lo ngaca, liat diri lo sekarang..Lo yakin Arsyila bakal mau liat kondisi lo yang kayak bajingan ini hah?!!".
Aydan diam sejenak memikirkan perkataan Devan yang ada benarnya juga lalu mendongakkan kepalanya ke atas menghadang masalahnya yang terasa berat saat hendak terjatuh.
"Terus gue harus gimana??".
Aydan meletakkan kedua tangannya di pinggang lalu berjalan mondar-mandir dengan kepala buntu lalu duduk di pinggiran kasur sambil memijit-mijit kepalanya.
Devan yang melihat itu berdecak lalu bangkit dari tempat duduknya hendak berjalan keluar.
"Eh mau kemana luu???".
Tanya Alzam sedikit panik..Mana berani ia menghadapi Aydan seorang diri bisa-bisa dia yang akan menjadi korban kdrt eh pelampiasan emosinya Aydan maksudnya😌.
"Manggilin dokter jiwa".
Ujar Devan lalu lanjut berjalan.
"Ee-Eeeh jangaan tinggalin gue berdua..Gue takut".
Ujar Alzam sedikit berbisik sambil menarik pergelangan tangan Devan.
"Ck lebay lo ah".
Balas Devan lalu menarik tangannya dari cengkaraman Alzam.
"Gk ah..Mending gue yang keluar lo yang diem gimana?".
"Lo urus tuh anak! biar Arsyila gk malu liat dia ntar awas kalo gue balik dan dia masih kek tampilan orang gila".
Ujar Devan lalu beranjak keluar, Alzam yang mengerti hanya bisa pasrah.
Disisi lain...
"Aishh cengeng banget sih loo Syilll...Padahal kata-katanya itu sepele, kok lo baperan banget si".
Arsyila mengkritik dirinya sendiri sambil melihat tangannya yang tekatup bak bunga kuncup. Ia lalu mengambil tisu passeo yang sudah tersisa setengah lalu mengelap hidungnya yang sudah berlendir.
"Aydan kasar! aku gk suka".
Ujar nya random mengikuti isi hatinya lalu membuang asal tisu yang sudah kotor itu ke lantai bersama tisu-tisu yang juga sudah terkena ingusnya.
Lama menggerutu sendiri hingga akhirnya ketukan dari arah luar kamarnya mengejutkan Arsyila.
Tok tok tok
"Arsyilaaa".
Panggil Hera dari arah luar.
"I-"
"Ish kok suara aku jadi serak sih".
Gerutu Arsyila mendengar suaranya yang terdengar berbeda..Author pov : Yaaa gimana gk serak lo nangis nya berjam-jam non stop😑
"Arsyilaa".
Panggil Hera kembali sambil menaik turunkan gagang pintu yang terkunci itu.
"Ekhem...IYAA BUNDD".
Teriak Arsyila dari dalam.
Dahlah bodo amat daripada gue di cap anak durhaka. -Batin Arsyila.
"Tuh Devan di bawah cepet turun gih".
Beritahu Hera yang tak terlalu memperhatikan suara Arsyila.
"Bilang aja Arsyila tidur".
"Eh..Gk ada! cpt turun, kasian Devan nunggu".
Arsyila berdecak.
"Iya bunnnd Syila pakek jilbab dulu".
Hera yang mendengar persetujuan Arsyila pun segera turun dan memberitahu Devan.
"Aiiish Devan kenapa pulak tumben-tumbenan kesini".
Gerutu Arsyila sambil berjalan ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya yang kusut, mampir sebentar didepan lemari untuk mengambil jilbab rumahannya kemudian memakainya asal dan setelah itu turun menemui Devan yang masih duduk standby diruang tamu.
Arsyila sudah tiba dihadapa Aydan dengan menutup wajahnya dengan hijabnya agar Devan tak banyak tanya nantinya namun percuma saja karna matanya yang bengkak hingga menyipit dapat dilihat oleh Devan.
Devan bangkit dari duduknya menyusul Arsyila yang berdiri dengan alisnya yang ditukik sebelah.
"L-Lo kenapa Sy".
Heran Devan melihat tingkah aneh Arsyila.
"Gk papa...Ada perlu kamu kesini Van? tumben".
Arsyila masih menutup wajahnya.
"Gue mau ajak lo main".
Alibi Devan yang sontak membuat mata Arsyila yang tadinya menyipit terpaksa melebar.
"Maksud kamu ngajak aku main??? be-be-berdua?".
Suara Arsyila putus-putus dan spontan melepas tangannya yang tertaut hijab tadi hingga pipinya yang merah pun terlihat oleh Devan.
"Ck lo jangan mikir yang aneh-aneh, gue masih inget kok lo punya sahabat gue".
"O-oh hehe". Arsyila cengiran.
"Hadeh...Itu muka lo kenapa tuh merah gitu, matanya bengkak lagi...Jangan bilang lo abis-
"Eeeh enggakk!!!".
Potong Arsyila lantas menutup kembali wajahnya.
"Hahaa..Arsyilaa..Arsyilaa lo gk usah bohong kalik, Aydan malah lebih parah dari lo ckck cintaa oh cinta".
Ujan Devan lalu menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Haa?? Emang Aydan kenapaa??".
Tanya Arsyila sedikit antusias.
"Nanti juga lo tauu".
Devan sengaja memancing.
"Isssh Devan kasih tau gk".
Arsyila melepas kembali tautan hijabnya lalu menggoyang-goyangkan tangan Devan yang tertutup sweater. Devan sedikit terkejut.
"Eh sorry-sorry kelepasan".
Ujar Arsyila lalu melepaskan tangan milik Devan.
"Iya gk papa, ayok ikut gue".
"Kemana?? main?".
"Ck gk, yang tadi cancel".
"Hah?? ish Devan gaje!".
"Huh! katanya mau tau kondisinya Aydan".
"Aku ketemu gitu??? gk ah males".
Arsyila cemberut sambil bersidekap dada.
"Ya udah biarin aja si Aydan koma".
Pancing Devan yang sontak membuat Arsyila melebarkan bola matanya.
"Aydan di rumah sakittt??? dia kenapa??".
"Makanya ikut guee ah banyak tanya lo".
"Kamu gk bohong kann???".
"Gk percaya ya udah gue ba-".
"Tunggu aku siap-siap bentar".
Ujar Arsyila sedikit panik lalu menaiki tangga menuju kamarnya dan mengganti pakaian rumahannya dengan gamis.
Tak menunggu waktu lama Arsyila sudah siap dan segera turun ke bawah menyusul Devan, Devan yang melihat keantusiasan Atsyila itu jadi cekikikan sendiri di buatnya.
"Ayok Vaaan!! eh bentar aku izin bunda dulu yaaa".
Arsyila lalu berlari kecil menuju kamar Hera untuk meminta izin.
"Arsyila...Arsyila".
Ujar Devan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Tak lama kemudian Arsyila sudah kembali menghampiri Devan.
"Udah??". Tanya Devan.
"Udaah..Yuk!".
...******...
Sorry ya guys kemarin gk Up..Author sibuk bangeeet kerjain tugas kampus😖 tapi Author bakal usahain buat tetep up gk usah risauuuu, ya kalik buat kalian nunggu terus🔥💓
Tetep dukung karya Author yah😍😘