Arsyila {Princess Of My High School}

Arsyila {Princess Of My High School}
Bag 11 : Taman kota



...Aku menemukan hadirmu dalam diri orang lain namun dengan Versi yang berbeda....


...~Aydan Rabbani Firmansyah...


"Gue baru tau kalo si Arsyila punya adik" Ujar Devan heran..


Hari ini mereka sedang bergosip di area kantin tanpa Arsyila karna Arsyila masih sakit sepulang dari Wahana kemarin.


"Iya sama gue juga" Sahut Aydan.


"Ntar deh cobak kita tanya arsyila..Eh Dan pulang kapan lo kmarin".


"Habis subuh" Jawab aydan.


Setelah mengantar Arsyila, Aydan tidak langsung pulang ia begadang menjaga Arsyila sesekali meminta bantuan pada Adhira karna bunda Hera tidak sedang dirumah. Jadi Aydan pulang subuh-subuh sekali.


"Ntar pulang sekolah gue mau jengukin, lo berdua ikut?" Tanya Aydan pada dua sahabatnya.


"Lo yakin kita ikut? kita si gk masalah.. Kangen juga ma Arsyila" Ujar Alzam jujur.


"Gue mau ajak Arsyila ngedate sih katanya dia udah mendingan".


"ke Wahana lagi? jangan ngada-ngada lo!" Devan memasang wajah garang.


"Gak. ketaman deket rumah dia"


"Oo ok lah..Have fun aja bro!" Ujar Devan sambil menepuk bahu Aydan.


*Flashback On*


"Kakak!" Teriak Adhira.


"kakak?" Beo mereka bertiga.


"Ini kk Aydan itu kan? yang sering diceritain bunda" Ujar Adhira dengan wajah polosnya.


What mama mertua sering nyebut gue.


Jantung Aydan rasanya ingin loncat sampai pindah Alam.


"kenapa kk Syila bisa kyk gini?? kalian apain?!"


"Kita sahabatnya deek..Tadi dia mau naik Roller Coaster kita gk tau kalo dia gk bisa. Jangan salah paham dulu". Jawab Alzam takut-takut menatap bocil SMP itu.


"Anterin aku masuk Dira.." Untuk pertama kalinya Arsyila mau berkomunikasi dengan Adhira secara terang-terangan.


Adhira terkejut bukan mainn. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyum kelegaan.


"Ayok kk!"


Adihra dan Arsyil masuk diikuti tiga serangkai yang mengekori mereka dari belakang.


"Tante Hera mana?"


"Kata bunda tadi beliau ada urusan buat kasih les privat anak buahnya yang akan ikut lomba besok..Jadii kayaknya nginep di asrama sekolah". Jawab Adhira yang tadi sempat mendapat pesan dari bundanya sebelum berangkat les.


Mereka bertiga menghembuskan nafas tenang.


"eh tapi yang bakal jagain Arsyila siapa dong?" Tanya Alzam.


"Biar gue" Aydan menjawab.


*Flash back Off*


****


"Arsyilaa ada Aydan ni dibawah".


Teriak Hera dari lantai satu namun tidak ada sahutan dari Arsyila.


"Kamu cari aja diatas mungkin Arsyilanya gk denger".


Ujar Hera sambil tersenyum pada Aydan kemudian kembali ke dapur menyelesaikan adonan kuenya yang sudah ia buat setelah mendapat anggukan dari Aydan.


Tok Tok Tok


Suara pintu diketuk dari luar namun tidak ada detik-detik pintu akan terbuka.


"Arsyilaa"


Masih hening..


"Gue buka ya?"


Hingga perlahan Aydan mulai membuka pintu yang ternyata tidak terkunci itu.


"Masya allah"


Gumam Aydan melihat Arsyila yang ternyata sedang sholat. Ia kemudian rebahan ditepi ranjang menunggu Arsyila selesai sholat Ashar sembari memejamkan matanya agar Arsyila tidak gagal fokus.


"Aydan" Panggil Arsyila yang sudah selesai sholat sambil melipat sajjadahnya.


Aydan membuka mata dan tersenyum hangat pada Arsyila sebelum ia mencapai posisi duduk.


"Apaan senyum-senyum gitu" Ujar Arsyila melihat tingkah aneh Aydan sambil terkekeh geli.


"Ngebayangin aja Syil kalo tadi aku yang jadi Imamnya" Gombal Aydan.


"Ish jangan mulai deh Dan haha" Arsyila tertawa renyah hingga membuat Aydan menatapnya tanpa berkedip.


"Udah mendingan blum?" Tanya Aydan perhatian.


"Udah kok"


"Mm mau keluar gk?"


Arsyila mencoba menimbang-nimbang.


"Keluar kemana?"


"Ketaman depan..Mana berani gue ajak jauh2"


"Udah izin di bunda?"


Izin bundanya adalah nomer 1 bagi Arsyila kalaupun nanti diizinkan atau tidak Arsyila akan terima.


"Kamu siap-siap aja dulu tante Hera pasti kasih" Ujar Aydan penuh keyakinan mengikuti instingnya.


"Gk! kamu izinin dulu baru aku siap2" Ujar Arsyila.


Mana mau dia siap-siap sedangkan belum ada Izin..Yang ada sia-sia nanti dandanannya wkwk.


"Ya bawel iyaa" Ujar Aydan sambil melangkah keluar diikuti Arsyila dari belakangnya.


"Tanteeee!! aku boleh ajak Arsyila ke taman depan gkk??" Teriak Aydan dari arah tangga dekat pintu kamar Arsyila.


Plak


Arsyila menggeplak pelan pundak Aydan.


"Eh gk boleh manggil orang tua dari jauh". Tegur Arsyila namun tak dihiraukan Aydan.


"Iyyaa ajak aja" Sahut Hera dari arah dapur.


"Gimana? sekarang lo cepetan siap-siap! gue tunggu gk boleh lebih dari 30 menit!". Ujar Aydan setelah membalikkan badannya menghadap Arsyila.


Arsyila menganga dibuatnya..30 menit??? mandinya saja 20 menit apalagi memakai hijab yang tak kunjung lurus.


"Eh apa-apaan sih..Gk! curang banget" Arsyila tak terima.


"Ya udah pokoknya cepetan" Aydan mengalah. Bisa magrib mereka jalannya jika Aydan terus mendebati Arsyila.


"Iya ya" Arsyila kemudian masuk untuk bersiap-siapp.


*****


"Mau minum apa syil? biar aku yang pesen ke depen?" Tanya Aydan ketika mereka sudah sampai dan mengambil duduk di kursi panjang Taman..


"Es teh aja Dan"


"Oh oke tunggu ya"


Arsyila mengangguk dan menolehkan pandangannya ke arah sekitar menelusuri keindahan Taman Kota sore ini..


Tak berselang lama Aydan akhirnya tiba dengan satu bungkus cilok ditangannya.


"Kok satu Dan?" Tanya Arsyila sedikit bercanda.


"Satu berdua Syil, aku makannya dikit"


Aydan kemudian duduk disamping Arsyila dan meletakkan ciloknya ditengah tengah kemudian mengubah posisi duduknya menjadi bersila menghadap Arsyila.


"Aaaa"


"Ish Aydaaan aku maluu" Ujar Arsyila sambil menutup wajahnya dengan tangan.


"Hahahaha" Aydan tertawa geli melihat wajah Arsyila yang sempat memerah sebelum tertutup tangannya.


"Eh eh itu Aydan samaaa..


Ujar Intan yang sedang menebak-nebak orang yang disamping Aydan karna posisinya yang agak menyamping..


"Arsyila!" Jawab Sania ketus.


Ya! Sania bersama tiga sahabatnya sedang Jogging atau lari-lari sore ditaman dan tak sengaja melihat Arsyila dan Aydan yang sedang berdua disana.


"Mereka ngapain disana?"


Tanya Rehan dengan wajah tololnya .


"emang kalo orang ke taman ngapain hah?!"


Rani menoyor kepala Rehan saking kesalnya melihat komuk Rehan yang alami.


"Ish sok cakep bangeet !!! "


Ujar Sania sambil memberengut kesal.


"Laah emang cakep"


Ujar tiga sahabatnya kompak. Sania membuka mulutnya mendengar perkataan jujur para sahabatnya itu.


"Issshh kalian nyebeliiin"


Sania kemudian pergi dengan menghentak-hentakkan kakinya meninggalkan ketiga Sahabatnya.


"Eh eh Sann tunggu"


_________


"Enak gk?"


Tanya Aydan setelah berhasil menyuapi Arsyila beberapa ciloknya.


"Banget..Kan kamu yang suapin".


Aydan memalingkan wajahnya ke arah samping menyembunyikan saltingnya sambil mengumpati wajahnya yang tidak bisa berhenti tersenyum.


"Eyaaak salting" Ujar Arsyila menggoda Aydan.


"Gk" Kilah Aydan namun tetap menghadap samping.


"Hahaha".


"Aishh sini aku suapin lagi" Aydan menggapai ciloknya lagi malu ditertawakan terus menerus.


"Gk Dan..Ciloknya tinggal dikit tuh"


"Gk papa ntar kalo mau gw beliin lagi"


"Gk. tadi katanya berdua"


"Yaa kan ini berdua sayaang"


Tinggal Arsyila yang dibuat diam.


"Ish Aydan mah, aku mau nyamperin bapak penjual tehnya dulu lah..Lama!"


Arsyila Pergi menyisakan Aydan yang tertawa terpingkal-pingkal melihat Arsyila yang salah tingkah dengan wajah memerah..Senang sekali rasanya menjahili Arsyila.


"Arsyila kalo baper lucu banget..Jadi gemes" Gumam Aydan masih dengan sisa tawanya.


"Huh jadi Inget....Arghh gk!! Arsyila bukan dia".


Aydan berusaha menepis bayangan-bayangan tentang orang dimasa lalunya.


"Dan..kamu kenapa? ditinggal bentar udah kayak orang gila pfft.."


Arsyila menahan tawanya melihat Aydan yang terlihat seperti orang frustasi menjambak kecil rambutnya sendiri.


"Iyaa..Makanya jangan pergi".


"Dih orang cuma ngambil teh doang".


"Kok bisa bapaknya gk nganterin?". Tanya Aydan harusnya mereka diantarkan bukan ambil sendiri.


"Yangg ngumpuliin dia bannnyaaak banget tadii..Ampe lupa kamu dah pesen".


"Oh gitu..Ya udah sini cepet duduk".


Ujar Aydan menepuk tempat disampingnya lalu memindahkan bekas cilok yang sudah ia habisi tadi hingga tersisa saosnya saja.


"Nih tehnya".


Aydan mengambil teh itu dan meletakkannya disamping kiri bersama sampah cilok tadi sambil membuka layar HPnya melihat Info-Info terkini.


"Innalillahi".


Aydan geleng-geleng kepala sambil beristighfar berulang-ulang melihat poto seseorang yang langsung tertera di beranda Fbnya saat baru membuka aplikasi tersebut.


"Kenapa Dan?"


"Lo pernah liat berita tentang anak SMA 3 Rajawali yang mati kelindes truk itu nggak?"


"Haa Innalillahi Wainnailaihi Rooji'un..Cowok/cewek?". Tanya Arsyila penasaran.


"Cowok Syill..Mau liat nggak?"


"Iii gk berani".


Arsyila begidik ngeri apalagi membayangkan darah-darah yang berceceran di jalanan huh ngerii ditambah lagi bagian organ tubuhnya yang..Ah sudah lahh begitulah pokoknyaa.


Apalagi dulu ia sangat ingat sepupu laki-lakinya yang pernah ketabrak truk. Salah satu teman masa kecilnya karna dari dulu Arsyila lebih banyak bermain dengan sepupu laki-lakinya dan dijaga bak Ratu..


Namun sangat disayangkan salah satunya pergi dengan cara yang tidak disangka-sangka membuat Arsyila sangat syok dan sangat membenci truk..Melihat truk lewat dipinggir jalan saja Arsyila bergidik ngeri.


"Gk. ini ada nih poto aslinya sebelum ancur.."


"Mana?"


Arsyila mengambil alih ponsel Aydan melihat poto yang dimaksud Aydan.


"Ya ampunn kasian bangeet..Mana ganteng banget lagi! Dan..Huwaaa gini banget ya? cogan sekarang kalo gk mati pasti Guy!! truss sisanya...Isshh pasukan cogan didunia udah mulai punah.."


Aydan menatap datar Arsyila.


"OOO terus sisanyaa jelek gitu??? aku sejelek itu yaaa". Protes Aydan.


"Hehe nggak Insya allah kamu pengecualian wkwk".


"Sini-sini HP nya jadi nyesel liatin lo tadi".


Aydan mengerucutkan bibirnya kesal.


"Ahahahha ngambek".


"Gk!".


"Ciee ngambek".


"Gk ish ayok pulang!".


"Iyaya habisin tehnya dulu".


Aydan meneguk tehnya dengan sekali tegukan dan menarik lengan Arsyila.


"Ayok".


"Belum habis".


Aydan merebut gelas yang ada ditangan Arsyila dan meneguknya hingga tandas kemudian menarik Arsyila untuk pulang.


"Uh yang panas hati tenggorokan yang haus wkwk".


Arsyila mengejek Aydan dari belakang sangat puas melihat wajah cemberut Aydan.


"Terserah! "


"Wleeee"


...****...


Huhuyy gimana nih?? lanjut gk?


See you Next Part😍😘