Arsyila {Princess Of My High School}

Arsyila {Princess Of My High School}
Bag 32 : She's like a stranger :(



...Doubel Up Nih..Thanks buat yang usah Support❤🔥...


...****...


...Kita adalah saudara..Namun nampak seperti dua orang asing yang lahir dari rahim yang berbeda....


...~Arsyila Audhiva Janea...


"Dan kenapa kamu gk ikut OSIS?". Tanya Arsyila sambil mengaduk-aduk es teh yang dipesankan Alzam.


"Males". Jawab Aydan.


"Terus kenapa kamu maksa Devan sama Alzam masuk OSIS sampe ngancem-ngancem gitu". Sindir Arsyila dengan nada mengejek.


"Yeee kayak gk tau aja lo Syil! mana mau dia ketemu ama saingan". Sahut Alzam.


"Jadi atasan lagi wkwk". Devan ikut meledek.


"Ooo karna kk Razan ya.." Arsyila mangguk-mangguk sambil tersenyum mengejek.


"Ya! biar lo gk bisa deket sama Razan itu lagi". Ujar Aydan judes.


"Geli gue Zam". Bisik Devan pada Alzam.


"Sama, gue juga".


"Cieeee cemburu". Ledek Arsyila.


"Itu bukan hal yang rahasia lagi Arsyila".


"Hmm". Gumam Arsyila.


"Perasaan gw jadi nyamuk mulu deh". Adu Devan.


"Iya, kapan yak ada cewek yang mau sama gw". Ujar Alzam sambil menyangga dagunya melupakan sejenak aktifitas makannya untuk menghalu.


"Eh Zam aku hampir lupa..Kamu dapet salam looh dari kk Chika". Arsyila menyampaikan amanah Chika yang sempat ia lupakan tadi.


"Eh masak?". Alzam tidak percaya.


"Bahkan kk Deva juga mau looh, tapi keduluan kk Chika". Adu Arsyila.. Arsyila memang sangat amanah ya bestie🙃.


"What?!". Devan ikut kaget.


"Ckck zaman sekarang lagi musiman brondong keknya". Gumam Aydan geleng-geleng kepala sambil menyuap makanannya.


"Syil, serius lo?". Tanya Alzam lagi memastikan dengan mata yang berbinar-binar.


"Buat apa bohong?". Tanya Arsyila balik.


"Kok semuanya mau sama Alzam si". Komentar Devan tak terima.


"Ya karna gw ganteng lah, sekarang udah terbukti kan?". Alzam bersidekap dada.


"Dih sombong amat lu! baru aja dua. Aydan aja yang banyak suka gk pernah pamer tuh" Sinis Devan.


"Itu kan Aydan, ini antara gw dan lo". Alzam semakin menjadi.


"Ya ampuun malah adu ganteng". Arsyila menepuk jidatnya.


"Wkwk oh ya Syil lo salamin balik aja, mayan tu kk Chika cantik, bohay lagi".


"Dasar lu otak kotor!". Devan menoyor kepala Alzam.


"Hadeeh oke deh ntar aku salamin balik".


"Yes gw gk jomblo lagi". Ujar Alzam sambil meledek Devan.


"Devan tenang aja, biar aku jodohin deh ma kk Deva..Cocok banget gk si, namanya mirip". Ujar Arsyila mengusulkan.


"Eh gk deh, mending gue jomblo dari pada gk nyambung". Jawab Devan.


"Ha maksud?".


"Gue tu kan cuek dia tu lola..Gimana jadinya ntar kalo gue sama dia". Jawab Devan.


"Si paling cuek". Sindir Aydan.


"Kok kalian saling tolak si?" Heran Arsyila.


"Ya karna gk cocok". Sahut Devan.


"Tapi dari mana cobak lo tau kk Deva tu lola?" Tanya Alzam.


"Gw sering liat dia ditampol Chika". Jawab Devan cuek sambil menyeruput kuah baksonya.


"Ciee Devan sering merhatiin rupanya". Goda Arsyila.


"Ciieee". Alzam dan Aydan ikut-ikutan.


Ukhuk


Devan tersedak mendengar penuturan Arsyila.


Ya, dirinya sering memperhatikan Deva sejak pertama kali Deva ke kelasnya untuk mencari anggota OSIS dan seringkali menemukan Deva yang sedang ditoyor Chika sambil memasang wajah polos. Bahkan dari sejak pertama melihatnya, ia bisa menilai bagaimana Deva.


"Anjrr". Kesal Devan sambil mengapai minumannya.


"Wkwkwk sok gengsi lo!". Ledek Alzam.


"Habisin makanan lo tu! tinggal bentar bel". Suruh Devan mengalihkan pembahasan.


"Wkwk salting". Ledek Alzam.


"Haha udah yuk cepetan ini kayaknya guru masih rapat makanya bel gk bunyi". Beritahu Arsyila setelah melirik jam tangannya.


"Iya deh keknya, ya udahlah kita nyantai aja dikantin. Toh juga gk da kerjaan dikelas". Aydan menyarankan dan disetujui Arsyila bersama dua sahabatnya.


*****


Pulang sekolah


"Bye, hati-hati dijalan". Arsyila melambaikan tangannya pada Aydan dan dua sahabatnya saat sudah sampai di depan pekarangan rumahnya.


"Iya" . Jawab Aydan sambil tersenyum, dan perlahan melajukan mobilnya.


"Bye Syilaaa". Devan dan Alzam melambaikan tangannya dari dalam mobil.


"Byee...Huh". Arsyila menghembuskan nafasnya pelan sambil berjalan masuk melewati pekarangan rumahnya.


Saat membuka pintu utama, Arsyila menemukan Adhira yang sedang menonton televisi sambil menschrool tiktok.


Nih bocah nonton tv, sambil nonton tiktok boros banget -Komentar Arsyila dalam hati.


"Assalamu'alaikum". Ucapnya sebagai tanda sapaan kemudian menaiki tangga menuju kamarnya.


"Eh kk Arsyila, baru pulang rupanya". Ujar Adhira menengok Arsyila sebentar.


"Gk, baru pergi". Jawab Arsyila cuek.


"Xixixi". Adhira cekikikan.


"Hm pengen banget main sama kk Arsyila kayak dulu, kenapa ya kk Arsyila tiba-tiba jauhin aku". Gumam Adhira sedikit terharu.


Jika mengingat masa kecilnya, dulu sewaktu Adhira masih menginjak kelas tiga, mereka sangat akur.. Bahkan Arsyila kadang memaksa Adhira untuk membelikannya escream karna malu melewati gerombolan cowok-cowok yang nongkrong di depan kios. Sangat rindu rasanya.. Bagaimanpun perlakuan Arsyila sekarang tapi Adhira yakin bahwa kk nya itu sebenarnya sangat menyayanginya namun ada sesuatu yang membuatnya menjauh entah apa itu Adhira tidak tau.


Walaupun dirinya masih baru menginjak SMP tapi pemikirannya terkadang lebih dewasa dibanding Arsyila dalam memikirkan masalah berbeda dengan Arsyila yang sekarang sudah mulai memenye-menyekan masalahnya alias tak perduli.


Arsyila menuruni tangga menuju dapur untuk mengisi perutnya. Masih nampak Adhira dibawah sana, mungkin ia sangat kesepian hingga menyalakan dua media sekaligus. Jika tidak ada suara televisi..Mungkin rumah besar ini akan terasa hening.


Arsyila sudah tiba didapur dan memeriksa meja makan,kulkas namun tak ada satupun makanan yang tersisa.


"Ya ampun biasanya juga bunda nyiapin sayur buat dimasak..Kok ini kosong melompong gini?" Ujar Arsyila.


Adhira udah makan gk ya?


"Gk ada bekas piring disini,biasanya kan tuh bocah males cuci piring, berarti belum makan". Gumam Arsyila.


"Adh-". Ucapannya terhenti, ingin sekali rasanya ia memanggil adiknya itu tapi sepertinya sulit. Seperti ada sesuatu yang menahannya dari dalam.


"Hm ke Supermarket aja deh, tapi mobil dibawa bunda". Arsyila menimbang-nimbang.


"Jalan kaki aja deh". Putusnya kemudian naik kekamar untuk mengambil uang dan hodie untuk menutupi kaos putihnya yang hanya sebatas siku.


"Mau kemana kak?". Tanya Adhira yang melihat kk nya akan keluar.


"Supermarket". Jawab Arsyila tanpa menoleh.


"Ikuuuuut". Pinta Adhira sambil mengejar langkah kk nya. Arsyila menghembuskan nafas pasrah.


"Pakai jilbab sana". Perintah Arsyila sambil memutar bola matanya.


"Tunggu yaa". Rengek Adhira


"Hm".


Adhira segera berlari kekamarnya dan memakai hijabnya cepat-cepat..Kapan lagi kan bisa jalan kesupermarket berdua dengan saudara kandung sendiri🙂


"Yuk kak!" Ajak Adhira antusias.


Adhira mengambil tempat disamping Arsyila sambil tak henti-hentinya tersenyum.


Ini Adhira ngapa senyum-senyum sendiri..Kayak orang mau ketemuan aja


-Batin Arsyila melirik Adhira.


"Kak Arsyila mau beli apa?". Tanya Adhira basa-basi.


"Sayuran".


"Ooo". Adhira mangguk-mangguk, ngomong sama Arsyila memang harus nyiapin mental dan topik pembahasan deh keknya, baru pembukaan aja kena ulti lansung mati and jadi penonton story🙃. Garing gk si wkwk.


Arsyila dan Adhira akhirnya sampai di Supermarket yang letaknya tak jauh dari Taman Kota. Setidaknya Arsyila bersyukur karna hadirnya Adhira ia jadi tidak malu berjalan sendiri ditengah keramaian begini.


"Aku mau ke tempat sayuran dulu, kamu beli aja apa yang kamu butuh. Ntar tunggu dikasir". Pinta Arsyila kemudian berjalan menuju stan sayuran. Adhira hanya menurut dan berjalan mencari makanan ringan dan kebutuhan sekolahnya yang sudah habis.


"Mm sayuran apa ya yang enak". Tanyanya pada diri sendiri sambil meletakkan tangannya didagu membentuk tanda centang.


"Aha! buat sup aja kalik ya lebih simple". Ujar Arsyila lalu mengambil beberapa sayur yang ia butuhkan dan juga melebihkannya untuk ia letakkan di kulkas nanti sebagai persiapan untuk besok.


Setelah memasukkannya ke keranjang Arsyila kemudian pergi menuju stan makanan ringan untuk mengambil beberapa cemilan sebagai teman menonton Dracinnya nanti. Di tengah kesyikannnya memilih snack-snack yang disuka suara gaduh mengalihkan atensi Arsyila hingga membuat dirinya penasaran dan berjalan mendekat ke arah tempat kejadian.


"Lo kalo jalan pake mata!". Teriak seorang gadis pada anak usia 13 tahun yang sedang berdiri di depan display cooler.


"Suaranya kayak gk asing". Gumam Arsyila.


Arsyila kemudian tiba disana dan melihat Sania yang sedang menahan emosi pada...


"Adhira?". Arsyila memperjelas penglihatannya dan benar saja itu adalah adiknya yang sedang dibentak Sania dengan tangannya yang memegang spidol warna biru dalam keadaan terbuka yang ia sengaja beli untuk bahan tugas prakarya disekolah.


Sepertinya tadi Adhira sedang mencoba-coba memastikan spidol itu berfungsi atau tidak, namun Sania berjalan dari arah lain dan tak sengaja menabrak Adhira hingga kaos putih polos yang ia gunakan ternodai.


"Tapi aku gk sengaja kak! kk sendiri yang jalannya nabrak". Balas Adhira tak kalah nyolot. Jika kalian mengira Adhira itu akan merunduk seperti anak kecil pada umumnya maka kalian salah!, karna Adhira walaupun kecil-kecil begini mentalnya jauh lebih tinggi dibanding Arsyila.


"Dasar bocil gk tau diri! berani lo hah ?!" Bentak Sania kemudian mendorong keras tubuh Adhira hingga terpental dilantai.


"Adhira!". Teriak Arsyila kemudian menghampiri adiknya dan membantunya berdiri.


"Apa-apaan lo hah!". Marah Arsyila kemudian membalas perlakuan Sania terhadap adiknya tadi dengan ikut mendorongnya kasar. Namun tak sampai terpental kan dia orang besar🙃


"Ohh itu adik lo ya? pantes aja sama-sama norak!". Ejek Sania.


"Norak? lebih norak mana gue..Atau lo yang ngejar-ngejar orang yang sama sekali gk mau ngelirik lo!". Sindir Arsyila tak kalah pedas sambil menunjuk Sania dengan jari telunjuknya.


"Anj* berani lo hah!". Sania hampir mengapai hijab Arsyila namun terlambat karna pegawai Supermarket yang menjaga disana lebih dulu menghentikan mereka.


"Mbak udah mbak! mohon jangan buat keributan disini". Pinta salah seorang pegawai Supermarket tersebut sambil memegang bahu Sania.


"Cih! awas lo Arsyila". Ancamnya kemudian pergi dari sana.


"Mm maaf ya kk udah buat rusuh". Ujar Arsyila tak enak.


"Gk pp mbak, silahkan dilanjutkan belanjanya". Ujar pegawai laki-laki tersebut sambil tersenyum kecil kepada Arsyila.


"Makasih kk". Ujar Arsyila balas tersenyum .


"Iya mbak, mari". Jawab pegawai tersebut kemudian berlalu pergi.


"Kamu gk papa?". Tanya Arsyila setelah menoleh kearah Adhira.


"Gk papa kak, makasi ya". Ujar Adhira.


"Iya, tapi aku salut loh sama keberanian kamu tadi". Ujar Arsyila antusias, sepertinya dia tidak sadar.


"Iya kah?". Tanya Adhira dengan senyum yang mengembang.


"Eh". Arsyila menutup mulutnya dengan tangan. setelah tersadar bahwa dia sudah kelepasan berbicara dengan Adhira.


"Ya udah yuk pulang". Ajak Arsyila kembali datar kemudian kekasir untuk membayar belanjaan mereka masing-masing.


Setibanya dirumah..


"Eh anak-ank bunda abis pada kemana? tumben banget akur". Sambut Hera saat Arsyila dan Adhira baru memasuki rumah saat dirinya sedang menonton televisi diruang tamu.


"Supermarket". Jawab Adhira sambil tersenyum tidak dengan Arsyila, ia hanya menyalami tangan bundanya dan langsung menuju dapur tanpa sepatah katapun.


"Bun tau nggak tadi....". Adhira mulai menceritakan kejadian yang ia alami tadi di Supermarket.


Udah ku tebak si..Pasti tuh anak bakal langsung cerita -Batin Arsyila sambil melangkah memasuki dapur.


_________


Malam tiba..


Arsyila tengah asyik menonton drama china yang ia sempat tunda kemarin sambil memakan cemilan yang ia beli tadi sore.


Namun tiba-tiba suara notifikasi dari ponselnya mengalihkan atensi Arsyila. Ia kemudian mempause vidionya kemudian membuka layar ponselnya, tertera nama Aydan disana dari notif WA.


Arsyila kemudian membuka Aplikasi hijau tersebut dan membuka room chatnya dengan Aydan yang ia sematkan.


Aydan Rabbani👑


Malem cantiknya Aydan..Sorry ya baru On, Udah bantu kerjain tugasnya memey tadi😴


^^^Gk nanya🙄^^^


😟 kok kamu gitu siiii


^^^Hehe becanda Dan...Btw memey siapa?^^^


Oh iya🤦🏻 aku belum kasih tau ya?


^^^Oleh sebab itu aku nanya😒^^^


Hehe memey adik perempuan aku.


^^^Eh punya adik? kirain kamu anak tunggal kaya raya😅😂^^^


😌 Ngacok kamu..ntar deh aku ceritain


^^^Okey kapten😇^^^


Eh gw baru nyadar kok jadi ikutan aku kamu yak😂..


"Aydan kok nanyanya gini si?". Kesal Arsyila, maklumlah guys Arsyila lagi PMS jadi hatinya rada-rada cepett banget sensitif.


^^^Emang kenapa? kan bagus.^^^


Emang lo suka ko gue pake aku-kamu?


^^^Suka. Kalo pake Lo-Gue kayak ngomong sama orang asing gk si?🙃^^^


Iya sayang maaf, mulai sekarang pakenya aku-kamu. Aku kira kamu risih😌


^^^☺^^^


Dihh, apa kek senyam-senyum😅


^^^^^^Hehe😁^^^^^^


Jadi kangen😌❤ ketemu sekarang boleh gk si😭


^^^Ih Aydan Alay😅😂^^^


Aku seriusss..kamu si mukanya ngangenin, jadi gk bisa tidur kan aku😒


^^^Besok ketemu😇^^^


Iya si, jadi gk sabar pergi sekolah😌


^^^Hadeeh 🤦🏻^^^


😁


Eh Syil kok aku baru inget😳 Besok kan jadwal terapi kamuu🤦🏻🤦🏻


^^^Oh iyaya aku juga lupa🤦🏻^^^


Besok aku temenin,masalah izin..gk usah khawatir ada Devan kok.


^^^Okey Dan..makaci🤗^^^


Iya sayang..ya udah tidur gih sana biar pagi bangun


^^^Okeyy. Besok jemput aku ya.. biar bunda gk curiga^^^


Iya dong pasti!


^^^ya udah aku bobok dulu..Assalamualaikum☺^^^


Wa'alaikumussalam wr wb. Nice dream cantik❤


^^^To ^^^


"Ish Aydannn..paling bisa deh buat orang salting". Gerutu Arsyila sambil senyam-senyum sendiri kemudian mematikan laptopnya dan bersegera tidur.


...*****...