
...~Terkadang kita terlalu takut akan suatu hal hingga melepaskan suatu yang paling berharga~...
..._____...
...Happy Reading💓🔥...
...******...
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat dan kini para murid SMA 1 Cakranegara sudah berkumpul untuk menunggu bus yang akan membawa mereka untuk berlibur ke pantai Mandalika yaitu pantai yang di kenal dengan keindahannya membuat siapa saja yang memandangnya di buat terpukau.
Senyuman pun tak luput dari wajah para siswa/i yang sudah tak sabar untuk segera berangkat..Seruan demi seruan pun tak cukup untuk menggambarkan kebahagiaan mereka hari ini. Setelah satu minggu lamanya menyibukkan diri untuk memikirkan jawaban dari soal-soal ujian yang begitu menguras otak dan kini mereka akan melampiaskan kerja keras itu lewat agenda hari ini untuk memulihkan kembali sinergi mereka.
Begitupun dengan Arsyila yang sudah seperti mak-mak rempong karna mengurus barang bawaannya.
Padahal dari tadi malam Aydan sudah memperingati Arsyila untuk tidak terlalu merepotkan dirinya membawa banyak barang sebagai bekal untuk ia bawa, namun Arsyila sangat keras kepala karna ini merupakan kali pertama baginya pergi ngecamp ke pantai, dan lihatlah sekarang..Ransel tempat semua barangnya berada di tenteng oleh Alzam karna terlalu berat dan Arsyila tak bisa membawanya seorang diri.
"Syill ini tas lo isinya apaan si?? kok berat banget". Keluh Alzam.
"Baju ganti..Makanan. Ada roti, jajan, yakult sama minuman yang lain ada..Terus ada-
"Ada sayuran, buah-buahan, kacang mete, gula aren, ulat sagu. Lo mau ngecamp atau buka Supermarket??!". Devan menatap datar ke arah Arsyila.
"Kan jadi bekal nanti Van, siapa tau lapar kan di perjalanan hehe". Ujar Arsyila sambil cengiran.
"Kalo di bandingin sama bekal akhirat lo kayaknya beratan ini deh". Devan sedikit bergurau.
"Astaghfirullahal 'aziimm akhiii kamu berdosa banget". Arsyila ikut bercanda.
"Intan.." Arsyila yang tak sengaja melihat Intan berdadah ke arahnya. Terlihat Intan yang kebingungan seperti mencari seseorang.
"Eh Syil.." Intan tersenyum lalu berlari kecil ke arah Arsyila. Ternyata sedari tadi ia mencari keberadaan Arsyila.
"Bawaan kamu kok dikit Tan.." Arsyila menelisik tas milik Intan.
"Hahahaha lu aja tu yang bawaanya kek mak-mak rempong". Alzam meledek.
"Kan yang penting ada uang Syil, di sana juga pasti banyak pedagang". Sahut Intan.
"Untuk semua siswa dan siswi diharapakan untuk bersih-siap karna sebentar lagi Bus kita akan segera datang".
Komanda Razan menggunakan Toa dari deretan kelas 11 hingga atensi mereka semua teralihkan.
"Yeeey". Sorakan gembira dari para murid yang mendengar pengumuman itu.
Tak lama kemudian Bus Pariwisata yang di pesan sekolah sudah tiba membuat para siswa/i makin bersorak kegirangan.
"Tes Tesss untuk semua para siswa/i silahkan masuk secara teratur dan ingat sesuai kelas masing-masing, jangan lupa baca doa".
Razan kembali mengingatkan.
"SIAAAAP!!". Jawab para siswa dan siswa bersahutan kemudian berbaris untuk masuk ke dalam bus.
"Syil..Duduk sama gue ya". Ujar Intan sambil tersenyum kegirangan.
"Iya". Arsyila balas tersenyum.
Mereka berdua pun masuk lebih awal karna mendapat barisan pertama setelah ketua kelas Daniel.
"Tuu intan..Kita di depan, tapi aku di pinggir yaa". Pinta Arsyila menunjuk kursi depan dan mereka pun segera ke sana.
"Tan, tas aku berat bangeet..Gk bisa naikin". Keluh Arsyila.
"Haha lo si bawa barang banyak banget. Sini gue bantuin". Intan pun membantu Arsyila menaikkan tas gemuknya.
"Huh! makasih Tan". Ucap Arsyila saat tas miliknya sudah masuk sempurna ke dalam bagasi.
"Masama".
Mereka pun segera duduk di kursi pertama yang di tunjuk Arsyila tadi dan begitupun dengan para siswa dan siswi yang juga ribut mencari posisi yang nyaman.
"Semuanya silahkan letakkan barang-barangnya di bagasi!".
Suara Razan yang terdengar dari arah belakang. Arsyila dan Intan refleks menengok kebelakang dan mendapati Razan yang tengah sibuk mengatur tempat duduk mereka agar terlihat rapi.
"kk Razan kok bisa di sini??". Tanya Arsyila keheranan.
"Yaa bisa-bisa aja si, kan dia ketos". Sahut Intan.
"Oh Iyaya". Arsyila baru ingat.
Ia tak terlalu memperdulikan kegiatan Razan lalu kembali menghadap ke depan dan mulai menikmati pemandangan saat bus sudah mulai di jalankan.
"Rif". Razan mengkode pada Rifki agar mau pindah ke belakang. Kebetulan Rifki duduk bersama Gian di kursi paling depan sederet dengan Arsyila.
Rifki yang mengerti pun berdiri lalu mengajak Gian untuk pindah di kursi ke tiga yang sengaja Razan kosongkan untuk Rifki dan Gian..Yah anggap saja tukar tempat.
Razan lalu duduk santai di kursi depan sendirian sesekali melirik ke arah Arsyila.
"Bang Razan boleh minta fotbar gk??".
Arlina tiba-tiba maju dan duduk di dekat Razan membuat Razan sedikit merasa risih. Intan dan Arsyila yang posisi duduknya dekat dengan Razan pun spontan menoleh, bukan hanya mereka berdua, banyak pula pasang mata yang melihat tingkah caper Arlina.
Karna tidak enak menolak, Razan pun mengangguk pasrah lalu menengok ke arah kamera tanpa tersenyum sedikit pun.
"Dih paling nanti tu captionnya -With bang Razannn trus ada emot lovenya". Julid Arsyila yang melihat itu.
"Wkwkwk cieee lo cemburu ya". Ejek Intan.
"Ih ngapain cemburu orang aku sama kk Razan kayak musuh". Balas Arsyila, ia sendiri tidak tau mengapa perasaannya mendadak kesal.
"Lo aja kalik Syil yang nganggep gitu, belum tentu kk Razan juga beranggapan sama". Beritahu Intan.
"Gk.Gk mauu hanya Aydan di hati pokokna maah!". Ujar Arsyila percaya diri.
"Oooh gitu yaa...Mm berarti seandainya Arlina beneran jadian sama bang Razan lo setuju gk?".
"Gk!". Jawab Arsyila spontan lalu menutup mulutnya.
"Tuuu kann eyaaak". Intan meledek.
"Eh bukan gitu! maksudnya yaa jangan Arlina, yang lebih cantik kek..Ramah, tamah, sopan dan santun".
"Lo aja kalok gitu". Ujar Intan lalu terkekeh geli.
"Ck Intaann!". Arsyil mengambil ancang-ancang untuk mencubit Intan.
"Eeeh jangan". Intan menghindar.
Mereka pun bercanda ria dan itu tak luput dari pandangan Razan.
Arlina yang masih duduk di dekat Razan jadi cemberut.
Lama perjalan di dalam bus membuat para siswa dan siswi mulai sepi karna menikmati guncangan kecil serta angin yang berasal dari AC yang tersedia di dalam bus hingga satu persatu dari mereka pun terlelap.
Begitupun dengan Arsyila, kepalanya lenggak lenggok dan hampir saja terjatuh di pundak milik Intan. Berbeda dengan Intan yang masih asyik chattan dengan do'i.
Intan yang merasa kasian dengan Arsyila pun membawa kepala Arsyila ke pundaknya lalu menepuk-nepuk kecil kepala Arsyila agar kembali tertidur pulas.
"Sssut".
Suara seseorang di samping Intan memanggilnya. Intan langsung menoleh dan mendapati Razan yang sedang melihat ke arahnya.
"Pindah posisi". Bisik Razan pelan.
"Tapi.."
"Ck gk usah tapi-tapian, emang lo mau di cap lesbie??".
"Haaa??". Intan terlihat kebingungan lalu beberapa detik setelahnya ia mengerti.
Dih bilang aja modus!
-Intan membatin.
"Oke deh". Ujar Intan lalu berpindah tempat di dekat Arlina yang juga sedang tertidur. Melihat kepala Arlina yang hampir terjatuh di pundaknya membuat Intan segera menggeser kepala itu.
"Eiiits gue bukan bang Razan ya". Ujar Intan sambil membawa kepala Arlina Menyender di dekat jendela bus.
Razan yang sudah duduk di dekat Arsyila pun dibuat senyum-senyum sendiri apalagi kepala Arsyila yang sudah bersender di pundak tegapnya membuat Razan merasa cintanya seperti sudah terbalaskan meski itu masih sekedar angan.
Sungguh kebahagiaan tiada tara😌
________
Tak terasa kini mereka sudah sampai di tempat tujuan membuat para siswa dan siwi yang terbangun dari tengah perjalan pun bersorak gembira.
Razan yang mendengar suara bising-bising itu melenguh lalu mulai membuka mata dan menengok sekitar melihat para adek kelasnya itu sedang menyembulkan kepala mereka di jendela tak sabar untuk segera turun menikmati keindahan pulau Mandalika itu.
Begitupun dengan Arsyila yang juga terbangun dan mengangkat kepalanya dari pundak Razan.
"Hoaam". Arsyila menguap sambil menutup mulutnya dan mulai menormalkan penglihatannya yang masih buram.
Saat menengok ke samping, Arsyila terkejut bukan main melihat Intan yang sudah berubah menjadi Razan. Arsyila lalu mengucek-ucek matanya memastikan penglihatannya tidak salah.
"Kenapa lo? kayak liat setan". Cibir Razan melihat ekspresi terkejut Arsyila.
"Kok kak Razan bisa duduk di sini???". Arsyila sedikit ngegas.
Pas tidur kalemm pas udah bangun muka singanya muncul
-Batin Razan.
"Baang! kapan keluarnya nii??". Antusias Rifki memanggil Razan.
Razan tak menggubris pertanyaan Arsyila, ia lalu bangkit dari posisi duduknya dan berjalan ke kursi belakang untuk membuka pintu bus itu membuat para siswa/i yang ada di dalam langsung menyerbu keluar.
"Hadeeeh cuman buka pintu aja kagak bisa?". Razan menggerutu.
Giliran Arsyila dan Intan yang terakhir turun.
"Inget ya kk! kamu ada utang penjelasan!". Tegas Arsyila, Intan yang mendengar itu hanya geleng-geleng kepala.
"Iya dek".
"Jiakhh adek gk tuh". Intan mengompori.
"Huush!!". Arsyila menatap garang ke arah Razan lalu mengajak Intan segera pergi dari hadapan Razan.
"Dedek gemesh". Ujar Razan sambil terkekeh kecil lalu turun dari bus itu.
Kini para siswa/i sudah tiba di pinggiran pantai yang ramai dengan turis-turis.
(Ilustrasi pantai Mandalika).
"Waaaah". Mata Arsyila berbinar-binar melihat keindahan pantai itu begitupun dengan Intan yang ada di sampingnya.
"Okey semuanya silahkan pasang tendanya masing-masing sesuai kelompok yang sudah di bagikan sebelum langit menggelap".
Razan kembali memberi komando.
Masing-Masing kelompok pun mulai berkumpul.
"Hy Arsyila". Sapa Dewi' dari Agama II sok kenal.
"Hye juga". Arsyila membalasnya sopan.
"Yuk kita mulai pasang tendanya". Ajak Intan.
"Tapi aku gk bisaa.." Ujar Arsyila.
"Tenang aja, di sini banyak yang bisa kok".
"Iya tuh". Sahut Dewi' lalu mulai memasang tenda bersama Intan, Arsyila hanya menonton sesekali membantu mereka memegang ujung tenda.
Rehan, Putri dan Arlina datang bersamaan.
"Eh di sini rupanya haduh capek banget muter-muter nyariin". Keluh Rehan.
"Put! Sini bantu". Pinta Dewi' karna cuma Putri yang ia tahu berhubung Putri teman satu kelasnya. Putri pun mengangguk lalu membantu mereka memasang tenda besar itu.
"Lin kita bantuin juga kah?". Tanya Rehan pada Arlina.
"Bantuin lah yuk!".
Mereka berdua pun ikut membantu memasang tenda namun Rehan sedikit canggung saat berdiri di dekat Intan mengingat Intan merupakan mantan sahabatnya walaupun pertemanan mereka singkat namun di antara yang lain hanya Rehan yang paling dekat dengan Intan namun sekarang mereka bagaikan orang asing karna sudah berbeda genk.
"Eh Syil kalo gk bisa gk usah jadi beban deh!". Ketus Arlina saat Arsyila salah mengaitkan tali tenda itu.
"Eh Arlina! jangan kasarin temen gw ya!". Intan lebih nyolot.
Deg
Rehan yang yang mendengar Intan menyebut Arsyila "temen gw" merasa tersisihkan. Ada sedikit kecemburuan dalam hati Rehan. Meski sesama perempuan mesti rasa aneh itu ada akan tetapi dalam konteks yang berbeda. (Bukan GL😏).
"Ish". Arlina hanya menggerutu.
"Syil lo duduk cantik aja ya di sana biar gue sama temen-temen yang pasang tendanya".
Arsyila hanya balas mengangguk lalu mengikuti permintaan Intan. Ia lalu mengecek ponselnya siapa tau ada notif dari Aydan..
Dan benar saja, baru saja membuka ponsel sudah ada 5 panggilan tak terjawab dari Aydan beserta spam SMS. Arsyila lalu membuka pesan yang di kirimkan Aydan itu.
Ay💓u💬
Syil udah berangkat belum???
Syil angkat telponnya napa!
Ayaaaannngggggg
bacxazauhqnqkqlkqkqnqnna
Inget ya jaga mata! di sana banyak turis kan??
Oh ya yang paling penting jangan deket-deket Razan!😏 awas👊🏻
Arsyila cekikikan sendiri melihat spam yang dikirimkan Aydan.
"Cieee balas chat siapa tuh..Pake senyum-senyum sendiri lagi". Sindir Intan yang tiba-tiba sudah berdiri di dekat Arsyila.
"Aiish Intan ngagetin aja".
"Haha lo sih di panggil-panggil kagak nyahut eh taunyaa..."
"Hehe". Arsyila cengiran.
"Ya udah yuk masukin barang-barang lo ke tenda, kita siap-siap solat magrib".
Ajak Intan melihat langit yang sudah mulai menggelap dan waktu magrib sudah akan tiba.
"Masya allah ini nih contoh teman dunia akhirat". Arsyila memuji.
"Hadeh kan itu udah kewajiban sesama muslim Syil".
"Duh pantes ya Devan kelepek-kelepek". Gaje Arsyila sambil merapikan barang bawaannya di tenda.
"Ck apa sii". Intan malu-malu.
"Ih merah..." Ledek Arsyila menunjuk pipi Intan.
"Ck udaah lah yuk ambil air wudhu'!". Intan lalu menyeret tangan Arsyila keluar tenda.
"Hahah". Arsyila mengejek Intan sejalan-jalan.
Itu pun tak luput dari pandangan Rehan yang melihat candaan mereka karna sedari tadi ia juga ada di dalam tenda itu, dan sedang merapikan barang-barangnya bersama yang lain namun Intan sama sekali tak menyapanya.
"Kalo lo gk bantu Arsyila waktu itu, pasti kita akan tetep sahabatan sampai sekarang Tan, Lo emang terlalu baik buat netap sama genk setan kita.." Gumam Rehan memandang punggung Intan dan Arsyila yang mulai menjauh lalu beranjak ke tempat wudhu' sendirian.
...*****...
Hm hallo readers, pacar, bestie ku semuaaa semoga tetep sehat kalian, oh ya Visual Razan udah ada loh genks tapi nanti aja ya pas di akhir eps👻.
See you next Chapter👋🏻💓