Arsyila {Princess Of My High School}

Arsyila {Princess Of My High School}
Bag 27 : Hari Ngelag :)



...Positif Thingking aja.....


...Yang gk Follow Author & Kasih Vote Akunnya both😌...


...Happy ReadingπŸ’“...


...*****...


Pagi ini Arsyila sudah kembali ke sekolah seperti biasa, namun kali ini berbeda ia tidak lagi sendiri seperti hari kemarin melainkan ditemani oleh Aydan beserta dua sahabatnya Devan dan Alzam. Kebetulan sekali tadi mereka berencana berangkat bersama.


Ini tak lain karna kemauan Aydan sendiri agar bisa memastikan Arsyila baik-baik saja. Ia tidak ingin kejadian minggu lalu saat Arsyila dibully terulang lagi.


Mereka berempat turun dari mobil dengan Aydan yang mengitari bagian depan mobil untuk membukakan Arsyila pintu layaknya tuan putri kemudian disusul Devan dan Alzam dari belakang.


Lalu mereka berdua mengambil posisi berdiri disamping kiri Arsyila seperti biasa karna samping kanan Arsyila khusus untuk Aydan seorang.....Alay gk sih?😌


Kegiatan mereka itupun tak luput dari banyak pasang mata siswa dan siswi yang juga baru tiba atau bahkan anak kelas 11 yang sedang berdiri dilantai dua. Mereka bersorak ricuh melihat para artis sekolah tersebut.


Namun kebanyakan dari mereka juga melihat itu sambil bertanya-tanya karna gosip tentang Aydan dan Nia masih menjadi tranding topik di SMA Cakranegara.


Nia yang juga baru tiba disekolah sudah disuguhkan pemandangan yang membuat hatinya nyilu padahal masih pagi tapi hawa di sekitarnya sudah terasa panas.


Ia melihat empat orang yang berdiri tak jauh darinya itu dengan pandangan ber api-api.


"Gimana genk? masih mau ngarepin Aydan?" Ejek Arlina yang tiba-tiba datang dari arah belakang.


"Diem Lo! kk Razan juga suka tuh kayaknya sama Arsyila". Ledek Nia balik.


"Itu kan masih isu Nia..Lagian kan sekarang Arsyila balik lagi sama Aydan jadi baby Razan gue masih selamet dong! wlee". Timpal Arlina sambil menjulurkan lidahnya ke arah Nia.


"Temen bngst lo emang!".


"Hahaha ya udah gue duluan ke kelas dulu ya..Lo tonton aja tuh ampe mata lo copot wkwk". Ujar Arlina kemudian meninggalkan Nia sendirian yang sedang menatapnya sebal.


*Awas lo Arsyilaa..Aydan pokoknya harus jadi milik gw!* Gumam Nia kemudian ikut menyusul Arlina ke kelas.


Arsyila, Aydan, Devan & Alzam kini berjalan beriringan menyusuri koridor menuju kawasan Jurusan Agama untuk mengantar Arsyila ke kelasnya terlebih dahulu.


Sudah banyak murid yang juga berada di sana ada yang main kejar-kejaran ngerumpi di depan kelas dan lain-lain untuk menunggu bel masuk kelas yang akan berbunyi 10 menit lagi.


Namun aktivitas mereka seketika terhenti karna hadirnya Arsyila bersama tiga serangkai.


Ada pula deretan siswi yang sedang mengoceh tadi mendadak diam menunduk takut ketika melihat Arsyila seolah Arsyila adalah ancaman bagi mereka hingga Arsyila pun dibuat bingung.


"Kok mereka pada kek takut gitu liat aku" Gumam Arsyila sedikit berbisik.


Aydan menaik turunkan Alisnya pada kedua sahabatnya memberikan isyarat seolah bertanya kenapa?.


Devan membalas dengan mengangkat kelima jarinya membentuk isyarat stop alias meminta Aydan menunggu untuk dijelaskan nanti.


Karna kemarin Aydan dan Arsyila tidak masuk sekolah jadi wajarlah mereka kudet lagipula Devan dan Alzam tidak menginformasikan apapun padanya mungkin karna mereka lupa.


"Gk usah diperduliin". Tegur Aydan pada Arsyila.


Arsyila hanya mengangguk dan fokus lagi melihat depan hingga dirinya melewati gerombolan siswa/i yang sedang duduk ngerumpi dikursi umum yang disediakan sekolah yang terletak didepan kelas IPS.


"Eh kok balik lagi bukannya sama Nia ya?".


Bisik Wenda salah satu siswi jurusan IPS yang sedang nongkrong di kursi panjang tersebut bersama teman-temannya.


"Tuhkan! apa gue bilang si Nia tuh cuma pelampiasan". Sahut teman di sampingnya.


"Ya kalik modelan Aydan nyerah" Vino ikut nimbrung dengan satu sudut bibirnya yang terangkat.


Masih ingat Vino? ya! dia adalah fans berat arsyila dari jurusan IPS yang juga ikut duduk-duduk di sana menunggu bel masuk.


"Tuh kan bener si Nia itu cuma bahan Truth or Dare doang kayak kata Arsyila".


Fashalnya berita tentang perdebatan Nia dan Arsyila kemarin sudah tersebar di tiga jurusan bahkan di semua penghuni sekolah sampai satpam dan ibu-ibu kantin pun tahu.


Siapa sih yang tidak mengenal Arsyila dan Aydan di sekolah ini siswa dan siswi paling famous di seantero sekolah setelah si pemilik sekolah(Razan).


"Anjayy padahal si Nia udah ge'er banget tuh ngira Aydan pindah hati wkwk". Tawa Pian ikut-ikutan.


"Bener tuh! si Nia aja yang baperan". Sahut Tristan sahabat Vino.


"Arsyila selalu di hati pokoknya mah!". Ujar Vino sambil meletakkan tangannya di dada.


"Tapi di hatinya tidak ada dirimu wkwk". Ledek Tristan dan disambut tawa anak kelas lain yang juga ikut duduk ngerumpi di kursi umum tersebut atau yang dijuluki kursi silaturahmi oleh para murid di sana hahaha.


"Eh Vin .. Kerjasama yuk! gue rebut Aydan lo rebut Arsyila". Wenda menatap serius Vino.


"Seandainya bisa udah dari dulu kali! tapi yaaa lebih ke sadar diri aja sih gue. Dibanding Aydan harta, tahta, muka pun gue kalah jauh".


Ujar Vino merendah namun ada benarnya juga sih. Walaupun dirinya tampan tapi Aydan lebih slayπŸ’…...Canda guys canda πŸ˜‚.


"Wkwk gue salut Vin sama kejujuran lo" Timpal Gio sambil tertawa.


"Nah kalau Vino aja kalah jauh sama Aydan terus lo sama Arsyila apa kabar Wen?" Ledek Siti teman satu kelas Wenda.


"Aihh udah lah! ganti topik-ganti topik. Mending kita bahas pak Med aja yuk". Ujar Wenda untuk mengalihkan pembahasan agar tidak berlarut-larut insecure.


"Emang kenapa dia oy?".


"Katanya sih di berita viral Cakranegara pak Med suka sama Sulas cuy! anaknya bu kantin".


"Anjiiir! anak?. Kenapa nggak emaknya aja yang janda wkwkwk". Sahut Vino sambil terkekeh geli mendengar hot news yang disampaikan Wenda.


"Wah waaah melangkahi..Mana boleh tuh!". Sambut yang lain.


Begitulah seputaran gosip murid Cakranegara yang berganti-ganti topik.


(Btw author sengaja cantumkan biar para readers tahu kalau gosip itu sangat mudah menyebarnya sperti halnya Virus padahal blum tentu cerita itu benar..Hadeh).


Come back to Arsyila


"Dih sasimo". Julid seorang siswi yang sedang berdiri berdiri menyandarkan punggungnya didepan Ventilasi udara yang tak lain adalah Sania bersama genk-genkanya.


"Sasimo?" Beo Arsyila mendengar kata gaul tersebut.


"Jangan didengerin" Ujar Alzam.


Aydan kemudian memberi isyarat pada Devan dan Alzam untuk terus mengajak Arsyila berbicara agar Arsyila tak menyadari pergerakannya.


Ia perlahan mulai memundurkan langkah kakinya tanpa suara dan berjalan menghampiri Sania and genk.


"Emang sasimo apa?" Tanya Arsyia polos pada Alzam yang ada didekatnya .


"Lah lo seriusan gk tau sasimo??" Tanya Devan keheranan.


"Nggak". Jawab Arsyila sambil menggelengkan pelan kepalanya.


Devan dan Alzam menghembuskan nafas lega sambil mengusap dada.


"Ihh kok kaliann aneh gituuu..Emang artinya apaan?" Tanya Arsyila jengkel karna mereka tak kunjung menjawab.


"Ooo sasimo sama kayak siomay tapi gaya bahasanya aja diplesetin" Jawab Alzam berbohong.


"Nah iya!" Sahut Devan ikut-ikutan.


"Ooo". Arsyila mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Trus hubungannya sama aku apa?". Tanyanya lagi.


"Mm hubungannya...." Alzam menggaruk kepalanya sambil menyenggol lengan Devan meminta bantuan.


"Kan..Mmm..Gk tau lah Syil mungkin mereka iri kalik soalnya kan siomay tu enak". Jawab Devan ngawur.


Lah si goblok. Batin Alzam


"Haa? ya ampun jawaban macam apa itu" Ujar Arsyila sambil memijat pelipisnya.


Devan dan Alzam hanya cengar-cengir.


"Oh iya A–


Arsyila menengok ke samping kanannya hendak bertanya juga pada Aydan namun tweng weeng.. Aydan tidak ada ditempatnya. Bisa-bisanya ia baru ingat pada Aydan.


"Lah Aydan mana???" Bingung Arsyila.


Bertepatan dengan itu Aydan sedang berjalan dari arah belakang menuju ke arahnya sambil memasukkan kedua tangannya disaku celana miliknya.


"Lah kamu dari mana aja?? kapan perginya??" Tanya Arsyila.


"Tadi dompet aku jatuh..Lagian kamu lagi sibuk ngomong sama dua curik itu makanya gk sadar" Aydan beralasan.


"Dompet jatuh?" Beo Arsyila.


Setaunya Aydan tidak sering membawa dompet jika kesekolah palingan uangnya dibiarkan berserakan didalam tas.


"Ya dompet" Ujar Aydan memperjelas.


"Trus sekarang dompetnya mana?" Tanya Arsyila.


"Ketinggalan dirumah" Jawab Aydan spontan.. Ini di Aydan yang sedang malas mencari alasan atau dirinya yang memang sedang nge-lag.


"Ya ampuuun..Udah ah pusing lama-lama sama kalian".


Ujar Arsyila sambil memijat kembali pelipisnya dan masuk kelas meninggalkan tiga pengawalnya karna jarak dirinya dan pintu kelas hanyalah satu langkah.


Saking asyiknya mengobrol, mereka jadi tak sadar kalau sudah sampai tujuan.


"Eh dan lo goblok apa gimana?" Tanya Devan.


"Hehe spontan gw" Cengir Aydan.


"Elleh kayak gk aja lo tadi Van" Sindir Alzam.


"Hehe" Devan ikutan cengir.


"Emang si Alzam ngapain?" Tanya Aydan.


"Ni si Devan masak ditanya hubungan siomay sama Arsyila jawabnya sama-sama manis." Alzam menjelaskan.


"Ha??" Aydan terlihat bingung.


"Eh udah lah males gue jelasinnya balik kelas aja yuk!" Ajak Alzam yang sudah terlihat prustasi. Sepertinya hari ini memang hari nge-lag sedunia batin Alzam.


"Yok lah! lo udah kasih mereka pelajaran gk?" Tanya Devan pada Aydan.


"Udah..Tenang aja cuman kasih ancaman juga mereka kicep". Jawab Aydan".


"Oh okelah".


"Eh tinggal tiga menit bel". Alzam melihat jam ditangannya.


"Yok balik kelas!".


Mereka bertiga pun kembali ke kelasnya dengan Devan yang merangkul Alzam dan Aydan yang sibuk meraih handponnya. Biasalah tuh anak mau bucin! ke siapa hayooo??😌


...*****...


Gimana-Gimana???? Seru gk nih?πŸ˜‚


Dah lah Author mao Istirahat Halu dulu Xixi


Tunggu Next Chapter yak!😘