
...Sebelum membaca Alangkah baiknya...
...Vote,Komen & Like dulu....
...Tinggalkan Komentar Positive biar Author semangat Upnya😍😘...
...Gratissss gk bayar...
...Happy Reading🌠...
...*******...
Aydan punya mantan?!
Arsyila terfokus pada kalimat terakhir Intan..
Intan melihat raut wajah Arsyila yang berubah ia sendiri bingung mengartikannya. Apa karna hubungannya diketahui atau Arsyila yang belum mengetahui Aydan.
Tapi kabar yang beredar Arsyila digebet Aydan,apa itu hanya pencitraan..Tapi knp?aisssh Intan bingung mengartikannya dia yang awalnya hanya kepo jadi tambah kepo karna tak mendapat jawaban dari Arsyila.
Ah sudahlah lagipula tujuan utama Intan bukanlah Aydan,tapi sahabat dekat Aydan yaitu Devan.
"knp syil...kok kayak kaget gitu?" Tanya Intan.
"Mm tujuan km kesini apa?" Tanya Arsyila menatap intan dengan ekspresi datar.
Sudah! Ia bosan mendengar cengcong dari Intan ditambah lagi..Moodnya yang tadi rusak jadi tambah rusak.
"Eh gue gk maksud apa-apa kok syil..Bukan mau ikut campur urusan lo kok hehe".
"Langsung ke Inti!" Tegas Arsyila memangkas jawaban Intan yang bertele-tele menurutnya.
Anjay ngomong sama Arsyila udah kayak berasa dikantor polisi..kok deg-degan Njir-
Batin Intan..kemudian menoleh ke arah tiga sahabatnya yang ada dibelakang juga sedang memperhatikan kegiatannya sambil cekikikan.
Awas lo pada!
-batin Intan lalu kembali menatap Arsyila.
"Mmm sebenarnya gue mau minta tolong" Ujar Intan dengan nada memelas menatap manik mata Arsyila yang juga menatapnya datar.
"Minta tolong apa? Insya alloh kalo aku bisa bantu". Jawab Arsyila sekenanya.
"Hehe gk sulit kok..Gue cuma mau nitip salam sama Devann kan lo deket tuh sama Aydan bisa bantu gue kan?" Tanya Intan ragu-ragu.
Udah gue tebak!gk beda jauh ama temen2 gue yang dulu .
- batin Arsyila mengingat-ngingat teman-temanya yang tak jarang mendekatinya hanya karna ingin sesuatu..
Arsyila dulu mungkin terlalu baik hingga mengira semua orang sama sepertinya, tulus. Zaman sekarang terlalu baik sama orang bakal dimanfaatin cuy!.
Jadi Arsyila akan menghindari hal itu karna ia sudah sadar sesuatu yang berlebihan tidaklah baik bukan? dia akan mulai belajar dari masa lalunya, bagaimana teman-temannya hanya mendatanginya kala butuh dan menjauh saat ia membutuhkan mereka sehingga Arsyila terkadang bemain dengan adik kelasnya yang datang sendiri padanya.
Ia hafal betul mana muka-muka yang tulus dan mana yang tidak. Termasuk orang yang duduk disampingnya sekarang ini.
"Hm insya allah, cuma nyampein salam kan?" Tanya Arsyila mengambil kesimpulan.
"Bbuk-
"Kalo bantu kamu deket aku gk bisa jamin..Aku gk mau jadi subandar, maaf" Ujar Arsyila cuek yang mengerti maksud Intan sembari membaca novelnya kembali yang sempat tertunda tadi.
Merasa canggung akhirnya Intan bangun dari duduknya dan memberengut kesal ke arah teman-temannya.
"Gimana?? berhasil gk loh? " Tanya Sania cekikikan.
"Lo liat sendiri" Ujar Intan acuh dan itu membuat teman-temannya mengejek menertawainya.
Bel istirahat berbunyi.
Arsyila masih berkutat dengan novelnya..
"Syil gk mau ke kantin?" Tanya seorang siswi sok ramah ketika ketika melintasi meja Arsyila.
"Nggak" Jawab Arsyila tanpa menoleh.
"Pasti tuh karna gk dijemput Aydan!" Komentar Sania yang keluar terakhir bersama genk2annya.
Arsyila menatap tajam Sania yang entah kapan mulai membencinya..Sudah pasti karna irii bukan hal yang langka lagi bagi Arsyila bertemu dengan orang seperti Sania.
"Bukan urusan Lo" Jawab Arsyila datar mulai mengubah gaya bahasa, hilang sudah kesabarnnya menghadapi orang-orang tadi. Walaupun hanya perkataan tapi itu lebih menyakitkan.
seperti kata pepatah : Lidah itu lebih tajam daripada Pedang.
Agak mirip tapi tapi yang ini gk Cupu! Susah buat gue taklukin.
"Cih!" Sania berdecih kemudian berlalu keluar kelas bersama antek-anteknya.
bahkan gue gk lakuin apa-apa aja masih ada orang yang benci" -batin Arsyila dengan mata yang sudah memanas.
"Kenapa sih gue selalu gagal dalam semua hal! nggak Aydan gk temen kelas semua sama!"
Gumam Arsyila menahan kesal.
tahan syill lo gk boleh nangis! lo udah biasa..seharusnya lo terbiasa bukannya terluka!!!
-Ujarnya menguatkan diri menahan air matanya agar tidak menintik.
Cukup! dia tidak boleh menangis..Dia tidak rela jika air matanya yang berharga keluar hanya untuk menangisi yang tidak perlu.
"Arsyila"
Arsyila tersentak..Panggilan seseorang dari arah pintu membuyarkan lamunannya. Beritahukan pada mereka bahwa Arsyila orangnya kagetann,namanya yang dipanggil tiba-tiba saat sadar saja dia terkejut apalagi saat sedang melamun! untung kagak jantungan ye:)
Arsyila menghampiri orang tersebut yang ternyata adalah Devan dan ada Alzam dibelakangnya..
"Ada apa?" Tanya Arsyila tak mengerti dengan kedatangan mereka yang tiba-tiba.
"Mau ajakin lo ke kantin hehe" Ujar Alzam cengengesan.
"Mmm gk laper, kalian aja yang pergi" Ujar Arsyila sembari tersenyum kecil.
"Eh jangan gituuu dong syil! ntar klo lo sakit gimana?" Ujar Devan dengan raut panik.
"Hah?" Heran Arsyila, tumben sekali dua orang ini memperhatikan kesehatannya.
"Duh gimana ya jelasinnya" Ujar Devan bingung.
"Aydan mana?" Tanya Arsyila tiba-tiba, seolah menebak jalan pikir mereka.
"Tuh" Tunjuk Alzam kepada Aydan yang baru saja datang dengan kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku.
oh masih perduli juga ternyata -ujar Arsyila dalam hati.
"Oh kalo gitu kalian bertiga pergi aja,aku mager keluar kelas". Alibi Arsyila kemudian menatap Aydan sebentar dan hendak masuk kembali ke kelasnya.
"Eeh eh syiill" Ujar Devan menahan Arsyila agar tidak melangkah masuk.
lah yang ngambek siapa Yang nyuekin siapa?..Aishh bujuk kek
-batin Aydan penuh kesal menatap arah lain gengsi lah yaw liatin Arsyila.
"Duh Syil selametin kita lah..Jangan buat Aydan nyepak kita nanti" Ujar Alzam sok panik.
Oo sekarang Arsyila mengerti maksud dua orang ini..Ternyata yang meminta mereka kesini adalah Aydan karna tidak mungkin dia mengajak Arsyila sendiri dalam mode ngambek gini.
Pantas saja mereka berdua tumben-tumbenan. Aishh ternyata Aydan marahnya lucu juga ya wkwk.
"Oh ya udah ayo!" Ujar Arsyila kemudian berjalan mendahului.
Devan dan Alzam bernafas lega, untung saja Arsyila bisa diajak kompromi karna Aydan kalau dalam mode marah begini sangat seram tidak ada bercandanya sama sekali. Devan dan Alzam yang sebagai temannya saja dibuat merinding.
Semua orang dikoridor menatap takjub empat pasukan goodlooking yang dimana Arsyila seperti seorang pemimpin dengan tiga cogan yang berjejer dibelakang nya..
Ada juga yang menatap iri karna ingin diposisi itu juga.
"Syill,lo gk berasa jadi ketua genk kan?" Canda Devan dari arah belakang.
"Ngerasa Van..Malah kek buk bos gitu ya kan anak buah??" Tanya Arsyila bercanda kemudian tertawa membuat dua curut itu terpeseno dengan tawa Arsyila. Untuk pertama kalinya bagi mereka melihat Arsyila tertawa seceria itu.
"Tutup mata" Sindir Aydan kepada sahabat nya.
"Mau gue colok mata lo pada hah?!” Sinis Aydan lagi..Alzam dan Devan bergidik ngeri.
"Ampun bos ampun, khilaf" Ujar Alzam sembari mengangkat kedua telapak tangannya bak tawanan.
"Dih masih ngambek juga..Sempet-sempetnya haha".
"Eh Syil asal lo tau ya! Aydan kalo ngambek possesifnya bertambah 5x lipat tau" Adu Devan.
"Rupanya aja tuh yang cuek, lo gerak dikit aja tetep dipantau, gengsiiii bro" Ujar Alzam ikut-ikutan mengompori. Selama ada Arsyila mereka aman.
"Diam lo pada!!" Judes Aydan dengan ekspresi yang kelewat kesal..
"Hahahhahaha" Tawa mereka bertiga memenuhi koridor melihat wajah kesal Aydan.
Perlu diketahui disaat laki-laki ngambek disitulah para cewek akan melihat sisi gemas mereka,seperti Aydan sekarang..Sangat lucu dimata Arsyila.
"Biar gue yang pesen" Ujar Alzam ketika mereka sudah sampai di kantin.
"Zaaammm ikut" Rengek Arsyila.
Alzam menatap Aydan yang menatapnya tajam memberi kode tanda bahaya untuknya. Alzam yang mengerti hanya nurut saja.
"Eh gk usah deh sil, lo liat tuh mata orang hampir mau copot melototin gue" Ujar Alzam sambil berlari ke arah kasir..takut di amuk masa.
"Eh si Arsyila pesen apa ya?? duh lupa gue nanya". Alzam menepuk keras jidatnya.
"Syillll lo mau apa!" Tanya Alzam berteriak ke arah meja makan mereka tidak memperdulikan tatapan orang2 yang menengok ke arahnya. Malas sekali rasanya balik ke meja hanya untuk bertanya pesanan Arsyila, lagipula dia sudah mendapat antrean..
Arsyila refleks menoleh ke arah Alzam cepat ketika mendengar namanya. Tapi ia bingung apa harus berteriak juga??apa boleh?pertanyaan itu yang muncul dibenakknya.
Arsyila lalu menjawab dengan Isyarat bibir tanpa bersuara...Malu juga semua orang yang dikantin memperhatikannya.
"Apa-Apa..Terserah kamu" Jawab Arsyila tanpa suara dengan gerakan lamban.
Alzam menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Lah si Arsyila kenapa?" Tanyanya bingung pada diri sendiri. Devan yang greget dengan Arsyila hanya geleng-geleng kepala dan membantunya berbicara.
"Apa-Apa terserah lo zam!!" Teriak Devan juga.
"Hehe makasih Van" Cengir Arsyila.
"Syil Syil gemes banget! untung lo gebetan sahabat gue, kalo gk-
"Kalo gk apa hah?!! gue masih disini kalo lo lupa" Ujar Aydan sangar dengan mata menantang siap-siap membogem.
"Eh klo gk yaaa gue bantu deketin maksudnyaa hehe". Devan gelagapan..Arsyila hanya cekikikan melihat raut takut Devan.
Alzam kembali dengan nampan yang sudah berisi pesanan-pesanan mereka..
"Nih Devan" Ujarnya sembari meletakkan jus alpukat dan nasi goreng makanan favorit Devan persis seperti seorang pegawai kafe.
"Nih Aydan". Meletakkan jus jeruk dan bakso favorit Aydan.
"Nah ni untuk Arsyilaaa" Ujarnya riang sambil meletakkan mie ayam dan pop ice rasa taro yang disamakan dengan miliknya.
"Hehe maaf ya syil gue gk tau makanan kesukaan lo jadi gue samain deh biar couple sama punya gue". Cengir Alzam tanpa menoleh ke arah Aydan..Sudah tau akan tatapan maut dari Aydan jadi tidak perlu dipastikan lagi. Hobi sekali mereka melihat Aydan kesal.
"Iya gk papa Zam semua makanan kantin juga aku suka kok hehe".
"Tau gak syill..pertama kali liat lo tu yaa cuek banget tau!" Jujur Devan mengungkapkan apa yang ia rasa.
"Sampe kita aja malu buat ikut Aydan ke kelas lo, tadi aja ni dipaksa hehe". Cengir Alzam menyambung perkataan Devan.
"Tapi pas kita ajakin lo tadii ehhh kitanya baru tau kalo lo itu ternyata-
"Ramah banget!" Ujar mereka bersamaan.
"Hahaha" Arsyila tertawa sampai matanya menyipit sambil menutup mulutnya..jujur sekali dua orang didepannya ini.
"Aku orang nya emang kayak gini hihi". Arsyila berjeda kemudian melanjutkan.
"Tapi ada hal lain yang buat aku jadi diem kayak gini. Terkadang Ada saatnya Diam lebih baik disaat perkataan kita sudah tidak dihargai lagi". Ujar Arsyila sembari terkekeh kecil namun tersirat makna yang dalam dikalimatnya.
Alzam,Devan termasuk Aydan menatap dalam Arsyila..Hingga bisa dipastikan mereka sedang berfikir Arsyila sebenarnya kenapa? seperti ada luka yang berusaha dia sembunyikan dibalik diamnya.
"Ihhh kenapa kalian natap aku kayak gitu??" Arsyila merasa tidak enak..Padahal dia tidak sedang bercerita tentang dirinya.
Mereka hanya menggelengkan kepala polos..
"Tapi sejak ada Aydan hidup aku jadi berasa berwarnaa mood aku kadang berubah..Aku juga berasa ada temen..Tapii Aydannya sekarang lagi ngambek..gimana dong?".
Sambung Arsyila lagi ketika melihat mereka hanya menatapnya tak bersuara sambil sengaja melirik Aydan.
Alzam dan Devan melihat ke arah Aydan yang mengahadap lain sedang menyembunyikan saltingnya.
"Aeeeh si ntong lagi baper!" Ujar Alzam sambil menoyor kepala Aydan keras hingga hampir terjungkal.
Devan dan Arsyila terkekeh melihat pemandangan didepannya.
"Apa sih lo!" Ujar Aydan tak terima.
"Ih Attuuuuttt" Balas Alzam sambil mengusap-usap kedua lengannya seperti orang yang merinding.
"Udah ih kalian berantem terus" Tegur Arsyila menghentikan pertikaian keduanya.
"Zam..Van, mau jadi Sahabat aku gk??" Arsyila menatap mereka dengan Puppy Eyesnya.
"Hah???" Devan dan Alzam dibuat cengoo dengan pertanyaan tidak tertebak Arsyila.
Siapa yang akan menolak Arsyila? tanpa diajakpun mereka yang akan menawarkan diri tapi mereka tidak pernah kepikiran untuk itu, berbicara dengan Arsyila saja sudah terasa Istimewa..Lah Ini?
Devan dan Alzam saling bertatapan.
"Lo gk perlu minta gitu syill..Kalo lo butuh apa2 tinggal bilang kita aja kita selalu ada kok" Ujar Devan tersenyum.
"Iya nih! Apa sih yang gk buat bidadari Cakranegara! ya gk Dan?" Tanya Alzam sengaja pada Aydan yang sudah berwajah kusut.
"Aaaa berarti mulai sekarang kalian sahabat akuu yaa???" Girang Arsyila lalu tersenyum bahagia.
tidak ada salahnya kan mencoba berteman dengan lawan jenis? Lagipula mereka bertiga orang-orang baik, Arsyila bisa menilai sendiri..
Arsyila sangat senang akhirnya ia punya sahabat walaupun beda gender.
Mereka pun ikut tersenyum melihat Arsyila yang ceria seperti itu sangat menenangkan bagi mereka.
*****
Arsyila fokus pada novel bacaannya..Seperti kata Daniel tadi para guru sedang rapat hingga Mengakibatkan Jam pelajaran kosong.
"Woy Satria!" Suara Gaduh seseorang memasuki kelas.
Arsyila menoleh ke arah pintu ternyata orang itu adalah kk kelasnya yang tidak Ia ketahui namanya datang bersama gerombolannya dan berlagak seperti ketua genk.
itu kayak anak genk2 yang di tv..tapi perasaan ya biasanya yang jadi ketua genk itu ganteng kok ini burik ya?-batin Arsyila...
"Astaghfirullah ciptaan tuhan syil" Gumamnya khilaf sambil menutup mulut.
Arsyila hanya menyimak menjalankan provesinya sebagai penonton hingga pada Saat ketua genk yang diketahui bernama Arsen itu mengangkat meja seperti akan memukul...
Langsung membuat jantungnya berdetak kencang. Bayangan2 dimana ia dulu ketika masih Sekolah Dasar pernah diperlakukan sama oleh teman laki-lakinya yang juga ketua genk bocil Ingusan gara-gara Arsyila tidak mau menyerahkan uang sakunya ketika diminta. Sepertinya bapak tuh bocil tukang palak deh makanya nurun huh!.
Bayangan-bayangan masa kecil itu kembali..
Arsyila menutup matanya namun dengan hati yang masih berdebar..Badannya keringat dingin.
Lalu saat satu jengkal lagi meja itu akan menubruk badan seorang siswa yang bernama Satria tersebut hampir saja hampiiir....
"Stop jangaaaan!!!!" Arsyila menghentikannya dengan mata yang sudah ia buka namun dengan air mata yang sudah tergenang.
"Hikss jangan" Tangis Arsyila yang sekarang sedang dalam posisi sudah berdiri sambil menjulurkan tangannya mengisyaratkan tanda berhenti. Ia juga tidak tau kapan air matanya sudah menintik tapi ia membiarkannya.
"Arsyila!"
Reno datang dari arah pintu membelah kerumunan siswa dari kelas-kelas lain yang juga kepo. Tadi awalnya Reno sedang berjalan melintasi kelas tersebut sehabis menghirup udara di root of namun ia tak sengaja mendengar suara Arsyila berteriak.
Lalu tanpa babibu dia langsung memaksa masuk kedalam kelas tersebut.
Ia terkejut melihat Arsyila yang sudah menangis sambil menutup wajahnya dengan telapak tangan.
"Lo apain Arsyila hah!!" Marah Reno pada Arsen yang merupakan teman angkatannya sekaligus teman tongkrongannya.
"Guee gk apa-apain Ren, sumpah!" Aku Arsen sambil mengangkat dua jarinya.
"Trus kenapa dia bisa nangis!?" Tanyanya masih ngegas.
"Nah itu yang kita bingungin! si Arsen mau ngelempar meja ke nih anak, eh dia yang histeris" Ujar Doni menjelaskan kejadian tadi sambil menunjuk Satria..Dia sendiri juga bingung dengan Arsyila.
...**********...