
...Warning💥...
...Happy Reading💓🔥...
...*****...
Arsyila dan Aydan beriringan menuruni tangga sambil sesekali berbicara mengenai rencana kepergian Aydan dan menghindari membahas ke arah hal-hal yang sensitif.
Setibanya di lantai bawah, Arsyila dan Aydan sedikit terkejut melihat Razan yang tengah berdiri sambil menyandarkan punggungnya di tembok dekat tangga dengan tatapan lurus menghadap depan.
"Kak.." Sapa Arsyila dengan suara pelan membuat Razan tersadar dan langsung berdiri tegak.
"Kalian udah selesai?". Tanya Razan dengan aura dingin. Melihat itu Aydan langsung mengerti berbeda dengan Arsyila yang memasang wajah bingung.
"Iya, nih mau makan bareng. Kak Razan mau ikut?". Ajak Arsyila dengan polosnya.
"Gk usah, gue udah kenyang liat kalian berdua baikan". Balas Razan dengan hati yang sudah panas karna terbakar api cemburu.
Razan berniat pergi dari sana namun panggilan Aydan menghentikan langkahnya.
"Bang!". Razan hanya melirik ke samping tanpa menoleh kebelakang.
"Makasih udah mau ngabulin permintaan gue". Mendengar itu ia hanya mengangguk sambil membatin..
~Tapi bukan untuk lo ambil Bang*at!.
Razan dengan perasaan yang masih kesal langsung pergi menuju ruangannya. Arsyila yang melihat perubahan sikap Razan itu merasa sedikit aneh.
"Ay..Kamu pergi sendiri aja ya, ada yang mau aku omongin sama kk Razan". Arsyila beralasan. Ia sebenarnya bimbang jika melihat Razan seperti itu, entah apa sebabnya intinya Arsyila tidak tenang sebelum bertanya langsung pada Razan.
"O-Oh okey". Sebenarnya Aydan ingin menghabiskan waktu lebih lama dengan Arsyila, namun ia tak boleh egois dan harus menepati janjinya pada Razan yaitu sebatas meminta maaf pada Arsyila tidak lebih. Namun sepertinya Razan telah salah faham..
"Bye Aydan.." Arsyila tersenyum sekilas lalu berlari kecil mengejar langkah Razan yang berada jauh didepannya.
Aydan yang melihat itu hanya bisa menghela nafas, siapapun yang akan bersama Arsyila harus bisa ia terima dan ini sudah ia siapkan dari jauh-jauh hari..
________
Razan tiba diruangannya dan langsung mengambil duduk disamping Aldo.
Disana juga sudah ada Chika, Deva, Yana dan juga Kayla sepertinya mereka memang berniat makan bersama diruangan Razan.
"Kenapa lo Zan?". Tanya Aldo melihat wajah masam Razan.
"Ck. Diem lo! jangan banyak bacot". Ketus Razan. Semua orang yang ada di ruangan itu terkejut sekaligus bingung dengan balasan Razan.
"Yeee sensi lo kek cewek PMS!". Cibir Aldo. Razan hanya diam, malas untuk menanggapi.
"Eh Na, abang lo kenapa??". Dheva menyenggol lengan Yana.
"Entah". Yana mengendikkan bahu.
"Biasanya sih penyebabnya cuma satu...." Kayla ikut bergosip. Bertepatan dengan itu Arsyila memasuki ruangan membuat semua orang menoleh ke arahnya termasuk Razan. Namun dengan cepat Razan membuang muka ke arah lain.
"Naah! ini". Kayla berbisik dan ternyata tebakannya benar. Mereka pun bergantian melihat Arsyila lalu Razan.
"Gk salah lagi sih ini". Chika ikut nimbrung.
"Gue mau keluar liat yang lain, kalian makan aja gue dah kenyang". Ujar Razan sambil bangkit dari duduknya dan berjalan melewati Arsyila yang masih berdiri di ambang pintu.
"Kak". Arsyila menahan tangan Razan.
"Kenapa nyusul gue? pergi aja sana sama cinta pertama lo". Razan dengan wajah kesal lalu pergi dari hadapan Arsyila.
"Ha?". Arsyila melongo. Apa Razan barusan sedang cemburu? dari intonasinya saja Arsyila bisa menilai.
"Udah gue tebak!". Seru Aldo yang sejak tadi menjadi penonton.
"Syil mau kemana??". Kayla menahan Arsyila yang hendak menyusul Razan.
"Mau nyusul kk Razan".
"Gk usah, ntar juga balik.. Makan dulu yuk! laperrr nih".
"Tapi.." Sanggah Arsyila.
"Ayooo". Kayla menyeret Arsyila hingga ikut bergabung bersama yang lain untuk mabar(makan bareng).
"Udah Syil gk usah dipikirin, ntar baik lagi kok mana bisa dia marah lama-lama sama lo". -Chika.
Btw mengenai teman-temannya Razan, mereka sudah kembali menerima Arsyila dan berbaikan sejak Razan menjelaskan kesalah fahaman waktu itu.
Arsyila dengan wajah lesu hanya menurut saja namun matanya masih melihat ke arah pintu, berharap Razan tiba-tiba masuk meski itu mutahil karna Razan sekarang hendak pergi merenung ke rumahnya yang ada di belakang sekolah.
____________
Acara pun sudah selesai, dan saatnya untuk pulang.
Arsyila menengok ponselnya sebentar untuk mencari notifikasi dari Hera namun tidak ada. Arsyila pun enggan untuk mengirimkan pesan karna dirinya merasa tidak diperhatikan.
"Aku pulang sama siapa ya? taksi mana ada lewat jam segini". Arsyila membatin.
Entah kenapa pikirannya sekarang hanya tertuju pada Razan, ia yang semulanya berdiri di parkiran pun kembali masuk ke dalam untuk mencari Razan. Namun saat sudah sampai disana, ia hanya menemukan Chika, Dheva, Alzam dan juga Aldo. Sepertinya mereka akan pulang bersama.
"Eh Arsyila..Kenapa balik?". Tanya Chika keheranan.
"Mm kk Razan belum ke sini?".
"Belum, tadi dia minta gue buat kunci nih ruangan ya mungkin dia udah pulang duluan".
"O-Oh.. Ya udah kalo gitu aku pulang dulu ya Assalamualaikum".
"Syil pulang sama siapa?". Alzam menghentikan langkah Arsyila.
"A-a? oh mm bunda". Arsyila berbohong.
"Oh baguslah gue kira gk ada".
"Hehe aku pergi dulu ya".
Arsyila cepat-cepat keluar dari gedung sekolah dengan perasaan yang sulit digambarkan. Kini ia hanya berdiri kikuk di depan gerbang, apa sebaiknya ia pulang berjalan kaki? pikiran konyol Arsyila menghampiri. Ia pun kembali menengok ke segala arah tapi yang ia dapati hanya segelintir orang di area parkiran dan hendak pulang.
Arsyila menghela nafas pasrah..
Dengan langkah pasti ia mulai menyusuri jalan untuk kembali ke rumah, lagipula cahaya lampu dari pada kios-kios yang ada dipinggiran jalan membuat jalan itu menjadi terang namun Arsyila harus menyebrang karna kios-kios tersebut ada diseberang sana.
"Bismillah". Ujar Arsyila yakin, ia tidak terlalu takut lagipula sekarang dirinya sudah menghafal jalan pulang.
Seiring kakinya melangkah begitupula banyaknya sapaan dari mamang dan ibuk kios yang melihat Arsyila berjalan sendiri, malam-malam pulak namun Arsyila hanya membalasnya dengan senyuman.
Hingga di kios terakhir, Arsyila dapat melihat banyak dari para pemuda yang sedang nongkrong disana. BTW kiosnya memang berderet tapi berjarak-jarak gitu sekitar jarak dua rumah lah.
Arsyila awalnya ragu namun karna tidak ada pilihan lain ia harus berani untuk melewati jalanan yang sunyi dengan pencahayaan lampu yang remang-remang itu karna tidak ada kios lagi yang tersisa.
"Neng mau kemana?". Goda salah seorang dari mereka yang berjumlah 6 orang. Arsyila tak menanggapi dan tetap berjalan lurus ke depan.
~Ya allah kok jalannya sepi banget..
Arsyila sedikit takut, namun ia segera meraih ponselnya dan mengutak-atik bermacam aplikasi agar fokusnya teralihkan. Ingatkan jika Arsyila tidak suka suasana sepi.
Ia pun berhenti memainkan ponselnya saat instingnya mengatakan ada orang yang mengikutinya dari belakang. Arsyila pun menoleh dan benar saja 6 pemuda tadi sudah berada lima langkah dibelakangnya. Namun bukannya takut Arsyila malah merasa lega.
Kalian tau kenapa? karna Arsyila merasa ada teman dan tidak sendirian lagi berjalan di jalanan yang sepi ini. Bodoh memang!🙂
Dan lebih gilanya lagi Arsyila sengaja melambatkan jalannya hingga para pemuda yang merasa di wellcomin pun dengan cepat menyetarakan langkahnya hingga kini berada tepat dibelakang dan samping Arsyila.
"Neng kok berani banget jalan sendiri, disini banyak begal loh?". Ujar seorang dari mereka. Arsyila langsung menoleh.
"Iya kah??". Tanya Arsyila dengan wajah tololnya.
"Polos njir". Mereka berbisik.
"Iya neng, emang neng rumahnya dimana?".
"Di jalan Samsudin". Nama jalan guys:)
"Oooh masih jauh dong".
"Hm". Keluh Arsyila lalu kembali menghadap depan.
"Mau kita temenin neng? bahaya loh jalan sendiri".
"Boleh! makasih ya". Ujar Arsyila antusias.
"Broo cewek polos kek gini, bisa kita bohongin ygy".
"Kita langsung aja bawa ke markas".
"Cantik juga uy lumayan kan kalo dibiarin nganggur".
Apa malam ini Arsyila akan menjadi santapan mereka? lalu bagaimana dengan Razan?.
...*****...
See you next chapter💓🔥