Arsyila {Princess Of My High School}

Arsyila {Princess Of My High School}
Bag 15 : Rindu yg terobati



Happy Reading💓🔥


****


"Kk Haris potoin aku sama Syila" Pinta Kayla pada kk nya.


"Oke ayok".


"Eh bentar..Aku mau izin dulu sama ustadzah".


"Oh ya udah kita tunggu". Jawab Kayla.


Bertepatan sekali ust Sani, ustzh Alya dan Fahmi sedang melihat ke arahnya,


Arsyila berlari kecil ke arah mereka.


"Ust..Ustzh Syila boleh Izin foto-foto dulu gk sama temen? ntar syila nyusul belakangan" Ujar Arsyila sambil ngos-ngosan.


"Iya boleh..Ntar kami tunggu disana" Jawab ustzh Alya.


"Makasih ustazah" Arsyila tersenyum kemudian berbalik badan untuk menghampiri Kayla.


"Arsyill eh mau pesen apa!" Tanya Fahmi hingga membuat Arsyila kembali menoleh.


"Ntar aku pesen sendiri aja mi".


"Gk pp biar cepet" Jawab ustadz Sani.


"Oh gitu..Ya udah Fahmi pesenin aja apa yang ada..Syila gk milih kok asalkan halal".


Jawab Arsyila sambil cengiran menampakkan deretan gigi putihnya.


Tidak mungkin juga kan Arsyila meminta gurunya yg pesankan kurang adab sekali..Tak pa lah repotin Fahmi dikit😁.


"Oh ya udah" Jawab Fahmi walaupun Arsyila sudah melangkah lebih dulu.


Ternyata Arsyila gk secuek itu - Batin Fahmi.


"Udah?" Tanya Kayla ketika Arsyila sudah tiba.


"Udah..yuk!" Girang Arsyila.


"Mmm disitu tu yang ada pelang MTQ nya". Tunjuk Kayla pada sebuah poster besar berwarna hijau.


Mereka kemudian berdua berjalan bergandengan dengan Harist yang membuntuti mereka dari belakang yang keberadaannya tak dihiraukan sama sekali..Nasib nasib.


"Ayoook kk Harist potoin" Girang Kayla merekapun berfoto ria sesekali mengubah gaya.


"Ya udah aku mau nyusul ustzh aku dulu ya.."


Ujar Arsyila ketika mereka sudah selesai dengan acaranya.


"Ya udah..Hati-hati di jalan Syill" Kayla melambaikan tangannya pada Arsyila dan disambut senyum hangat olehnya.


*****


"Huh!"


Arsyila merebahkan tubuhnya di kasur empuk miliknya, akhirnya setelah melewati hari yang melelahkan ia bisa tidur nyenyak lagi.


Tok Tok Tok


"Arsyila ayok bangun sayang..Makan malam".


Tak mendengar jawaban Hera membuka pintu Arsyila yang ternyata tidak terkunci dengan membawa nampan berisikan nasi goreng dan susu.


Hera tau pasti Arsyila sangat lelah hingga tak enak memintanya turun karna ia baru saja pulang. Akhirnya Ia berinisiatif untuk membawakan Arsyila saja ke atas.


Arsyila membuka matanya yang sempat terpejam.


"Bunda kenapa repot-repot bawain Syila?". Tanya Arsyila tak enak.


"Gk pp kamu pasti capek..Sini bunda suapin".


Arsyila lalu mengambil posisi duduk.


"Bunda gk lagi ada jadwal ngajar les di MI?"


Tanya Arsyila sambil melahap nasi yang disuapkan Hera.


"Ada..Tapi bunda ambil Cuti".


"Lah kok gitu?".


"Kamu kan pulang hari ini masak bunda gk sambut? Maaf ya Bunda gk bisa ngeliat langsung syila nerima piala tadi" Ujar Hera menatap Arsyila sendu.


"Gk pp bunda" Ujar Arsyila sambil tersenyum..Ia cukup mengerti.


"Tapi bunda tetep Doain kamu..Kamu jangan pernah mikir kalo bunda gk perduli sama kamu".


Arsyila mengunyah pelan nasinya sambil berfikir..Apa bundanya bisa mendengar isi hatinya?? atau membaca fikirannya?.


"Iya bunda" Jawab Arsyila kemudian.


"Ya udah sekarang kamu tidur..Besok mau sekolah apa nggk?" Tanya Hera sambil memberikan suapan terakhir Arsyila..


"Nggk dulu bund..Soalnya Syila pengen Istirahat, dipondok kemarin latihannya fulltime". Arsyila akhirnya bisa mengeluarkan keluhannya.


"Ya udah besok bunda kirimin surat Izin".


Jawab Hera kemudian mencium pucuk kepala Arsyila yang jarang ia lakukan lagi ketika Arsyila hendak tidur.


"Ya udah kamu pagian tidur ya..Bunda masih mau rekap tabungan anak-anak dulu".


Ujar Hera karna dia selain jari guru pembimbing juga menjabat menjadi Wali Kelas.


Hera kemudian keluar dari kamar Arsyila tak lupa menutup pelan pintu kamar tersebut.


Mata Arsyila berkaca-kaca..Ada perasaan haru dalam hatinya dan.. Sedikit rasa bersalah karna menganggap Hera tidak memperdulikannya hingga tak sadar air mata yang sudah terbendung tadi menitik pelan.


Arsyila bukanlah tipe gadis yang cengeng apalagi ingin terlihat lemah didepan banyak orang untuk mengambil simpati.


Jika masih mampu ia akan memilih kamar mandi atau ruangan kosong untuk melampiaskan tangisnya dan pura-pura ceria dihadapan banya orang. Sungguh topeng yang bagus:)🎭


Drttt Drrt


Suara getaran notifikasi bertubi-tubi masuk ke handponnya..Arsyila sampai lupa meraih handponnya yang ada di atas nakas yang sudah ia tinggalkan 2 hari ini.


Tertera spam SMS dari Aydan.


Astaga bisa-bisanya Arsyila lupa dengan tiga pengawalnya.


Arsyila kemudian menyalakan data dan membuka Apk hijau dengan logo telpon dan chat. Arsyila membiarkan Handponnya dulu karna pesan-pesan masuk yang banyak mengakibatkan Hp nya menjadi lag.


"Gini kah rasanya jadi seleb?" Gumam Arsyila sambil menyangga dagunya dengan tangan.


Hal pertama yang Arsyila lihat adalah spam chat dari Aydan yang sudah off satu jam yang lalu.


Aydan Rabbani🌹


Arsyilaaa😥


Kangeeennn😭😭😭


Syilaa kpn pulang???


katanya 2 Hariiii tp kok blum On Aku tungguin looh ampe jam 10😑


Syill klo pulang kabarin Aydan yaa!!


Rinduu💓 √√


Arsyila cekikikan melihat spam chat dari Aydan dari jam yang berbeda-beda.


"Aydan manja banget..kek bocil hihihi"


Arsyila belum niat membalasnya..Ia keluar dari roomchat nya dengan Aydan dan membuka group persahabatannya yang tak kalah ramai.


^^^Aku pulang 💓😁^^^


Arsyila mengetikkan kata-kata singkatnya tanpa membalas chat teratas yang sudah tenggelam.


Tak berselang lama Arsyila mendapat banyak balasan.


Devan:Eh Bidadari gw..sehat syil??


Alzam:Kita woyyy kita!😏


Devan:IYAIN DEHH! Takutnya ntar yg di gk in Gentayangan haha


^^^Aku Alhamdulillah sehat..^^^


^^^kalian gimana??^^^


Alzam:Kita sih sehat2 aja ya syil tapi gk tau deh ama pangeran Kuda yang satu tu lagi nangis dia dikamarnya🤣🤣🤣


Devan:Cengeng banget syil..Klo gue jadi lo sih bakal Illfel wkwk


^^^Haa?? Nangis knp?^^^


Devan:Nangisin Lo! liat aja besok😆


Alzam:Gk sabar gue pengen ngejek Aydan besok kalo dia udh ktemu Arsyila


Devan:Lah ini kita gk lagi ngejek ya?🤔


Alzam: Gk lah! Orang kita cm nyebut☺


^^^ya udh aku tidur dulu yaa^^^


^^^Good night smua👋🏻☺^^^


Alzam:Nice dream syill💓


Devan:Met bobok cantik😘


Devan:Gk pp deh sekali-kali dimarahin Aydan besok..ya gk @Zam?


Alzam:Gk ah lo aja org gue cuma emot jantung


Arsyila mematikan data selulernya membiarkan dua curut itu berbalas pesan.


Hingga tak lama Arsyila menguap dan langsung memejamkan matanya setelah membaca doa tidur 😴.


_________


Jam alarm berbunyi membuyarkan tidur pagi Arsyila yang sempat dilanjutkan setelah sholat subuh tadi.


Arsyila menengok Hp nya ternyata sudah jam 9:50. Arsyila kemudian bangkit dari tidurnya dan membersihkan dirinya.


Ia kemudian turun ke bawah setelah rapi dengan pakaian rumahannya dan jilbab jadi pendek yang ia biasa pakai untuk bersantai namun tetap menutupi area dadanya.


Arsyila berjalan menuju meja makan yang tersedia makanan sisa yang sudah didisihkan Hera untuknya.


Sepi..Itulah keadaan rumah yang luas itu karna Adhira sedang sekolah dan Hera pergi mengajar.


Arsyila makan dalam keheningan ia tidak takut ataupun merasakan hawa yg berbeda seperti kejadian disekolah sebelumnya..


Karna Ia sudah biasa di hari libur begini sendirian dan juga ada televisi yang ia sengaja nyalakan agar suasananya sedikit ramai


tak lupa handphone yang ia pegang menampilkan roomchat nya dengan tiga serangkai yang masih berbalas pesan padahal sedang ada jam pelajaran yang berlangsung dikelasnya.


Tak berselang lama suara ribut dan ketokan pintu dari luar mengejutkan Arsyila Untung saja Arsyila tidak tersedak.


Arsyila kemudian berjalan ke arah pintu utama dan membukanya perlahan.


"Arsyilaaaaa!!!!" Girang Aydan didepan pintu dan ada Devan dan Alzam dibelakangnya


Arsyila semakin dibuat kaget.


"Ya ampuun Aydannn gk usah teriak jugaa aku kaget tau" Arsyila cemberut.


"Hehe kan kalo langsung peluk gk bolehhh ya gimana dong?!!" Aydan menampakkan Puppyeyes nya.


"Nikahiin makanya bwang!" Sahut Devan dari belakang.


"Iya tuh bwang" Alzam ikut-ikutan.


"Gaya gue!"


"Lah emang lo yang nyiptainn?!"


Alzam dan Devan menjadi berdebat dibelakang


Arsyila hanya geleng-geleng kepala begitu juga Aydan..


Aydan kemudian mengajak Arsyila masuk terlebih dahulu ke ruang tamu meninggalkan duo curut itu yang masih bertengkar didepan pintu.


Mereka kemudian mengambil duduk di sofa panjang depan televisi yang masih menyala dengan jarak satu jengkal.


Aydan membalik posisi duduknya menghadap Arsyila dengan menaikkan sebelah pahanya diatas sofa.


Arsyila menoleh..


"Liatnya gitu banget" Sindir Arsyila melihat Aydan yang bersandar di dinding sofa sambil bersidekep dada memperhatikannya.


Aydan tak merespon. Ia hanya memandang Arsyila tanpa suara.


"Ishhh Aydann jangan diliatin truss" Arsyila salting menutup wajahnya yang sudah memerah.


Aydan ikut tersenyum Kecil melihat tingkah yang biasa Arsyila lakukan di depannya.


"Kangen.."


Hanya satu kata itu yang mampu Aydan utarakan mewakili kerinduannya pada Arsyila.


Arsyila menoleh ke arah Aydan mengintip wajah tampan itu lewat celah jemarinya.


"Aku jugaa". Ujarnya tanpa sadar.


"Woy tega banget kalian ya!!!" Alzam datang merusak suasana.


"Ngapain kalian jadi main petak umpet?" Heran Devan melihat posisi tangan Arsyila yg sedang menutup wajahnya karna malu.


"Aishhh bisa gk si kalian jangan jadi perusak!" Ujar Aydan menatap garang dua sahabatnya.


"Eh Dan kalo dua orang berduaan biasanya yang ketiga itu Setttan" Ustadz Alzam menceramahi.


"Iya! kan lo SETTANNYAA" Aydan ngegas dikalimat terakhirnya.


"Buahaaaahahahaaa" Devan tertawa terpingkal-pingkal melihat wajah terkejut Alzam


Arsyila juga berusaha menahan tawanya namun ia tak bisa dan akhirnya ikut tertawa dengan menutup mulutnya.


"Mampus lo zam! hahaha".


"Udah-udah kasian Alzam" Ujar Arsyila pura-pura kasihan.


"Iya kan beb kasian hiks..Jahat banget mereka".


Alzam mengadu pada Arsyila sambil menggosok-gosok matanya dengan tangan sok puitis.


"Dih ! bab beb bab beb! muka lo tu mirip Bab-


"Dan..Ih gk boleh"


Arsyila memotong ucapan Aydan yang hendak mengatai Alzam.


"Hehe" Cengir Aydan.


"Gk kebayang kalo Aydan nikah ama Arsyila bakal jadi STB deh kayak nya" Ujar Devan yang sejak tadi bertugas sebagai kompor beduk.


"Apa tuuuuuh" Alzam ikut-ikutan berniat membalas.


"Suami Takut Binik Hahaha"


Alzam dan Devan tertawa mengejek Aydan yang kembali ternistakan.


"Gk lucu ! " Balas Aydan.


Karna bosan tertawa Devan akhirnya berniat ikut duduk di sofa tapi Aydan melarang keras sehingga terpaksa ia dan Alzam duduk di bawah di atas karpet yang tersedia seperti dua orang babu..


"Aku buatin minum ya".


Arsyila hendak bangun namun dihentikan Aydan.


"Gk usah diem aja disini biar Alzam yang buat"


Ujar Aydan santai.


"Lah kok gu-


"Nurut atau gk gue kasih nginep lagi!" Ancam Aydan karna Alzam masih suka menginap di rumah Aydan ketika habis balapan sebagai alasan agar tidak ketahuan papanya.


"Iyeyeee"


Alzam beranjak ke dapur milik Arsyila yang berada di dekat ruang tamu. Arsyila terkekeh geli melihat hal itu.


"Eh bentarr...Kalian kan masih pake seragam berartiiii.."


Arsyila baru menyadari ternyata orang-orang dihadapannya ini masih menggunakan seragam lengkap.


"Bolos".


Jawab Devan dan Aydan bersamaan tanpa beban.


"Astagaa" Arsyila menepuk Jidatnya.


"Lagian kamu gk masuk..Ya pikir aja! kamu gk masuk dua hari aja aku Galauu apalagi nambah satu hari lagi". Ujar Aydan dramatis.


"Nah mulai dah alaynya nih bocah" Gumam Devan sambil menyaksikan drama Indosiar didepannya yang sedang Live Streaming.


"yaa kan aku capek kemarin..Masak langsung masuk" Sahut Arsyila.


Tak lama kemudian Alzam datang membawa nampan yang berisi air.


"Lahhh" Devan cengo melihat air gelas yang hanya berisikan air putih dan satu gelasnya lagi berisikan susu.


Alzam membagikan air mineral tersebut satu persatu dihadapan mereka seperti seorang pegawai kave.


"Silahkan diminum".


Alzam kemudian kembali ke tempat duduknya dan menyeruput gelas susunya seorang diri.


"Wah waahh curang looo" Ujar Devan tak terima.


"Lah kan Arsyila bilangnya mau buat minuman lah ini kan minuman!".


Ucap Alzam acuh melihat ke arah Devan.


"Tapi bukan air putih begoook"


Mulai sudah dua curut itu bertempur.


"Udah..Udah biar aku aja yg buatin" Ujar Arsyila menengahi mereka yang sedang berebutan.


"Kena tuh air panas baru tau rasa tuh kalian" Ujar Aydan menunjuk susu panas yang sedang diseruput Devan.


"Gk usah Syila gk usah gue kesini cuma mau nengok lo aja, setelah ini mau langsung balik ke sekolah soalnya ada pelajaran penjas" Jelas Aydan.


"Oh gitu"


"Ya udah kalo gitu gue mau langsung cabut lo gk pp kan sendiri di rumah?" Tanya Aydan perhatian.


"Gk pp" Ujar Arsyila sambil tersenyum mengikuti Aydan yang sudah berdiri.


"Ya udh ntar lagi kesini ByeBye sayaang..Assalamualaikum" Aydan tersenyum kemudian berjalan ke arah Devan dan Alzam yg menatapnya geli.


"Yuk ah malu-maluin gue aja lo pada".


Ujar Aydan sambil merangkul ke dua sahabatnya dan berjalan keluar melewati pintu utama yang masih terbuka lebar. Sengaja tak ditutup agar tidak menimbulkan perasangka buruk dari orang lain nanti.


"Perasaan kita deh yang malu Dan" Sahut Devan.


Arsyila hanya tersenyum kecil melihat tingkah mereka bertiga dari kejauhan. Sejak mengenal tiga serangkai itu hidupnya menjadi berwarna.


...******...


Hay Hay Apa kabar??? Mau lanjut gk nich😍


See you Next Part👋🏻😍