
...Happy Reading💓🔥...
...*****...
Hari ini Arsyila sangat senang...Kalian tau mengapa?.
Ya! tadi pagi, Arsyila mendapat kabar bahwa Ayahnya akan kembali ke indonesia dengan alasan pekerjaan itupun hanya sehari. Jadi Arsyila akan memanfaatkan waktu sebaik mungkin di pertemuan singkatnya ini.
Kini bel pulang sekolah berbunyi, Arsyila sudah berpesan pada Hera untuk menjemputnya karna Razan tidak masuk sekolah. Ia sendiri tak tau penyebabnya.
Tin Tinnn
Arsyila yang baru sampai diparkiran segera berlari kecil ke arah gerbang, ia sangat mengenal suara klakson bundanya. Arsyila pun langsung masuk ke dalam dan duduk di kursi belakang bersama Adhira.
Mobil dijalankan..
"Kita ke supermarket bentar ya beli bahan dapur, ntar malem temen Ayah juga mau dateng". Ujar Hera.
"Iya bund". Jawab Arsyila dan Adhira bersamaan.
Hera menghentikan mobilnya kala sudah tiba didepan supermarket yang berada tak jauh dari rumahnya.
"Kalian mau ikut?". Tawar Hera.
"Dhira ikut, mau beli susu". Antusias Adhira.
"Kakak?". Tanya Hera pada Arsyila.
"Gk, Syila diam di mobil aja".
"Ya udah...Ayok Dhir". Ajak Hera.
"Kak gk ada yang mau di titip?". Tanya Adhira sebelum turun dari mobil.
"Coklat aja sama eskream rasa vanilla satu".
"Okey". Adhira pun segera turun mengekori Hera.
Sambil menunggu Arsyila mengecek ponselnya tiada lain hanya untuk mengetahui status online Razan.
"Kak Razan kenapa ya? kok tumben gk online seharian.." Arsyila terlihat gelisah. Ia pun meletakkan kembali ponselnya di dalam tas sambil menghela nafas lelah tak lupa ia menyetel music mellow agar suasana hatinya lebih fresh.
Pandangannya menyapu jalanan dan tak sengaja ia menangkap seseorang yang nampak tak asing sedang berjualan dipinggir taman sambil mengelap keringatnya yang menetes karna terik matahari yang menyengat.
"Nia!". Arsyila terkejut, ia pun semakin memperjelas penglihatannya.
"Ya ampun Nia". Ujar Arsyila lalu bergegas turun dari mobilnya untuk menghampiri Nia.
"Nia". Panggil Arsyila saat sudah tiba dihadapan Nia.
Nia terkejut lalu spontan menutup wajahnya.
"Mau beli apa mbak?? go-gorengan udah habis,, cari ditempat lain aja".
"Nia, aku tau itu kamu....Kamu kenapa bisa jualan di sini??".
Nia pasrah lalu membuka penutup wajahnya.
"Sini duduk dulu, biar lo gk kepanasan". Nia menyeret tangan Arsyila lalu mengajaknya berteduh dibawah atap kecil yang terpasang di atas gerobaknya.
"Lo kok bisa liat gue?". Tanya Nia.
"Ya iyalah kan kamu mahluk transparan". Celetuk Arsyila.
"Hehe maksud gue lo ngapain kesini?".
"Aku lagi nungguin bunda terus gk sengaja liat kamu".
"Ooh..Lo mau gorengan apa? gue buatin". Tawar Nia.
"Gk usah aku dah kenyang...Oh ya kamu belum jawab pertanyaan aku! kenapa kamu bisa disini?".
Nia menundukkan kepala..
"Mau gimana lagi, semenjak dikeluarin dari sekolah papa marah besar dan gk pernah kirim uang lagi".
Arsyila yang mendengar itu sedikit merasa bersalah, bagaimanapun juga...Nia dikeluarkan dari sekolah karna dirinya meski dalam posisi Nia yang bersalah.
"Jadi....Kerjaan kamu tiap hari kaya gini?". Tanya Arsyila ragu-ragu.
"Iya, terpaksa..." Keluh Nia.
"Maaf Nia.."
"Maaf? untuk apa?".
"Karna aku kamu dikeluarin dari sekolah".
Nia menggeleng.
"Gue yang begok, udah tau konsekuensi malah dilakuin".
"Kak Syil!". Panggil Adhira dengan nafas sedikit terengah. Ketauhilah Adhira sedari tadi mencari keberadaan Arsyila..Bisa-Bisanya ia mengira kk nya diculik.
"Dari tadi dicariin tau-taunya lagi nunggu gorengan".
"Hehe, kalo gitu aku pulang dulu ya". Pamit Arsyila setelah cengiran ke arah Adhira.
"Iya hati-hati Syil".
"Okey". Balas Arsyila lalu menghampiri adiknya.
"Loh gk jadi beli gorengan?". Adhira keheranan.
"Gk jadi, yuk balik...Dadah Nia". Arsyila menyeret adiknya lalu kembali menyusul Hera di mobil.
Nia yang melihat kepergian Arsyila hanya bisa bernafas pasrah...Nia baru ingat kalo tadi ia belum sempat meminta maaf pada Arsyila.
"Semoga bisa ketemu Arsyila lain waktu". Gumam Nia lalu kembali bekerja.
___
Kini Arsyila sudah tiba di depan gerbang rumahnya. Ia pun segera turun dari mobil sambil mengigit coklatnya sedangkan eskream yang ia pesan tadi sudah lebih dulu dihabiskan di mobil.
Tiba-Tiba panggilan masuk dari Radit mengalihkan atensi Arsyila. Arsyila segera mengambil ponselnya yang masih berada di dalam tas dan langsung mengangkat panggilan dari ayahnya.
"Assalamu'alaikum, hallo anak Ayah lagi apa?". Girang Radit dari seberang sana.
"Wa'alaikumussalam baru pulang sekolah yah..Ayah sekarang lagi dimana??"
"Ini udah mau nyampe bandara".
"Yey! Ayah hati-hati di jalan jangan lupa berdo'a".
"Iya, kalo gitu Ayah tutup dulu ya ada yang harus diurus".
"Iya yah".
"Assalamualaikum".
"Wa'alaikumussaalam warohmatulloh".
Tut
Panggilan terputus.
"Siapa yang nelpon kk?". Tanya Hera yang sempat mendengar pembicaraan Arsyila, Adhira pun begitu.
"Ayah". Jawab Arsyila sembari tersenyum..
"Oh Ayah bilang apa?".
"Katanya Ayah dah nyampe Indonesia, tapi masih di bandara". Jelas Arsyila.
Tadi malam Radit hanya menelpon Hera untuk sekedar memberitahu kepulangannya hari ini, sedangkan rincian perjalanannya hanya Arsyila yang diberitahu.
Adhira yang melihat itu merasa tak nyaman, meski mendapatkan kasih sayang Hera sepenuhnya, mesti sikap egois itu tetap ada.. Menurutnya Radit lebih menyayangi Arsyila daripada dirinya tapi bukan berarti ia membenci Arsyila melainkan hanya ingin diperhatikan oleh Radit sama seperti Arsyila.
Jika Adhira saja bisa merasakan hal itu, bagaimana dengan Arsyila???. Bukankah kurangnya perhatian dari orang terdekat jauh lebih menyakitkan?…
Arsyila tak ingin basa basi, ia pun segera menaiki tangga menuju kamarnya, bersiap-siap menunggu kepulangan sang Ayah.
Tiga jam berlalu.....
Arsyila baru saja menyelesaikan ritual mandinya dan dikejutkan dengan suara deringan ponsel yang memenuhi ruangan.
"Kak Razan!". Antusias Arsyila lalu berlari kecil ke arah ponselnya yang tergeletak di kasur. Ia pun segera meraih benda pipih tersebut namun semangatnya sedikit berkurang karna tebakannya salah.
Tertera kontak Radit memenuhi layar ponselnya...Namun tak apa, Arsyila pun tetap senang dan langsung menghubungkan panggilannya.
"Hallo yah". Sapa Arsyila mendahului.
"Nak, Ayah udah di depan rumah...Bukain dong gerbangnya ini". Terdengar kekehan kecil dari Radit.
"Hah??? masa si?". Arsyila tak percaya lalu mengintip kecil dari balik jendela kamarnya dan benar saja sebuah mobil Alphart berwarna silver tengah berhenti disana.
Mata Arsyila berbinar-binar.
"Tunggu yah! Syila pake kerudung bentar". Antusias Arsyila lalu melempar asal ponselnya di kasur.
Arsyila segera mengambil pakaian dilemari lalu memasangnya dengan buru-buru tak lupa ia memakai jilbab sport yang lebih simple lalu bergegas turun ke bawah.
Saat sudah sampai ditangga bawah Arsyila langsung disambut dengan wajah tampan Ayahnya dan disusul Hera dari arah belakang.
"Ayaaahhh". Girang Arsyila sambil berlari lalu menerjang tubuh Radit.
"Wih seneng banget ya Ayah pulang". Ucap Radit sambil mengelus pelan tengkuk Arsyila.
"Ayah Syila kangen". Jujur Arsyila sambil menangis didalam pelukan Ayahnya saking merasa terharu.
"Huhu putri Ayah udah besar ya sekarang, makin cantik lagi...Udah punya pacar belom nih?".
"Kata Ayah kan gk boleh pacaran dulu.." Ujar Arsyila sembari melepas pelukannya.
"Iya gk boleh, tapi kalo langsung nikah Ayah bolehin". Ucap Radit lalu melirik Hera.
"Ha?? maksudnya". Tanya Arsyila yang loading lambat.
"Nanti temen Ayah mau kesini...Kita makan malam bersama, kamu jangan lupa dandan yang rapi ya biar makin cantik".
"Mmmm temennya Ayah...Om-Om?". Tanya Arsyila dengan wajah polos.
"Iya, dia juga bawa anak cowok kok makanya Ayah suruh dandan yang cantik siapa tau anaknya naksir. Kamu gk jomblo lagi deh".
"Co-Cowok?". Arsyila mendadak gugup, kalau anaknya suka apa dia akan dijodohkan? lalu bagaimana dengan Razan?. Pikiran Arsyila sudah kesana kemari.
"Iya". Jawab Radit sambil mengelus pucuk kepala Arsyila.
"Loh Adhira? kenapa berdiri disitu? sini... Kamu gk kangen ya sama Ayah?". Ujar Radit melihat Adhira yang hanya berdiri di depan pintu kamarnya sambil memperhatikan obrolan mereka.
Adhira pun dengan ragu-ragu berjalan ke arah Ayahnya.
"Apa kabar yah?". Adira menyalami tangan Radit.
"Loh Ayah gk dipeluk?". Ujar Radit sambil merentangkan tangannya. Hera yang melihat itu hanya diam, ia sudah tahu apa yang dirasakan Adhira.
"Hehe". Adhira cengiran lalu memeluk Ayahnya sebentar.
"Ya sudah kita buka oleh-oleh dulu yuk! Ayah bawa banyak loh untuk kalian".
Mata Arsyila dan Adhira berbinar-binar.
"Buat Adhira ada gk yah?". Tanya Adhira ragu-ragu.
"Iy dong, masa Ayah beliin mama doang". Jawab Radit sambil terkekeh.
~Kirain buat kk Syila doang..
______________
Malam sudah tiba...
Dan kini Arsyila dan Adhira sibuk membantu Hera menyiapkan jamuan diruang tamu setelah memindahkan kursi dan meja dapur kesana sedangkan Radit tengah asyik bertelpon dengan temannya yang akan datang.
"Syil kok belum siap-siap?". Tanya Hera pada putrinya melihat Arsyila yang masih seperti emak-emak karna kini sedang mengenakan daster.
"Ntar bund.." Jawab Arsyila malas-malasan.
"Eh..Entar tamunya dateng gimana?".
"Biarin".
Hera yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala, awas saja nanti jangan sampai Arsyila menyesal.
Tin Tin
"Eh kayaknya temen Ayah dah dateng, loh Syila??? kok belum ganti baju?". Radit terkejut melihat penampilan putrinya.
"Syila gini aja ya yah? males banget gantinya". Keluh Arsyila, sebenarnya ia ingin menghindar untuk terlihat cantik agar putra dari teman Ayahnya tidak menyukai dirinya.
"Ya ampuun...Ayah gk mau tau, cepet ganti baju sana". Perintah Radit tanpa bantahan.
"Tapi yah-"
"No-No! sana". Radit menunjuk kamar Arsyila.
Arsyila menghela nafas panjang lalu segera naik ke kamarnya.
"Iihhh males banget!". Kesal Arsyila sambil menghentak-hentakkan kakinya di lantai. Ia tiba-tiba kepikiran dengan Razan lalu segera meraih ponselnya.
Mata Arsyila berbinar melihat Razan yang kembali berstatus online dan tanpa basa basi ia pun segera mengirimkan pesan.
^^^Kak....^^^
Langsung centang biru dong!
Kak Razan💓📝
Hye
^^^Kak Razan kemana aja???^^^
Hatimu💕
^^^Seriuss loh kak😒^^^
Hehe iya maaf, tadi sibuk.
"Mmm bilang gk ya?". Arsyila ragu-ragu. Ia sangat takut jika Razan sampe marah nanti dan berujung mengobrak-abrik rumahnya.
"Aku kasih tau aja, daripada kk Razan tau dari orang lain. Dia pasti makin marah". Putus Arsyila lalu kembali mengetik.
^^^Kak Razan aku mau dijodohin😔😭^^^
Sama?
"Kok santai gitu si balesnya????". Bingung Arsyila. Saat hendak mengetik lagi, status Razan sudah offline.
"Yahh offline". Arsyila berdengus.
Tok Tok Tok
"Syill? udah siap belum? tamunya udah dateng loh". Hera menggedor pintu kamar Arsyila dari arah luar.
"Iya bund...Bentar lagi siap". Bohong Arsyila.
"Cepet ya!".
"Iya". Sahut Arsyila namun tak bergerak sedikitpun dari tempat duduknya.
"Turun gk ya? tapi kalo aku gk turun pasti Ayah bakal kecewa..." Gumam Arsyila sambil berfikir keras.
Cling💡
Tiba-Tiba sebuah ilusi lampu muncul dibenaknya...Arsyila kedatangan ide konyol.
Ia pun berlari kecil menuju lemarinya dan mengambil satu set piyama serta jilbab bella square ukuran pendek dan memakainya lalu beranjak keluar kamar.
"Bukannya ini mengusir secara halus ya?". Gumam Arsyila sambil tersenyum senang melihat penampilannya yang seperti orang gabut.
Sesampainya dipertengahan tangga Arsyila bisa melihat sendiri keluarganya tengah asyik berbincang dengan tamu yang dimaksud Ayahnya....
Mereka yang ada disana juga begitu, saat mendengar suara hentakan kaki dari arah tangga mereka pun serentak menoleh ke arah Arsyila.
Arsyila dan satu-satunya pemuda yang ada disana sempat beradu mata. Terlukis senyum nakal dibalik tatapan pemuda tampan yang tengah menatap ke arahnya itu.
"Hah tamunya?". Arsyila melototkan matanya kala tau siapa yang datang.
Tanpa kata ia pun berbalik hadap berniat kembali ke kamarnya untuk mengganti pakaian. Sungguh Arsyila sangat malu untuk saat ini.
"Loh Arsyila kenapa balik?". Panggil Radit pada putrinya sedang yang lain ikut terkekeh melihat Arsyila yang salting.
"Ada yang kelupaan yah". Sahut Arsyila tanpa menoleh dan berlari kecil menuju kamarnya.
"Huh! itu dia bukan si?". Jantung Arsyila jedag jedug didalam.
Arsyila pun langsung berjalan menuju lemarinya untuk memilih gamis syar'i yang ia suka. Lalu mengganti piyama panjangnya dengan pakaian syar'i.
Wajah yang tadinya dibiarkan natural kini ia olesi sedikit bedak dan liptin berwarna wortel.
"Perfect". Gumam Arsyila melihat penampilannya di cermin lalu turun ke bawah.
"Nah gini kan rapi". Ujar Radit pada putrinya membuat pipi Arsyila merah menahan malu.
"Karna Arsyila sudah datang kita langsung aja ya mulai pembahasannya". Cakra memulai topik.
~Kok aku deg-degan ya?. Batin Arsyila.
"Langsung tanya mereka aja Pa, kita kan dah sepakat". Sambut Jasmin dan diangguki Radit dan Hera. Adhira hanya diam, ia sudah tau mengenai perjodohan kk nya dari bundanya.
"Arsyila, kamu kan udah besar...Ayah yakin kamu pasti ngerti kan apa yang Ayah maksud?". Tanya Radit pada putrinya.
"Syila...Mau dijodohin kan?". Tanya Arsyila ragu-ragu.
"Yaps betul! jadi gimana jawaban kamu sayang? Om sama tante udah nunggu loh". Jasmin kegirangan.
Arsyila melirik sebentar ke arah Razan... Ia sedikit ragu, bagaimanapun juga perjodohan ini terlalu mendadak untuk Arsyila. Jika menolak sudah pasti banyak pihak yang kecewa, kalau terima...Arsyila tak ingin terburu-buru.
"Gimana sayang? kok diem". Tanya Hera.
"A-Aku....." Arsyila masih menatap Razan.
"Mmm aku terserah kk Razan aja". Jawab Arsyila, ia sendiri juga belum tau jawaban Razan. Mungkin saja kan Razan dipaksa? pikir Arsyila.
Kebalik Syil:(
"Alhamdulillah..." Ucap mereka serentak. Senyum Razan kembali merekah.
"Kok?". Arsyila keheranan.
"Kan Razan yang minta, gk perlu ditanya mah anak tante". Tebak Jasmin.
~Dasar!. Batin Arsyila.
"Ayah...Bunda, Om, Tante....Syila boleh ngomong bentar gk ma kk Razan?".
"Oh boleh sayang, silahkan". Radit yang mewakili.
"Kak Razan ikut Syila bentar..." Pinta Arsyila. Razan mengangguk pelan lalu ikut bangkit dan mengekori Arsyila dari belakang.
Tibalah mereka didepan halaman rumah..
"Ini maksudnya apa?". Tanya Arsyila sambil bersidekap dada.
"Hm?". Razan mengernyitkan dahi.
"Kenapa mendadak begini? dan kenapa kk Razan gk kasih tau aku sebelumnya?".
"Hehe...Biar suprise". Razan cengiran.
Arsyila hanya bisa menghela nafas mendengar jawaban Razan.
"Emang kenapa si? lo gk suka ya sama perjodohan ini?".
"Bukan gitu....Aku kira bukan kk Razan yang dateng" Sanggah Arsyila. "Tau gitu kan aku bisa siap-siap lebih awal". Lanjut Arsyila dengan menggerutu sambil mengerucutkan bibirnya karna kesal.
Razan terkekeh geli.
"Ohhh makanya ya tadi lo pake baju tidur". Ejek Razan.
"Yaaa!". Jawab Arsyila ketus.
"Hm kirain mau langsung". Ujar Razan frontal yang langsung saja mendapat cubitan maut dari Arsyila. Tumben otaknya encer.
"Mm tapi aku mau nanya serius nih".
"Tanya aja".
"Mm kk yakin mau berjodoh sama aku?".
"Yakin". Jawab Razan mantap.
"Kenapa gk nunggu pas lulus aja?". Tanya Arsyila membuat Razan mengangkat sebelah alisnya.
"Mmm maksud aku kan nanggung, tinggal bentar kk lulus aku juga udah kelas Xl.."
"Kalo gue biarin lepas, takutnya lo duluan di ambil orang...Lagipula ini masih perjodohan mungkin mengenai waktunya belum disepakatain".
"Hmm gitu". Arsyila nampak berfikir.
"Jadi gimana? lo setuju kan sama perjodohan kita?". Tanya Razan. Arsyila mengangguk sambil melempar senyum.
"Good girl". Razan mengelus sekilas pucuk kepala Arsyila.
"Ya udah yuk balik, Ayah sama bunda pasti lagi nungguin kita". Razan mendelik.
"Papa sama Mama gue gk disebut?".
"Ya itu udah tercakup..Emang harus banget ya?". Arsyila menghela nafas.
"Ya gk juga si".
"Ya udah ayok masuk". Arsyila menatap datar ke arah Razan lalu berjalan masuk berdampingan dengan Razan.
Hingga saat sudah tiba dipintu utama, Arsyila merasa ada yang aneh dengan tubuhnya. Ia pun terpaksa berhenti.
"Syil kenapa?". Tanya Razan melihat wajah Arsyila yang sudah berubah pucat.
"Gk papa....Argh". Arsyila spontan menyentuh dadanya yang tiba-tiba terasa nyilu.
"Syill...Lo baik-baik aja kan??". Razan sangat khawatir lalu merengkuh tubuh Arsyila. Orang-Orang yang sedang makan diruang tamu dibuat terkejut dengan teriakan Razan lalu segera menghampiri mereka.
"Kak! dada aku sakit". Keluh Arsyila sambil bertumpu ditangan Razan.
Dan tak bertahan lama...Kesadaran Arsyila mulai mengabur dan ia pun jatuh pingsan.
"SYILLLLLL!!!!!!?!".
...******...
Semoga kalian gk bosen😔
See you next Chapter👋🏻💓🔥