Arsyila {Princess Of My High School}

Arsyila {Princess Of My High School}
Bag 14 : Pengen punya Abang:)



...Sebelum membaca alangkah baiknya di Komen dulu yaa..Vote,Like juga boleh๐Ÿ’“๐Ÿ‘Œ๐Ÿป...


...Happy Reading๐Ÿ‘€...


...*****...


...Hal Mustahil yang sangat di inginkan oleh anak perempuan pertama adalah Hadirnya seorang KK Laki-Laki.....


...~Arsyila Audiva Janea...


"Gk ke kantin Dan?"


Tanya Devan ketika mereka sudah sampai dipintu kelas, untuk sama-sama mengambil jam Istirahat di kantin.


"Gk. Gue mau ke kelasnya Arsyila".


"Lah...Kan si Arsyila gk masuk".


Ujar Devan mengingat kemarin Arsyila sempat bilang kalau dia akan menginap 2 hari dipondok lamanya tanpa membawa handpone.


Dan itu diinformasikan Arsyila lewat group persahabatan bagay kepompongnya yang dipleset menjadi kedondong oleh si katrok Alzam.


Grup yang semulanya berpenghuni tiga orang jadi ber-empat karna Aydan yang memaksa untuk ikut katanya ia takut Arsyila diembat dua sahabatnya:)


Aydan berjalan berlainan arah tanpa menghiraukan ucapan Devan.


"Ckck emang udah bucin akut tuh bocah sama Arsyila".


Alzam geleng-geleng kepala melihat punggung Aydan yang sudah menjauh.


Aydan nyelonong masuk ke dalam kelas Arsyila yang sudah tersisa segelintir orang saja karna sebagian mereka sudah pergi ke kantin.


Nia juga termasuk dari segelintir orang yang menatap heran Aydan yang berjalan menuju deretan bangkunya lebih tepatnya bangku milik Arsyila yang kosong.


Tanpa mengucapkan satu kata pun Aydan langsung mendudukkan dirinya dikursi kosong tersebut sambil menelungkupkan kepalanya di atas meja.


"Haa".


Nia mematung dibuatnya sampai tak sadar kalau mulutnya terbuka.


"Ra..Arsyila..Aydan Rindu".


Ujarnya tanpa malu sambil mengusap-usap manja meja Arsyila dengan tangan kanannya.


Tuhan Adakah manusia seperti Aydan ini..sisakanlah untuk Author dan para Readers juga lah :)


"Aydan Lo kenapa?" Tanya Nia..Barangkali Aydan kesambet jin Sekolahan.


"Gue kangen dia...Arsyila kapan baliknya ya?"


Tanya Aydan namun tatapannya lurus ke depan dengan dagunya yang disangga diatas lipatan tangannya.


"Ya ampuuun baru ditinggal dua hari aja nih anak kayak orang kesetanan aja".


Nia menatap heran Aydan namun Aydan tak menanggapi.


"Lo gk ke Kantin?"


"Lo..lo tanya Gue?" Tanya Nia sambil celingukan kiri kanan.


"Emang siapa lagi yang ada di meja ini? Jin?" Ujar Aydan kemudian menoleh sekilas.


"Mm tadinya sih mau tapi liat lo kesini jadi cancel" Ujar Nia tanpa sadar.


"Hah?".


"Eh maksudnya ntar kalo ada barang-barang gue yang ilang gimana???".


"Cih barang lo bukan level gue!".


Aydan kemudian beranjak dari duduknya dan pergi begitu saja dari kelas tersebut.


"Eh gue salah ngomong lagi!" Nia menepuk nepuk kecil bibirnya.


"Tapi si Aydan Judes banget njjir bahasanya itu loooh" Nia memberengut kesal.


****


Sebagian orang terlebih khusus peserta lomba MQK sudah berkumpul di Auditorium menunggu pengumuman keputusan para juri untuk para pemenang.


Begitupun dengan Arsyila yang sudah mengambil tempat di deretan kursi pertama karena dia sengaja lebih awal datang bersama Fahmi dan ustzh Alya.


Jadwal yang semula jam 8.00 diundur menjadi jam 11 karna ada kesalahan hitungan nilai yang perlu didiskusikan Juri kembali. Untung saja mereka sempat mendapat Info jadii tidak terlalu lama menunggu.


Arsyila sudah duduk tenang dikursinya


Ia merasa lega akhirnya ia bisa bebas bergerak tidak seperti kemarin yang dirinya menjadi pusat perhatian dari peserta laki-laki di belakangnya.


Tak berselang lama panitia yang akan mengumumkan juara menaiki panggung.


"Arsyila!" Girang Kayla yang baru saja datang dengan berlari kecil kemudian mengambil duduk di samping Arsyila yang masih kosong.


Begitupun dengan peserta lain yang masih berbincang-bincang di luar, mereka segera masuk ketika mendengar tes suara dari pemegang mikrofon yang menggema di ruangan yang luas itu.


"Kenapa baru masuk?" Tanya Arsyila.


"Hehe ketemu sahabat lama tadi-


"Eh Ress sini!" tuh diaa". Tunjuk Kayla pada Ressi kawan lamanya di pondok.


"Oh" Jawab Arsyila singkat.


Baru kemarin aku ngerasa akan punya sahabat cewek..yaa dia udah punya sahabat ternyata-


Arsyila membatin sedih pada dirinya sendiri.


Arsyila sendiri heran kenapa orang lain bisa punya sahabat? Apa mereka meminta juga seperti yang ia lakukan pada Alzam dan Devan? atau mereka melakukan semacam pengakuan kalau mereka akan menjadi sahabat?..


Entahlah yang pasti Arsyila tidak mau ambil pusing yang penting masih ada dua sahabatnya yang lebih mengerti dia walaupun berbeda gender.


Toh mereka juga gk bakal ada drama tikung menikung kan? gk munafik.. Setiap Arsyila bercerita mereka tidak pernah memotong ataupun tertawa justru mereka mendengarkan dengan seksama.


Huh! jika begini Arsyila rindu rasanya..Padahal cuma dua hari berpisah dengan mereka apalagi...Aydan.


Aydan gimana ya disana?? dia gk kangen aku apa? hm.. Arsyila membatin sambil mengingat-ingat tiga pengawalnya.


"Arsyila..hay?"


Kayla melambaikan tangannya didepan wajah Arsyila yang hanya menatap mereka berdua alias dia dan Resi dengan melamun.


"Eh" Arsyila sadar dari lamunannya dan tersenyum canggung.


"kamu kok melamun gitu? mikirin apa?" tanya Kayla bingung.


"Mm gk..Kangen sahabat aku juga" Jawab Arsyila jujur.


"Ooo".


Mereka kemudian kembali menghadap panggung memperhatikan pidato-pidato singkat yang disampaikan para pejabat dan pengada acara yang sempat hadir maupun diwakilkan hingga tiba pada acara yang ditunggu-tunggu..


"Para peserta MQK yang dirahmati Allah..Baik saya akan mengumumkan nama-nama yang sudah ada di kertas yang saya pegang ini...Sudah Siap dibacakan??!"


Tanya Host yang didepan dengan semangat empat lima.


Siap!


Beluuuum!


Jawab para peserta random.


"Okey Berdoa saja..semoga, nama kalian ada dalam deretan salah satu dari para pemenang yang sudah ada di hadapan saya ini"


"Aamiinnnn"


"Sebelum saya bacakan..Saya ingatkan lagi seperti kata bapak Gubernur kita yang terhormat Bpk Doktor xxx Buat yang nantinya menang jangan bangga dulu karna tidak selamanya kita diatas..dan buat yang kalah juga jangan berkecil hati..ini masih awal bukan lah akhir kita meraih kesuksesan..Okey ! Ini hanyalah sebuah perlombaan menang ataupun kalah tetap apaaaa? !!!!!"


"Semangat! Berjuang! Pantang Mundur!"


Serempak mereka mengikuti yel-yel yang sudah diajarkan mereka kemarin.


"Bagos! kalau begitu kita langsung baca saja kita mulai dari peraih Juara Lomba untuk Putri ...sesuai keputusan para Juri Pemenang Lomba Musabaqoh Tilawatil Qur'an tingkat Provinsi ini diraih oleh peserta Atas Nama...


Deg-Deg-Deg


Jantung Arsyila berdetak tidak karuan..Ia juga sangat gugup..Jauh dari lubuk hatinya Arsyila ingin namanya disebut untuk peringkat pertama melihat bagaimana ekspetasinya ustzh Alya kemarin dan lagi bundanya..


__________


"Guys! Pokoknya kalo Arsyila dapet juara gue bakal teraktiir lo pada apapun yang kalian mauu".


Ujar Aydan didepan semua teman-teman kelasnya didampingi Devan dan Alzam disampingnya.


"Serius ni Dan?! jajanan kantin boleh kita borong kan?" Seru Gio teman kelasnya.


"Apapun!".


"Ya allah semoga Arsyila dapet juara Satu bila Perluuu" Devan berdoa sok khusyuk sambil menyatukan tangannya.


"Amiiiiin".


"Biar dapet traktiran dari Aydan ya Allah".


PLAK!


"Aduh! sakit curik" Alzam mengusap-usap tengkuknya yang sakit karna digeplak Aydan.


"Lo kalo mau doa yang beneeer kyk Devan tuh!".


"Nah! tuh denger Zam" Devan bersidekap dada.


"Dih PD lu! kagak mau lah gue disamain sama lo ntar ikutan burik lagi Iuw!".


"Eh Zam semua juga tau kalo gue lebih ganteng dari lo!".


"Woy Woy udah astaga ntar Do'a kita gk maqbul lagi gara2 perbuatan maksiat kalian!" Aydan menengahi.


"Haaa? Maksiat?" Beo Alzam dan Devan.


___________


"Diraih oleh peserta atas nama..


Safira Agustina


Plok plok plok


Suara tepuk tangan memeriahi ruangan yang luas itu..


Arsyila tersenyum kecut..Ia menunduk haru gagal sudah harapannya, harapan ustzh Alya terutama Bundanya.


Ini bukanlah salah Arsyila..Arsyila tidak pernah meminta untuk menjadi harapan hanya saja mereka yang menaruh ekspetasi pada dirinya.


"Meraih juara 3 besar dengan perolehan nilai 175..berikan tepuk tangan pada Safira"


Ujar juri melanjutkan kalimatnya yang belum selesai.


Arsyila mengangkat wajahnya..Masih ada harapan untuk dirinya..Ternyata Host tersebut membaca dari bawah.


"Juara 2 diraih oleh Kayla Nadhira dengan perolehan Nilai 183..Berikan tepuk tangan untuk Kayla !".


"Yeeey Kayla dapet juara dua Syilaa" Kayla memeluk Arsyila saking senangnya baru setelah itu pada Resi. Namun Resi terlihat seperti..Kecewa maybe.


Arsyila ikut tersenyum pada Kayla.


Dan sekarang tinggal menunggu pengumuman untuk yang juara pertama.


"Dan Juara pertama diraih Oleeeehh


Jihan devanaa...berikan tepuk tangan untuk Jihan!"


Deg-


"What?? Jihan?" Kayla menoleh ke arah Arsyila yang sudah menunduk lesu.


Mata Arsyila mulai memanas jangankan juara 1..Juara 2 ataupun 3 saja tidak!. Hancur sudah harapannya.


"Mohon Maaf ada kesalahan baca..Ini namanya berderet jadi maaf ya Juara satu diraih Oleeeh Arsyilaa Audhiva Janea! dengan perolehan Nilai 190 Berikan tepuk tangan untuk Arsyilaa.."


Suara ramai dan tepuk tangan yang saling bersahutan menghiasi ruangan besar tersebut


Arsyila bertanya kepada Kayla sekali lagi apa tadi dia salah dengar atau sedang menghalu.


"Kay-


"Arsyilaaa Selamaaat!" Girang Kayla sembari memeluk Arsyila.


"dan juara harapan satu diraih oleh Jihan Devanaa dengan perolehan nilai 170..berikan tepuk tangan untk Jihan!"


"Para peserta yang sudah disebutkan namanya harap maju kedepan untuk mengambil penghargaan yang akan dibagikan Oleh xxx"


Mereka pun maju satu persatu tak lupa dengan senyum kebahagiaan yang terukir dibibir mereka. Akhirnya usaha mereka tidak sia-sia..


"Selamat ya syila!..Tuh kan Ustadzah udah bilang kalo kamu yang bakal jadi juara pertama" Ujar Ustadzah Alya menghampiri Alsyila yang baru saja turun dari panggung.


"Syukron ustadzah" Ujar Arsyila sambil tersenyum lega.


"Selamat Arsyila" Fahmi menghampiri.


"Kamu juga mi" Ujar Arsyila kepada Fahmi yang juga mendapat Juara 2.


"Kalian memang kebanggan Ustadz".


Suara ustadz Sani dari belakang mereka.


Salah satu guru pembimbing Nahwu mereka dari kelas satu MTS dulu..Malah beliau yang berinisiatif mencarikan mereka tutor untuk belajar tilawah karna beliau sendiri tidak berbakat dalam bidang itu.


Walaupun harinya sangat mepet tapi ustadz Sani sangat yakin dengan kemampuan anak didiknya ini.


"Eh Ustadz".


Fahmi menjabat tangan ust Sani lalu menciumnya bolak balik dan membawa tangan sang ustadz ke Atas kepalanya dengan ta'zim lalu disusul Arsyila dengan menundukkan kepalanya dan ditepuk kecilnya kepala tertutup hijab itu oleh ust Sani.


"Syukron ustadz atas bimbingannya" Ujar Arsyila.


"Sy bangga jikalau melihat anak murid saya menjadi juara, lanjutkan bakat kalian sampai kalian sukses".


"Insya allah ustadz terima kasih atas doanya" Ujar Fahmi.


Ingatkanlah pada mereka untuk tidak lupa pada gurunya nanti..Karna tanpa Guru kita bukanlah apa-apa.


Setelah selesai acara banyak diantara peserta mengambil sesi foto sebagai kenangan mereka di hari nanti. Begitupun dengan Arsyila dan Fahmi.


Usai foto-foto ustadzah Alya kemudian mengusulkan untuk makan siang di restoran dekat gedung MTQ yang berada di seberang jalan. Arsyila dan yang lain pun setuju dan berjalan keluar Auditorium menuju tempat yang ditujukan.


Sambil berjalan..Arsyila tak sengaja melihat Kayla yang sedang bercanda tawa dengan kk laki-lakinya yang sedang memotrernya dengan posisi membelakangi Arsyila.


Iri? tentu..Arsyila sangat Iri akan hal itu.


Tidak ada yang lebih mustahil bagi anak pertama perempuan kecuali seorang kakak..


Arsyila sangat Ingin punya abang..Seorang kakak yang mampu menjadi pendekar menggantikan posisi Ayah di lain waktu


seperti Kayla yang ada dihadapannya sekarang..


Orang tuanya memang di luar negri. Tapi dia mempunyai seorang kakak yang bisa menjadi pengganti posisi mereka saat mereka sedang tidak ada.


"Arsyila!" Panggil Kayla yang melihat Arsyila hanya berdiri mematung menoleh ke arahnya


Dasar si Arsyila suka kebiasaan:)


Arsyila langsung tersadar dan melambaikan tangan juga pada Kayla..Ia tak sadar sampai menghentikan langkahnya ketika tadi masih berjalan bersama Fahmi dan dua gurunya.


Dan sekarang? mereka sudah jauh didepan dan belum menyadari Arsyila yang tertinggal.


Arsyila hendak kembali mengejar gerombolannya namun suara Kayla menghentikan langkahnya.


"Arsyila Tungguuuu!!!"


Suara Kayla berteriak dari posisi berdirinya kemudian berjalan menghampiri Arsyila disusul abangnya yang baru menoleh karna sejak tadi sibuk mereriksa hasil potretannya.


"Hah Arsyila" Gumam pemuda tersebut tak lupa denga ekspresi terkejutnya sambil berjalan mengikuti Kayla dari belakang hingga sampai dihadapan Arsyila.


"Kk Haris??" Arsyila Ikut terkejut.


"Lah kalian saling kenal?" Tanya Kayla bingung.


Apa yang harus Arsyila katakan sekarang..


Apa iya dia akan mengatakan jikalau Haris adalah orang yang ia sudah tolak dulu ckck bisa dimusuhi lah si Arsyil sama si Kayla karna telah menolak kk tercintanya wkwk.


"Mm kk kelas aku dulu" Jawab Arsyila canggung memang benar kan Haris adalah kk kelasnya.


"Ooo" Kayla manggut-manggut.


"Apa kabar Syil?" Sapa Haris ramah.


"Baik".


"Eh kk Haris potoin kita dulu yuk!!!.


*******


"Lah Arsyila mana?" Bingung Fahmi sambil menengok sekitarnya dan itupun didengar oleh dua gurunya.


"Lah iyaya? kok bisa ilang?" Heran Ustadzah Alya.


Mereka baru saja sampai depan pintu utama dan akan keluar untung saja Fahmi menyadari kalau Arsyila sedang tidak ada.


"Nah itu dia!" Tunjuk ustadz Sani melihat Arsyila yang ada di belakang sana.


"Hadehhh tu bocah kayaknya mau foto-foto ama temennya" Ujar fahmi.


Kebetulan sekali Arsyila menoleh ia kemudian berlari kecil ke arah mereka bertiga.


"Ust..Ustzh Syila boleh foto-foto sama temen dulu gk? ntar syila belakangan nyusul ke tempat makan" Ujar Arsyila sambil ngos-ngosan.


...******...


Gimana nii lanjut gkk???๐Ÿ˜


See you next Chapter๐Ÿ’“๐Ÿ‘‹๐Ÿป