
...Happy Reading💓🔥...
...*****...
Satu minggu berlalu dan kini Arsyila mulai bisa kembali berinteraksi dengan Kayla dan juga teman-temannya yang lain meski sifat cueknya masih tetap menempel.
Saat ini Arsyila sedang disibukkan mengerjakan soal-soal latihan di buku paketnya seperti murid yang kena remidi.
"Syil kantin yuk!". Ajak Kayla yang sedari tadi menunggu Arsyila selesai belajar.
"Kamu duluan aja, tinggal lima soal". Balas Arsyila yang masih berkutat dengan bukunya.
"Yah..Masa aku sendirian sii". Keluh Kayla.
"Tadi di ajak Intan gk mau". Cibir Arsyila.
"Iya, soalnya Hamam gk ngebolehin aku main sama yang lain kecuali kamu Syil".
"Hadehh Hamam berlebihan".
"Iya gitu deh, katanya zaman sekarang sulit jaga pergaulan".
"Itu sih tergantung kita, kalo kita bisa jaga diri ya kita gk bakal terpengaruh tapi ya gitu sangat sedikit orang berperingai buruk ikut bersama temannya yang baik justru sebaliknya orang baik yang cepet ngikut". Ucap Arsyila sambil sibuk mencatat.
"Tapi zaman sekarang sulit nilai orang itu baik apa gk Syil, banyak orang yang mukanya keliatan baik-baik tapi kelakuannya bejat tapi kadang yang keliatannya nakal malah sangat menghargai wanita kayak Hamam, dulu dia sampe dicap preman SMA karna nakalnya dan suka balap liar tapi pas udah nikah sama aku dia berubah drastis dan bertanggung jawab banget".
"Itu namanya hoki Kayl". Arsyila terkekeh kecil.
"Tapi aku setuju sih sama pendapat kamu, jangankan pandangan kita coba liat guru disetiap sekolah, hanya sebagian kecil yang memperdulikan anak-anak nakal atau yang berkemampuan biasa saja. Mereka hanya fokus mengurus murid yang pintar dan anak nakal cuma di urus di BK dan sudah. Padahal murid-murid yang kayak gitu itu cuma butuh perhatian karna mungkin kurangnya pendidikan di rumah. Coba bayangkan jika di rumah mereka ancur, disekolah mereka juga di abaikan menurut kamu apa mungkin mereka jadi anak baik-baik??".
"Huh disekolah kita aja masih ada guru yang pilih kasih..Buk Astuti contohnya, selalu yang disuruh Silvia padahal banyak tuh yang bisa matematika cuma gk caper aja". Sewot Kayla sambil mendengus kesal.
"Sabar..Kamu gk sendirian yang ngalamin".
"Huh!".
"Yes dah jadi..Yuk kantin!". Ajak Arsyila lalu menutup buku latihannya.
"Hm". Kayla masih manyun lalu ikut berdiri.
"Ya ampunn..Gk usah dipikirin, ayook.." Arsyila lalu mengajak Kayla keluar menuju kantin.
"Itu orang kenapa pada kumpul-kumpul". Bingung Arsyila saat melihat banyaknya siswa/i yang berada di depan mading.
"Liat yuk! mungkin ada hot news". Ajak Kayla dan diangguki Arsyila.
"Eh Arsyila tuh..."
"Keren ya"
Bisik mereka saat melihat Arsyila mendekat. Arsyila yang menjadi pusat perhatian pun di buat bingung, ia lalu maju di barisan paling depan untuk melihat berita apa yang ditempel di sana.
Arsyila terkejut kala melihat potonya yang sudah terpajang bersama...Razan?.
Calon Prince and Princess High School Cakranegara🔥
Jadwal pemotretan ; Senin, 28 Oktober 20100.
lalu dilanjutkan dengan fotonya yang berada di samping foto Razan.
"Hah? pemotretannya besok? sama kk Razan??". Arsyila dengan wajah terkejut.
"Ciee Arsyila bakal jadi Princess". Goda Kayla.
"Aishh apaan sih Kayl". Arsyila salting lalu berjalan menuju kantin meninggalkan orang-orang yang masih memandang potonya di mading.
"Eh Syila tunggu!!". Kayla mengejar langkah Arsyila.
______________
Setibanya di kantin....
Arsyila menelisik tempat kosong untuk mencari tempat duduk namun lambaian tangan seseorang mengalihkan perhatiannya yang tak lain adalah Chika dkk. Tak heran jika mereka di sini karna kantin kelas XI dan XII sementara waktu di gabung karna penjaga kantin kelas XII sedang pulang kampung.
"Syill sini gabung!". Teriak Chika yang membuat seisi kantin langsung menoleh ke arahnya. Double sudah malunya hari ini, ia pun berjalan ke tempat Chika bersama Kayla sambil menundukkan kepalanya.
"Hehe sorry bikin lo malu, sini duduk". Chika menepuk kursi kosong disampingnya yang bersebelahan dengan kursi milik Razan. Begitupun dengan Kayla yang mengambil duduk di samping Dheva.
"Gk pp". Jawab Arsyila seadanya".
"Syil mau pesen apa? biar aku yang ambilin". Tanya Kayla namun tentu Arsyila merasa tidak enak jika masih mampu tapi membebankan orang lain.
"Samaan". Balas Arsyila lalu bangkit namun Razan menahan tangannya yang sontak membuat semua orang bingung.
"Lo gk liat disana banyak cowok ngantri?". Tunjuk Razan pada banyaknya siswa yang sedang mengerumuni penjaga kantin.
"Never mind". Jawab Arsyila lalu menarik tangannya.
"Oke!". Razan mendengus kesal lalu kembali menyuap makanannya dengan ekspresi membagongkan. Orang-Orang yang ada di sekitar meja mereka hanya terkekeh geli melihat itu.
"Eh bener sih kata Razan...Kan lo sekarang bakal jadi Princess High School pasti fans lo makin banyak Syil! alangkah baiknya kalo lo ditemenin sama pangeran lo tuh biar gk ada yang gangguin". Saran Aldo lalu terkekeh.
Razan melototkan matanyanya ke arah Aldo namun Arsyila cuek saja dia sama sekali tidak merasa baper.
"Ayok kk".
Ajak Arsyila yang membuat teman-temanya langsung menggodanya dengan kata -ciee-. Entah kenapa Razan mendadak gugup, karna Arsyila seperti mengakui Razan sebagai pasangannya walau sebenarnya bukan itu yang terjadi. Arsyila hanya ingin cepat menyelesaikan makan siangnya dan kembali ke kelas.
Razan dan Arsyila pun beriringan menuju tempat kasir hingga membuat mereka menjadi pusat perhatian.
"Alay banget si". Arsyila menggerutu, ia selalu overthingking jika sudah dalam kondisi begini.
"Lo udah pergi kontrol?". Tanya Razan mengalihkan atensinya.
"Udah, obat yang dikasi pait aku gk suka". Keluh Arsyila.
"Tapi lo tetep minum kan?".
"Kadang".
Razan geleng-geleng kepala. "Kalo sampe lo kambuh, bakal gue masukin tuh pil semuanya dimulut lo".
Tanya Arsyila yang langsung membuat Razan terdiam dengan perasaan yang..Sulit di artikan. Herannya sekalipun Arsyila sering mengeluarkan kalimat yang menusuk namun kenapa ia masih bertahan memperjuangkan Arsyila sampai detik ini?.
"Lo pesen sendiri, gue tungguin". Ujar Razan saat sudah sampai di depan ibuk kantin tanpa menggubris pertanyaan Arsyila tadi. Para Siswa yang tadinya berkumpul langsung memberi jalan saat melihat Razan.
Arsyila menurut lalu pergi memilih makanannya dan makanan favorite Kayla.
Razan hanya memandang Arsyila dengan ekspresi yang entah apa namun tersirat jelas makna kecewa dari wajahnya. Padahal baru saja dibuat melayang namun secepat itu Arsyila mematahkan sayapnya.
~Apa hati Arsyila hanya bisa dimiliki Aydan?
Razan membatin.
"Kak ayok". Arsyila membuyarkan lamunannya.
"Hm". Razan bergumam lalu kembali ke tempat duduk mereka.
"Razan kenapa?". Bisik Chika pada Aldo saat melihat wajah tak mengenakkan yang ditunjukkan sahabatnya itu sambil mempercepat suapannya.
"Gk tau..Gue pikir baliknya dia bakal seneng".
"Gue juga, kenapa yah?".
"Udahh..Ntar kita intograsi dia dikelas".
"Gue udah selesai, duluan". Ujar Razan sambil melepas gelas minumnya dengan agak kasar lalu pergi tanpa menunggu jawaban teman-temannya. Semua orang disana dibuat bingung.
"Lah si Razan kenapa?". Tanya Dheva.
"Tau". Sahut Kayla.
Arsyila melihat punggung Razan yang mulai menjauh. Ia juga heran dengan sikap Razan barusan lalu setelahnya mengendikkan bahu alias bodo amat.
_______________
Bel istirahat berbunyi.
Arsyila dan Kayla juga sudah tiba dikelas. Seperti biasa, Arsyila akan langsung disibukkan dengan belajar.
"Syil gk capek apa belajar terus?". Tanya Kayla yang bosan melihat Arsyila tiada hari tanpa belajar.
"Ada target yang harus aku kejer". Balas Arsyila tanpa menoleh.
"Gk usah maksain diri buat bisa lakuin semuanya Syil, kita manusia juga gk boleh serakah jalani semampunya aja. Lebih baik fokus kembangin bakat kamu". Kayla menasihati.
"Kayla aku gk perduli sama bakat aku, aku cuma mau dapet peringkat satu disemester ini biar bunda bangga. Walaupun aku bukan anak les privat kayak mereka, aku bisa buktiin kalo anak yang belajarnya mandiri juga bisa". Arsyila menoleh sebentar lalu kembali fokus pada kegiatannya.
"Kalo cuma itu niat kamu belajar, sama aja lukain fisik sendiri..Inget Syil kamu punya masa depan. Di masa depan kamu akan ngandelin bakat bukan rangking, gimana bisa nanti kamu bantu diri sendiri kalo kamu malah ngembangin sesuatu yang memang bukan bidang kamu".
"Aku gk perduli tentang masa depan".
Jawab Arsyila masih keras kepala. Kayla menghela nafas berat, tentu ia kesal mendengar jawaban Arsyila barusan, namun bagaimanapun juga ia tidak bisa mengatur Arsyila biarlah sahabatnya itu sadar sendiri seiring berjalannya waktu.
Namun tunggu, Kayla merasa dejavu..Ia berusaha mengingat sesuatu itu namun sangat sulit kembali ke dalam memori otaknya. Bagaimana tidak dejavu? ia sendiri pernah menjadi seambis Arsyila sebelum mengalami lupa ingatan.
"Dahlah". Gumam Kayla yang tidak ingin memaksa otaknya yang ada kepalanya menjadi pusing.
Prak..
Seperti suara pencil yang terjatuh di meja. Kayla lalu menoleh ke arah sampingnya.
"Syil???". Heran Kayla saat melihat Arsyila yang malah mematung menatap kosong buku tulisnya. Kayla menggoyak-goyakkan tubuh Arsyila dengan perasaan panik.
"Syil sadar..!" Kayla lalu menepuk-nepuk pipi kanan Arsyila. Tiba-Tiba air mata keluar dari pelupuk mata Arsyila tanpa suara.
~Kambuh!
Batin Kayla.
"Syiill...." Kayla merengkuh tubuh Arsyila mencoba mengembalikan kesadarannya.
"Syil jangan kek ginii.." Mata Kayla sudah memerah, ia sangat cepat terbawa perasaan jika melihat Arsyila sudah seperti ini. Ia khawatir.
Ditengah kepanikannya, Arsyila pun kembali mengerjap lalu spontan memeluk Kayla.
"Hiks..Aku takut". Ujar Arsyila di dalam pelukan Kayla.
"Ada Kayla Syil..Gk ada yang boleh nyakitin kamu". Kalimat penenang yang biasa diucapkan Kayla jika melihat Arsyila kambuh seperti tadi. Ia tau betul, pasti Arsyila tadi kembali mengingat hal-hal yang membuatnya trauma.
Tiba-Tiba Hamam datang ke arah meja mereka dengan raut panik.
"Ada apa? aku liat tadi kamu nangis". -Hamam.
Ternyata suaminya itu selalu mengawasinya meski duduknya di belakang sana.
"Arsyila kambuh.."
"Astaga mau dibawa ke UKS?". Tanya Hamam, ia tahu betul jika istrinya itu sangat menyayangi Arsyila.
"Gk mempan, biar aja dia selesai nangis ntar tenang sendiri kok". Jelas Kayla.
"Oh ya udah, kalo ada apa-apa panggil aku ya". Hamam lalu mengelus sekilas pucuk kepala milik Kayla dan kembali ke mejanya saat mendapat anggukan dari istrinya itu.
"Ssut..Udah gk papa". Kayla menenangkan lalu beberapa saat setelahnya Arsyila kembali tenang membuat Kayla bisa bernafas lega.
"Stop, kamu harus istirahat..Gk boleh belajar lagi". Kayla menutup buku paket milik Arsyila.
Adakah teman seperti Kayla? disaat orang lain mengajak temannya untuk selalu belajar justru Kayla sebaliknya, ia hanya berprinsip secukupnya saja dan memperhatikan kesehatan Arsyila. Mungkin Kayla memang diciptakan hanya untuk dunia fiksi:)
Kayla pun mengajak Arsyila bercerita dengan tema random agar pandangan Arsyila tidak kembali kosong.
(Berharap ada sahabat seperti Kayla dikehidupan nyata, namun tertampar oleh kenyataan jangankan sahabat..Teman saja tidak punya:)
...*****...
See you next chapter👋🏻💓🔥
Love you all💌