Arsyila {Princess Of My High School}

Arsyila {Princess Of My High School}
Bag 13 : Pergi Lomba



...Hy guys jangan lupa Triplenyaa ya....


...VOTE,LIKE,KOMEN!...


...Gratissss gk bayar💓👻...


...Happy Reading🥀...


...***...


Seperti biasa pagi ini Razan melakukan tugasnya sebagai Osis untuk membagikan kembali Absen daftar kehadiran para siswa/i ke masing-masing kelas dibantu Aldo.


Razan selalu mengambil bagian di Jurusan Agama sedangkan Aldo di Jurusan lain yaitu IPA dan IPS karna di sekolahnya hanya ada tiga Jurusan.


"Assalamualaikum"


Sapa Razan kemudian langsung nyelonong masuk menuju meja guru sesekali melirik bangku para siswa/i.


Namun pandangannya terhenti pada meja kedua yang ternyata kosong..Razan memperjelas penglihatannya.


"Itu kenapa bangkunya kosong? orangnya mana?" Tanya Razan pura-pura tidak tahu kalau itu bangku milik Arsyila..


"Gk masuk bang tapi surat izinnya belum dikasih" Jawab Daniel.


"Sakit?" Tanya Razan tanpa sadar.


"Anu Kak.."


Jawab Nia berjeda memecah keheningan hingga semua orang menatapnya menunggu jawaban.


"Kemarin aku yang nemenin Arsyila ke kantor kepsek buat izin 2 hari katanya dia mendadak diutus sama gurunya di sekolah lama buat ikut lomba M..M..MTS..M..MPD..M M M...Ah apa namanya yang Qur'an tu?? Lupa!!"


Ucap Nia kewalahan mengingat-ngingat perkataan Arsyila kemarin.


"MTQ!" Seru Rifki membenarkan sebutan Nia.


"Naah! itu" Nia cengir-cengir tidak jelas.


"Keren ya Arsyila dulu MQK sekarang MTQ"


Alvin berdecak kagum mengingat Arsyila yang dulu langsung tenar bukan hanya karena parasnya akan tetapi prestasinya yang mengalahkan banyak Ponpes yang setingkat dengannya.


Razan mematung mendengar penuturan Nia sambil pikirannya berjalan ke sana kemari.


Bingung? tentu! bukannya Arsyila alumni SMP?pikir Razan..Bagaimana ia bisa ikut MTQ?


tanpa sepatah katapun Razan keluar dari ruangan itu untuk menuju ruang kepsek memastikan sekaligus memeriksa berkas-berkas dan data para murid baru di Jurusan Agama tentunya hanya untuk memastikan sekolah asal Arsyila.


Semua orang di kelas itu menjadi bingung dibuatnya tatapan mereka mengikuti langkah Razan yang pamit tanpa salam bahkan merespon pernyataannya Nia tadi saja tidak.


*****


Disisi lain..


"Selanjutnya peserta dengan nomer urut 28 atas nama Arsyila Audiva Janea dipersilahkan menaiki panggung"


Arsyila yang mendengar namanya disebut menjadi gugup ia terus melafalkan do'a-do'a mujarrabnya sedari tadi dan tak lupa sudah andalannya yaitu Al-Insyirah agar ia dipermudah oleh Allah Swt.


Arsyila kemudian bangkit dari kursinya hingga menyebabkan atensi semua orang tertuju padanya..


Ya wajar saja kan dia sendirian yang bangun..Begitulah pemikiran Arsyila.


Arsyila sudah tiba diatas panggung yang sudah tersedia Al-Qur'an disana.


Ia kemudian mengecilkan suara membaca do'a yang sering ia baca ketika sedang berhadapan dengan orang banyak.


"Robbisrohli Sodri Wa Yassirli Amri Wah Lul Uqdatan Min Lisani Yafqohu Qouli".


"Coba baca surah ... Ayat ..." Perintah juri.


Arsyila mengikuti tuntunan Juri kemudian mulai melantunkan bacaan Al Qur'an dengan suaranya yang merdu.


"Masya Allah".


Plok plok plok


Sorak-Sorak serta tepuk tangan menghiasi ruangan yang luas itu tentu saja sebagian besar berasal dari para peserta Putra. Hingga pada saatnya sang Juri menekan tombol merah tanda cukup atau berhenti.


Arsyila pun kembali ke tempat duduknya sambil menundukkan pandangannya agar tidak melihat para peserta laki-laki yang menatapnya karena letak kursinya yang berada di deretan terakhir barisan putri dan disambut dengan kursi deretan putra di belakangnya hingga ia pun kembali duduk tenang dikursinya.


"namanya Arsyila"


Suara peserta putra dibelakangnya berbisik-bisik.


Arsyila menajamkan telinga kucingnya kala mendengar namanya disebut.


"Arsyila? Masya Allah perfect banget"


" jangankan elo temen-temen kamar gue nggak ada yang nggak suka sama dia sampe2 jadi rebutan dulu sama kakak kelas".


"Elo di kenal gk? salamin gue".


"gue satu angkatan tapi dia baru kenal gue kemarin karena satu utusan berdua dari sekolah".


"Anjay satu angkatan tapi baru dikenal hahaha".


"dia itu cuek kalau lo nitip salam juga dia gk perduli".


"Emang dia udh punya pacar?".


"Setahu gue sih gk ada kabar dia punya atau pernah pacaran dulu kalau ada sih pasti udah kesebar tapi nggak tahu sekarang soalnya udah ngelanjutin di SMA".


"tanyain dong Mii..mau nyalon gue!".


"jangankan elo Lan! Haris aja yang udh kayak artis di pondok gue nembak Arsyila dia gk mau wkwk".


"gk mau tau gue! pokoknya lo harus salamin".


"Nama kamu siapa?".


Sapa seorang peserta putri yang menyapa Arsyila dari arah sampingnya hingga atensi Arsyila teralihkan dan tidak mendengar lagi percakapan dua orang di belakangnya tadi.


"Nama aku Kayla..Salam kenal ya" Ujar Kayla sambil tersenyum.


Arsyila ikut tersenyum sambil membalas jabatan tangan dari Kayla.


"Kamu sama siapa ke sini?" Tanya Kayla ramah.


Entah kenapa Arsyila merasa nyaman dengan bahasa Kayla apalagi wajah tenangnya yang tidak ada raut-raut munafik seperti orang baru yang ia temukan sebelumnya.


"Sama ustadzah tadi".


"Kamu?" Tanya arsyila balik.


"Sama abang soalnya mama papa lagi keluar negeri".


"Oo".


"Besok kan pengumuman buat para juara, orang tua kamu gk datang?" Tanya Kayla.


"Enggak..Ayah di luar negeri Bunda sibuk"


Jawab Arsyila beralasan.


Selama pengalamannya mengikuti lomba Hera tidak pernah mendampingi Arsyila Ia lebih memilih mendengar kabar saja nanti dari Arsyila.


Namun berbeda lagi kalau Adhira yang mengikuti lomba atau pun kompetisi Hera selalu sempat karena ia yakin anaknya yang satu itu pasti tidak pernah mengecewakan.


Arsyila sadar diri dan berusaha menepis ingatannya tentang momen di mana ia membuat Hera merasa malu ketika menaruh harapan padanya.


"Oh gitu" Jawab Kayla sedikit tak enak melihat raut wajah sedih yang berusaha ditutupi Arsyila


Kayla tau perasaan Arsyila karena kedua orang tuanya juga sama-sama orang sibuk.


"Sabar ya Arsyila nggak papa..Kan ada Ustadzah kamu yang gantiin" Kayla menenangkan.


"Iya" Arsyila pun tersenyum.


"Eh udah penutupan aja" Ujar Kayla yang baru menyadari selama mereka berbincang-bincang tadi mereka sudah lama melewati peserta terakhir.


"Untuk menutup Acara kita pada siang hari ini marilah kita sama-sama mengucapkan Hamdalah..Alhamdulillahirobbil Alamin sekian Assalamualaikum wr wb"


"wa'alaikumussaalam wr wb"


Jawab para peserta kemudian membubarkan diri.


"Ya udah Arsyila Aku mau pulang dulu sampai jumpa besok! semoga dapat hasil yang memuaskan".


Kayla mengangkat tangannya memberi tanda semangat kemudian pergi menghampiri kakaknya yang sudah menunggu.


Arsyila mengangguk sambil tersenyum namun belum sempat Arsyila melihat wajah kakaknya Kayla ustadzah Alya yang bertugas mendampingi Arsyila bersama Fahmi lebih dulu menghampiri mereka.


"Masya allah Arsyila ustadzah yakin kamu bakal dapet juara" Ucap ustadzah Alya tanpa ragu.


"Aamiin tapi jangan taruh harapan dulu sama Arsyila takutnya nanti Arsyila ngecewain". Jawab Arsyila.


Bukannya senang dia malah merasa takut jika diberi harapan begini.


"Insya Allah kok Arsyila, kamu doa aja..Ya udah ayok kita pulang! Fahmi mana?".


"Pasti ustadzah..Fahmi.." Arsyila menengok kiri kanan mencari keberadaan Fahmi setahunya tadi Fahmi ada di belakangnya bergosip dengan Alan teman Fahmi dari Pondok lain yang juga mengikuti lomba.


"Eh itu Fahmi" Arsyila menunjuk ke arah Fahmi yang sedang berbincang dan saling bertegur sapa dengan teman lamanya.


"Ya udah yuuk kita samperin".


Arsyila dan ustadzah Alya menghampiri Fahmi tapi posisi Arsyila dibelakang ustadzah Alya karna banyak gerombolan laki-laki didepan nya.


"Fahmi ayok kita udah ditunggu dimobil" Ajak ustdzh Alya.


"Oh nggih ustadzah. Ya udh friend gue duluan"


Fahmi pamit kepada teman-temannya kemudian berjalan mengekori ustzh Alya dan Arsyila.


"Kalian tunggu bentar ustzh mau bicara dulu ama panitianya soal kelanjutan untuk besok soalnya tadi jadwal kumpul untuk besok belum diumumin".


Ujar ustzh Alya kemudian pergi setelah mendapat anggukan dari mereka.


"Arsyila salam temen gue Alan dengan ucapan Assalamu'alaikum" Ujar fahmi menyampaikan salam Alan tadi.


"Wa'alaika Wa'alaihissalam" Jawab Arsyila.


begitulah titipan salam yang benar bestieee:)


"Kayaknya dia suka sama lo Syil" Fahmi berucap lebih jelas.


"Itu kehendak dia.." Jawab Arsyila singkat.


Tak lama kemudian ustzh Alya datang Fahmi terpaksa harus mencancel ucapannya.


"Ayok" Ajak ustzah Alya.


"Kpn ustadzah kita kumpulnya?"


"Jam 8.00"


"oh ya Arsyila kamu kan tinggal satu malam nginep dipondok..Kamu bantu ustzh ajar yang kelas Mubtadiy ya?".


"Siap ustadzah" Ujar Arsyila sambil tersenyum kepada ustzh Alya ustdzh kesayanganya dulu.


"Aku boleh ikut gk ustadzah?" Gurau Fahmi.


"Eh" Ustzh Alya menatap garang Fahmi.


"Hehe becanda ustadzah".


...****...


~Bersambung


see you Next Part💓