
...Happy Reading💓🔥...
...*****...
"Kak Razan stop!".
Arsyila menghadang jalan Razan yang ceritanya sedang mengambek. Posisi mereka sekarang berada di pinggir lapangan.
"Kak, kk Razan masih marah ya sama aku?". Arsyila dengan mata puppy eyesnya namun Razan tetap fokus menghadap depan. Tiba-Tiba Arsyila berjinjit dan meletakkan keduanya tangannya dibahu tegap milik Razan sebagai penahan. Dan....
Cup
Arsyila mengecup sekilas kening Razan lalu menenggelamkan kepalanya di dada bidang milik Razan sambil memeluk erat tubuh atletis itu. Razan seketika dibuat mematung.
"Sy-Syil..." Razan mendadak gugup, jantungnya pun ikut berdebar.
"Suami baik itu gk boleh ngambek.."
Bibir Razan berkedut sampai tak bisa menahan senyumnya.
"Daaarrr!!!!!".
Aldo mengejutkan Razan hingga halunya tadi pun ikut buyar.
"Nahh!! ngapain lo senyam senyum sendiri dari tadi gue perhatiin??. Tembak Aldo.
"Ck. Kepo lu ah!". Kesal Razan lalu keluar dari kelasnya meninggalkan Aldo yang menatapnya heran.
"Huh! kemarin aja galau". Cibir Aldo lalu berjalan ke arah bangku milik Chika untuk mengajaknya ngantin bersama karna ini sudah jam istirahat.
Saat sudah turun di lantai dua, Razan tanpa sengaja melihat Arsyila dan Kayla yang baru saja keluar dari kelas.
"Kebetulan itu adalah takdir yang menyamar". Gumam Razan lalu mempercepat langkahnya menghampiri Arsyila.
"Eh pas banget. Gk perlu deh capek-capek nyari bang Razan nanti". Serbu Kayla saat Razan sudah tiba dihadapan mereka. Arsyila mengerutkan dahinya bingung, kenapa Kayla dari kemarin nampak begitu dekat dengan Razan pikirnya. Namun ia hanya diam memendam rasa penasaran itu sendirian.
"Bang, kata mama nanti sore disuruh kerumah soalnya besok papa sama mama mau balik lagi ke Australia". Beritahu Kayla.
"Oh okey". Razan tersenyum merespon itu.
Arsyila yang melihat itu merasa sedikit aneh dengan perasaannya. Seperti...Ada yang mengganjal.
"Bilangin sama tante siapin jajan banyak-banyak". Razan sedikit bergurau.
"Haha tenang aja bang, semua jenis snack udah disiapin khusus buat bang Razan". Balas Kayla sambil terkekeh kecil.
"Ekhem". Arsyila sedikit berdekhem, sejak tadi ia merasa dikacangi.
"Kalian lanjut ngobrol aja, aku ke kantin duluan". Ujar Arsyila lalu pergi dari hadapan mereka dengan wajah kesal.
"Ha?? Syiill". Panggil Kayla. Razan yang melihat itu mengernyitkan dahinya.
"Arsyila kenapa??". Bingung Kayla.
"Kayl. Lo bisa bantu gue?". Tanya Razan, sepertinya ia harus menuntaskan sesuatu.
"Apa??".
"Pulang sekolah keruangan gue". Pinta Razan.
"Berdua??". Tanya Kayla lagi.
"Ya gk lah begok! disana juga ada Yana, lo bisa ajak Hamam kalo mau".
"Oooo hehe sip2".
"Hm". Gumam Razan lalu berjalan melewati Kayla.
"Eh bang! samaan". Teriak Kayla lalu berjalan disamping Razan.
Setibanya dipintu kantin...
"Eh itu Razan, lah tumben jalan bareng Kayla". Ujar Dheva. Arsyila yang duduknya tak jauh dari tempat mereka pun dapat mendengar itu dan ikut melihat ke arah pintu masuk kantin.
Arsyila cuek saja, meski perasaan aneh itu muncul lagi namun ia tak perduli dan terus menyuap makanannya.
Kayla pun berjalan ke arah meja yang ditempati Arsyila. Sedangkan Razan ikut bergabung bersama teman-temannya.
"Eh udah dipesenin, makasih Syil". Kayla tersenyum manis melihat satu mangkok mie ayam yang tersedia dihadapan Arsyila sudah pasti makanan itu disediakan untuknya.
"Hm sama-sama". Arsyila balas tersenyum, berusaha terlihat biasa-biasa saja. Arsyila bukanlah gadis yang ketika hatinya disenggol akan langsung terang-terangan menyindir ataupun judes pada orang lain. Baginya cukup ia saja dan tuhan yang tau.
Saat sedang asyik-asyiknya mengunyah makanan tiba-tiba Sania datang ke arah mejanya dan..
Byuuuurr
Satu gelas jus dingin ditumpahkan ke atas kepala Arsyila. Arsyila melebarkan bola matanya karna terkejut dan spontan berdiri.
Para murid yang ada dikantin pun dibuat tercengang, bagaimana bisa Sania seberani itu padahal ada Razan disana? tapi bagi sebagian murid yang tidak menyukai Arsyila pun diam-diam tersenyum. Sepertinya mereka sangat menikmati drama ini, kekesalan mereka pada Arsyila setidaknya bisa terbalaskan.
"Lo apa-apaan sih!!". Bentak Arsyila, emosinya mulai naik.
"Itu balasan buat gadis centil kayak lo!".
Brakk
"Eh Sania!! lo ada masalah apa si sama Arsyila?! seneng banget jahatin dia". Kayla tak kalah panas. Ia tak ikhlas jika ada orang yang berani menyakiti sahabatnya itu.
"Diem lo! gue gk ada urusan sama lo!". Bentak Sania. Hamam yang melihat istrinya diperlakukan seperti itu sangat tidak terima. Dia saja yang menjadi suaminya tidak pernah memarahi Kayla, bagaimana bisa dia yang hanya orang asing berani mengusik istri kesayangannya itu.
"Siapa lo berani neriakin istri gue ha?!". Garang Hamam sambil mendorong bahu Sania lalu mendekap Kayla.
Arsyila tak membalas lagi, dengan emosi yang masih menguasai dirinya ia pun pergi dari arah kantin meninggalkan semua orang yang menatapnya dengan pandangan yang berbeda-beda.
"See Razan aja udah gk perduli sama Arsyila".
"Iya, gue yakin Razan patah hati banget sama kejadian kemarin".
"Kasian Arsyila..." Gumam Arlina.
"Andaikan ada Aydan, pasti Sania gk berani jahatin Arsyila". Sahut Intan.
"Gue netral". ~Rehan.
"Gue juga". Jihan cengiran.
Mata Razan panas melihat kejadian tadi, namun jujur ia tak bisa berbuat apa-apa karna suatu hal oleh sebab itu ia tak membantu Arsyila bukan karna tak perduli. Ditambah lagi bisik-bisik para murid yang mulai membicarakan Arsyila dan lebih sakitnya lagi ketika ia mendengar nama Aydan diungkit. Huh! telinganya sudah sangat panas saat ini.
Razan pun bangkit dari duduknya berniat mencari Arsyila.
Dimulai dari mencari Arsyila ke kelasnya namun Razan tak menemukannya, berlanjut ke kamar mandi namun tak juga ada tanda-tanda keberadaan Arsyila.
"Bang! Arsyila dimana??". Tanya Kayla yang ikut mencari Arsyila bersama Hamam.
Beberapa detik setelahnya pikiran Razan tiba-tiba tertuju pada suatu tempat.
"Rootof!". Seru Razan lalu segera berlari menaiki tangga diikuti Kayla dan Hamam.
Sesampainya dipintu masuk rootof, Razan melototkan matanya saat melihat Arsyila yang sedang berdiri di atas tembok pembatas sambil merentangkan tangannya.
"Syilll!!!!". Teriak Razan lalu segera berlari ke arah Arsyila untuk menghentikan aksinya. Razan pun segera meraih pinggang Arsyila dari bawah hingga Arsyila terjatuh dalam pangkuannya.
"Syil!". Kayla ikut mendekat dan mengambil alih Arsyila dari Razan. Tubuh Arsyila lemas, dengan pandangan yang terlihat kosong.
"Arsyila kambuh". Ujar Kayla dengan raut panik.
"Kambuh??". Razan terkejut.
"Bang! Hamam..Mending kalian turun dulu, biar nanti aku yang bantu Arsyila sadar". Pinta Kayla.
"Lo yakin??". Tanya Razan.
"Dia udah biasa". Hamam yang membalas lalu mengajak Razan pergi dari sana.
"Syil sadar..Ini aku Kayla". Ujar Kayla sambil menepuk kecil pipi Arsyila.
"Syil..."
Tak lama Arsyila pun sadar dan spontan memeluk Kayla namun kali ini Arsyila tidak menangis, ia hanya nampak ketakutan.
"Arsyila jangan takut ya..Gk ada yang boleh nyakitin kamu selama ada aku". Ujar Kayla menenangkan.
"Kayl. Kita balik ke kelas yuk, aku gk mau lama-lama disini". Arsyila mendongak menatap wajah Kayla.
"Kamu yakin?". Tanya Kayla memastikan dan dibalas anggukan mantap dari Arsyila.
"Ya udah kita turun sekarang, tapi mampir ke koprasi dulu ya buat ganti jilbab kamu".
"Iya, makasih Kayl.."
__________
Teeet teeet teeeeet
Bel pulang sekolah berbunyi..
"Syil aku pulang duluan gk papa ya...Ada urusan soalnya hehe". Ujar Kayla.
Meski bingung namun Arsyila hanya mengiyakan saja.
Tiba-Tiba ponsel Arsyila bergetar tertera pesan masuk dari Razan.
💬 : Kak Razan🔥
Syil, hari ini pulang sendiri ya.. Gue ada urusan
Arsyila menghela nafas membaca pesan tersebut, padahal tadi pagi Razan memaksanya untuk pulang bersama tapi sekarang??
"Dasar PHP!". Kesal Arsyila sambil memanyunkan bibirnya.
Namun tunggu! bukankah Kayla dan Razan mengucapkan hal yang sama?. Arsyila jadi curiga.
"Syil Kayla mana?". Hamam tiba-tiba datang membuyarkan lamunan Arsyila.
"Mmm tadi katanya ada urusan".
"Ooh oke makasih ya".
"Hm".
Arsyila pun mengambil ranselnya dan beranjak keluar dari kelas. Saat sudah sampai dilorong kelas X, tanpa sengaja matanya menangkap Yana dan Kayla yang sepertinya berjalan mengarah ke ruangan Razan. Rasa penasarannya pun semakin tinggi.
"Tuh kan! sebenarnya kk Razan sama Kayla ada hubungan apa sii". Arsyila mendadak kesal, dia juga bingung dengan perasaannya sendiri.
Cling💡
Sebuah ide tiba-tiba muncul dibenaknya. Arsyila pun segera membuka ponselnya dan mencari kontak Yana.
^^^Dek kamu dimana?^^^
Pesan terkirim.
Tak berselang lama pesannya dibalas.
💬 : MYS🐰
Di ruangan kk Razan nih
^^^Ngapain??^^^
Gk tau, tadi disuruh bang Razan
^^^Ooo Kayla ikut gk? jangan kasih tau dia kalo aku nanyain.^^^
Nih disamping aku, kenapa?
^^^Kakak boleh tanya gk?^^^
Tanya aja kk
^^^Tapi jangan kasih tau siapa-siapa.^^^
Iya😑
^^^Ada hubungan apa kk Razan sama Kayla??^^^
Cieee kepooo
^^^😒 Gk jadi^^^
Hehe canda, kk Kayla mantannya kk Razan😌
Deg
"Ohh pantes deket banget". Gumam Arsyila lalu mematikan layar ponselnya tanpa membalas pesan dari Yana.
"Apa jangan-jangan...Nea yang dimaksud kk Razan itu Kayla??? terus kk Razan pen rebut Kayla dari Hamam??". Arsyila mendadak overthingking...
"Tau ah!". Arsyila bodo amat lalu berjalan keluar dari area sekolah.
...*****...
See you next chaptery👋🏻💓🔥