
Happy Reading๐๐ฅ
*****
Hari ini Arsyila sudah kembali ke sekolah dan disambut ucapan selamat daripada murid-murid SMA Cakranegara karna berita tentang kejuaraan yang diraih Arsyila sudah menyebar bukan hanya di SMA..Namanya bahkan sudah gempar di setiap pondok pesantren.
"Syil gk mau ke kantin? nongkrong dikantin yuk!" Ajak Nia karna hari ini full kosong pelajaran.
Guru-guru sedang rapat bulanan membahas program-program yg akan mereka buat untuk kemajuan sekolah bersama Razan dan Aldo.
Sekalipun menjadi ketua & wakil Osis tapi mereka juga berpengaruh besar dalam kemajuan sekolahnya.
"Gk. Aku ada janji"
Jawab Arsyila jujur karna tadi malam Aydan sudah berpesan pada Arsyila untuk menunggu Aydan dikelas sampai ia datang.
"Oh" Nia mengangguk mengerti.
"Ya udah klo gitu gue duluan ke kantin".
"Iya".
Beberapa menit kemudian Aydan tiba dipintu kelas X Agama itu kemudian menghampiri Arsyila yang sedang fokus pada buku bacannya.
"Pagi cinta..Lagi apa tuh" Sapa Aydan.
"Eh" .
Arsyila terkejut dibuatnya. Ia kemudian menutup novelnya dan ikut berdiri.
"Yuk ke kantin".
"Alzam sama Devan?".
Tanya Arsyila. Biasanya mereka pergi bertiga.
"Diluar".
"Oh".
Mereka pun berjalan keluar kelas...
Bagaimana terkejutnya Arsyila ketika sudah sampai didepan pintu.
"Lah kenapa ramai-ramai gini Dan?"
Heran Arsyila melihat banyaknya siswa/i yang menunggu didepan pintu seperti orang-orang yang akan pergi demo. Mereka tak lain adalah teman kelasnya Aydan.
Sesuai janji Aydan kemarin mereka akan mendapatkan traktiran dari pangeran sulton.
"Ayok ikut aja!..Ayok guys!".
Ajak Aydan pada Arsyila dan teman-temannya.
Walaupun masih bingung namun Arsyila tetap menurut.
Mereka pun sudah tiba di kantin..
"Dan! beneran nih yaa apa-apa???" Tanya Alzam.
"Sekalian buat gue sama Arsyila" Ujar Aydan mengiyakan.
Mereka pun berlari menyerbu makanan ringan yang ada dikantin sepuasnya sebagai sangu untuk dibawa ke kelas ditambah lagi pesanan berkuah untuk makan siang mereka sekarang.
Hingga makanan yang ada di kantin kelas 10 itu ludes menyebabkan siswa/i yang sejak tadi duduk anteng jadi cengo.
Belum lagi yang baru sampai..Mereka tidak kebagian dan terpaksa ke kantin kelas lain untuk berbelanja setelah menyumpah nyerapahi teman kelas Aydan.
Sedangkan Arsyila dan Aydan sudah mengambil tempat duduk dikursi pojok yg tersedia empat Kursi sambil menonton aksi rebutan snack tersebut.
"Dan ini sebenarnya apa? kamu neraktir mereka?" Tanya Arsyila akhirnya mengakhiri kebingungannya.
"Iya gue neraktir mereka"
"Dalam rangka apa Dan..Gk mungkin kan tiba-tiba gini?".
"Sebagai ucapan selamat atas keberhasilan gadis tersayangnya Aydan".
Ujarnya sambil mengembangkan senyum.
"Liat Si Aydan guysss Ish romantis banget gk siih?". Bisik Rehan pada teman-temannya yang juga sedang berada di kantin.
"banget!!! Aydan kalo udah bucin emang gk ada lawan cuy" Intan menimpali.
"Gk tau tempat juga" sahut Rehan.
"Beruntung banget sih Arsyilaa huwaa kok gue baperrr !!!".
"Bisa diemm gk kaliannnnn !!!!".
Kuping Sania terasa panas hingga tak sadar kalau dirinya kelepasan berteriak
Semua pandangan tertuju pada Sania termasuk Aydan dan Arsyila.
"Aishh kan kelepasan! malu gue maluuu" Gumam Sania sambil menelungkupkan kepalanya dimeja kantin..
"lah si sania kenapa??"
"gk tauu emang sering gitu sih dia"
"paling lagi gibah tu"
Bisik-bisik orang dikantin yang juga sering menjadi korban teriakan Sania yang tidak Bisa di rem itu.
Awas aja lo Arsyilaaa gue bakal rebut orang2 yg ngejadiin lo Ratu disekolah ini!
batin seorang siswi yang juga panas melihat Aydan bersama Arsyila.
"Eh eh lo berduaaaa mojok aja kerjaannya".
"Udah pinter ya sekarang! ckck".
Alzam dan Devan datang merusak suasana seperti biasa dengan Devan membawa empat mangkok bakso dan Alzam membawa empat minuman berbagai rasa.
Mereka kemudian mendudukkan dirinya di dua kursi kosong yang tersisa sambil mengambil ancang-ancang untuk bergosip.
"Eh tadi gue denger si Sania teriak..Kenapa dia??".
Tanya Alzam memulai dengan suara berbisik Arsyila dan Aydan mengendikkan bahu.
"Kayak gk tau aja lu Zamm mungkin aja kan dia masih suka ama Aydan!".
"Hah suka?" Beo Arsyila.
"Lah trus apa hubungannya?? cemburu liat gw ama Arsyila gitu" Tanya Aydan ikut-ikutan.
"Ya iyaa laah! kalian mojok gini pasti tuh digosipin ama genk-genkannya trus dia panas".
Ujar Devan menebak-nebak dan ternyata tebakannya benar.
"Dari mana lo tau??" Tanya Alzam.
"Ya kan gue di stand makanan tadi..Jadi deket ama meja mereka. Gw gk denger si mereka ngomongin apa tapi mereka ngomong sambil liat kalian" Tunjuk Devan pada Arsyila dan Aydan.
Arsyila masih tidak mengerti tapi satu yang ia tau cowok kalo lagi cerita serius akan sangat serius tidak seperti cewek yang kalau bercerita pasti ada embel-embel ketawanya plus bibirnya dimoncongin saking seriusnya seserius cintaku padamu๐.
Oh gini ya cowok kalo lagi goship..ceritanya serius banget gk ada becandanya bahkan lebih parah dari cewek! Astagaa berasa lagi rapat -
Arsyila membatin.
"Biarin aja lah yang penting dia gk berani ganggu Arsyila awas aja kalo dia berani nyentuh!".
Aydan berujar serius menatap tidak suka Sania yang sedang melahap popmie nya.
"Ini sebenarnya ada apa sih Dan!! apa jangan-jangan Sania mantan kamu?". Selidik Arsyila dengan suara yang dikecilkan menatap Aydan.
"IUW" Mereka bertiga mengangkat bahunya geli.
"Eh Syil lo tau gk dulu tuh si Sania ngebet banget buat dapetin Aydan sampe rela dateng kesekolah kita cuma buat ngasih bunga".
"Haaah?"
Arsyila melongo apa iya ada cewek yang seobsesi itu??.
Walaupun tidak bisa dipungkiri Aydan sangat tampan tapi tidak dengan merendahkan harga diri juga kan?.
"Emang kalian beda sekolahan?"
Arsyila mulai penasaran.
"Beda Syill bahaya banget lah tuh anak. Menurut gue nih ya dia cuman masuk jurusan Agama karna gabut" Ujar Alzam dengan mulut judesnya.
"Bahayanya kayak gimana emang?"
"Asal lo tau dia pernah ngelabrak-
Alzam mendekap mulut Devan yang pasti akan keceplosan menyebut mantan Aydan dulu yang pernah di labrak Sania sampai sakit tiga hari padahal Aydan sangat memprivasi hubungannya.
Entah bagaimana Sania bisa tau dan hal itu yang membuat Aydan sangat tidak menyukai Sania sampai sekarang.
"Ngelabrak siapa Vann?"
Arsyila mulai menatap mereka curiga ditambah Aydan yang memelototi tajam mata Devan.
"Mmm ma-mmaksudnya" Devan mulai gagap melihat tatapan2 serigala didepan nya.
"Maksudnyaa orang-orang yang suka sama Aydan Syil kan yang suka Aydan satu sekolahan!". Alzam berucap mencari alasan yang masuk Akal.
"Nah lo pikir aja Syil..yang satu sekolahan tu dilawan sendiri sama Sania" Tambah Aydan dengan majaz hiperbola.
"Alay ih" Arsyila tertawa garing.
Sebenarnya Arsyila penasaran dengan mantan Aydan yang pernah disebutkan Intan padanya mana mungkin dia lupa dan Arsyila yakin kalimat selanjutnya yang akan dikatakan Devan adalah kata -mantan pacar-.
Satu hal yang harus laki-laki tahu wanita sangat pandai menyembunyikan perasaan cemburunya dan sangat sulit melupakan sesuatu yang membuatnya sakittt hati.
Arsyila lebih memilih diam tak ingin banyak ikut campur..Lagipulaa dia siapa? Arsyila belum ada hak untuk tau lebih dalam karna statusnya yang masih ngambang bisa-bisa Aydan illfel nantinya.. So sad:(
"Huh" Devan menolehkan wajahnya kesamping membuang nafas lega begitu juga dengan Alzam.
Aydan menoleh ke arah Arsyila yang sudah melahap baksonya sehabis tertawa tadi.
"Pelan-pelan Syill".
Ujar Aydan melihat Arsyila yang hampir tersedak lalu mengambilkan sehelai tisu dalam kotak persegi yang disediakan kantin.
Tatapannya lurus melihat ibuk kantin yang sedang menyajikan makanan untuk para murid yang memesan sesekali menyuap baksonya kembali.
Devan dan Alzam saling Senggol.
"Arsyila kenapa? tumben gk malu-malu" Bisik Alzam pada Devan.
"Perasaan gw gk salah ngomong deh tadi" Sahut Devan.
"Kalian ke-kenapa liatin aku kayak gitu".
Arsyila menatap tidak enak pada tiga orang dihadapannya. Mereka hanya menggelengkan kepalanya polos.
"Trus?? apa mau pada aku suapin?"
Alzam mengangguk semangat.
"Mau Syill mauuuu"
Heboh Alzam kemudian memajukan wajahnya.
"Eh ehhh"
Refleks Aydan mendorong wajah Alzam hingga membuatnya hampir terjungkal.
"Buahaha main nyosor aja lu Zam! syukuriin tuh!" - Devan
"Makasih ya dan"
"Dan Makasih"
"Thanks Bro"
Dan banyak lagi ucapan terima kasih dari teman kelas Aydan yang mendapat teraktiran ketika mereka hendak keluar kantin karna sudah selesai makan siang sambil menenteng jajanan yang sudah mereka borong tadi.
"Okey sans bro!"
Bukan Aydan yang menjawab tapi Devan
sedangkan Aydan hanya mengangguk saja.
Arsyila menganga melihat bawaan mereka yang seperti ibuk-ibuk pulang dari pasar.
"Dan kamu habis berapa?"
Tanya Arsyila menatap Aydan.
"Paling cuma lima/sembilan ratusan" Jawab Aydan santai.
"Cuman??" Kaget Arsyila.
"Jangan heran lah Syil.. Bagi Aydan jutaan juga gk ada apa-apanya apalagi buat lo!" Jawab Alzam jujur melihat keseriusan Aydan kalau menyangkut orang yang dia suka.
"Seisi kantin ini juga dia mampu beli! sama ibuk kantinnya juga sekalian" Sahut Devan sambil mengaduk ngaduk teh jusnya.
Arsyila kembali menatap Aydan dengan perasaan yang entahlah tidak bisa diartikan.
"Aydaann jangan sampai segitunya juga..Kamu jangan berlebihan gitu" Ujar Arsyila tak enakan.
"Bagi gue Ini bukan hal yang berlebihan..Karna lo itu terlalu sempurna buat gue".
Ujar Aydan menatap dalam Arsyila.
"Ukhuk Ukhuk"
Kayaknya nih tea jus kurang garam deh!..Pait njiir..Devan merusak suasana.
"Gue juga nih jus asemnya kekurangan micin kayaknya".
Alzam ikut-ikutan mengusap usap lehernya sambil menunjuk pop ice rasa taronya dengan sebutan jus asem.
"Dih bilang aja lo pada keaseman dan kepaitan gara-gara kelamaan ngejomblo" Sindir Aydan.
"Lah emang si Aydan pacaran yak?"
Bisik Alzam pada Devan.
"Kan gk ya? sok banget lagi pake ngatain"
Julid Devan melirik sinis Aydan masih dengan posisi berbisik.
"Gosipin gue lo padaaa!!"
Aydan menatap garang mereka.
"Eh eh gk pede banget ya gk Zam?"
Devan menyenggol lengan Alzam.
"Iya iuw orang kita lagi muji Arsyila gitu heran aja".
"Heran kenapa?" Tanya Arsyila pada Alzam.
"Heran! kok bisa Arsyila yang cantik Jelita betah gitu ama Aydan yang mukanya kek retakan aspal!!!".
Ujar Alzam ngegas sampai butiran air di mulutnya terciprat ke wajah Aydan.
"Anj- Astaghfirullah" Hampir saja Aydan berkata kasar. Sedangkan Devan sudah tertawa terpingkal-pingkal.
"Wkwkwk bau dugong gk tuh muka lu Dan ahaha".
Arsyila ikut cekikikan melihat wajah merah Aydan.
"Lo kalo ngomong jangan ngegas jugaaa anak Adam! kan bau jigong nih muka Alucard gw!"
Ujar Aydan menyebut salah satu hero ML favoritnya sambil mengelap wajahnya yang keciprat butiran siraman rohani itu dengan kerah bajunya.
"Ya maaf itung-itung skincare pagi lo"
Ujar Alzam polos.
"Hihih ada-ada aja kalian.." Arsyila ikut nimbrung.
"ya udah yuk kita balik ke kelas dulu orang-orang udah mulai sepi tuh".
Ujar Arsyila sambil menengok sekitar yang hanya tersisa segelintir murid saja.
"Yuk! eh tapi gue mau abisin nih tinggal dikit"
Ujar Devan menunjuk mangkoknya yang masih berisi.
"Ya udah aku tunggu".
____________
Allohuakbar Allohuakbar..
Suara adzan zuhur berkumandang dari Musholla.
Arsyila dan kawan-kawan sudah siap ke Musholla dengan menenteng muknahnya bagi yang perempuan dan peci bagi yang laki-laki.
"Eh Arsyila"
Panggil Rifki sehingga Arsyila dan Nia yang sedang berjalan disampingnya jadi berhenti.
"Ada apa kiy?" Bingung Arsyila.
"Lo kan ketua Biro Agama..Kata bang Razan mulai hari ini setiap Osis sudah mulai menjalankan tugas masing-masing dan lo bantu komando anggota bidang keagamaan yang cewek buat jaga-jaga sesuai tugas yang kita udah diskusiin pas rapat Osis".
Jelas Rifkiy panjang lebarrr.
"Oo gitu..Okey deh".
"Trus yang cewek jaga-jaga di Musholla kan? periksa yang sholat apa ndak?"
Tanya Nia lebih jelas.
"Iya..Biar Cowok aja yang periksa kelas soalnya kebanyakan cowok yg bolos" Jawab Rifkiy.
"Oh Iy deh..Arlina mana?". Tanya Arsyila pada Nia.
"Udah ke Musholla..yuk kita kesana sekalian ngajak anggota yang lain" Ajak Nia.
"Yuk!"
Baru saja mereka melangkah keluar sudah ada Razan yang menghadang depan pintu.
"Arsyila tunggu disini dulu" Ujar Razan tiba-tiba.
"Haa?" Arsyila cengo.
"Ada apa kak?".
Kini Nia yang mewakili kebingungan Arsyila.
"Ada yang mau gue omongin".
Ujar Razan kemudian memberi Isyarat dagu untuk Nia agar pergi.
"Tapi kan-
"Gue bilang gue ada Urusan..Lo gk denger?"
Potong Razan dengan suara dingin. Nia kemudian pergi dari hadapan mereka dengan perasaan kesal.
"Kk Razan! bisa gk si kalo ngomong sama cewek tu lebih halus?".
Tegur Arsyila yang juga tidak terlalu suka dengan nada bentakan Razan pada Nia tadi.
"Bisa..Kalo sama lo"
Jawab Razan yang membuat Arsyila makin bingung namun ia memilih diam.
"Rif sini!!" Panggil Razan pada Rifki yang sejak tadi berdiri dua jengkal dibelakang Arsyila sebagai penonton.
"Lo jaga aja di Musholla sama anggota Biro Agama yang lain..Saf nya juga, jangan sampe ada yang main-main pas sholat" Pinta Razan.
"Oh oke bang".
...****...
Gimana??? lanjut gk nih?๐
See you Next Part๐๐ป๐