
Kini tak terasa sudah beberapa minggu Amanda masih berada di kota tersebut.
Jujur sebenarnya dia sangat merindukan Calvin saat ini.
Tapi urusan Papa nya belum selesai, karna mengurus perpindahan perusahaan itu tidak mudah dan butuh waktu yang sangat lama.
Di siang hari saat orang tuanya pergi ke kantor, kini Amanda hanya bisa berdiam dan duduk termenung di dalam kamarnya.
Brenaldi dan orang tua nya sudah kembali ke Jepang karna urusan pekerjaan, jadi yang bisa dia lakukan hanya mengurungkan diri di rumah.
Amanda sedikit malas untuk ikut pergi kekantor bersama orang tuanya, karna dia berpikir kalau dia ikut akan membuat orang tua nya menjadi kerepotan.
"Jadi apa yang harus aku lakukan? Aku sangat bosan sekali"ucap Amanda yang kini sudah rebahan di kasurnya sambil memeluk boneka Teddy Bear besar.
"Aku sangat merindukan mu" ucap Amanda sambil berbicara pada boneka itu.
Kini dia menganggap bahwa boneka yang dia peluk itu adalah Calvin.
"Tapi aku malas kali untuk menelpon mu duluan"ucap Amanda yang terlalu ego untuk menelpon Calvin.
"Entah kenapa akhir akhir Calvin jarang menelpon ku"ucap Amanda.
Amanda mengingat terakhir kali dia menelpon Calvin, saat itu dia mengakhiri panggilan nya secara sepihak karna Amanda terburu buru pergi kebandara untuk mengantar Brenaldi dan keluarganya pergi kembali ke Jepang.
"Apa karna itu Calvin tidak menelpon ku sampai sekarang?"ucap Amanda.
"Tidak mungkin, akan sangat kekanakan jika Calvin marah hanya karna itu"ucap Amanda.
"Bagaimana kabar mu di sana? Aku sangat merindukan mu "ucap Amanda.
"Baiklah aku akan membuang semua ego ku dan akan menelpon mu duluan"ucap Amanda.
Amanda pun langsung mengambil ponsel nya dan langsung menghubungi Calvin melalui via telpon.
Panggilan itu pun masuk, tapi Amanda mengerutkan dahinya saat panggilan itu tak kunjung diangkat oleh Calvin.
"Mungkin saat ini ponselnya tidak berada di samping nya, tapi dia kemana ya?"ucap Amanda yang mencoba berpikiran positif.
Amanda pun mencoba untuk menghubungi Calvin lagi.
Kali ini panggilan itu akhirnya diangkat juga.
"Halo, kau dari mana saja?"ucap Amanda yang langsung menanyakan keberadaan Calvin tadi.
"Maaf Amanda, saat ini Calvin sedang mandi"ucap seseorang yang terdengar seperti suara perempuan.
"Cynthia"ucap Amanda.
"Iya ini aku"ucap seseorang yang ternyata adalah Cynthia.
"Kenapa ponsel nya Calvin ada padamu? Apakah saat ini kau sedang berada di dalam kamarnya Calvin?"ucap Amanda.
"Seperti nya Calvin sudah selesai mandi"ucap Cynthia.
"Calvin, ini pacarmu menelpon, aku mau pulang ke rumah"ucap Cynthia yang berteriak dan semuanya itu didengar oleh Amanda.
"Ya hati hati di jalan"ucap Calvin yang juga berteriak.
Amanda yang mendengar itu langsung mengakhiri panggilan nya secara sepihak.
"Cynthia berada di dalam kamarnya Calvin"ucap Amanda yang ingin menangis.
"Aku tidak tahu apakah Mamanya Calvin ada di rumah atau enggak? Ngapain coba mereka berdua harus berada didalam kamar"ucap Amanda.
Tak selang beberapa lama, Amanda pun mendengar suara dering panggilan video call lewat via Whatsapp dari Calvin.
Amanda pun langsung mengangkat panggilan video call itu.
"Halo...kau kenapa?"ucap Calvin.
"Kau nya yang kenapa?? Kenapa akhir akhir kau cuek sekali kepada ku, apa kau sudah tidak menyukai ku lagi?"ucap Amanda.
"Seharusnya aku yang bertanya hal itu. Lagi pula kau harus bisa membedakan mana yang cuek pada mu karena enggak suka, mana yang cuek karena cemburu dan mana yang cuek karna ingin diperhatikan" ucap Calvin.
"Apa Maksudmu? Aku tidak mengerti" ucap Amanda.
"Apa kau tidak merasakan Apa alasan ku cuek terhadap mu" ucap Calvin.
" Aku tidak tahu apa yang membuatmu sampai seperti itu"ucap Amanda.
"Oh jangan bilang kau seperti ini hanya karena saat itu aku mematikan panggilan secara sepihak"ucap Amanda.
"Kau tahu sebenarnya saat itu aku sedang mengantar Brenaldi dan keluarganya ke bandara" ucap Amanda.
"Apakah kau lebih mementingkan dia di bandingkan aku?" ucap Calvin.
"Calvin!!! Amanda yang sedikit berteriak.
"Aku tidak tahu"ucap Calvin.
"Sekarang aku bertanya kepadamu, Kenapa Cynthia ada di dalam kamarmu?"ucap Amanda.
" Kau kenapa kepo sekali?"ucap Calvin.
"Calvin!!!" ucap Amanda yang kembali berteriak.
"Kau bertanya kenapa aku kepo sekali?? Baik aku akan menjawab nya. Kau tahu kepo itu tandanya aku peduli kepadamu, aku peduli karena aku khawatir pada mu, khawatir karna aku takut kehilangan mu. Karna takut kehilangan itulah tandanya aku sayang sekali kepadamu, intinya aku kepo karena sayang kepadamu, tapi kau malah bersikap seperti itu padaku"ucap Amanda yang ingin menangis.
"Kau memang pandai berkata kata Amanda"ucap Calvin
"Aku memang ahli untuk berkata kata Calvin, tapi soal cinta aku memang belum cukup tahu dan tidak paham. Karena itulah aku cukup sensitif terhadap yang nama nya cinta karena aku pernah merasakan sakit hati dari orang yang pernah menyakiti hatiku, bahkan Sampai saat ini aku selalu mengingat hal itu. Jika kau memang benar menyayangiku, tolong jaga perasaanku ku, kau pasti tahu kalau banyak cowok yang sangat menginginkan posisi mu yang saat ini termasuk juga mantan ku."ucap Amanda.
" Apakah kau sedang menyalahkan ku? Aku selalu salah ya dimatamu" ucap Calvin.
"Aku tidak tahu, coba tanyakan hal itu padamu sendiri. Kau itu terlalu kekanakan, jika kau melarangku untuk peduli terhadap keluargaku, mungkin aku rasa kita cukup sampai di sini saja"ucap Amanda yang ingin mengakhiri hubungan mereka.
"Apakah sekarang kau ingin putus denganku?? Amanda!! Ini bukan cara untuk menyelesaikan masalah kita" ucap Calvin yang mencoba mengendalikan emosinya.
Amanda hanya diam saja dan Calvin pun sedikit marah saat melihat dari layar ponsel nya, yang mana dia melihat Amanda hanya diam membisu.
" Aku enggak bisa seperti ini terus Calvin, Kau terlalu kekanakan dan aku hanya ingin menjalin hubungan dengan seseorang yang akan membuatku lebih dewasa lagi bukan kekanakan"ucap Amanda.
"Jadi sekarang kau menuduhku bahwa aku tidak bisa membuat mu menjadi dewasa dan kau mengatakan bahwa aku kekanakan"ucap Calvin yang menahan emosi nya lagi.
"Apakah kau tidak merasa bersalah kepadaku dengan berkata kata seperti itu?" ucap Calvin lagi.
"Enggak, aku tidak merasa bersalah"ucap Amanda yang menangis.
Calvin yang melihat Amanda menangis langsung merasa sakit di hatinya melihat orang yang disayangi seperti itu.
Akhirnya dia menyadari satu hal bahwa perempuan memang pada hakikatnya selalu ingin di mengerti dan itulah yang membuat Calvin membuang segala egonya dan mengalah demi mempertahankan hubungan mereka.
"Baiklah, Aku lah yang salah di sini. Kau benar aku terlalu kekanakan dan hanya orang yang tidak bisa membuatmu lebih dewasa. Bahkan aku tidak mampu mempertahankan hubungan ini, tapi agar hubungan kita ini tetap terjalin, aku akan minta maaf padamu"ucap Calvin.
Amanda yang mendengar perkataan Calvin langsung menangis.
"Enggak!!! Enggak!! Kamu tidak salah, aku lah yang salah di sini" ucap Amanda.
"Seharusnya aku harus bertanya dan ijin dulu padamu jika aku ingin pergi" ucap Amanda yang langsung menangis dan memangku kepala pada lutut nya dan tangan nya langsung memeluk kakinya sendiri.
Calvin yang melihat itu langsung mengusap layar ponselnya dan mengelus kepala Amanda yang ada pada layar ponsel itu.
" Sudahlah jangan menangis lagi, aku tidak suka melihat mu menangis, jadi hapus air mata mu"ucap Calvin.
Amanda pun langsung menghapus air matanya.
"Dasar laki laki itu memang aneh, dia tidak suka melihat pacar menangis tapi tetap saja membuat mereka menangis"ucap Amanda.
"Baiklah maafkan aku, Apakah kau mau menarik kata katamu tadi?"ucap Calvin.
"Kata kata yang mana ?"ucap Amanda.
"Kata kata yang ingin mengakhiri hubungan ini"ucap Calvin.
"Baiklah, Aku akan menariknya. Aku juga minta maaf jika aku masih belum sempurna untuk mu"ucap Amanda.
"Tidak ada yang sempurna di dunia ini Amanda, oleh karena itulah aku menerima segala kekuranganmu. Untuk itu aku ingin kau juga harus menerima segala kekurangan ku"Ucap Calvin.
"Aku juga akan menerima segala kekuranganmu" ucap Amanda.
"Apakah kau serius dengan ku?"tanya Calvin.
"Iya, aku serius dengan mu"ucap Amanda.
"Apakah kau tahu kalau tadi saat di sekolah aku mempelajari rumus matematika baru?"ucap Calvin.
"Apa itu?" tanya Amanda.
" Perempuan serius ditambah lelaki serius sama dengan pernikahan"ucap Calvin sambil tersenyum.
"Apaan sih" ucap Amanda yang tersipu malu.
"Rasanya aku ingin cepat cepat menyelesaikan sekolah ku dan cepat dapat pekerjaan agar dapat Melamar mu" ucap Calvin.
" Cobalah, Aku akan menunggumu" ucap Amanda.
"Tapi kau jangan membuat ku menunggu terlalu lama ya. Ntar ada yang duluan melamar ku dan papa ku akan menerima nya dan dia akan mengambil ku dari mu"ucap Amanda.
"Itu tidak akan terjadi karena aku tidak akan membiarkan orang itu berhasil merebutmu dariku " ucap Calvin.
Amanda tersenyum mendengar perkataan Calvin, dia sangat yakin kalau Calvin pasti sangat mencintainya.