Always Love You My Husband

Always Love You My Husband
chapter 33



Hai pembaca setia novel ku


Aku mengucapkan terima kasih kepada kalian yang telah membaca novel ku ini.


Apalagi jika kalian memberi ku banyak like👺


dan komentar kalian.


Aku harap kalian memberi komentar yang baik untukku.


Aku akan berusaha untuk mengatur waktu ku agar bisa mengupdate chapternya dengan cepat.


Aku minta maaf 🙏🙏jika dalam cerita novel ku ini kurang nyambung😬 atau apalah itu yang membuat kalian tidak menyukai, tapi aku sih berharap kalau kalian menyukai nya.


Maklum lah aku penulis baru disini.


Aku minta maaf🙏🙏 Jika penulisan kata yang tidak baik untuk di baca.


Pokoknya wo ai ni buat kalian semua


ehehe maksudnya aku mencintai kalian readersku 😊😊


~~


Setelah beberapa hari, Sherlin menjalani kehidupan dengan baik.


Meskipun belum ada perubahan dari suasana rumah tangga nya dengan Reno .


"Sherlin kau harus kuat dan tegar, kau tidak boleh menangis lagi"ucap Sherlin menyemangati dirinya sendiri.


Hari ini Sherlin menganti gorden yang ada pada jendela mansiion itu.


Dia menaiki kursi agar dia bisa menggapai dan menggantikan gorden tersebut.


Saat sedang asik mengganti dia tidak sadar bahwa kaki nya sudah di ujung kursi itu.


Ketika dia ingin mundur sedikit lagi tiba tiba dia terjatuh ke bawah.


"Aneh kok aku tidak merasa sakit ya"batin Sherlin, karna Sherlin yang memejamkan mata saat terjatuh tadi.


"Apa kau tidak bisa bangkit?"ucap Reno yang ternyata di bawah Sherlin.


Reno saat itu sudah pulang dari kantor, dia melihat Sherlin yang sedang mengganti gorden itu.


Saat ingin ke kamar dia melihat Sherlin yang mau terjatuh langsung menuju ketempat sherlin.


Dan disaat Reno ingin menolongnya,


Sherlin malah jatuh duluan dan langsung menimpa tubuh Reno.


Sherlin yang langsung membuka matanya dan bangkit ketika dia mendengar suara Reno.


"Auww"ringis Reno karna badannya serasa remuk dan sakit karna ulah Sherlin.


"Maaf, apa terasa sakit?"ucap Sherlin terlihat sangat khawatir dan dia langsung memapah Reno menuju ke sofa yang ada di dekat mereka .


Reno saat dipapah oleh Sherlin pun hanya menurut saja karna untuk saat ini dia tak mempunyai tenaga untuk berjalan.


Mau tak mau dia perlu bantuan Sherlin karna disaat itu juga Bi Ina tidak ada dimansion nya dan pergi entah kemana.


Sherlin langsung mengambil kotak p3k dan meletak handphone dimeja saat dia kembali ke tempat Reno duduk.


"Kau sedang terluka, sini biar aku obati luka mu"ucap Sherlin yang khawatir.


"Tidak usah biar aku sendiri "ucap Reno.


"Setidaknya aku tidak berhutang budi karna sudah menolong ku jadi aku mohon biar aku mengobati mu"ucap Sherlin spontan.


Reno terdiam mendengar perkataan Sherlin


akhirnya dia pun mau untuk diobati.


Sherlin menuangkan antiseptik pembersih luka pada kapas untuk membersihkan luka yang ada di bibir Reno.


"Auw"Reno yang berteriak kesakitan saat Sherlin membersih lukanya.


"Maaf aku akan pelan pelan "ucap Sherlin.


Setelah itu Sherlin memoles obat pada bibirnya Reno dan meniup nya karna obat itu seperti nya cukup perih jika terkena diluka.


"Tahan sebentar, perihnya tak akan lama kok"ucap Sherlin ketika melihat Reno yang tengah menahan sakit.


Drrtt drrt


Ada panggilan di handphone nya Sherlin,


Reno pun juga melihat Nama yang tertera pada layar handphone Sherlin yang ternyata adalah Heri.


"Ada apa Heri?"ketika Sherlin sudah mengangkat panggilan.


"Sherlin,lusa kau ada kegiatan gak? tanya Heri yang berbicara di seberang sana


"Tidak ada Heri, kenapa emang nya ?"tanya Sherlin.


"Tidak ada sih, aku hanya ingin berjumpa dengan mu. Apa bisa?" tanya Heri


"Hmm bisa sih.Ya sudah besok kau hubungi aku jam berapa dan dimana kita bertemu?" kata Sherlin.


"Baik lah besok aku akan menghubungi mu"ucap Heri.


"Hm baiklah kalo begitu Heri " ucap sherlin dan mengakhiri panggilan itu.


Dimalam hari yang tengah hujan deras disertai petir, Reno ternyata sudah terlihat lumayan baikan.


Dia pun terlihat sudah makan malam dan pergi pergi ke kamar karna ingin menyusun berkas berkas kerja yang sudah ada di kamarnya.


"Bi nanti tolong antarkan kopi ke kamar ku ya dan sekalian aku ingin minta tolong pada Bibi untuk bantuin aku menyusun dokumen yang ada di kamarku"ucap Reno.


"Baik tuan "ucap Bi Ina.


Reno pun pergi ke kamarnya dengan langkah yang agak lambat karna Reno tubuh nya masih terasa sedikit sakit.


Sherlin pun keluar dari kamar nya dan hendak ke kamar mandi untuk menyikat gigi karna itu kebiasaan Sherlin kalau mau tidur.


Saat hendak ke kamar Bi Ina memanggil Sherlin .


"Ada apa Bi? "ucap Sherlin yang melihat wajah Bi Ina penuh kecemasan.


"Nak Sherlin, bibi boleh minta tolong untuk antar kopi ini ke kamar Tuan reno dan membantunya untuk menyusun beberapa dokumen disana.Bibi tidak bisa mengantarkan kopi ini karna anak Bibi ternyata sedang sakit .Bibi baru dapat telepon dari kampung, jadi bibi ingin balek ke kampung malam ini juga".ucap Bibi Ina.


"Baiklah Bi, aku akan mengantarkan nya.Bibi pulang lah semoga anak bibi lekas sembuh dan Bibi berhati hati ya selama diperjalanan. "ucap Sherlin.


"Terima kasih nak Sherlin "ucap Bi Ina.


"Sama sama Bi"ucap Sherlin.


"Tapi, apa Bibi akan berangkat hujan hujan begini ?"ucap Sherlin karna diluar tengah suara hujan deras dan ada petir lagi.


"Iya nak sherlin, Bibi ingin berangkat malam ini juga meskipun hujan deras. ucap Bi Ina.


"Setidaknya, kalian bisa bersama malam ini dan Bibi berharap malam ini kalian bisa dekat"batin Bi Ina kemudian berangkat ke kampung bersama suaminya.


Tok tok


Sherlin mengetok pintu kamar Reno sambil membawa segelas kopi hangat yang sudah di siap kan bi ina tadi.


Pintu itu pun terbuka


"Itu...Bi Ina tadi minta tolong untuk mengantarkan kopi ini dan membantu mu untuk menyusun dokumen mu.Bi Ina tidak bisa kesini karna anak nya dikampung sedang sakit, jadi Bi Ina pergi ke kampung malam ini juga"jelas Sherlin ketika melihat Reno di depan nya.


Reno hanya diam dan membuka pintu itu dan membiarkan Sherlin masuk.


Setelah meletakkan kopi di samping Reno,Sherlin pun menuju ke meja yang ada di didekat Reno untuk menyusun berkas dokumen disana yang lumayan banyak.


Setelah beberapa menit akhirnya selesai juga


tapi tiba tiba mati lampu, Sherlin pun lupa membawa handphone nya .


Ruangan itu pun tampak gelap sehingga membuat Sherlin takut apalagi ada petir dan suara hujan deras.


"Reno"ucap Sherlin yang berjalan dalam kegelapan untuk mencari Reno.


Tiba tiba dia meraba seseorang dan saat itu lampu hidup pula, dan ternyata yang dirabanya tadi adalah Reno.


"Jjjeeddarrr"suara petir menggelegar dan sontak membuat Sherlin ketakutan dan tiba tiba memeluk Reno.


Reno yang di peluk pun terkejut juga, tapi tiba tiba Reno bergerak dan mencium bibir Sherlin dan membawanya ke kasur.


Reno mencium bibir Sherlin dengan penuh gairah.


Dan disaat Reno ingin melakukan hal yang lebih lagi ,tiba tiba suara petir menggelegar lagi dan membuat Reno tersadar.


Reno yang tersadar pun langsung bangkit.


"Bodoh, kenapa kau malah mencium nya?"ucap Reno dalam hati nya.


Reno pun langsung pergi ke kamar mandi karna dia butuh pelepasan saat itu juga. Sebab saat Reno mencium Sherlin ternyata itu membuat Reno bergairah dan menegang.


Sherlin pun langsung keluar dari kamar Reno dan kembali ke kamar nya.


"Sherlin kenapa kau tadi memeluk nya.Kalau kau tidak memeluk nya, hal ini pasti tidak akan terjadi "batin Sherlin