
Hari ini Reno terlihat senang karna perusahaan nya telah memenangkan tender kerja sama dengan perusahaan terbesar yang di ada di New York.
Itu karna perusahaan mereka lebih memilih menjalin kerja dengan Pratama Group milik Reno dari pada Admaja Company yang merupakan saingan nya perusahaan Reno.
Hal itu dikarenakan perusahaan Admaja Company telah terlibat kasus penggelapan uang perusahaan yang bergerak di bidang industri itu.
Ternyata sebelumnya Reno telah menyelidiki dan mencari informasi mengenai perusahaan itu.
Reno terkejut mendapati bahwa Bastian Admaja telah melakukan penggelapan uang perusahaan.
Reno pun mengumpulkan semua bukti dan langsung melaporkan nya kepada yang berwajib.
CEO dari Admaja Company pun di tangkap dan banyak para wartawan yang sudah berdiri di depan kediaman Bastian.
Para wartawan ingin menanya apakah bukti dan berita mengenai benar ada nya. Bastian pun mengakui jika dia memang mengelapkan uang yang di berikan para investor ke perusahaan nya.
Reno sebenarnya tidak mau mencampuri hal itu, tapi karna dia mendengar bahwa ada gaji karyawan diperusahaan itu telat diberikan, bahkan ada yang masih belum mendapatkan gajinya.
Keresahan karyawan itu lah yang membuat Reno terpaksa harus melaporkan nya kepada yang berwajib.
"Aku akan membalas dendam ini kepadamu.
Jangan harap aku akan melepaskan mu.Aku akan membiarkan kau bahagia, tapi setelah itu aku akan memberikan penderitaan yang tidak akan berakhir Reno" ucap seseorang yang melihat Reno bersama istrinya dari kejauhan.
🌷🌷🌷
Kehamilan Sherlin kali ini telah membuat Reno menjadi suami yang harus extra berhati hati.
Reno tidak tahu apalah harus senang atau tidak.
Sherlin yang kini sedang mengandung tidak manja.
Padahal Reno ingin sekali kalau Sherlin mau bermanja manja dengan nya seperti wanita lain yang akan bermanja dengan suaminya.
Ya Reno harus nya beruntung memiliki istri seperti Sherlin.
Meskipun Sherlin sedang hamil, dia tidak melupakan kewajibannya sebagai Ibu rumah tangga.
Sherlin selalu sibuk melakukan pekerjaan rumah hanya demi menghilangkan rasa malas di saat kehamilan.
Ini belum ada apa apa nya dibanding saat dirinya tengah hamil Amanda.
Karna di saat tengah hamil Amanda dia lebih banyak bekerja sampai Mama Reno kehabisan kata kata untuk menyuruh Sherlin berhenti melakukan pekerjaan rumah.
Reno pun tidak bisa melarang nya karna Sherlin selalu berkata kalau itu akan membuat bayi nya sehat dan akan mempermudah proses lahiran bayi nya nanti.
🌷🌷🌷🌷
Dipagi Sherlin tengah menikmati teh nya sembari menonton drama China kesukaan.
"Kau tidak kerja sayang?" tanya Sherlin yang berdiri dekat sofa sambil memegang perutnya yang sudah membesar.
Dia melihat suami sudah menuruni anak tangga.
Kini kehamilan Sherlin sudah memasuki bulan ke 7.
Sherlin hari ini terkejut karna melihat pakaian suami nya. Hari ini Reno tidak berpakaian formal yang biasa di pakainya saat bekerja.
Terlihat Reno yang semakin tampan meski usianya sudah di angka 30-an.
Saat ini Reno tengah tersenyum kearah nya dengan memakai pakaian casual yang membuat penampilannya tetap terlihat awet muda!
Ya saat ini Reno tengah memakai kaus lengan panjang dengan model kerah berbentuk V, yang dikombinasikannya dengan celana panjang denim, kemudian lengkapi dengan sneakers polos terang membuat Reno terlihat tampan.
"Tidak sayang" ucap Reno sambil berjalan mendekati Sherlin.
"Jadi kau mau kemana dekat pakaian seperti ini?" ucap Sherlin langsung bertanya sambil marah marah karna Reno ternyata tidak pergi bekerja .
"Sabar Reno...mungkin ini karna hormon kehamilan nya. Jadi dia agak sensitif melihat mu seperti ini "batin Reno
" Biasa nya jika kau dirumah dan tidak bekerja kau hanya memakai kaus dan celana pendek " ucap Sherlin lagi.
"Dan parfum mu sangat menyengat Reno.Jangan bilang kau mau bermain dibelakang ku Reno. Awas saja jika kau selingkuh di belakang ku. Dan hal itu sampai terjadi ,maka tidak akan segan untuk meninggalkan mu"ucap Sherlin secara bertubi tubi tanpa memberi celah kepada Reno untuk berbicara .
Reno yang geram mendengar kata kata yang keluar dari bibir manis istri nya langsung mencium nya.
"Ini hukuman untuk mu sayang " ucap Reno setelah menyudahi ciuman nya.
"Jika kau mengucapkan kata kata itu lagi, akan menghukum mu sampai kau berteriak minta ampun sayang"ucap Reno sambil tersenyum mesum.
Sherlin merinding mendengar perkataan suaminya.
"Jadi katakan padaku kau akan pergi kemana?" ucap Sherlin sambil menatap menatap mata Reno untuk menunggu jawaban suaminya.
"Aku akan mengajak mu shopping sayang"ucap Reno.
"Shopping?"
"Iya"
"Aku akan menemani mu untuk membeli perlengkapan bayi kita sayang" ucap Reno.
"Tungguin ya.Aku akan menggantikan baju ku. Tidak mungkin aku pergi dengan pakaian daster ini" ucap Sherlin yang terlihat senang dan gembira.
"Kenapa tidak mungkin sayang. Lagian kau tetap terlihat cantik kok" ucap Reno.
"Tidak!! Pokoknya aku harus ganti baju.
Jika aku pakai daster saja, mata mu akan melirik pada wanita disana " ucap Sherlin yang bergegas pergi ke kamar dengan langkah yang agak berhati hati.
"Aku juga ingin terlihat cantik juga sayang" teriak Sherlin dari lantai atas.
Reno hanya mengelengkan kepala mendengar suara teriakan istrinya itu.
Sembari menunggu Sherlin, Reno pun bergabung dengan Amanda dan Bi Ina berada di ruang keluarga.
"My little girl,sini Papa peluk" ucap Reno sambil merentangkan tangan nya.
"Papa, coba lihat hasil gambar ku" ucap Amanda sambil menunjukkan sebuah kertas putih yang telah ada lukisan dari karya tangan Amanda.
"Sini Papa lihat sayang" ucap Reno yang sudah duduk sambil memangku Amanda.
"Ini siapa sayang?"tanya Reno pada anak nya itu.
Reno melihat ada lukisan tiga orang pada karya anaknya itu.
Terlihat mereka saling bergandengan tangan.
Dua orang dewasa dan seorang anak kecil.
Dimata orang lain mungkin lukisan anak nya terlihat jelek.
Tapi bagi Reno ini adalah lukisan indah,karna Amanda belum genap 5 tahun sudah bisa menggambar.
Mungkin suatu saat anak nya itu akan bercita cita sebagai seniman. Jika memang benar, Reno pasti akan mendukung anaknya itu.
"Ini Mama, Manda dan Papa" ucap Amanda.
"Kok cuma hanya manda, papa dan mama sayang?" tanya Reno.
"Memang ada yang ketinggalan ya papa? "Tanya Amanda.
" Calon adik Manda mana? " tanya Reno.
"Kan adik Manda belum lahir kan Pa" ucap Amanda.
"Iya Juga sih " ucap Reno.
"Adik Manda ada disini " ucap Manda sambil menuju perut Sherlin pada lukisan itu.
"Anak papa pintar sekali" ucap Reno.
"Nanti kalau Adik Manda sudah lahir, Amanda janji akan menggambar bayi nya disini" ucap Amanda.
"Iya Sayang" ucap Reno sambil mencium pipinya Amanda yang sangat menggemas itu.
Bi Ina hanya tersenyum mendengar perkataan Anak dan Ayah itu.
"Sayang " ucap Sherlin yang sudah ada di ruang keluarga.
Reno terpukau dengan pakaian Sherlin yang terlihat cantik dan seksi.
Karna Sherlin mengenakan terusan drees berwarna coklat bermodelkan kimono yang membuat Sherlin terasa nyaman karena bahan drees nya adem.
"Ini Manda yang lukis" tanya Sherlin yang melihat kertas yang ada lukisan nya.
"Iya Mama " ucap Manda.
"Anak Mama pintar sekali " ucap Sherlin yang senang melihat anak nya itu.
"Jelas lah anak siapa dulu.Susah payah dulu aku mencetak nya" ucap Reno yang merasa bangga.
Sherlin hanya melirik tajam kearah Reno.
"Baik Papa" ucap Amanda.
"Amanda jangan nakal ya, baik baik disini sama Nenek Ina" ucap Sherlin.
"Baik Mama, Manda tidak akan nakal kok" ucap Manda yang menurut pada perkataan orang tua nya.
Setelah pamit pada anak nya dan Bi Ina, Sherlin dan Reno pun pergi kepusat perbelanjaan, khususnya toko perlengkapan bayi.
Kali ini calon bayi kedua mereka lagi lagi perempuan. Itu tidak membuat mereka berkecil hati dan justru malah bersyukur karna masih di beri kesempatan untuk menjadi orang tua yang akan memberikan kasih sayang dan cinta pada anak mereka .
Setelah sampai disana ,Sherlin terlihat senang karna kali ini Reno akan selalu menemani nya. Bahkan suaminya akan ada disamping nya saat lahiran nanti.
Mereka perlengkapan bayi mulai dari pakaian sepatu kaus kaki sampai box tempat tidur bayi pun di beli oleh Reno dan Sherlin.
Saat sedang asik membeli, tiba tiba ada pasangan suami istri yang kebetulan berada di dekat mereka.
Sherlin terlihat sangat senang melihat bayi mungil yang sedang di gendong oleh ibu si bayi.
"Apa aku boleh mengendong nya sebentar? " tanya Sherlin pada wanita itu.
Siwanita pun menyetujui dan memberikan bayi nya untuk digendong oleh Sherlin.
Reno melihat istri nya yang begitu senang dan tersenyum pada bayi mungil itu.
Terlihat hasrat Sherlin untuk segera melahirkan langsung berkobar.
Ya dia sudah merasa tak sabar untuk menunggu waktu itu.
Sherlin berkeinginan untuk segera melahirkan dan mengendong bayi serta akan merawat bayi nya dengan kasih sayang.
🍂🍂🍂
Minggu demi minggu pun berlalu
Sherlin dan Reno semakin tidak sabar menunggu hari kelahiran putri keduanya yang tinggal beberapa hari lagi.
Menjelang kelahiran Reno kini menjadi suami siaga(siap antar jaga).
Reno pun harus menjadi bijak dalam membagi waktu nya.
Waktu untuk kerja,istri nya dan anaknya.
Sherlin pun juga sudah mulai mengurangi kerjanya dalam mengurus pekerjaan rumah.
Karna dia mulai fokus pada bayi nya yang akan lahir sebentar lagi.
Meskipun begitu Sherlin tetap mengurangi rasa sayang pada Amanda.
Dia tetap memperhatikan anak nya itu dan mencurah kasih sayang serta merawatnya dengan sepenuh hati.
Setiap malam Sherlin sering begadang karna memang tidak bisa tidur. Mungkin karna kehamilan nya ya.
Reno sebagai suami yang baik selalu menemani istri nya jika Sherlin sampai benar benar sudah tertidur pulas.
Meskipun Reno selalu tidur lama karna menemani istrinya,dia tak pernah lupa untuk bangun pagi karna dia harus ke kantor untuk melakukan pekerjaan nya.
Reno bisa dibilang masih mengantuk, tapi dia harus memenuhi kewajiban nya untuk menafkahkan anak dan istrinya.
Sherlin pun sedikit merasa bersalah jadi dia memutuskan untuk membawakan makan siang ke kantor suami nya.
Sherlin yang sudah sampai di depan kantor setelah diantar oleh Pak Tarno langsung minta izin pada Pak Tarno karna dia ingin masuk ke dalam kantor suami nya.
Sherlin melangkah kakinya masuk kedalam kantor. Semua karyawan Reno menunduk pada Sherlin sambil mengatakan "Selamat datang Nyonya "
Sherlin hanya tersenyum membalas perkataan mereka.
"Mana Reno?"tanya Sherlin pada Doni karna tak melihat suaminya di dalam ruangan itu.
"Bos ada dirungan pribadi nya Nyonya " ucap Doni.
"Oh..Kalau begitu terima kasih ya Doni" ucap Sherlin.
"Sama Sama Nyonya" ucap Doni kemudian pergi kemeja kerja nya untuk melanjutkan pekerjaan.
Sherlin masuk keruangan pribadi suami nya.
terlihat Reno yang sedang tertidur diatas kasur yang ukuran nya tidak terlalu besar dibanding kan kasur mereka yang dirumah.
Ternyata Reno setelah tidak ada urusan lagi, dia langsung menghabiskan waktu nya untuk tidur di ruangan khusus nya.
Jujur dia memang masih ngantuk karna beberapa hari ini sering bergadang menemani istri nya.
"Maaf kan aku ya sayang " ucap Sherlin sambil memberi ciuman pada bibir Reno.
Ciuman itu ternyata membangun Reno dari Tidur nya.
"Sayang...Ngapain kesini? " tanya Reno.
"Aku bawa makan siang mu sayang" ucap Sherlin.
Reno pun langsung duduk dan turun dari ranjang.
"Ayo, aku sudah lapar" ucap Reno.
"Maaf ya sudah membuat mu seperti ini " ucap Sherlin sambil menundukkan kepala.
"Tidak apa sayang,sudah tugas ku sebagai suami kok.Jadi jangan merasa bersalah lagi" ucap Reno memeluk Sherlin dan mencium puncak kepala Sherlin.
Sherlin langsung mengangguk dan membawa Reno keluar menuju ruang kerja.
Sherlin pun menyiapkan makan siang sang suami.
"Kau sudah makan sayang? " ucap Reno.
"Sudah sayang" ucap Reno.
Reno pun makan dengan lahap karna dia sangat menyukai masakan istrinya.
Tak terasa akhirnya makanan itu pun habis, Sherlin pun langsung membereskan meja itu dan menyimpan bekal itu pada tas bekal.
"Auw.."ucap Sherlin mengerang kesakitan pada perut nya.
Reno pun jadi khawatir dan dia melihat ada cairan yang mengalir dan membasahi celana yang dipakai Sherlin.
"Mungkin aku mau lahiran sayang"ucap Sherlin.
"Apa!! " ucap Reno yang terkejut dan semakin khawatir.
"Doni!! " teriak Reno yang memanggil Doni.
"Apa bos?" ucap Doni yang mendengar teriak Reno dan segera masuk kedalam ruangan.
"Siap kan mobil,istri ku akan melahirkan " ucap Reno dan Doni pun dengan segera melakukan apa yang di perintah oleh bos nya itu.
Reno pun langsung mengendong Sherlin menuju keparkiran. Semua karyawan merasa bahagia karna istri bos nya akan melahirkan. Namun meraka juga merasa khawatir sehingga mereka hanya bisa berdoa semoga Ibunya baik baik saja dan bayi lahir dengan sehat.
Dirumah sakit Reno dengan segera menelpon keluarga nya baik Mama nya maupun Mama mertuanya nya.
Setelah itu Reno kini kembali pada istri nya untuk memberikan semangat pada Sherlin.
"Kau harus kuat sayang demi anak kita dan demi aku" ucap Reno sambil memegang tangan Sherlin .
"Aku senang karna kau ada disini ,kau menemani ku melahirkan anak kita " ucap Sherlin sambil menangis.
"Iya, aku juga senang sayang.Aku bisa menemani dan melihat perjuangan mu melahirkan anak kita. Jadi kamu harus kuat ya"ucap Reno sambil menghapus air mata Sherlin dam mengelap keringat Sherlin yang sudah bercucuran.
Sherlin mengikuti arahan dokter karna dia akan melakukan lahiran secara normal.
Setelah beberapa lama suara tangis bayi memenuhi ruangan itu.
"Selamat Tuan dan Nyonya bayi anda perempuan lahir dengan sehat dan berat 3500 gram"ucap dokter wanita yang membantu persalinannya Sherlin.
Perawat langsung membersihkan bayi itu,dan setelah itu mereka langsung memberi kan kepada Sherlin .
Untuk melakukan Kontak kulit dengan bayi. Itu dilakukan membantu sang bayi mengenali Ibunya.
Hal ini memberikan waktu bagi bayi dan Sherlin untuk menjalin ikatan lebih erat. Mendengar napas dan detak jantung Sherlin saat bayi nya diletakkan di dada nya memungkinkan bayi menjalin ikatan lebih dalam dengan Sherlin.
Sherlin pun langsung melakukan pemberian asi untuk bayi mungil nya itu.
Tangis bahagia jatuh di pipi pasangannya suami istri itu.
"Terima kasih sayang " ucap Reno sambil mencium punggung tangan nya Sherlin.
Selamat membaca ya readersku
jangan lupa beri jempol nya banyak banyak ya untuk mendukung karya ku ini
Jangan lupa beri komentar
I love you guys