
(Sebelum nya)
"Baiklah, nanti aku akan memberitahu mereka kalau hari ini aku tidak bisa datang"batin Amanda lagi.
Reno pun mengajak istri dan anaknya masuk ke dalam mobil, dan dia langsung melajukan mobil nya menuju rumah Gunawan.
Sedangkan Amanda didalam mobil langsung memberitahu Calvin melalui Wa kalau dia tidak bisa datang untuk latihan, dan Amanda yakin kalau Calvin pasti akan mengerti dengan alasan nya itu.
"Maaf aku gak bisa datang hari ini, karna aku sedang berkunjung kerumah Ayah ku"pesan Amanda.
"Tidak apa apa, Schedule hari ini akan kita cancel. Titip salam salam sama Ayah mu"balas Calvin.
Kini mobil yang dinaiki oleh Reno sudah tiba di halaman rumah sederhana milik Gunawan, Amanda langsung turun dari mobil dan berlari masuk ke dalam rumah yang sudah sangat dia rindukan untuk menemui orang yang sangat dia sayangi.
“Ayah,, aku datang dan aku sangat merindukan mu.”ucap Amanda yang langsung memeluk Gunawan dari belakang.
Saat itu Gunawan hendak berjalan menuju ke kamarnya untuk mengambil sesuatu, tapi belum sempat masuk Gunawan dikejutkan oleh seseorang yang memeluk dirinya dari belakang secara tiba tiba.
Saat dia membalikkan badannya, alangkah terkejut dirinya melihat putrinya yang sangat dia rindukan ada dihadapan nya.
“Amanda,, ini benar kamu nak??”ucap Gunawan.
“Iya Yah, ini aku Amanda, aku sangat merindukan mu Ayah” ucap Amanda yang masih memeluk Ayah nya.
“Ayah juga sangat merindukan mu Nak”ucap Gunawan yang membalas pelukan putrinya itu.
“Mana Papa dan Mamamu? Apa kau datang sendirian ke sini?”tanya Gunawan yang tidak melihat kedatangan orang tua kandung Amanda.
“Kami di sini”ucap Reno yang tiba tiba sudah ada di depan pintu masuk bersamaan dengan Sherlin.
Gunawan yang melihat kedatangan Reno dan Sherlin langsung mempersilahkan mereka untuk duduk dikursi tamu.
Dina keluar dari dapur karna dia sempat mendengar seperti ada orang yang berkunjung ke rumah mereka, dan alangkah terkejut Dina saat melihat kedatangan putri nya bersama dengan orang tua kandung nya.
Gunawan melihat istrinya sudah ada di ruangan tamu pun langsung menyuruh Dina untuk menyuguhnya minuman dan makanan untuk tamu mereka.
Dina pun langsung pergi ke dapur untuk melakukan yang di perintahkan suaminya itu, tapi tiba tiba Sherlin bangkit dari kursi nya.
“Mama mau kemana?”tanya Amanda.
“Mama mau ke dapur untuk membantu Ibumu”ucap Sherlin yang langsung berjalan menuju ke dapur.
Amanda pun juga langsung mengekori Mamanya menuju kedapur.
“Maaf, sudah mengganggu waktu mu Gunawan”ucap Reno.
“Tidak apa apa kok, tidak ada mengganggu“ucap Gunawan.
“Kedatangan saya ke sini untuk menawarkan pekerjaan baru untuk mu karna aku sudah memindahkan perusahaan ku ke daerah ini, aku rasa kau akan menyukai nya, dan kau tidak perlu bekerja sebagai seorang buruh lagi”ucap Reno.
“Pekerjaan baru?? Tidak,, sepertinya aku masih senang dengan pekerjaan ku”ucap Gunawan.
“Kenapa? Apa kau tidak suka??”ucap Reno.
“Bukan nya aku tidak suka dan tidak mau, Aku malah akan sangat berterima kasih pada mu Reno karna sudah mau menawarkan pekerjaaan padaku. Tapi Sekali lagi aku minta maaf , aku tetap tidak bisa”ucap Gunawan.
“Ayolah, jika kau menerima nya, kau tidak perlu lagi banting tulang kerja dengan mengangkat barang”ucap Reno.
“Maaf Reno, tapi tetap saja aku tidak bisa”ucap Gunawan.
“Tapi kau harus mau setidaknya demi Amanda. Aku sudah mengatakan pada Amanda kalau ini kejutan yang akan ku berikan pada nya, dan dia pasti akan sedih jika kau menolaknya”ucap Reno.
“Baiklah, aku akan menerimanya”ucap Gunawan yang mau menerima karna Reno sudah menyebut nama putrinya.
Gunawan tidak bisa menolak jika hal itu berkaitan dengan putrinya kesayangan nya.
Kembali sama Sherlin yang sudah di dapur, Dina terkejut saat melihat Sherlin ada didapur nya, dan terlihat Sherlin sedang membantu dirinya untuk menyajikan minuman dan cemilan.
“Sebaiknya Nyonya duduk disana saja, Nyonya tamu disini dan tidak sepatut nya untuk melakukan pekerjaan ini”ucap Dina.
“Tidak apa apa kok kak, aku sangat suka melakukan pekerjaaan di dapur”ucap Sherlin sambil meletakkan gelas diatas nampan.
“Kakak??”ucap Dina yang tidak percaya Sherlin memanggil nya dengan kakak.
“Hmmm iya, kakak. Dan aku harap kakak jangan memanggilku dengan sebutan Nyonya, aku tidak suka mendengar itu”ucap Sherlin.
“Kita ini sudah seperti keluarga dan kakak juga adalah Ibu yang sudah merawat Amanda, jadi tidak sepatutnya kakak memanggilku seperti itu, cukup panggil Sherlin saja”ucap Sherlin lagi.
“Baiklah, dek Sherlin”ucap Dina yang kembali melanjutkan pekerjaan nya.
Dina pun tak keberatan untuk membiarkan Sherlin membantunya.
“Kamu beruntung punya Mama yang baik seperti ini Nak”batin Dina sambil menatapi Sherlin.
Sedangkan Amanda ternyata dari tadi berdiri di dekat pintu dapur dan mendengar semua percakapan kedua wanita yang sangat dia sayangi.
Ada rasa bahagia dan senang di hati Amanda saat melihat kedua Ibunya sangat akur.
“Sayang kau kesini??”ucap Sherlin saat tengah meletakkan kue di piring.
“Iya Ma”ucap Amanda sambil memeluk Mama dan Ibunya secara tiba tiba.
“Kenapa sayang??”ucap Sherlin dan Dina secara bersamaan yang terheran melihat Amanda yang tiba tiba memeluk mereka.
“Tidak apa apa Ma, tidak apa apa Ibu. Aku hanya ingin memeluk kalian”ucap Amanda yang sudah melepaskan pelukan nya.
“Sini aku bantu Ma, biar Amanda yang mengantarkan nya”ucap Amanda yang mengambil nampan dari tangan Mama nya.
Amanda pun membawa nampan itu ke ruang tamu, begitu juga dengan Sherlin dan Dina yang membawa piring yang berisi kue kering.
Saat mereka sudah tiba di ruang tamu Reno langsung menceritakan perihal kedatangan ke sini kepada Amanda.
Dan ternyata benar, Amanda merasa sangat senang. Terlihat senyuman nya terpahat pada wajah indanhya dan itu membuat Reno sangat senang.
“Terima kasih Papa”ucap Amanda yang langsung memeluk Reno.
“Aku sangat bahagia sekali”ucap Amanda yang kini sudah melepaskan pelukan nya.
“Papa juga bahagia bisa melihat mu bahagia sayang”ucap Reno.
Kini hari sudah sore, Reno pun pamit pulang kepada Gunawan.
“Kalau begitu kami pulang dulu”ucap Reno yang bangkit tempat duduknya.
“Terima kasih atas tawaran pekerjaaan nya Reno”ucap Gunawan.
“Tidak perlu berterima kasih, sudah seharusnya aku melakukannya karna kita ini keluarga”ucap Reno.
“Ayo sayang kita pulang”ucap Sherlin.
“Aku masih mau disini Ma, nanti aku akan pulang dan Ayah yang akan mengantarnya”ucap Amanda.
“Baiklah kalau begitu kami pulang dulu ya”ucap Sherlin.
Reno dan Sherlin pun pulang ke rumah, sedangkan Amanda masih ada dirumah bersama dengan Ayah nya.
“Ayah, Alan di mana? Aku tidak ada melihat nya”ucap Amanda yang duduk dikursi.
“Alan lagi kemah, biasa lah dia kan ikut kegiatan pramuka disekolah nya”ucap Gunawan yang langsung masuk kedalam kamar.
Amanda pun melihat ke layar ponsel nya , dia pun membuka galeri dan menatapi fotonya bersama Calvin.
Tak sengaja Gunawan yang sudah keluar dari dalam kamar dan lewat dan melihat foto putrinya bersama seorang laki laki dilayar ponsel putrinya.
“Itukan, anak yang mengantarkan kau kerumah sakit waktu kau kecelakaan”ucap Gunawan yang mengingat saat dimana Amanda yang pernah kecelakaan dan Calvin lah yang telah membawa nya kerumah sakit.
“Eh ternyata Ayah sudah disini”ucap Amanda yang terkejut dengan Ayah nya yang ternyata sudah ada di belakangnya.
“Apa dia pacarmu?” ucap Gunawan sambil duduk disamping putrinya.
“Hmm, iya Ayah”ucap Amanda yang membenarkan perkataaan Ayah nya.
“Ayah juga menyukai nya”ucap Gunawan.
“Apa??? Jangan bilang kalau Ayah...”ucap Amanda yang terkejut tapi tiba tiba terhenti karna Gunawan langsung memotong permbicaraan putrinya.
“Ayah masih normal Amanda, lagian Ayah sudah menikah. Maksudnya, Ayah menyukainya karna dia terlihat seperti anak baik baik”ucap Gunawan.
“Oh begitu ya Ayah. Dia memang anak yang baik”ucap Amanda.
Amanda pun langsung menceritakan tentang perihal Calvin yang menyamar jadi orang culun hanya untuk menarik hatinya. Gunawan cukup terkejut dengan tindakan konyol Calvin, tapi bagaimana pun, Gunawan semakin menyukai Calvin karna dia sangat tahu kalau Calvin pasti memang benar benar menyayangi putrinya dengan tulus.
“Kau jangan melepaskan orang seperti itu sayang, dia sangat tulus padamu. Jangan sekali kali kau menyakiti hatinya dan membuat hatinya berpaling padamu”pesan Gunawan pada putrinya.
“Baik Ayah”ucap Amanda.
“Ayah akan mendoakan kalian agar hubungan tetap langgeng sampai kalian pada hubungan tahap keseriusan”ucap Gunawan.
“Amin Ayah, terimah kasih Ayah”ucap Amanda.
“Ayah ke dapur dulu ya”ucap Gunawan yang pergi kedapur untuk menjumpai istrinya.
"Baik Ayah"ucap Amanda.
Mendengar pesan Ayahnya tadi, Amanda mengingat sikap egois nya pada Calvin akhir akhir ini dan itu membuat nya merasa sedih.
“Maafkan aku Calvin karna terlalu egios dan hanya memikirkan perasaaku saja dan tidak memikirkan perasaanmu”batin Amanda.
“Aku akan minta maaf pada mu secara langsung dihadapanmu “batin Amanda lagi.
Itu karna Amanda berpikir lebih bagus meminta maaf pada seseorang secara langsung dihadapan orang nya dari pada melalui chatting.