
Begitu juga dengan Amanda yang merasa sangat terkejut melihat sepupu nya Calvin yang ada dihadapannya.
" Kau "ucap Amanda yang tercengang dan menunjuk ke arah Calvin, itu karena Amanda seperti melihat sepupunya Calvin
"Kau kan sepupunya Calvin??" ucap Amanda.
"Tidak...tidak... Kamu sebenarnya siapa?? Dan apa tujuan mu mendekati ku? Mana Calvin?"tanya ucap Amanda yang masih terkejut.
"Ini Aku Calvin Amanda, Aku sebenarnya sedang menyamar semenjak aku masuk ke dalam ke sekolah ini" ucap Calvin.
Cynthia datang ke kerumunan orang yang sedang berkumpul itu dan ingin melihat apa yang sedang di saksikan mereka.
Dan alangkah terkejut nya dia melihat Calvin yang membongkar jati diri nya.
"Aku tidak mau ikut campur urusan mu Calvin, kau selesaikan lah masalah mu sendiri" ucap Cynthia dalam hati nya, kemudian dia pun pergi dari situ dan menuju ke kelasnya.
Kembali ke Amanda yang masih mencerna perkataan nya Calvin.
"Jadi selama ini aku dibohongi oleh Calvin dan aku sekarang merasa seperti sudah dipermainkan oleh Calvin"batin Amanda.
Amanda pun langsung pergi dari situ sedangkan Calvin langsung mengejar Amanda.
Amanda tidak memperdulikan hanya masuk kelas dan langsung duduk di kursinya.
"Amanda apa kau sedang marah?" ucap Calvin.
"Kenapa kau menyamar?" tanya Amanda dan dia tidak menjawab perkataan Calvin barusan.
"Jadi ternyata kau selama ini hanya kau mempermainkan ku?"ucap Amanda.
"Tidak begitu Amanda?" ucap Calvin.
Tiba tiba Indah Rahel dan Valen sudah kembali ke kelas dan mereka terkejut melihat Calvin dan Amanda seperti sedang bertengkar.
"Ada apa ini? Apa Kalian sedang bertengkar? Apakah dia selingkuh darimu Amanda?tanya Indah secara beruntun.
"Diam!!! Ini tidak urusan nya dengan kalian"ucap Amanda dan Calvin secara bersamaan.
Mereka bertiga merasa tercengang mendengar perkataan sepasang sejoli itu.
"Lihat lah, bahkan kalian mengucapkan kata kata yang sama secara bersamaan " ucap Valen.
"Lebih baik kita pergi dari sini dan tidak boleh ikut campur urusan rumah tangga mereka"ucap Rahel.
"Kau benar" ucap Indah.
Mereka pun langsung keluar dari kelas dan duduk di depan kelas saja sampai mereka selesai dengan urusan mereka didalam sana.
Valen pun langsung menutup pintu kelas dari luar.
"Untung dikelas tidak ada orang dan hanya mereka berdua, jadi mereka bisa leluasa bertengkar nya" ucap Valen yang sudah ada diluar pintu dan menjadi pengawal agar tidak ada orang yang masuk ke kelas.
Indah yang melihat Valen yang mengawal di depan pintu tertawa terbahak-bahak.
" Kau memang cocok jadi pengawal Valen, jadi kau tidak perlu ke sekolah lagi"ucap Indah yang bercanda.
"Apaan sih, asal kau tahu kau. Aku rela jadi pengawal sementara hanya demi Amanda"ucap Valen.
"Iya lah tuh" ucap Rahel.
Kembali ke Amanda dan Calvin yang berada di dalam kelas.
"Kenapa kau tidak mengatakan yang sebenarnya kepadaku?? Kenapa kau sampai harus menyamar jika kau ingin mendekatiku? Apa kau ingin mempermainkanku? Kau pikir aku wanita seperti apa hah"ucap Amanda yang terlihat marah.
"Maafkan aku Amanda, aku tahu yang aku lakukan ini memang salah tapi aku melakukannya karena aku pikir kau tidak mau mendekati laki laki karna kau sakit hati saat kau putus dengan Fitra" ucap Calvin.
"Aku memang kecewa dan sakit hati dengan Fitra tapi bukan berarti aku tidak mau mendekati laki-laki lain" ucap Amanda.
"Benarkah??" tanya Calvin tapi Amanda hanya diam saja.
"Maafkan aku Amanda, Aku tahu aku salah"ucap Calvin.
" Aku tidak akan memaafkanmu" ucap Amanda.
" Apa yang harus aku lakukan agar kau memaafkan ku?"tanya Calvin.
"Apa aku harus berdiri di depan kelas kita"tanya Calvin.
Calvin melihat ke arah depan kelas terlihat hari begitu panas sekali.
" Baiklah karena kau tidak menjawabnya, aku akan berdiri di depan kelas sana sampai kau mau memaafkanku" ucap Calvin.
" Terserahmu" ucap Amanda yang hanya sibuk memainkan handphone miliknya.
Calvin pun langsung keluar dari kelas dan berdiri di halaman kelas itu padahal siang hari ini terlihat panas dan matahari bersinar sangat terik sekali.
" Kenapa kau berdiri situ? Apa Kau tidak kepanasan?"tanya Indah yang berjemur di bawah terik matahari.
" Aku tidak apa-apa, aku akan berdiri disini sampai Amanda mau memaafkanku" ucap Calvin.
Dari kejauhan ternyata Cynthia melihat sepupunya yang lagi berjemur di depan kelas itu.
" Dia lagi dihukum oleh guru atau ngapain sih sampai Berjemur segala" ucap Cynthia.
"Aku tidak mempedulikan itu" ucap Cynthia dan dia pun masuk ke dalam kelas nya.
" Apa segitu kali tingkat bucin mu sampai mau berjemur dibawah terik matahari yang sangat panas ini" ucap Indah.
Mereka bertiga pun masuk ke dalam kelas dan menemui Amanda.
" Apa kau tidak mau memaafkannya?" tanya Valen .
"Entahlah, aku masih sakit hati karna dia sudah membohongiku dan mempermainkan ku" ucap Amanda.
Beruntunglah Calvin Karena pak guru yang mengajar di kelas mereka tidak masuk hari ini.
Semua murid kelas IPS 1 pun pulang ke rumah masing masing.
Amanda yang melihat Calvin masih berdiri di situ hanya lewat dan mengabaikannya. Amanda pun langsung pulang ke rumahnya.
Calvin yang melihat Amanda hanya mengabaikannya itu pun langsung mengambil tasnya di dalam kelas dan mengejar Amanda.
"Amanda Maafkan aku" ucap Calvin sambil mengikuti Amanda yang sedang berjalan kaki.
Amanda berpura pura tidak mendengar perkataan Calvin.
Tadi cuaca hari begitu panas sekali kini berubah menjadi mendung dan terlihat sebentar lagi Hujan akan turun.
Beberapa jam kemudian terlihat Calvin yang masih berada di depan rumah Amanda dan akan sabar untuk menunggu Amanda keluar dan mau menerima permintaan maaf nya.
Tiba-tiba hujan turun dan membasahi dan baju Calvin, tapi dia tidak memperdulikan itu. Yang dia butuhkan saat ini adalah Amanda yang mau memaafkan nya.
Di dalam rumah terlihat Amanda yang sedang duduk di sofa tiba-tiba datang Reno dan berkata kepada putrinya itu.
" Kenapa sayang?? Apa kalian sedang bertengkar?? Tadi Papa melihat Calvin berada didepan rumah saat papa pulang tadi, papa sempat mengajaknya untuk masuk tapi dia tidak mau dan menolak nya" ucap Reno.
"Tidak apa apa Papa, Aku mohon pada Papa jangan mengajaknya masuk ke dalam rumah ini" ucap Amanda.
" Amanda Sayang, Kenapa dia tidak boleh masuk?? Apa dia pacarmu?? Apa Kalian sedang bertengkar??"tanya Reno.
"Tidak Papa, tidak seperti itu, dia bukan siapa siapa ku"ucap Amanda.
"Kau tidak bisa membohongi papa sayang, sudah lah suruh dia masuk ke dalam rumah, kasihan dia di luar dan seperti di luar juga terlihat lagi hujan nanti dia sakit kayak mana"ucap Reno.
Amanda pun menjadi sangat khawatir saat mendengar perkataan Papanya.
"Sudah hukuman nya Sayang, papa tidak tahu apa yang sedang terjadi dengan kalian?
Apa salahnya jika kalian selesaikan masalah kalian secara baik-baik, kalian sudah dewasa dan tidak anak kecil lagi" ucap Reno.
Amanda pun hanya terdiam
"Terserah mu sayang, Papa pergi ke kamar dulu mau menemui Mama mu" ucap Reno.
Reno pun pergi meninggalkan Amanda putrinya.
Amanda memikirkan perkataan Papa nya barusan.
"Papa benar, aku sudah dewasa dan tidak boleh bersikap anak kecil" batin Amanda.
Dia pun keluar dan membawakan payung untuk Calvin.
"Kenapa kau bodoh sekali, dah tau hujan tapi kau masih berdiri di sini"ucap Amanda yang sudah ada di luar.
Calvin tidak mendengarkan perkataan Amanda karna dia sangat senang akhirnya Amanda mau menemui.
"Apakah kamu maafkan ku?" ucap Calvin.
Amanda hanya diam saja
" Baiklah, aku akan kembali besok lagi jika kau memang tidak mau memaafkan ku" ucap Calvin.
Calvin pun mau beranjak pergi tapi tiba-tiba Amanda memegang tangan Calvin, dan itu membuat Calvin terkejut.
"Aku akan memaafkanmu" ucap Amanda.
Senyum Calvin langsung tergambar di wajahnya, Dia sangat senang saat mendengar permintaan maaf nya diterima oleh Amanda, dan dia pun langsung memeluk Amanda.
"Terima kasih Amanda, kau tahu aku sangat senang saat kau mau memaafkan ku dan aku sangat mencintai mu" ucap Calvin.
"Aku tidak mencintai mu tapi mencintai orang lain" ucap Amanda.
Calvin pun langsung melepas kan pelukan nya saat Amanda berkata seperti itu.
"Kau tahu sebenarnya aku sudah jatuh cinta pada sosok Calvin yang berpenampilan culun yang selalu ada ada menemani di saat aku lagi bersedih" ucap Amanda yang memeluk Calvin lagi.
" Jadi itu laki laki yang kau maksud adalah Aku" ucap Calvin.
"Iya,Tapi sayangnya ciuman pertama aku diambil oleh mu dan tidak bisa memberikannya pada orang yang kucintai itu"ucap Amanda.
" Dan aku adalah pria culun yang kau cintai itu sayang"ucap Calvin yang membuat Amanda pun tersipu malu dengan perkataan calvin.
Tiba tiba Reno keluar dari rumah dan menghancurkan suasana romantis mereka.
Padahal suasana sudah mendukung sekali,
Mereka berpelukan di bawah guyuran hujan yang makin menambah suasana ke romantisan mereka.
Reno pun langsung memarahi Calvin karna sudah membuat putrinya menjadi basah juga dan dia juga dengan santai nya memeluk Amanda didepan nya.
" Maaf paman"ucap Calvin yang sudah melepaskan pelukan nya.
"Ayo masuk"ucap Reno.
"Tidak paman, aku akan pulang saja. Lagian baju ku juga sudah basah " ucap Calvin.
"Baiklah, kamu hati-hati ya"ucap Amanda.
"Ini payung nya bawa saja untuk mu" ucap Amanda dan dia memberikan payung itu pada Calvin.
Calvin pun membisikkan kata-kata di telinga Amanda "Terima kasih sayang, dan seperti nya Aku sudah resmi menjadi pacar mu"
Amanda yang mendengar itu sangat tersipu malu, dia pun langsung masuk ke dalam rumah saat Calvin sudah pergi jauh.
" Apa kau sedang tersipu malu sayang?" tanya Reno.
"Apaan sih Papa" ucap Amanda.
" Papa Pernah Muda juga sayang" ucap Reno.
Amanda tidak mendengarkan kata-kata papa nya dan dia langsung masuk ke dalam kamarnya karena dia memang malu-malu mendengar perkataan Papa nya, sedangkan Reno hanya mengelengkan kepala nya.
"Kau terlihat sama seperti Mama mu sayang"ucap Reno dalam hatinya.
Apa kalian suka dengan cerita Amanda dan Calvin??
Siapa disini yang setuju Amanda bersama dengan Calvin??🙋🙋
Tetap di tunggu ya 😊😊
#Jangan lupa mampir ke novel ku yang berjudul" Takdirku, hidup bersama mu"
Jangan lupa beri like dan vote untuk mendukung karya ku ya.
Selamat membaca ya teman teman
Jangan lupa beri like dan vote kalian ya.
Terima kasih😊😊😊