
Sekali lagi maaf kan aku karna gak up untuk hari semalam
Itu Karna aku sedang menyelesaikan suatu masalah
Dan ini menyangkut nyawa seseorang
Padahal aku baru saja sudah dalam kondisi yang sudah baik
Tapi karena kalian sudah terlalu lama menunggu, akhir ya aku curi curi waktu untuk mengetik nya dan ini lah hasil karya ku yang sudah ku ketik meski dalam keadaan genting sekalipun.
Harap maklum ya🙏🙏
Dan aku juga berharap semua nya dapat selesai
Dan aku bisa up lagi tanpa ada gangguan apapun lagi
Yang kukatakan ini benar adanya karna tidak ada untung nya aku berkata yang tidak benar
🌷🌷🌷
Kini Amanda telah berada dalam kamarnya,
dia terlihat senang sekali karena mendengar pengakuan Calvin, di mana tadi Calvin mengatakan kalau mereka sudah resmi pacaran.
Amanda Mengekpresikan rasa senangnya dengan cara berguling-guling di kasurnya itu sambil memeluk boneka Teddy bear kesayangan nya yang sangat besar, terkadang Amanda tertawa sendiri dan tersenyum-senyum sendiri seperti orang gila.
Amanda memang gila saat ini dan itu semua karena perkataan Calvin tadi.
Kembali ke Calvin yang sudah sampai di rumah dengan raut wajah yang terlihat senang.
Hal itu sampai membuat Clara selaku Mommy dari Calvin heran melihat putranya yang pulang dengan tersenyum senyum sendiri dan baju nya yang terlihat basah kuyup.
"Dari mana saja kau Son? Mana mobilmu? Kenapa kau Bisa basah kuyup seperi ini"tanya Clara.
"Kau kenapa Son?"tanya Albert Ayah dari Calvin yang baru turun dari lantai atas.
"Aku tidak apa apa Daddy" ucap Calvin.
"Mommy tahu sekarang aku sangat bahagia sekali hari ini" ucap Calvin sambil memeluk mommy nya ifu.
"Calvin baju Mommy jadi basah gara gara kau" ucap Clara yang terlihat marah dengan Calvin.
"Sorry Mommy aku tidak sengaja" ucap Calvin.
"Sorry Daddy"ucap Calvin pada Daddy nya yang sedang duduk di sofa.
Calvin tahu pasti Daddy pasti sangat marah dan cemburu ketika dia tadi memeluk mommy nya.
"No problem" ucap Albert yang sambil memainkan ponsel nya.
"Apa yang sebenar nya telah terjadi sampai sampai kau terlihat sangat senang sekali"tanya Clara.
"Misiku sudah berhasil Mommy"ucap Calvin.
"Misi yang mana?"tanya Clara.
"Amanda sudah tahu mengenai penyamaranku selama ini Mommy dan ternyata dia sangat mencintaiku terhadap Calvin yang terlihat culun itu, meski pun tadi dia sempat marah dan tidak mau memaafkanku karena dia merasa di permainkan oleh ku yang selama ini telah menyamar dan berpura pura menjadi pria culun" ucap Calvin.
"Jadi dia sudah tahu?" ucap Clara .
"Sudah Mommy "ucap Calvin.
"Syukur aja dia mau menerima mu kalau sempat tidak, mungkin aku akan malu jadi Daddy mu karna Daddy sewaktu muda selalu berhasil memikat gadis manapun" ucap Clara.
"Dan semenjak Mommy mu hadir dalam kehidupan nya, Daddy mu tidak mau memikat wanita mana pun lagi" ucap Clara yang memandang tajam kearah Albert.
Albert tahu kalau selama ini anaknya itu sedang melakukan misi penyamaran dengan menjadikan dirinya lebih terlihat culun hanya demi mendapat kan gadis yang di cintai nya.
Albert sangat penasaran Seperti apa gadis yang kini telah membuat putranya itu sampai seperti ini.
Dia sempat jengkel karena putra nya terlihat seperti tidak Anaknya lagi.
Ya Albert harus melihat putra itu terlihat sangat culun sekali, dan dia harus melihat nya di setiap Calvin berangkat dan pulang sekolah, dia berpikir keras kenapa putra harus sampai merubah penampilan nya seperti itu.
Albert pun pernah berkata kepada Calvin jika misalnya misi ini tidak akan berhasil.
Karna Albert sangat yakin jika Calvin mengubah penampilan nya menjadi jelek seperti ini, tidak akan ada yang mau dekat dengannya.
Tapi Calvin dengan mantap berjanji kepada Daddy nya kalau dia pasti akan berhasil mendapatkan Amanda.
"Mommy tahu, sekarang Amanda dan aku sudah jadian, Aku sangat senang sekali karena Amanda sudah Jadi Milikku" ucap Calvin.
"Bukankah kau pernah mengatakan pada Mommy kalau dia mencintai laki-laki lain"ucap Clara.
"Mommy kan aku sudah bilang tadi kalau sebenarnya yang disukai Amanda adalah aku"ucap Calvin yang kesal.
"Maaf mommy ga connect, tapi bagaimana bisa?"tanya Clara.
"Apa dia memang mencintai mu yang terlihat culun itu?"tanya Clara lagi.
"Iya Mommy" ucap Calvin.
"Baguslah kalau begitu, dia pasti sangat tulus pada mu dan Mommy akan mendukung mu"ucap Clara.
"Satu lagi, jangan kau menganggap Amanda itu sepenuh nya milikmu. Ingat kau dan dia belum menikah, dan hubungan kalian hanya sebatas pacaran saja. Kita tidak tahu hari kedepan nya, apakah Amanda nanti akan jadi jodohmu atau tidak" ucap Clara.
"Aku memang tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, tapi aku akan pasti kan kalau dia akan menjadi istriku dan akan menjadi milikku seutuh nya" ucap Calvin dengan pasti.
"Mommy lihat saja, pasti nanti aku yang akan menikahinya" ucap Calvin.
"Terserah mu, Mommy dan Daddy akan mendukung mu"ucap Clara.
"Terima kasih Mommy" ucap Calvin.
"Iya sayang"ucap Clara.
"Apa cuma Mommy mu saja?" ucap Albert yang kesal.
"Terima kasih Daddy " ucap Calvin yang tersenyum.
"Hmm" ucap Albert yang berdeham.
"Sudah kau pergi mandi dan ganti pakaian mu, nanti kau bisa sakit" ucap Clara.
"Baik Mommy" ucap Calvin.
Calvin pun pergi menuju kamar nya yang ada di lantai bawah itu karna dia malas naik turun tangga.
Hari ini Amanda pergi ke sekolah dengan wajah yang terlihat senang sampai sampai Indah rahel dan Vallen pun merasa curiga.
Saat amanda sampai didepan pintu kelas, mereka langsung menghalangi jalan amanda.
"Apakah kalian sudah baikan?"tanya Indah.
Amanda hanya tersenyum-senyum saja mendengar perkataan Indah barusan.
"Lihat dia hanya senyum-senyum saja" ucap Rahel.
"Berarti dia sudah baikan donk" ucap Vallen.
Mereka selama ini menganggap Amanda dan
Calvin tengah menjalin hubungan yang serius.
Mereka masih belum tahu tentang kebenaran penyamaran Calvin, itu dikarnakan mereka tidak ada ditempat kejadian sebab pada saat mereka itu sedang ada di kantin.
"Apaan sih, aku ga ngerti apa yang sedang kalian bicara kan." ucap Amanda.
Amanda pun pergi ke tempat duduknya dan mencoba mengabaikan perkataan teman-temannya itu
Indah Rachel dan Vallen merasa sangat senang kalau Amanda sudah berbaikan dengan Calvin.
Ya itu karna mereka berpikir kalau selama ini Calvin dan Amanda itu sudah lama menjalin hubungan, Padahal kenyataan nya mereka baru saja memulainya semalam.
Sampai saat Pelajaran itu mau dimulai Amanda melihat kearah pintu kelas karena Calvin saat ini belum datang juga ke sekolah.
Dia merasa sangat khawatir kalau Calvin akan terlambat lagi dan akan dihukum lagi oleh petugas piket sekolah.
Amanda pun mencoba menghubungi nomor telepon nya tapi nomor telepon itu tidak dapat dihubungi.
"Kemana dia?? Tumben tumbenan dia tidak bisa dihubungi" ucap Amanda.
Amanda pun mencoba untuk chat Calvin melalui via wa tapi sama saja karna pesan yang dikirim masih ceklis satu dan itu pertanda kalau Wa Calvin lagi tidak online.
Ternyata hari ini Calvin tidak masuk sekolah. Mereka semua tidak tahu apa gerangan yang terjadi pada Calvin, bahkan Amanda pun juga tidak mengetahui nya.
Calvin tidak memberi keterangan alasan kenapa dia sampai tidak masuk sekolah, dan Itulah membuat Amanda menjadi merasa khawatir.
Tiba tiba Rahel mencoba menggoda Amanda
"Cie ada yang lagi khawatir nih" ucap Rahel.
"Sang pujaan hati yang ditunggu tunggu tidak datang pula"ucap Indah.
Amanda tidak mendengarkan perkataan mereka, dia hanya memikirkan Kenapa hari ini Calvin tidak masuk tanpa keterangan.
Amanda sempat Menengok layar hp-nya ternyata masih belum ada balasan dari Calvin bahkan chatnya belum ada di read-nya.
"Baiklah besok pagi aku akan ke rumahnya"ucap Amanda karena besok pagi adalah hari Minggu jadi dia akan berkunjung ke rumah nya Calvin untuk menanyakan Kenapa Calvin tidak masuk selama beberapa hari ini.
Amanda Sempat berpikir kalau Calvin hanya bermain-main dengan dia sampai sampai membuatnya tidak masuk sekolah.
Tapi Amanda langsung membuang pikiran itu jauh- ini.
Di hari Minggu Amanda bersiap-siap untuk pergi ke rumah Calvin.
" Kau mau kemana sayang pagi-pagi gini?"tanya Sherlin.
"Dia mau jumpai kekasihnya" ucap Reno yang menggoda putrinya.
" Apaan sih Papa, Kan aku jadi malu" ucap Amanda.
"Baiklah sayang, Papa tidak akan menggodamu lagi" ucap Reno.
"Amanda pergi dulu ya Pa Ma"ucap Amanda yang pamit kepada Reno dan Sherlin.
"Hati hati ya sayang"ucap Sherlin.
"Apa perlu Papa antar sampai ke rumahnya?"tanya Reno.
"Tidak Pa, aku pergi naik sepeda motor saja"ucap Amanda.
Ya itu karna amanda tidak pandai menyetir mobil, maka nya dia hanya memakai sepeda motor.
"Lagian rumahnya tidak jauh kok"ucap Amanda lagi.
"Ya udah, kalau begitu Amanda pergi dulu ya papa" ucap Amanda.
"Baiklah sayang" ucap Reno.
"Dia memang mirip dengan mu"ucap Reno lagi pada Sherlin.
"Ya, dia kan putri ku, jadi wajar saja sifat kami sangat mirip" ucap Sherlin yang langsung menuju kedapur untuk memasak.
Sedankan Amanda sudah pergi keluar rumah dan langsung menaiki sepeda motor kesayangan nya.
Dia pun langsung melajukan nya menuju rumahnya Calvin
Sampai di rumah Calvin, Amanda langsung mengetuk pintu itu sampai seorang membuka pintu itu.
"Eh ternyata nak Amanda"ucap Clara yang terlihat seperti nya mau pergi.
"Calvin nya ada Bi? Tanya Amanda.
"Calvin nya ada, tuh dia ada di dalam kamar"ucap Clara.
"Bibi, Amanda mau tanya alasan kenapa Calvin tidak masuk selama kesekolah beberapa hari ini" ucap Amanda.
Albert memperhatikan Amanda terus
"Memang putra ku tidak salah pilih juga ya"batin Albert yang sedang menilai Amanda.
"Maafkan Kami nak, apa boleh kami titip Calvin karna kami akan pergi keluar kota dan akan kembali nanti malam." ucap Clara.
"Memang Calvin kenapa Bi?"tanya Amanda.
"Tolong kamu jaga Calvin ya" ucap Albert Ayah dari Calvin.
"Amanda, dengarkan bibi dulu. Sekarang Calvin lagi sakit, makanya itu alasan dia tidak masuk sekolah" ucap Clara.
"Tapi kenapa dia tidak mau beritahu kami?? Guru yang mengajar di kelas kami sampai membuat kehadiran Calvin tanpa keterangan di daftar buku kehadiran nya." ucap Amanda.
"Saya tidak tahu, tapi yang jelas kami sudah menelpon paman nya dan mengatakan bahwa Calvin tidak bisa masuk sekolah" ucap Albert.
"Kami pergi dulu ya nak, kami takut akan terlambat. Jangan lupa jaga Calvin ya" ucap Clara.
Orang tua Calvin pun langsung masuk ke dalam mobil dan pergi dari rumah itu.
Amanda masih terlihat termenung di depan pintu yang masih terbuka itu.
"Dia lagi Sakit tapi kenapa dia nggak mau beritahu aku" ucap Amanda.
Amanda pun tidak memikirkan itu lagi, dia langsung masuk dan menuju kamarnya Calvin.
"Tunggu.... kamar Calvin berada di mana?"tanya Amanda.
Amanda yang kebingungan mencari kamar Calvin pun langsung mengelilingi rumah itu. Akhirnya dia sampai tepat di sebuah pintu kamar yang mana di pintunya itu terdapat namanya Calvin.
Amanda yakin dan tahu kalau itu pasti kamarnya, dia pun langsung mengetuk pintu itu sampai seseorang membuka pintu.
Alangkah terkejutnya Amanda melihat yang ada dihadapkan nya saat pintu terbuka.
Dia melihat sesosok yang sangat ia rindukan yang terlihat sangat lemas dan pucat sekali.
"Calvin kau beneran sakit?"tanya Amanda yang sangat khawatir.
" Aku tidak apa-apa"ucap Calvin.
"Kau bilang kalau kau tidak apa apa? Kau bohong Calvin, kau lagi sakit, ini pasti karena kau kehujanan waktu itu kan, Makanya kau jangan sok sok an lagi." ucap Amanda.
"Aku tidak peduli kalau aku sakit karena kehujanan kemarin, yang jelas aku sangat senang karna kau mau Maafkan aku dan mau mendengarkan ku" ucap Calvin.
"Kau jangan ngomong itu, sekarang kau tidur dulu dan aku akan mengompres mu dengan es"ucap Amanda.
Amanda pun membawa Calvin menuju ranjang.
" Kamu berbaringlah" ucap Amanda.
Calvin pun langsung berbaring dan mengikuti perkataan Amanda.
"Apakah kamu sedang mengkhawatirkan ku?"tanya Calvin.
Amanda tidak menjawab sangat senang
"Ternyata pacarku sangat mengkhawatirkanku sampai-sampai kau datang ke sini untuk melihat ku" ucap Calvin lagi.
"Siapa pacarmu? ucap Amanda.
"Kau" ucap Calvin.
"Maaf ya Tuan, aku belum milik siapa siapa karena sampai saat ini belum ada seseorang yang menembakku" ucap Amanda.
"Apakah kau memerlukan itu?" tanya Calvin.
Amanda pun hanya terdiam.
Calvin pun langsung bangkit dari pembaringan nya.
"Apakah kamu mau jadi pacarku?"ucap Calvin.
"Astaga Calvin kau masih sakit, sekarang kau berbaring lagi" ucap Amanda.
"Aku akan mengambil air es untuk mengompresmu karna kau sangat panas sekali" ucap Amanda.
Amanda yang hendak pergi tapi dengan cepat tangan Calvin langsung menahan tangan Amanda.
"Amanda kau belum menjawab pertanyaanku, Apakah kamu mau jadi pacarku?"tanya Calvin lagi.
"Calvin, Aku mau kedapur dulu untuk mengambil es agar aku bisa mengompres mu" ucap Amanda.
"Aku tidak perlu itu Amanda, Aku hanya butuh jawabanmu" ucap Calvin.
Amanda pun menghela nafasnya dan dia tiba-tiba berkata" Tidak "
"Tidak" ucap Calvin yang membeo.
"Baiklah" ucap Calvin yang merasa sedikit kecewa.
" Tidak Salah lagi Maksudku" ucap Amanda langsung mengejutkan Calvin.
"Tidak salah lagi kalau aku mau jadi pacarmu karna aku sangat mencintaimu" ucap Amanda lagi.
Calvin merasa sangat kesal karna Amanda ternyata sedang mengerjai nya.
Amanda tahu kalau Calvin lagi kesal dengan nya.
"Sorry, sekarang kau sudah jadi pacarku sebagai pacar kau harus menuruti semua perkataanku. Jadi sekarang kau berbaring dulu dan Tunggu aku karena aku akan ke dapur untuk mengambil es dan akan mengompres mu" ucap Amanda.
"Tidak mau" ucap Calvin yang ngambek.
"Ya udah, kalau kau tidak cepat sembuh maka kita tidak akan bisa berkencan" Ucap Amanda.
Mendengar perkataan Amanda barusan, sontak Calvin langsung berbaring sedangkan Amanda hanya mengelengkan kepalanya melihat tingkah pacar nya itu.
#Jangan lupa mampir ke novel ku yang berjudul" Takdirku, hidup bersama mu"
Jangan lupa beri like dan vote untuk mendukung karya ku ya.
Selamat membaca ya teman teman
Jangan lupa beri like dan vote kalian ya.
Terima kasih😊😊😊