Always Love You My Husband

Always Love You My Husband
Season 2 ( 44 )



"Kenapa dia??" tanya Andra yang kini terlihat sudah bergabung bersama sama temannya.


Andra terlihat sangat bingung saat melihat Valen yang menangis dipelukkan Amanda.


Apa yang terjadi saat ini? Kenapa Valen bisa menangis? Apa karena dirinya meninggalkan Valen sendirian di dalam sana sehingga membuat Valen seperti ini.


Kata kata itu selalu menganggu pikiran Andra saat ini.


"Kau dari mana saja?"tanya Amanda yang terlihat lagi marah.


"Kok jadi aku yang dimarahi"ucap Andra yang tidak mengerti situasi saat ini.


"Aku tidak ada memarahimu! Aku hanya sedang bertanya padamu. Kau dari mana saja tadi? Kenapa kau meninggalkan Valen sendirian? Apa kau tidak lihat kalau Valen sedang ketakutan saat ini"ujar Amanda yang memojokkan Andra sampai ke pohon itu.


"Aku pergi ke wc tadi!! Perut ku tiba tiba mulas karena terlalu banyak makan cabe. Jadi, apa aku perlu membuang hajat di dalam rumah hantu itu? Tidak mungkin kan!!"ucap Andra yang malah memarahi dan membentak Amanda.


"Apa saat ini kau sedang meninggikan suaramu kepada Amanda??"tanya Calvin yang tidak terima Amanda dibentak oleh Andra.


"Aku minfa maaf karena sudah berbicara seperti itu kepada pacarmu Calvin! Aku hanya tidak terima dengan pertanyaan tadi, seolah olah akulah yang menyebakan Valen menjadi seperti itu"tutur Andra.


"Sudah lah, jangan berdebat lagi. Mending kita naik wahana yang lain"ucap Brenaldi yang ingin melerai perdebatan mereka.


Brenaldi memang sengaja berkata seperti itu, karena kepala Brenaldi serasa ingin pecah jika mendengar kata kata yang yang terlontar dari mulut mereka yang cukup terlalu ribut didengarnya.


"Andra, saat ini kau temani Valen untuk memita maaf kepada pocong tadi. Karena saat ini paman itu ingin berhenti kerja dari pekerjaannya dan semua ini terjadi karena akibat ulah mu yang menyuruh Valen untuk memukul hantu hantu yang ada didalam sana"ucap Brenaldi.


"Ulah ku?? Memang apa yang sudah aku katakan pada Valen?"tanya Andra.


"Tapi kau menyuruhku untuk memukul hantu yang ada disana untuk memastikan apakah mereka hantu benaran atau bukan"jawab Valen sambil menghapus air matanya.


Andra pun menepuk jidatnya. Dia tidak habis pikir kalau Valen benar benar akan melakukan itu, padahal dia hanya bercanda karena ingin menghilangkan rasa takut Valen.


Nasi sudah jadi bubur, Itulah kata kata yang cocok untuk Andra saat ini. Mau tidak mau, dia harus pergi menemani Valen untuk menemui Paman yang sudah kena baku hantam sama Valen untuk meminta maaf padanya.


"Ayo kita temui Paman itu"ajak Andra.


"Baiklah!! Kami pergi dulu ya"ucap Valen.


Andra dan Valen pun pergi menemui paman itu, sedangkan teman temannya yang lain sedang merundingkan wahana apa yang akan mereka naiki lagi.


Saat ini Pasar malam masih terlihat begitu ramai. Hanya inilah hiburan yang sangat menarik bagi pengunjung yang datang ke pasar malam itu.


Ada sekumpulan orang menjerit-jerit di wahana kora kora itu yang bergoyang dan mengguncang pengunjungnya.


Amanda yang menatap kearah sana langsung bergidik ngeri karena merasa takut, yang mana tadi ketakutan sudah menyergapnya saat menaiki wahana itu.


Meskipun usia sudah tujuh belas tahun, Amanda masih saja terlihat takut dan menjerit seperti anak kecil.


β€œAku mau naik bianglala itu?” Indah menunjuk kearah kincir yang sedang berputar itu.


"Sama, aku juga mau naik itu! Sepertinya itu sangat seru" ucap Rahel sambil memegang tangan Indah untuk mengajak nya kesana.


Calvin lalu mengusap rambut Amanda dengan lembut dan berkata" Apa kau juga mau naik bianglala itu??"Calvin yang bertanya sambil tersenyum manis kearah Amanda.


"Tidak mau!! Aku takut dan tidak mau mual dan pusing lagi"tutur Amanda sambil menggelengkan kepala kuat kuat.


"Aku juga tidak mau naiklah karena Amanda juga tidak mau"ucap Brenaldi.


"Tidak bisa!! Kau harus ikut bersama kami karena kau yang akan membayari kami untuk membeli tiketnya. Lagian besok kau akan pulang, apa salahnya kalau kau juga menghabiskan waktu bersama kami"ujar Rahel yang mengagetkan Brenaldi.


Belum sempat Brenaldi merespon perkataan Rahel, kedua sahabat Amanda sudah menarik tangan Brenaldi secara paksa menuju bianglala itu.


"Akhirnya dia pergi juga"batin Calvin saat melihat Brenaldi sudah jauh digusur oleh Indah dan Rahel.


"Hey, kok malah melamun sih!! Kau mikirin apa sih?"tanya Amanda yang mendengus kesal kearah Calvin


"Lagi mikirin masa depan kita. Aku sangat penasaran dan sudah tidak sabar menanti akan hari dimana kita sudah menikah nanti"gombal Calvin.


Amanda yang kesal pun langsung menjentikkan jarinya kedahi Calvin.


"Kau mikir terlalu jauh!"ucap Amanda.


"Oh ya Calvin, aku ingin naik itu"ucap Amanda yang terlihat ragu ragu untuk mengatakannya.


"Kamu mau naik apa??"tanya Calvin lagi.


Calvin pun melihat jari Amanda yang menunjuk ke sebuah wahana yang terlihat tidak ada pengunjung yang naik kesana.


"Aku naik komedi putar"ucap Amanda.


Amanda pun menarik tangan Calvin ketempat komidi putar itu.


Calvin sangat heran ketika mereka sudah sampai disana, pasalnya di komedi itu tidak ada satupun pengunjung yang datang kesana.


Lalu Calvin mencoba mendatangi operator wahana yang ada disebelah komidi putar itu dan menanyakan apa penyebab komedi putar itu tidak beroperasi dan tidak ada pengunjung yang datang.


Karena disekitar komidi putar itu tidak ada tanda peringatan untuk memberitahu apa penyebab komedi putar itu tidak beroperasi.


Sang operator itu pun berkata kalau ternyata komedi putar itu sedang rusak dan sedang dalam perbaikan.


Amanda terlihat sangat sedih sangat mendengar bahwa komidi putar itu tidak dapat dipakai, padahal dia sudah terlihat sangat ingin sekali untuk menaikinya.


Calvin melihat kearah Amanda yang terlihat sangat sedih sekali.


Calvin tidak suka melihat Amanda yang bersedih seperti itu.


Dia sangat tahu sekali kalau Amanda saat ini sangat ingin sekali untuk menaiki komedi putar itu.


Tapi bagaimana caranya? Secara komedi putar itu tidak bisa beroperasi karena sedang rusak dan dalam perbaikan.


"Iya sama sama nak"jawab Bapak itu.


Saat Calvin ingin ketempat Amanda, tiba tiba Calvin punya ide untuk keinginan Amanda itu.


Lalu dia berbalik arah lagi untuk menemui Bapak itu dan menanyakan sesuatu padanya.


"Oh ya Pak. Apa boleh kami masuk ke area komedi putar itu?"tanya Calvin.


"Boleh Nak, tapi komedi putar itu kan sedang rusak"ucap Bapak itu.


"Saya tahu Pak. Saya hanya minta izin saja sama bapak untuk membolehkan pacar saya naik ke atas kuda komidi putar itu"ucap Calvin.


"Menaiki kuda itu?"tanya Bapak itu.


"Iya pak, cuma menaikinya saja! Apa boleh Pak?"tanya Calvin.


"Oh, boleh kok"jawab Bapak itu lagi.


"Kalau begitu terima kasih ya Pak"ucap Calvin dengan tulus.


"Iya Nak"jawab pak itu sambil tersenyum.


Calvin pun mendatangi Amanda yang sedang menunggu di depan pagar komedi putar itu.


"Ayo kita pergi ketempatnya Indah dan Rahel"ucap Amanda saat Calvin sudah ada dihadapannya.


"Apa kau tidak jadi menaikinya?"tanya Calvin.


"Aku tahu kok, kalau komedi putar ini sedang rusak. Jadi aku tidak ingin menaikinya lagi"ucap Amanda.


"Apa kau benar benar berharap ingin menaiki komedi putar ini?"tanya Calvin lagi.


"Aku memang ingin menaikinya, tapi mau gimana lagi. Kan komedi putarnya lagi rusak"ucap Amanda yang tidak mengharapkan apa apa lagi.


"Ayo naik" ucap Calvin.


"Naik kemana?" tanya Amanda yang tidak mengerti dengan ucapan Calvin.


Calvin tidak mendengarkan pertanyaan Amanda, justru dia menarik tangan Amanda masuk ke dalam komedi putar itu. Lalu dia menggendong Amanda dan mendudukkannya pada salah satu kuda yang ada di komedi putar itu.


"Apa yang ingin kau lakukan?"ujar Amanda yang tidak mengerti dengan tindakan Calvin.


"Calvin, komedi ini sudah rusak"ucap amanda.


"Aku tahu tapi otakku belum rusak juga"ucap Calvin.


"Kau duduk disini aja"ucap Calvin lagi.


"Kau mau kemana?"tanya Amanda saat melihat Calvin turun dari komedi itu.


Calvin tidak mejawabnya lagi, justru dia berlari mundur dengan laju yang cukup cepat.


Amanda melihat Calvin yang berlari mengelilingi komedi putar itu.


Sungguh tidak bisa dipercaya, ternyata aksi Calvin membuat Amanda seperti sedang menaiki komidi putar.


Amanda merasa kalau komedi itu sedang berputar, padahal sebenarnya Calvinlah yang sedang berlari mengelingi wahana itu.


"Bagaimana Amanda, apa kau menyukainya?"tanya sudah Calvin saat dia sejajar dengan Amanda.


"Iya, aku sangat menyukainya"ucap Amanda yang terlihat sangat senang sekali.


Kini suara Calvin tidak terdengar dengan jelas oleh Amanda karena dia sudah berada disisi lain wahana itu.


"Amanda, aku sangat mencintaimu"ucap Calvin saat dia sudah bertemu dengan Amanda lagi.


"Aku juga sangat mencintaimu Calvin"ujar Amanda yang berteriak agar Calvin yang sudah berlari ke sisi lain wahana itu dapat mendengar suaranya.


Ternyata aksi mereka dilihat oleh pasangan kekasih yang kebetulan lewat dari wahana komedi putar itu.


"Lihat, dia saja tahu cara untuk menyenangkan pacarnya"ucap perempuan itu pada pacarnya.


"Ya sudah, kalau begitu kau pacaran aja dengannya. Cowo gila yang rela lari lari gak jelas hanya karena untuk menyenangkan hati seorang cewe"ucap Cowo itu yang langsung pergi dari tempat itu karena merasa kesal dibandingkan dengan Calvin.


Aksi Calvin memang cukup gila dimata orang tapi dia tidak memperdulikan itu.


Tidak peduli dia lari seperti orang gila, yang penting melihat Amanda bisa senang dan bahagia itu sudah cukup baginya.


🌷🌷🌷


Yuk beri like dan vote untuk mendukung novel ini dan membuatku semangat menulis nya.


Hai semuanya πŸ™‹πŸ™‹


Aku tidak akan pernah bosan kepada kalian untuk jangan lupa beri like dan vote kalian ya pada novel ini😊😊😊


OkeπŸ‘Œ jangan lupa ya


Dapat pahala loh kalau membantu orang


Ayo juga follow akun instagram author, pasti nanti aku follback kok


Ig: insani.syahputri71


Terima kasih karena sudah mau membacaπŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜ŠπŸ˜Š