
Dipagi hari Reno Terbangun dan melihat kesamping,dia terkejut saat tak mendapati Sherlin disamping nya.
Hoek hoek
Hoek...
Reno mendengar suara Sherlin yang berasal dari kamar mandi.
Kemudian Reno melangkahkan kaki nya dengan cepat menuju kamar mandi.
"Sayang, apa kau baik baik saja ??"
Reno terlihat khawatir dan merasa kasihan melihat Sherlin yang tergeletak duduk di samping walk in closet.
Sherlin akhir akhir ini sering mual dan muntah di pagi hari.
Bukan hanya itu terkadang Sherlin juga tidak berselera untuk makan.
Ketika dia dia maka,maka pada akhirnya nya akan dia muntah kan Sherlin.
Dan inilah yang membuat Reno semakin khawatir pada Sherlin dan anak nya yang ada di dalam kandungan Sherlin.
"Aku tidak papa sayang, ini cuma gejala morning sickness. Itu sudah wajar terjadi untuk wanita hamil " ucap Sherlin.
"Seandainya bisa diganti, aku ingin biar aku saja yang mengalami nya sayang.Aku tidak ingin melihat mu seperti ini terus "ucap Reno yang memeluk Sherlin.
Reno kemudian menggendong Sherlin menuju kasur dan membaringkan nya.
"Nak, kau jangan nakal sama Mama.Kasihan mama tiap hari harus ke kamar mandi karna ulah mu". ucap Reno sambil mencium perut Sherlin yang terlihat sudah ada sedikit benjolan karna kandungan Sherlin sudah memasuki bulan ketiga.
"Aku tidak papa sayang, justru aku sangat senang karna sebentar lagi aku akan menjadi Ibu.Dan untuk itulah aku harus menjadi kuat walau pun anak kita agak sedikit nakal" ucap Sherlin yang sedikit tertawa untuk mengurangi kekhawatiran Reno.
" Makasih sayang karna sudah mau mengandung anakku ". ucap Reno sambil mencium dahi Sherlin.
Reno pergi mandi setelah itu dia berpakaian rapi dan ingin berangkat kerja.
"Papa berangkat kerja dulu ya. Jangan buat Mama kelelahan ya ".ucap Reno yang berbicara dengan anaknya yang masih ada di perut Sherlin.
Sherlin yang melihat Reno hanya cengengesan dan mengelengkan kepala melihat tingkah Reno yang sedikit lucu menurut Sherlin.
" Sudah Sana pergi ke kantor, kasihan Doni sudah nungguin "ucap Sherlin.
"Bye Bye Papa, semangat kerjanya dan cepat pulang ya " ucap Sherlin dengan meniru suara anak kecil.
Reno yang mendengar itu langsung semangat.
Dia berpikir bagaimana jika besok anak nya sudah lahir.
Reno akan merasa sangat senang disaat sudah pulang dari kantor dia sudah di sambut oleh anak dan istri nya.
memikirkan itu saja membuat Reno senang dan langsung tertawa sendiri.
"Sayang papa mu sudah pergi ke kantor, jadi cuma kita berdua di rumah ini " ucap Sherlin yang pada anaknya yang ada di perut nya sambil mengelus perut nya itu.
Ting
Suara pesan masuk ke Handphone Sherlin
Ardian:
Sherlin cepat datang ke rumah sakit X karena Dewi sudah lahiran.
Sherlin yang membaca itu langsung menyuruh Pak Tarno mengantarkan nya kerumah sakit tempat Dewi melakukan persalinan.
"Maaf suster, ruangan pasien yang bernama Dewi dimana ya?" tanya Sherlin ketika dia sudah sampai di rumah sakit.
"Oh itu ruangan 210, nanti Nyonya lurus saja dari situ dan belok kiri kanan " ucap perawat yang bekerja di bidang administrasi itu.
"Terima kasih suster " ucap sherlin.
Sherlin langsung melangkah kan kakinya sesuai dengan arahan nona perawat tadi.
"Dewi " ucap Sherlin saat sudah menjumpai ruangan nya dan masuk ke dalam.
"Maaf Om dan Tante karna sudah menganggu waktunya. " ucap Sherlin saat melihat orang tua Dewi dan Ardian yang ternyata ada disitu.
"Tidak papa Nak, ini kami juga mau pergi dari sini. Kalian berbicara lah, kami tinggal dulu ya".ucap Mama Dewi.
" Hati hati ya Tante" ucap Sherlin.
Kemudian Ardian mengantar Papa dan Mertuanya sampai di luar rumah sakit .
"Hati hati Ma Pa " ucap Ardian.
kemudian pergi menyusul ke tempat Dewi dan Sherlin berada.
~~
"Dewi anakmu cantik sekali, dia sangat mirip dengan mu " ucap Sherlin yang melihat bagi mungil berjenis kelamin perempuan yang sedang menyusu pada Dewi.
"Kau bisa aja Sherlin".ucap Dewi kemudian mengancing baju nya saat anaknya sudah tertidur.
"Kalian lagi membicarakan aku ya?". ucap Ardian dengan pede nya saat masuk ke ruangan itu.
Ardian yang mendengar itu langsung cemberut, karna tadi papa dan mertuanya juga mengatakan kalau anak pertamanya tidak ada mirip dengan nya sedikit pun.
" Kalian jangan berbicara begitu, nanti siapa tau anak kalian akan memiliki sifat seperti Ardian yang baik, setia dan penyayang ".
ucap Sherlin .
"Terima kasih Sherlin semoga saja perkataan mu menjadi kenyataan. "ucap Ardian yang tersenyum mendengar perkataan Sherlin
Mereka pun bercengkerama dan bercerita mengenai persalinan Dewi semalam
sampai sampai mereka tidak menyadari hari sudah sore.
" Sherlin, dimana Reno? Kok aku tidak ada lihat tanda tanda kedatangan nya? " ucap Ardian yang menyadari ketidakhadiran Reno.
"Oh Reno masih sibuk di kantor " ucap Sherlin .
Dddrrtf ddrrrtt
"Kebetulan, Panjang umur nya" ucap Sherlin yang melihat panggilan di hp nya.
"Halo sayang " ucap Sherlin.
"Kau dimana? kok kamu tidak ada di rumah? " ucap Reno dari sana.
Reno ternyata sudah ada di rumah dan dia terkejut saat tak melihat Sherlin di rumah aja itu.
Kemudian dia langsung menelpon Sherlin untuk menanyakan keberadaan nya.
"Kau tidak tau aku khawatir saat tak melihat mu di rumah.
Kenapa kau membuat ku jantungan sayang?" ucap Reno yang terlihat agak marah dan masih dalam mode telpon.
"Maaf sayang aku lagi di rumah sakit? ". ucap Sherlin yang terlihat sedih.
"Mengapa kau dirumah sakit?Apa kau sakit sayang ?" ucap Reno yang ssmakin khawatir.
Sherlin yang ingin menjawab tapi handphone nya langsung diambil Ardian.
"Istri mu mau melahirkan, jadi kau cepat kesini.Rumah sakit xxx ruangan 210" ucap Ardian dan langsung mematikan panggilan.
"Kok kau ngomong gitu?" ucap Dewi.
"Biar aja, sekali kali aku ngerjain dia.
Terus aku mau cek otak nya masih bagus atau enggak " ucap Ardian sambil terkekeh .
"Shitt " umpat Reno saat panggilan itu langsung di putuskan oleh Ardian.
Dia langsung membawa mobil nya ke rumah sakit yang di katakan Ardian saat di telpon tadi.
Saat sudah sampai dia langsung menuju ruangan 210 tempat Sherlin berada.
"Mana istri dan anak ku?" ucap Reno saat sudah sampai di sana.
Ardian langsung menjitak kepala Reno
"Apa otak mu sudah tidak berfungsi lagi, aku jadi curiga apa benar kau mempunyai otak genius sampai kau bisa membangun dan mengembangkan bisnis mu " ucap Ardian yang heran melihat teman nya yang bodoh.
"Apa maksud mu?Dan kau sayang kata Ardian kau mau melahirkan? kenapa kau duduk di situ? " ucap Reno yang masih terlihat bodoh.
"Bodoh !!!Tidak mungkin aku mau melahirkan saat usia kandunganku masih tiga bulan, orang akan melahirkan saat sudah memasuki bulan ke sembilan " ucap Sherlin yang terkekeh melihat kebodohan Reno untuk pertama kalinya.
"Keparat!!! Brengsek kau.Jadi kau mengerjai ku ??Sialan kau!!" umpat Reno bertubi tubi.
"Sudah sayang jangan marah. Aku tidak mau jika anak kita nanti mempunyai sifat buruk seperti mu " ucap Sherlin dan memegang tangan Reno.
"Awas aja kau ya!! Kau beruntung karna istri ku ada disini. Kalau tidak aku akan membunuh mu ******** " ucap Reno.
"Dan aku akan pergi dan tidak akan pernah kembali jika kau melakukan itu. " ancam Sherlin.
"Tidak sayang!! Jangan pergi lagi, aku tidak mau kehilangan mu lagi. "ucap Reno yang langsung menurut pada Sherlin.
Dan itu membuat Ardian tertawa terbahak bahak melihat Reno takut di tinggal kan.
Dan Reno hanya bisa menatap tajam kearah Ardian.
Hai readersku maaf ya baru up
Selamat membaca ya
Jangan lupa beri jempol nya banyak banyak ya teman teman
Jangan lupa beri vote kalian, dengan cara Klik vote dan beri aku tip, sekarang bisa kok beri tip dengan menggunakan poin kalian
mohon dukungan nya terus ya readersku.
Maaf jika ada typo yang berserakan dalam penulisan novel ku