
Ditengah malam, dikamarnya yang terlihat sedikit redup.
Itu dikarnakan Sherlin selalu mematikan lampu kamar nya ketika ingin tidur.
Namun karna pantulan cahaya bulan yang terang masuk melalui jendela kamar nya,Membuat kamarnya sedikit terang.
Sherlin terbangun di jam 12 dini hari karna handphone nya terus berbunyi.
Sherlin membuka matanya yang agak sedikit bengkak karna menangis seharian.
Dia langsung mematikan hp nya yang berbunyi dari tadi.
"Selamat ulang tahun Sherlin "ucap nya dalam hati.
Ternyata tadi adalah adalah pengingat yang sengaja diatur Sherlin di handphonenya. Karna hari ini adalah hari ulang tahunnya .
Dia langsung melihat pesan yang ada hp nya
dan ternyata sudah ada orang yang mengucapkan selamat ulang tahunnya.
Mereka adalah sahabatnya Sherlin, teman kantor tempat Sherlin bekerja.
Sherlin orang yang ramah dan mudah berteman,sehingga dulu orang kantor tempat dia bekerja dulu banyak yang menyukai nya dan berteman dengan nya.
Sherlin melihat pesan dari orang yang paling dia sayangi yaitu Mama nya
Sherlin langsung membuka pesan itu dan membaca nya
kemudian dia mengirim pesan pada Mamanya dengan ucapan terimakasih.
Mama:
Selamat ulang tahun sayang semoga tuhan memberi kemudahan dan kebahagiaan ada pada mu, doa Mama akan selalu menyertai mu Nak.Semoga kau menjadi istri yang baik dan rumah tangga kalian selalu harmonis tanpa ada gangguan .
Sherlin terlihat sangat sedih karna Reno sang suami tak memberikan ucapan selamat ulang tahun padanya.
"Apakah dia ingat dengan ulang tahunku? Apakah dia akan mengucapkan selamat ulang tahun padaku?"ucap Sherlin dengan pelan seraya berbisik pada ruang yang sepi dan gelap itu.
"Sherlin kau jangan terlalu banyak berharap, Ingat dia sangat membenci mu. Tidak mungkin Reno mengucap selamat ulang tahun pada mu, sedangkan dia saja jijik melihat mu "ucap nya dalam hatinya dan berbicara pada dirinya sendiri.
Sherlin menuju nakas kecil yang ada di samping kasurnya untuk mengambil lilin yang sudah dia sediakan sebelum nya, dia menyala kan lilin itu dan berdoa.
Tuhan hari ini adalah hari yang sangat penting bagiku, dimana hari ini adalah hari ulang tahun ku.Tuhan hanya satu permintaan ku untuk hari ku yang sangat penting ini.Aku hanya ingin mendapatkan kebahagiaan Ku.Aku hanya ingin mendapatkan kebahagiaan yang mana Reno bisa memaafkan ku dan mencintai ku.Apakah aku berhak mendapatkan cintanya ? Aku tidak tau tuhan dengan setiap rencana mu.Tapi aku akan selalu menunggu dan aku akan tetap mencintai nya.
Sherlin berdoa sambil menangis.
Setelah selesai berdoa dia menyanyikan lagu selamat ulang tahun.
"Selamat ulang tahun Sherlin "ucap nya sekali lagi kemudian meniup lilin yang dinyalakan tanpa ada kue itu.
Setelah itu Sherlin kembali kekasur nya untuk melanjutkan tidurnya.
~~
Bi Ina sudah kembali ke mansionnya Reno.
Pagi ini dia pun memulai pekerjaan nya di dapur dan menyiap kan sarapan untuk Reno.
"Bi mulai hari jangan membiarkan wanita itu memasuki ruang kerja ku"ucap Reno yang sedang sarapan karna Sherlin belum bangun saat itu.
"Baik Tuan"ucap Bi Ina sambil meletakkan segelas kopi di meja makan dekat Reno.
"Ya sudah saya berangkat kerja dulu"ucap Reno yang sudah selesai sarapan dan meneguk sedikit kopinya.
"Iya Tuan..." ucap Bi Ina .
Siang hari telepon yang ada di mansion itu berdering, Sherlin yang sudah terbangun langsung mengangkat telpon itu.
"Ya dengan siapa dan ada urusan apa ya"tanya Sherlin dengan sopan nya.
"Saya Meli Sekretaris nya Reno"ucap orang di seberang sana.
"Kamu anak pelayan itu ya? Aku minta tolong antarkan dokumen yang ada di meja ruang kerja Reno sekarang juga, karna tadi Reno lupa membawa nya. Dan dia akan mengadakan rapat penting siang ini" ucap Meli.
"Baik saya akan membawanya" ucap Sherlin
"Terima ka.."ucap nya terhenti karna Meli langsung memutuskan panggilan.
Sherlin langsung menuju ruang kerja Reno dan mengambil dokumen itu.
Dia bisa masuk karna kebetulan ruang itu tidak di kunci lagi.
Sesampainya di perusahaan Sherlin langsung keluar dari mobil dan menyuruh pak Tarno untuk pulang duluan.
Pak Tarno pun langsung meninggal kan tempat itu karna dia gak bisa menolak permintaan Sherlin.
Sherlin yang hendak menuju masuk kedalam perusahaan, tiba tiba terhenti karna ada yang menahan nya.
Dia adalah Aurelia yang juga ingin bertemu dengan Reno.
"Ngapain loe ke sini?"tanya Aurelia sinis.
"Aku ingin mengantar dokumen ini kepada Reno" ucap nya sambil menunjukkan dokumen yang ada di tangan nya.
Sherlin pun ingin segera pergi dan masuk kedalam karna tidak ingin berlama lama dan mengantar dokumen itu secepatnya
Tapi lagi lagi sherlin di cegah oleh Aurelia.
"Sini biar aku saja yang bawa, kebetulan aku juga sekalian ingin ke sana"ucap Aurelia sambil merampas dokumen itu dari tangan nya Sherlin dan langsung melangkah kan kakinya.
"Kebetulan sekali,aku ingin mengatakan sesuatu pada mu"ucap Aurelia yang tiba tiba berhenti dan menuju kearah Sherlin dan membawa Sherlin kesamping gedung tinggi itu.
"Selamat ulang tahun "ucap Aurelia sudah disana.
"Aku sangat ingin tau apakah Reno sudah mengucapkan selamat ulang tahun pada mu? Kau pikir aku bodoh Sherlin,aku sudah tau kalau Reno itu sudah menikah dengan mu." ucap Aurelia.
" Sebenarnya aku juga datang ke pernikahan kalian, tapi waktu itu aku hanya memakai masker penutup wajah sehingga tidak ada yang mengenal ku.Aku sangat senang ternyata Reno sangat membenci mu bahkan dia juga tak menganggap mu sebagai istrinya. Di mata Reno kau hanya istri diatas kertas kontrak saja." ucap Aurelia dengan nada mengejek.
Sherlin hanya diam tak menanggapi perkataan Aurelia karna sedang malas meladeni nya pikiran hanya tertuju pada dokumen dan Reno.
"Kau tau, aku juga mengetahui bahwa Reno belum pernah menyentuh mu, bahkan di malam pertama mu"ucap Aurelia.
"Baiklah, aku akan memberikan hadiah ulang tahun mu,"ucap Aurelia sambil mendekati Sherlin.
"Sebenarnya aku dan Reno sudah sering melakukan hubungan layak nya suami istri,kau pasti tau kan maksudku"bisik nya pada Sherlin.
Padahal sebenarnya Candra lah yang sering menyentuh nya. Reno pernah sekali tapi mengetahui bahwa Aurelia tidak perawan lagi Reno tidak melanjutkan kannya.
Aurelia sengaja berbohong karna dia ingin melihat Sherlin hancur dan sakit hati.
Setelah berbisik Aurelia langsung pergi kedalam perusahaan dan meninggalkan Sherlin yang terluka dan menangis mendengar suami nya pernah tidur dengan Aurelia.
Dia pun pergi dari perusahaan itu, dia menyusuri jalan bersama dengan hati nya yang sedang hancur.
~~
"Mana Reno?"ucap Aurelia dengan sinis, dia tau kalau wanita dihadapan nya ini juga menyukai Reno.
"Reno sedang rapat"
"Sini... "ucap Meli yang melihat dokumen yang dipegang Aurelia.
"Biar aku yang beri, kau pergi lah karna Tuan Reno sedang mengadakan rapat penting. Kalau ada yang ingin kau sampai kan pada nya, beritau saya biar saya yang akan memberi tau kan pada nya"ucap Meli panjang lebar.
"Tidak, saya yang akan bilang langsung pada nya, aku tidak mau berbicara kan hal penting ku dengan Reno pada mu"ucap Aurelia pergi dari tempat itu dan pulang ke apartemen nya.
Dia tidak mau melihat wanita itu terlalu lama karna itu membuat nya Ilfill.
"Ya sudah pergi saja sana, siapa juga yang mau mendengar kan mu"ucap meli dan langsung menuju ruang rapat untuk mengantarkan dokumen itu.
Kembali ke Sherlin yang masih bersedih, dia berjalan di jalan yang cukup sepi , tapi tiba tiba ada orang ada yang mengejutkan Sherlin dari belakang.
***
Hai readers.
Selamat membaca.
Dan jangan lupa beri like dan komentar kalian ya.
Mohon dukungan nya.
Maaf jika ada typo yang bertebaran.
Ayo coba tebak siapa yang tiba tiba mengejutkan Sherlin?
Salam Author
Insani Syahputri