
( Sebelumnya )
“Kau makan lah sendirian, ngapain aku harus ikut menemanimu makan?? Padahal Cuma untuk makan saja, kenapa sih kau harus ditemani?? Dasar anak kecil”ucap Amanda yang sedikit tidak percaya sikap Calvin yang terlihat seperti anak kecil.
Calvin tidak mendengar celotehan Amanda, justru dia menarik tangan Amanda untuk masuk kedalam rumahnya.
🌷🌷🌷
“Calvin, kau tidak boleh bersikap seperti ini padaku”ucap Amanda sambil berusaha melepaskan genggaman tangan Calvin dari tangan nya.
“Kenapa aku tidak boleh?? Bukankah kau yang mengatakan ingin berkomitmen pada hubungan kita?”ucap Calvin sambil menarik Amanda menuju ke dalam rumahnya.
“Aku memang berkata seperti itu, tapi tidak seperti ini juga”ucap Amanda.
“Aku hanya memintamu menemaniku makan, apa itu salah?? Apa aku harus minta tolong sama perempuan lain atau sama anak tetangga sebelah?? Kau mau???”ucap Calvin lagi.
“Tidak!!! Awas saja, kalau kau sampai melakukan itu aku akan menghajarmu sampai babak belur”ancam Amanda.
“Aku tidak akan melakukan itu kalau kau mau menemaniku makan”ucap Calvin yang lagi berhenti melangkah.
“Baiklah, Cuma makan saja kan?? Setelah itu aku boleh pulang??”ucap Amanda.
“Iya”ucap Calvin.
Amanda pun terpaksa masuk kedalam rumah itu hanya untuk menemani Calvin makan, ada alasan dia menolak untuk masuk kedalam rumah Calvin karna dia terlalu segan untuk menemui orangtua Calvin.
Itu dikarnakan dia tidak ingin membuat Mama Calvin berpikir yang aneh aneh jika dia masih dirumah itu padahal hari sudah sore.
Kini mereka sudah masuk dan kini berjalan menuju meja makan.
“Aroma ini sangat familiar”batin Amanda.
“Banyak sekali makanan enak di meja ini”ucap Amanda yang terlihat sangat mengiler melihat makanan itu.
“Amanda, kau masih di sini sayang???”ucap Clara yang keluar dari dapur membawa makanan yang mungkin baru siap di masak.
“Iya Bi”ucap Amanda sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal karna merasa malu dan sungkan terhadap Mamanya Calvin.
“Kau kenapa menggaruk kepala?? Apa ada kutu dirambut mu??”ucap Calvin sambil duduk di kursi meja makan.
“Ya enggaklah, memang kalau aku garuk kepala itu tandanya ada kutu??”ucap Amanda yang sebenarnya ingin marah tapi ditahan nya karna tidak mungkin dia marah di depan Mamanya Calvin.
“Nih mulutnya perlu disumpel pake kain, kok ceplas ceplos kali sih ngomongnya. Sabar sabar Amanda, redam dulu amarah mu”ucap Amanda dalam hatinya.
“Oh gitunya, aku hanya ingin tanya saja tadi, ku pikir kau ada kutu tadi”ucap Calvin yang kini sudah mulai makan.
“Kalau benaran ada, apa kau sudah tidak mau lagi jadi pacarku??”batin Amanda.
Kini Amanda hanya tersenyum pahit sambil menatapi Calvin yang terlihat makan dengan damainya di hadapannya tanpa ada merasa sedikit bersalah terhadapnya.
“Maaf Bi, sebenarnya tadi aku mau pulang tapi Calvin melarangku dan menyuruhku untuk menemani nya makan”ucap Amanda sambil duduk di kursi yang ada di samping Calvin.
“Bibi yang seharusnya minta maaf karna putra bibi yang kurang ajar ini sudah membuatmu jadi susah begini”ucap Clara sambil mencubit lengan Calvin.
“Sakit Mom”ucap Calvin sambil mengusap usap lengan nya yang sudah sakit karna kena cubit Mommy tadi.
“Biarin aja, siapa suruh kau usil sama anak orang. Dasar bocil, mau makan saja harus pakai ditemani segala”ucap Clara.
“Tunggu di sini ya sayang, Mama mau ke dapur masak sesuatu”ucap Clara pada Amanda.
“Mama???”ucap Amanda yang penuh keheranan.
Clara hanya tersenyum melihat raut wajah Amanda yang kebingungan, dia pun langsung pergi meninggalkan dua sejoli yang sedang ada di meja makan itu.
“Nih, kau harus makan juga”ucap Calvin sambil menyodorkan makanan yang barusan di siapkan oleh Calvin untuk Amanda.
“Jangan nolak, ntar aku marah nih”ucap Calvin yang sudah tahu gerak gerik Amanda yang ingin menolaknya.
“Hehehe, kau tahu aja”ucap Amanda yang tersenyum sambil menyipitkan matanya.
“Makan yang banyak”ucapcalvin.
“Nanti aku kegemukan”ucap Amanda.
“Tidak apa apa, aku tetap cinta kok dan tidak pandang fisik seseorang”ucap Calvin sambil melanjutkan makannya.
“Baiklah, aku akan makan sebanyak banyaknya. Bila perlu aku akan menghabiskan semua makanan yang ada di meja ini”ucap Amanda yang hanya ingin bercanda.
“Makanlah, kalau kau sanggup menghabiskannya”ucap Calvin.
“Tidak... tidak...tadi aku hanya bercanda saja”ucap Amanda yang langsung melanjutkan acara makan nya.
“Calvin,, aku boleh ngomong sesuatu nggak sama mu??”ucap Amanda di sela sela makan nya.
“Amanda, kau gimana sih. Kita ini lagi makan !!! Nggak sopan tau makan sambil ngobrol”ucap Calvin.
“Tuh kamu lagi ngomong juga”ucap Amanda yang tidak mau kalah..
Calvin pun melotot ke arah Amanda.
“Iya....iya!!! Aku tahu, akan tidak sopan kalau kita makan sambil bicara. Tapi...!!!!”ucap Amanda yang terhenti.
“Sssstttt..!!! Tidak ada tapi tapian. Selesai makan baru nanti ngomongnya”ucap Calvin yang kembali melanjutkan makan nya.
“Oke, fine”ucap Amanda yang juga melanjutkan makan nya.
Padahal sebenarnya Amanda hanya ingin membahas mengenai lagu yang akan mereka nyanyikan nanti saat lomba.
Kini mereka pun sudah selesai makan.
“Apa yang ingin kau katakan tadi?”ucap Calvin yang sejujurnya juga ingin tahu.
“Tidak jadi??”ucap Amanda yang mencoba ngambek pada Calvin.
“Baik baiklah, aku akan mengatakan nya. Tapi mata mu itu tolong dikondisikan dulu, jangan gitu juga, melotot kali kayak mata ikan asin”ucap Amanda yang kesal karna Calvin yang melotot dan menatap tajam ke arah nya.
“Aku hanya ingin mengatakan....”ucap Amanda tapi terhenti karna Clara Mommy nya Calvin tiba tiba sudah keluar dari dalam dapur.
“Sayang...makanan penutup nya sudah siap”ucap Clara sambil tersenyum ria pada Amanda.
“Wah, makanan penutup!!!”ucap Amanda yang terlihat merasa senang sekali.
“Iya sayang, dan Mama tahu kau pasti akan menyukai nya”ucap Clara.
“Oh tidak, ini kan kue macaroon kesukaan ku”ucap Amanda yang terlihat seperti orang yang kelaparan lagi padahal tadi dia sudah makan.
Kini terlihat Amanda yang ingin mengulurkan tangan nya untuk mengambil kue itu yang ada di piring yang sedang dipegang oleh Clara.
“Aku datang untuk memakanmu kue kesukaan ku”ucap Amanda dalam hatinya.
Belum sempat tangan Amanda sampai ke piring itu, tangan Calvin sudah keburu memegang tangan Amanda dan langsung menarik Amanda keluar dari ruang makan itu.
“Kau tidak boleh makan lagi”ucap Calvin sambil menarik tangan Amanda.
“Selamat tinggal kue”batin Amanda.
“Kenapa???”ucap Amanda yang terlihat ingin melepaskan tangan Calvin sambil menoleh kebelakang untuk melihat kue kesukaaannya.
Saat mereka sudah ada di ruang keluarga, Calvin langsung menghentikan langkahnya dan menatap tajam ke arah Amanda.
“Karna kau sudah makan tadi”ucap Calvin.
“Tapi...”ucap Amanda.
“ Tidak ada tapi tapian, mana kunci motor mu??”tanya Calvin.
“Ini?”ucap Amanda yang sudah mengambil kunci dari kantong celananya dan menunjukkan nya pada Calvin.
Calvin pun langsung mengambil kunci itu dan menyuruh Amanda untuk duduk di sofa.
“Kau duduk disitu dulu, aku mau mandi dulu. Siap mandi, aku langsung mengantarmu pulang”ucap Calvin.
“Apa?? Tapi kau sudah janji, kalau siap makan aku sudah boleh pulang”ucap Amanda yang kesal pada Calvin.
“Pokoknya sekarang aku mau pulang ”ucap Amanda yang ingin beranjak dari tempat itu.
“Pulang saja, kunci motor mu ada di tangan ku kok”ucap Calvin sambil menunjukkan kunci itu, kemudian Calvin langsung pergi menuju kamarnya untuk mandi.
“Tapi tidak apa apalah, setidaknya aku masih bisa makan kue macaroon itu”ucap Amanda sambil tersenyum bahagia.
“Kue ku, aku datang”ucap Amanda sambil melangkahkan kakinya menuju meja makan.
“Sayang, kau masih disini??? Mama pikir kau sudah pulang”ucap Clara saat melihat Amanda sudah di ruang makan.
“Iya Bi, Calvin lagi mandi, jadi aku langsung lari ke sini”ucap Amanda.
“Panggil Mama saja”ucap Clara.
“Baiklah Mama”ucap Amanda yang langsung memanggil Mommy nya Calvin dengan sebutan Mama.
“Mama tahu, pasti kau kesini untuk memakan ini kan?? ”ucap Clara sambil menunjukkan kue macaroon yang ada di piring itu.
“Mama tahu saja”ucap Amanda yang tersenyum kikuk saat Mamanya Calvin sudah mengetahui maksud kedatangan ke tempat itu.
“Ini sayang, makan yang banyak ya. Bila perlu dihabisin saja. Lagian orang di rumah ini tidak terlalu suka makanan yang manis manis”ucap Clara.
“Tapi kenapa Mama malah memasaknya??”tanya Amanda.
“Karna ada kau sayang, Mama sudah lama sekali ingin memasak seperti ini dan itu sudah terwujud berkat dirimu sayang”ucap Clara.
“Jadi selama ini Mama tidak pernah memasak ini?”tanya Amanda lagi.
“Memasak kue memang sangat jarang Mama lakukan, bahkan bisa di bilang hampir tidak pernah karna orang di rumah ini tidak mau memakannya”ucap Clara.
“Tidak suka makan makanan yang manis manis, tapi wajahnya kenapa bisa manis seperti itu”gumam Amanda.
“Apa yang kau bilang sayang? Mama tidak mendengarnya??”tanya Clara yang memang tidak mendengarnya..
“Tidak ada Ma, aku cuma mau bilang kue ini sangat enak sekali”ucap Amanda saat sudah memakan kue itu.
“Syukurlah kalau kau menyukainya”ucap Clara.
“Tunggu, bukankah itu jaket milk Calvin??”tanya Clara saat melihat kearah tubuh bawah Amanda.
“Ya Ma, tadi Calvin yang mengikatnya di pinggang ku karna dia marah saat melihat ku seperti ini”ucap Amanda sambil membuka celah jaket itu.
Clara pun melihat Amanda yang menggunakan celana hot pants short setelah itu dia kembali tersenyum kepada Amanda.
“Itu tandanya dia sangat menyayangimu sayang, mungkin dia tidak suka ada yang melihat mu seperti ini, apalagi kalau itu laki laki lain”ucap Clara.
“Mama benar sekali, tadi dia juga berkata seperti itu”ucap Amanda.
“Ya sudahlah, kau habiskan kue itu ya. Mama mau ke dapur dulu, ada pekerjaan Mama sudah menanti di sana”ucap Clara.
“Oke Mama!! Oh ya Ma, terima kasih ya atas kue nya. Ini sangat enak sekali”puji Amanda.
“Iya sayang”ucap Clara yang kemudian pergi dari tempat itu.
Kini tinggallah Amanda yang tengah duduk dengan damainya di ruang makan sambil menikmati kue macaroon kesukaannya.
“Ayo Amanda!!! Kau harus cepat menghabiskan kue ini, sebelum Calvin selesai mandi”ucap Amanda sambil melahap kue itu tanpa ampun.
“Hmm, ini sangat enak sekali”ucap Amanda.
Tiba tiba Amanda kepikiran sesuatu yang membuatnya tersenyum puas.
“Gimana ya, kalau suatu saat kami sudah menikah?? Hahaha...Setiap pagi aku akan memasak makanan yang manis untuk mu Calvin, karna akan sangat bagus jika pagi diawali dengan yang manis manis”ucap Amanda dalam hati sambil tersenyum.
Kini Amanda sudah selesai memakan kue itu, setelah itu dia langsung cepat cepat melangkahkan kakinya menuju ke ruang keluarga agar dia tidak ketahuan sama Calvin.
Sesampainya di sana Amanda langsung duduk manis di sofa itu, dan tak lama kemudian Calvin juga sudah keluar dari kamar nya.
“Syukurlah, aku yang duluan sampai disini“batin Amanda saat sudah melihat Calvin sudah keluar dari dalam kamar nya.
“Cepatlah, ini sudah mau gelap. Mama pasti sudah sangat khawatir”ucap Amanda dengan santai seperti tidak terjadi apa apa.
“Apa kau baru memakan sesuatu??ucap Calvin yang mengintrograsi Amanda.
“Tidak ada, aku tidak ada makan apapun”ucap Amanda yang berbohong.
“Benarkah??”ucap Calvin sambil menaikkan alis kanan nya.
“Iya”ucap Amanda yang mencoba untuk tidak gugup.
Calvin pun tersenyum, tiba tiba dia mencondongkan badan nya dan mendekatkan wajahnya pada wajah Amanda sehingga menyisahkan sedikit celah diantara wajah mereka.
“Kau mau ngapain? Jangan macam macam, Mama mu ada disini”ucap Amanda yang terlihat sangat gugup.
“Menurut mu aku mau ngapain?”ucap Calvin yang malah menatap tajam ke arah bibir Amanda.
“Sudah ku bilang jangan macam macam Calvin, aku akan berteriak biar Mamamu datang ke sini”ancam Amanda.
Calvin tidak memperdulikan perkataan Amanda, Calvin hanya mengarahkan tangan ke arah bibir Amanda.
Kini terlihat Calvin yang sedang mengusap ibu jari di sekitaran bibir Amanda, terlihat Calvin sedang membersihkan sesuatu yang menempel di sekitar bibir Amanda.
“Kau pikir, kau bisa membohongiku. Aku tahu kau baru selesai memakan masakan Mama tadi kan??”ucap Calvin.
“Tidak kok”ucap Amanda yang masih ingin berbohong.
“Apa remahan yang ada di bibir mu tadi bisa di jadikan bukti?”ucap Calvin yang tersenyum manis.
“Iya...kau benar, aku baru siap makan”ucap Amanda yang sudah mengakuinya.
“Puas kau???”ucap Amanda lagi yang terlihat kesal melihat Calvin hanya menertawainya.
“Raut wajah mu sangat lucu sekali kalau sedang tercyduk berbohong”ucap Calvin sambil tertawa.
“Sudah puas tertawanya?? Sekarang aku sudah boleh pulang??”ucap Amanda lagi.
“Oke oke, kau sudah boleh pulang”ucap Calvin yang mencoba untuk tidak tertawa lagi.
Kini mereka pun berjalan menuju luar rumah, saat di perjalanan Amanda hanya menampilkan wajah kesalnya, sedangkan Calvin hanya menahan tawanya tidak keluar dari mulutnya agar tidak membuat Amanda menjadi lebih kesal lagi.
“Sini kunci motorku”ucap Amanda saat sudah sampai di tempat motornya terparkir.
“Sudah ku bilang, aku yang akan mengantarmu pulang kerumah”ucap Calvin.
“Baiklah”ucap Amanda menaiki motornya.
“Naik kemobilku”ucap Calvin.
“Apa!!! Jadi motor ku gimana kalau aku pulang pakai mobilmu?”ucap Amanda.
“Biar saja terparkir di situ, Lagian itu tidak akan kugadaikan kok”ucap Calvin sambil masuk ke dalam mobilnya.
Amanda hanya menatapi Calvin yang masuk ke dalam mobil, lalu dia pun duduk di atas motor nya.
“Cepat masuk”ucap Calvin saat melihat Amanda yang duduk di motornya.
“Tidak akan”ucap Amanda yang bersikeras duduk di motor nya.
Calvin pun keluar dari mobilnya, dan memasukkan Amanda secara terpaksa dengan cara menggendongnya dan memasukkkannya ke dalam mobil.
“Calvin!!! Buka pintunya!!”ucap Amanda yang berteriak.
“Tidak akan”ucap Calvin yang langsung melajukan mobilnya.
Hai readers
Ini saya sudah kembali up lagi
Jangan lupa apalagi sungkan beri like nya ya
Juga jangan lupa komen untuk memberi ide dan saran kalian untuk membangun novel ini
Semoga kalian suka ya
Oh ya jangan lupa juga ya follow instagram saya
Ig:@insaniputri5205