
Di malam hari saat Amanda ingin otw tidur, tiba tiba terdengar suara ponsel yang berdering dan mengganggu acara tidur Amanda.
"Siapa sih yang menelpon malam malam begini??"tanya Amanda dalam hatinya.
"Tidak mungkin Calvin, kami kan baru saja selesai video call-an"batin Amanda.
Calvin dan Amanda memang baru selesai video call, dan sebelum video call itu berakhir Calvin langsung menyuruh Amanda untuk segera tidur dan Amanda pun langsung mengiyakannya.
Disaat Amanda ingin tidur, di situlah terdengar suara panggilan masuk yang memang sudah mengganggu tidurnya.
Mau tidak mau Amanda terpaksa harus beranjak dari tempat itu menuju ke meja rias untuk mengambil ponsel nya.
"Brenaldi"ucap Amanda saat sudah memegang ponselnya.
"Nih bocah, ngapain menelpon malam malam begini??"ucap Amanda.
"Apa jangan jangan ada terjadi sesuatu pada Paman dan Bibi??"ucap Amanda yang mulai berpikir yang aneh aneh.
Sontak Amanda langsung mengangkat panggilan itu disaat dia sudah berpikiran seperti itu.
"Halo, kenapa lama sekali kau mengangkat panggilannya??"tanya Brenaldi yang berteriak di seberang sana.
"Maaf, tadi aku sudah ketiduran dan kini kau sudah mengganggu tidurku"ucap Amanda yang berbual padahal sebenarnya tadi Amanda memang sudah mau tertidur.
"Ada apa?? Kenapa kau menelponku malam malam begini?? Apa ada terjadi sesuatu di sana?? Bagaimana keadaan di sana??"tanya Amanda.
"Tidak ada terjadi apa apa kok disini dan kami juga baik baik saja"jawab Brenaldi.
"Jadi kenapa kau menelponku??"ucap Amanda.
"Tidak ada apa apa kok, memang salah kalau aku menelponmu??"tanya Brenaldi.
"Tentu saja salah Brenaldi"ucap Amanda yang menekankan kata demi kata yang keluar dari mulutnya.
"Dimana letak salahnya Amanda??"tanya Brenaldi.
"Kau menelponku malam malam begini padahal tidak ada hal penting yang ingin kau sampaikan dan itu sudah mengganggu tidurku"ucap Amanda yang sudah kesal.
"Ya sudah, aku minta maaf karna sudah mengganggu tidurmu"ucap Brenaldi.
"Tidak apa apa, lagian tadi aku cuma bercanda kok"ucap Amanda yang kini sudah berbaring di tempat tidurnya.
"Besok, kamu ada acara tidak?"tanya Brenaldi.
"Ada, memangnya ada apa?"tanya Amanda lagi.
"Yah, padahal besok siang aku ingin mengajakmu jalan jalan"ucap Brenaldi yang terdengar kecewa.
"Jalan jalan?? Kau belum pulang ke negeri sakura?"tanya Amanda.
Amanda berpikir kalau Brenaldi dan kedua orang tuanya sudah kembali pulang ke negeri sakura sana.
"Belum, makanya sebelum pulang aku ingin mengajakmu jalan jalan"ucap Amanda.
"Maaf ya aku tidak bisa"ucap Amanda.
"Tidak apa apa kok. Memang kau ada acara apa sih??"tanya Brenaldi.
"Di sekolah kami sedang ada acara lomba menyanyi dan aku juga menjadi salah satu peserta lombanya, kemungkinan besar kami pulang agak kesorean karna acara itu memang harus di selesaikan hari itu juga"ucap Amanda.
"Lomba bernyanyi?? Kau juga jadi pesertanya?"tanya Brenaldi.
"Iya, memang kenapa??"tanya Amanda.
"Okey, besok jam berapa acaranya di mulai?"tanya Brenaldi
"Jam 8 pagi"jawab Amanda.
"Okey, aku akan ke rumahmu sebelum jam 8 dan kau berangkat sama aku saja"ucap Brenaldi.
"Kenapa kau menjemputku??"tanya Amanda.
"Karena aku juga ingin ke sekolahmu"jawab Brenaldi.
"Ngapain??"tanya Amanda.
"Aku ingin melihatmu bernyanyi"ucap Brenaldi.
"Okey, besok aku akan tunggu kau dirumah"ucap Amanda.
"Sudah dulu ya, aku mau tidur"ucap Amanda.
"Hmm, baiklah. Selamat malam Amanda"ucap Brenaldi.
"Selamat malam juga Brenaldi"ucap Amanda.
Setelah panggilan itu berakhir, Amanda langsung meletakkan kembali ponselnya ke meja rias.
Dan dia pun langsung berjalan menuju kasurnya untuk segera tidur karna rasa kantuknya sudah datang menyerangnya.
π·π·π·π·
Dipagi hari Amanda sudah tiba di sekolah bersamaan dengan Brenaldi.
Semua murid yang ada di sana pada berpikir kalau Brenaldi adalah salah satu tamu yang sudah di undang oleh osis dan akan menjadi juri di acara lomba itu, padahal kenyataan Brenaldi datang ke sana datang untuk menemai Amanda dan melihatnya tampil dipesta.
Tidak ada yang melarang Brenaldi untuk datang ke sekolah itu bahkan kepala sekolah sekalipun, karna kedatangan Brenaldi bukan untuk mencari masalah dan mencari rusuh melainkan untuk melihat Amanda.
Kini Amanda yang terlihat sudah duduk di kursi peserta, sedangkan Brenaldi bergabung sama Andra yang duduk di kursi yang ada di depan kelas mereka untuk menyaksikan lomba itu.
Andra melihat kearah tempat kursi Amanda yang mana kursi di sebelahnya masih kosong, dia pun langsung datang ke tempat Amanda sedang duduk di kursinya.
"Dimana Calvin??" tanya Andra pada Amanda yang terlihat cemas sekali.
Calvin sampai saat ini belum ada datang dan bergabung bersama Amanda, padahal peserta lomba sudah sampai pada undian nomor empat dan mereka terdapat pada undian nomor ketujuh.
Itulah lah yang membuat Amanda cemas sekali, jika Calvin belum datang juga maka mereka akan di diskualifikasi.
Amanda sudah beberapa kali menghubungi ponsel Calvin dan panggilan itu masuk tapi Calvin sama sekali tidak ada mengangkat nya
"Aku tidak tahu"jawab Amanda sambil mengelengkan kepalanya.
"Tapi semalam dia bilang kalau dia akan datang ke sekolah"ucap Andra.
"lya, tadi malam dia juga berkata seperti itu padaku tapi sampai sekarang dia belum datang juga"ucap Amanda.
"Baiklah, aku kembali ke sana dulu dan juga akan mencoba untuk menghubungi nomornya lagi"ucap Andra.
"Hmmm iya"ucap Amanda yang hanya berdeham.
Kini Andra sudah kembali ke tempat duduknya karna takut akan dimarahi oleh panitia lomba jika dia masih ada dikursi peserta, itu karena Andra tidak ada memakai id card yang mana akan menandakan kalau dia bukan salah satu peserta lomba.
Saat Amanda tengah terlihat cemas, tiba tiba Fitra datang ke kursi itu.
"Amanda, kenapa kursi di sebelah mu masih kosong?"tanya Fitra.
"Pasangan duetku belum datang, mungkin dia akan datang sedikit terlambat karna di sana ada sedikit kendala"ucap Amanda.
"Kau undian nomor ketujuh ya?"ucap Fitra saat melihat Id card Amanda.
"Hmm"ucap Amanda.
"Tinggal 2 undian lagi dan setelah itu adalah giliran kalian untuk maju tapi pasanganmu belum datang datang juga"ucap Fitra.
"Kau tenang saja, Calvin pasti akan datang sebelum giliran kami tiba"ucap Amanda yang terdengar jutek sekali.
"Bagaimana kalau dia tidak datang juga?? Aku bersedia kok jadi pasangan duetmu, meskipun nanti kelas kalian tidak akan mendapat juara. Tapi itu masih mending daripada mendapat diskualifikasi"ucap Fitra.
"Mending aku didiskualifikasi daripada harus duet denganmu"ucap Amanda.
"Terserahmu lah"ucap Fitra.
"Amanda, aku akan mendapatkanmu lagi bagaimana pun caranya"ucap Fitra dalam hatinya.
Setelah itu Fitra kembali gabung bersama teman temannya yang juga jadi panitia lomba itu.
Ya Fitra memang salah satu panitia dari lomba itu dan oleh sebab itu dia berani menawarkan diri untuk menggantikan posisi Calvin jika dia tidak datang juga saat giliran mereka sudah tiba.
Kini Cynthia lewat dari kursi peserta, sontak Amanda langsung memanggilnya.
Amanda yakin pasti Cynthia tahu dimana keberadaan Calvin saat ini.
"Cynthia"panggil Amanda.
"Iya Amanda, ada apa?"tanya Cynthia.
"Apa kau ada melihat Calvin? Apa kau tahu dimana keberadaannya saat ini?? Aku sudah menghubungi ponselnya berulang kali tapi dia tidak mau mengangkatnya padahal panggilan itu sudah masuk"ucap Amanda.
"Apa?? Dia belum datang ke sini juga?? Padahal kami barengan berangkat ke sekolah"ucap Cynthia.
"Jadi dia sudah ada di sekolah"ucap Amanda.
"Iya"ucap Cynthia.
"Tapi sekarang dia ada di mana?"tanya Amanda.
"Aku tidak tahu, tadi diparkiran aku langsung meninggalkannya dan pergi ke kelasku karena jalannya terlalu lambat sekali"ucap Chynthia.
"Aku lupa kalau saat ini kakinya sedang sakit"ucap Amanda.
"Dia ada di mana sih, padahal giliran kami tidak lama lagi akan tiba"ucap Amanda yang sudah di rundung kecemasan terhadap lomba dan Calvin yang sedang hilang padahal dia sedang sakit.
"Aku tidak peduli lagi jika kami akan di diskualifikasi, kini yang kucemaskan adalah kau Calvin. Kau dimana sayang dan kenapa kau tidak mengangkat panggilan ku?"batin Amanda yang terlohat cemas dengan Calvin.
"Kau tunggu disini, aku akan mencari Calvin disetiap sudut sekolah ini"ucap Cynthia.
"Jangan khawatir, aku akan menemukannya sebelum giliran nomor undian kalian dipanggil oleh panitia "ucap Chynthia.
Cynthia pun langsung pergi mencari keberadaan sepupunya itu.
Saat di perjalanan Cynthia bertemu dengan Angel yang juga merupakan sepupunya.
Saat Cynthia bertanya tentang keberadaan sepupu mereka, Angel pun menjawab tidak tahu dan tidak ada melihat Calvin.
Cynthia yang tidak ingin menghabiskan waktunya langsung segera pergi dan mencari Calvin lagi.
"Dimanalah orang gila itu bersembunyi?"guman Cynthia sambil berjalan dan melihat ke sebelah kanan dan kirinya untuk melihat keberadaan Calvin.
Saat dia sedang berjalan menuju wc khusus untuk anak laki laki, akhirnya Cynthia melihat Calvin yang baru keluar dari dalam bilik wc.
"Ternyata benar juga firasat ku, anak kampret itu pasti ada di wc"ucap Cynthia.
Dengan wajah yang kesal dan penuh amarah, Cynthia pun langsung bergegas mendatangi Calvin yang sedang berdiri di ambang pintu bilik wc itu.
Semua siswa yang sedang ada di sekitaran Wc itu melongo melihat Cynthia yang begitu berani dan tanpa ada rasa malu datang ke wc khusus laki laki.
"Calvin!!!"teriak Cynthia.
Cynthia berteriak dengan suara nya yang terdengar begitu melengking dan membuat seseorang yang baru keluar dari bilik wc sebelah langsung refleks melompat karna saking terkejutnya.
"Bersyukur aku tidak punya riwayat penyakit jantung, kalau tidak pasti aku sudah masuk rumah sakit atau sudah langsung dibawa ke kuburan"ucap orang yang terkejut itu yang memang terlihat kesal dan langsung pergi dari sana.
"Kenapa sih kau berteriak teriak saja?"ucap Calvin yang terlihat begitu susah payah berjalan dengan tongkatnya itu.
"Kau dari mana saja, semua teman temanmu yang ada disana pada sibuk menghubungi nomor ponselmu dan mencari mu"ucap Cynthia sambil menjitak dahi Calvin.
"Ini sangat Sakit Cynthia, kau kenapa selalu menjitak kepala ku??"ucap Calvin yang kesal sama kelakuan Cynthia.
"Biar otakmu itu cepat encer"ucap Cynthia.
"Kenapa kalian menghubungiku?? Itu tidak ada gunanya, karna ponsel kutinggalkan di kamarku! Kenapa kalian malah mencari ku padahal aku sedang ada di wc untuk buang air kecil? Apa kau tidak tahu betapa susahnya berjalan menuju ke wc ini"ucap Calvin yang sudah terlihat marah.
"Pacarmu disana sekarang sudah terlihat cemas karna kau tidak datang datang juga. Aku tidak tahu apa yang sedang ada di dalam pikirannya, tapi aku sangat yakin kalau dia pasti sangat mengkhawatirkan mu karena melihat kondisimu saat ini"ucap Cynthia.
"Dan tak lama lagi giliran kalian untuk maju ke panggung"ucap Cynthia lagi.
"Ya sudah, bantu aku"ucap Calvin.
"Kenapa aku harus membantumu?"tanya Cynthia.
"Biar kita cepat sampainya, kau tidak lihat kalau kakiku saat ini sedang sakit"ucap Calvin.
"Makanya, kau jangan main drama korea. Sok main tarik tarikan dengan Amanda dan bukan nya dapat adegan romantis, tapi kalian langsung buzzzz..... jatuh dan krekkk...... tulang kaki mu langsung bergeser"ucap Cynthia yang mempraktekkan adengan Calvin dan Amanda yang terjatuh pada malam itu.
"Sial, kau jangan menghinaku"ucap Calvin.
"Aku bukan bermaksud untuk menghinamu tapi cuma flashback adegan yang terjadi pada malam itu"Ucap Cynthia yang terlihat masih mempraktekkan adegan itu.
Cynthia memang tidak melihat kejadian itu, dia hanya menggunakan feeling nya dan mencoba mempraktekkannya dihadapan Calvin hanya untuk membuat Calvin marasa kesal.
"Kau terlalu melebih- lebihkanya, kejadiannya tidak seperti itu"ucap Calvin yang terlihat jengkel dengan Cynthia.
"Sudahlah, jangan mengejekku lagi"ucap Calvin.
"Aku tidak ada mengejekmu, kau saja yang terlalu kepedean"ucap Cynthia.
"Tapi kau mengatakannya seolah olah sedang mengejekku"ucap Calvin.
"Itu perasaanmu saja, kau sendiri kok yang menyimpulkan seperti itu padahal aku tidak ada maksud untuk mengejek mu. Tapi kalau kau berkata seperti itu. Ya terserah mu!! Kau punya hak kok untuk berpendapat seperti itu"ucap Cynthia.
"Eh, kalian ke sini dulu"ucap Cynthia memanggil 6 orang siswa yang sedang berkumpul dibelakang kantin itu.
"Ngapain kalian di situ?? Merokok ya!!"ucap Chynthia.
Mereka pun hanya mengangguk kepala dengan pasrah karena Cynthia terlanjur sudah melihat mereka sedang memegang puntung rokok.
"Kenapa kau memanggil mereka??"tanya Calvin.
"Bukankah kau meminta tolong padaku agar membantumu untuk cepat sampai disana?"ucap Cynthia.
"Iya, aku memang berkata seperti itu. Tapi kenapa kau memanggil mereka??"ucap Calvin.
"Kau kan bisa memapahku sampai ke lokasi lomba"ucap Calvin lagi.
"Kau diam saja, ini aku sedang mambantumu. Maaf ya Calvin, kalau untuk memapahmu sampai kesana mungkin aku tidak sanggup karna kau itu berat sekali dan tenaga kita tidak sebanding"ucap Cynthia.
"Ada apa Kak?"tanya salah satu perwakilan dari mereka yang sudah datang ketempat Cynthia sedang berdiri.
"Aku mau minta tolong sama kalian!! Apa boleh?? Kalau tidak boleh, aku akan melaporkan hal ini pada Ayahku"ucap Cynthia yang sedang mengancam mereka.
"Tidak Kak, jangan!! Kami mau kok membantu Kakak, emang Kakak mau minta tolong apa??"tanya salah satu dari mereka.
"Bantu aku menggotong manusia yang satu ini sampai ke lapangan upacara"ucap Cynthia.
Memang benar, acara lomba itu diadakan di lapangan upacara yang berada paling depan sekolah itu.
Jarak lapangan upacara dengan wc cukup terlalu jauh.
Lapangan upacara itu begitu luas dan dikelilingi tiap tiap kelas.
Gedung 3 lantai yang berada paling depan sekolah dan agak mencolok kearah gerbang yang akan menutupi kelas kelas yang ada di dalam sekolah itu, sedangkan wc khusus untuk laki laki berada paling belakang sekali dan itu membuat siswa kewalahan untuk membuang air kecil saja.
Jadi tidak kebayang gimana nasib mereka kalau sedang kebelet mau buang hajat, pasti mereka akan berkeringat dingin karna menahannya sebelum sampai di wc itu.
Begitu juga dengan nasib Cynthia yang tidak kebayang lagi jika membopong Calvin sampai kelapangan upacara, mungkin Cynthia akan mati kelelahan karna kehabisan tenaga.
Untuk itulah dia meminta bantuan kepada preman preman yang ada disekolah itu untuk menggotong Calvin secara beramai ramai.
"Apa?? Kenapa kau menyuruh mereka untuk menggotongku"tanya Calvin yang terkejut dengan perkataan Cynthia.
"Aku sudah membantumu dan tidak mungkin aku sendiri yang mengangkatmu"ucap Cynthia.
"Tapi kau tidak perlu melakukan hal ini juga"ucap Calvin.
"Setidaknya kita cepat sampai di lapangan upacara "ucap Cynthia.
"Tidak perlu, aku tidak mau digotong dan aku bisa jalan sendiri"ucap Calvin yang kini sudah berjalan.
"Lihat lah, kau berjalan begitu lama sekali dan kita tidak akan sampai disana. Ingat Calvin, nomor undian kalian sebentar lagi akan di panggil" ucap Cynthia yang terlihat begitu cerewet sekali.
"Tapi aku tidak mau digotong"ucap Calvin.
"Tidak ada tapi tapian, nanti kita akan terlambat kalau jalanmu lambat begitu. Mending kami langsung menggotongmu secara beramai ramai"ucap Cynthia.
"Kalian cepat angkat dia dan langsung gotong secara beramai ramai"ucap Cynthia yang sudah memerintah pasukan nya.
Tanpa ada persetujuan dari Calvin, Cynthia langsung menyuruh keenam anak laki laki itu untuk mengangkat Calvin dan menggotongnya agar cepat sampai ketempat acara lomba itu diadakan.
Mereka pun langsung mengangkat Calvin meskipun tadi sempat terjadi sedikit kecekcokkan saat mereka ingin mendekati Calvin.
Kini terlihat Calvin langsung di gotong secara beramai ramai dan membuat Calvin terlihat begitu pasrah karna ide gila dari sepupunya itu.
Mereka menggotong Calvin, sedangkan Cynthia hanya mengikuti mereka dari belakang sambil membawa tongkat milik Calvin.
Kembali pada Amanda yang masih duduk dengan wajah yang penuh rasa kecemasan karna Calvin belum datang juga, padahal giliran mereka akan tiba setelah peserta yang ada dipanggung sana sudah selesai tampil.
Bukan hanya Amanda saja yang terlihat cemas, semua teman teman sekelas mereka juga sangat mengkhawatirkan Calvin.
"Dimana dia?"tanya Valen.
"Aku pun juga tidak tahu"ucap Andra.
"Sudahlah, kalian jangan berisik dulu"ucap Brenaldi.
"Hey coba lihat dibalik tembok kelas sana?"ucap Rahel.
"Kenapa?? Apa ada yang aneh?"ucap Indah.
"Apa kalian tidak melihat seorang bapak yang berdiri dibalik tembok itu?"ucap Rahel.
"Coba kalian perhatikan arah pandangan bapak itu, kenapa dia seperti melihat kearah Amanda terus"ucap Rahel.
"Itu perasaanmu saja, disekitar Amanda juga banyak orang, jadi tidak mungkin bapak itu melihat Amanda. Sudahlah jangan berpikiran yang aneh aneh, sekarang yang kita pikirkan kemana Calvin menghilang"ucap Andra.
"Teman kalian itu memang suka menghilang ya?"tanya Brenaldi.
"Entahlah, kami pun tidak tahu. Ini pertama kalinya Calvin mendadak hilang dan tak bisa ditemukan"ucap Indah.
Disana mereka tengah asik berbicara, kini undian nomor tujuh sudah dipanggil oleh pembawa acara lomba itu.
Ya kini giliran Amanda dan Calvin untuk naik keatas panggung tapi pada saat itu Calvin belum datang juga.
"Nomor undian 7, kami persilahkan untuk naik ke atas panggung"ucap MC itu.
Amanda pun terpaksa harus naik ketas panggung yang mengatakan ingin mundur dari lomba itu.
Saat Amanda sudah naik keatas panggung, semua orang menatap heran karena Amanda hanya maju sendirian.
"Kemana pasangan duetnya?"ucap salah satu Penonton.
"Kalau begitu, kelas mereka akan kena diskualifikasi"ucap seseorang lagi yang juga sedang duduk didepan kelas mereka.
"Dimana teman duet mu?"tanya juri itu pada Amanda.
Amanda terlihat hanya diam saja dan tidak menjawab pertanyaaan dari juri itu karena dia sendiri pun tidak tahu dimana keberadaan Calvin saat ini.
Setelah lama hanya berdiam diri dan membuat semua orang menunggu jawaban dari Amanda, akhirnya dia pun angkat bicara.
"Sebelumnya aku ingin minta maaf kepada kalian semua karena aku sudah membuat kalian menunggu terlalu lama. Disini aku hanya ingin menyampaikan kalau kelas kami akan mundur dari lomba ini "ucap Amanda dan itu membuat teman teman sekelas nya terkejut.
Kembali dengan Calvin yang sudah sampai dibelakang kelasnya.
"Sudah... sudah.... sampai disini saja!! Kalau kalian membawanya sampai kesana, ribuan pasang mata akan menatap kearah kita"ucap Cynthia yang menghentikan pasukannya saat sudah ada dibelakang kelas Calvin.
Mendengar perintah dari Cynthia, mereka pun langsung menurunkan Calvin.
"Sudah puas kalian semua"ucap Calvin yang kesal dan mengambil tongkat dari tangan Cynthia.
"Lihat itu, Amanda sudah ada di panggung"ucap Cynthia saat melihat ke arah panggung.
Mendengar hal itu, Calvin pun langsung berjalan kearah lapangan.
Tapi sebelum berjalan, Calvin menoleh kearah Orang orang yang sudah menggotongnya tadi.
"Awas kalian ya, aku akan beri perhitungan pada kalian"ucap Calvin dengan tatapan yang begitu tajam.
Lalu dia pun pergi meninggalkan mereka yang kini terlihat sangat ketakutan.
"Kalian tenang saja, aku tidak akan membiarkan Calvin melukai kalian"ucap Cynthia yang menenangkan pasukannya.
Setelah itu Cynthia pun pergi menyusul Calvin yang kini sudah berjalan cukup cepat daripada yang tadi saat di wc.
Cynthia tidak tahu apakah sepupunya itu terlalu memaksa diri untuk berjalan seperti itu padahal kakinya belum sembuh total.
Yang dia tahu adalah pasti Calvin saat ini ingin cepat cepat sampai di panggung itu.
Di saat Calvin sudah mau sampai kesana, dia mendengar Amanda yang berkata ingin mundur dari lomba itu.
"Aku sudah ada disni"ucap Calvin yang berteriak dan membuat semua orang langsung memandang ke arahnya.
Salah satu panitia lomba pun langsung membantu Calvin berjalan sampai naik ke atas panggung.
"Apa kalian ada menyediakan gitar?"tanya Calvin.
"Ada. Tunggu ya, aku akan mengambilnya"ucap panitia itu.
Saat panitia itu sedang mengambil gitar, Calvin yang sudah duduk di kursi yang telah disediakan oleh panitia pun langsung menyapa ketiga juri.
"Selamat pagi semuanya"ucap Calvin dengan sopan.
"Aku minta maaf karna sudah terlambat"ucap Calvin lagi.
"Coba kau ceritakan, apa yang membuatmu sampai terlambat?"tanya salah satu juri yang merupakan guru kesenian yang ada di sekolah ini.
Calvin pun langsung menceritakan semuanya secara keseluruhan tanpa ada yang terlewatkan.
Mulai dari Calvin yang ingin ke wc dengan begitu susah payah hanya karna untuk membuang air kecil, sampai pada dia di gotong secara beramai ramai oleh para siswa yang ada disekitaran wc itu.
Semua yang mendengarkan cerita Calvin pun langsung tertawa terbahak bahak begitu juga dengan para jurinya tapi Calvin tidak memperdulikan hal itu.
"Baiklah, kami akan mengerti dengan keadaan mu saat ini"ucap Juri yang satu lagi.
"Kami sangat menghargai kejujuran mu"ucap juri yang lainnya lagi.
"Terima kasih pak! Ibu!"ucap Calvin kepada ketiga juri itu.
Kini kembali Calvin yang menatap kearah Amanda dengan tatapan yang ingin minta maaf karena telah membuat nya terlalu lama menunggu dan cemas karena mengkhawatirkanya.
Amanda yang seakan akan tahu maksud dari tatapan Calvin, hanya melempar sebuah senyuman manis kearah Calvin.
Saat itu juga panitianya sudah datang dan memberikan gitar itu pada Calvin.
"Baiklah, disini kami akan membawa satu lagu yang berjudul banyu moto, yang mana lagu ini juga kupersembahkan untuk gadis cantik yang ada disampingku ini"ucap Calvin sambil menatap ke arah Amanda.
Amanda terlihat sangat malu sekali karena Calvin begitu blak blakan berbicara seperti itu didepan semua orang, lain dengan Fitra yang terlihat sangat cemburu dan ingin rasanya dia membuat hubungan mereka renggang.
Setelah mengatakan itu Calvin langsung mulai memainkan gitarnya.
- Banyu Moto
πΆπΆπΆ ( Suara petikan gitar yang mengalun lembut )
( Calvin )π€π€π€π€
Tembang iki tak gawe, mung kanggo kowe
Sing paling tak tenani nganti saiki
( Lagu ini ku ciptakan hanya untukmu
Yang paling ku cintai sampai sekarang )
( Amanda )π€π€π€π€
Tumetese banyu moto iki sing dadi saksi
Sumpah lan janji sehidup semati
( Menetesnya air mata ini yang jadi saksi
Sumpah dan janji sehidup semati)
( Amanda )π€π€π€
Sampai kapan kan kau buktikan
Tresno tulus yo mung kanggo awakku
(Sampai kapan kan kau buktikan
Cinta tulus hanya untuk diriku )
( Calvin )π€π€π€
Sampai mati kan ku pastikan
Mergo mung kowe sing tak tresnani tekane mati
( Sampai mati kan ku pastikan
Karena hanya kamu yang ku cintai sampai mati )
( Calvin dan Amanda )π€π€π€
Cahyo lintang ing wengi gawe anyeme ati
Tambah ngegowo roso kangen mring sliramu, Tresnaku
( Cahaya bintang di malam membuat tenangnya hati
Tambah membawa rasa kangen kepadamu, Cintaku )
πΆπΆπΆ ( Suara petikan gitar )
( Amanda )π€π€
Tumetese banyu moto iki sing dadi saksi
Sumpah lan janji sehidup semati
( Menetesnya air mata ini yang jadi saksi
Sumpah dan janji sehidup semati )
Sampai kapan kan kau buktikan
Tresno tulus yo mung kanggo awakku
( Sampai kapan kan kau buktikan
Cinta tulus hanya untuk diriku )
( Calvin )π€π€
Sampai mati kan ku pastikan
Mergo mung kowe sing tak tresnani tekane mati
( Sampai mati kan ku pastikan
Karena hanya kamu yang ku cintai sampai mati )
( Calvin dan Amanda )π€π€π€
Cahyo lintang ing wengi gawe anyeme ati
Tambah ngegowo roso kangen mring sliramu, Tresnaku
( Cahaya bintang di malam membuat tenangnya hati
Tambah membawa rasa kangen kepadamu, Cintaku )
πΆπΆπΆπΆπΆπΆπΆ( Suara petikan gitar yang mulai berakhir )
"Terima kasih"ucap Amanda dan Calvin secara bersamaan selesai sudah selesai bernyanyi.
Amanda begitu terharu dan ingin rasanya dia menangis saat itu juga karena mendengar kata kata yang keluar dari mulut Calvin saat bernyanyi tadi.
Begitu juga dengan semua orang yang sedang berkumpul dan menyaksikannya, terlihat mereka yang begitu menghayati lagu yang sedang dinyanyikan oleh Amanda dan Calvin.
Saat lagu itu sudah selesai, mereka semua langsung bertepuk tangan dengan begitu semangat pertanda mereka sangat menyukai penampilan yang dibawakan oleh pasangan itu.
Setelah selesai, Amanda pun langsung membantu Calvin untuk turun dari panggung dan kembali ke kursi peserta.
"Terima kasih"ucap Calvin saat sudah duduk di kursi peserta.
"Untuk apa??"tanya Amanda.
"Karena sudah mau bersamaku dan aku berharap hubungan kita tetap bertahan bahkan sampai maut menjemput salah satu dari kita"ucap Calvin.
"Ihs, kenapa sih bicara begituan"ucap Amanda yang tidak suka dengan kalimat terakhir yang dikatakan oleh Calvin.
"Amanda kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, bisa saja diantara kau dan aku akan mati hari ini juga atau besok atau hari kedepan nya. Tapi aku hanya ingin maut itu tiba disaat kita sudah beranak cucu nanti"ucap Calvin.
"Aku juga berharap seperti itu dan aku juga akan selalu mencintai mu jika suatu saat nanti maut memisahkan kita"ucap Amanda yang menatap manik mata Calvin dengan penuh arti .
"Aku pun juga berjanji akan selalu mencintaimu bahkan sekalipun maut memisahkan kita"ucap Calvin yang juga membalas tatapan Amanda.
"Sudahlah, jangan berbicara tentang hal itu lagi"ucap Amanda yang tidak suka tentang pembahasan mereka saat ini.
"Baiklah"ucap Calvin.
Mereka pun kembali melihat penampilan peserta yang selanjutnya untuk tampil di atas panggung.
Di siang hari yang panas, acara lombanya pun sudah selesai.
Semua murid yang tadinya sedang berkumpul menyaksikan para peserta yang ikut lomba, kini sudah pada bubar pergi ke kantin untuk makan dan minum.
Mereka akan berkumpul lagi jika panitia sudah memanggil mereka untuk mengumumkan siapa pemenang dari lomba itu dan akan mendapatkan hadiah serta piala.
Kini terlihat Brenaldi sedang meminum minuman yang telah ia beli 5 menit yang lalu. Lalu dia melemparkan botol minumannya tadi di tempat sampah yang cukup jauh darinya.
"Wah keren sekali"ucap siswi yang lewat dari tempat Brenaldi dan teman temannya berkumpul.
"Eh... Jangan tebar tebar pesona disini. Ingat pacarmu yang ada di negeri sakura sana"ucap Amanda.
"Cih, sok keren"ucap Calvin yang memang tidak suka dengan Brenaldi.
"E-ehh, Amanda. Hehehe Calvin .. emang kenapa kalau aku sok keren ? Iri ya karna kau tidak bisa seperti ku. Tuh kaki semoga cepat sembuh"ucap Brenaldi.
Calvin yang mendengar itu merasa ingin muntah, sontak dia juga langsung menatap malas kearah Brenaldi.
Amanda pun langsung menjitak kepala Brenaldi.
"Brenaldi....Kau jangan mengejek pacarku!!"ucap Amanda.
"Iya iya..., aku minta maaf"ucap Brenaldi.
"Gimana rasanya Bro setelah tampil tadi??"tanya Andra.
Andra pun langsung menanyakan mengenai perasaan Calvin setelah selesai menyanyi tadi.
"Sedikit deg deg-an"ucap Amanda yang malah menjawab pertanyaan Andra.
"Aku cukup terharu mendengar nyanyian kalian berdua"ucap Valen.
"Sama aku juga, suara kalian sangat merdu dan lirik lagu nya begitu adem di dengar"ucap Indah.
"Iya kalian tahu arti lagunya, lah aku tidak tahu apa yang di nyanyikan oleh Amanda dan Calvin. Itu karena dilirik lagunya, bahasa indonesianya cuma sedikit."ucap Rahel.
"Huuh dasar...Makanya kalau tidak tahu, tuh mbah google langsung dibuka saja, semua pertanyaan mu pasti di Jawab. Sekali kali Ponsel mu itu digunakan untuk mencari ilmu bukan main free cacing, kau setiap menit pasti selalu sibuk membesarkan Cacing yang tidak berguna itu"ucap Andra yang mengoceh terus.
"Apa teman teman mu selalu seperti ini terus??"bisik Brenaldi pada Amanda.
"Kadang kadang"bisik Amanda lagi.
"Eh, ngapain dekat dekat dengan pacarku"ucap Calvin sambil mendorong Brenaldi agar menjauh dari Amanda.
"Jaga tuh kakimu kalau ingin selamat"ucap Brenaldi yang sudah tersingkir kesamping.
"Apa yang ingin kau lakukan terhadap kaki Calvin??"tanya Amanda.
"Tidak ada, aku hanya bercanda"ucap Brenaldi.
"Aku rasa kelas kita yang akan mendapat juara nya"ucap Andra yang terlalu yakin.
"Kalau memang benar, aku bakalan traktir kalian semua deh"ucap Calvin.
"Benarkah??"ucap Andra dan yang lainnya yang tidak percaya.
"Iya loh, apa aku pernah bohong sama kalian?? Tidak pernah kan??? Disini ada pasar malam yang baru buka. Kalau kelas kita memang jadi pemenang nya, aku janji akan mentraktir kalian pergi kesana dengan menggunakan uang hasil menang lomba.Hehe"ucap Calvin.
"Brengsek, itu sama sama kau tidak mentraktir kami"ucap Brenaldi.
Andra juga terlihat begitu kesal dengan perkataan Calvin tadi.
"Why??"ucap Calvin.
"Aku pikir kau mentraktir kami dengan uang mu sendiri"ucap Andra.
Β
"Itu sama saja juga uang ku karena aku yang ikut lombanya bukan kau"ucap Calvin pada Brenaldi.
"Kenapa kau malah menyebut namaku?"tanya Brenaldi.
"Sudahlah, kalian jangan bertengkar lagi!! Ayo kita ke kantin, aku sudah lapar sekali"ucap Rahel.
"Aku juga sudah lapar"ucap Amanda.
Β Dan akhirnya mereka semua pun berjalan menuju kantin untuk makan.
Tapi mereka harus bersabar karena Calvin berjalan begitu lambat sekali.
Lain dengan Amanda yang begitu sabarnya berjalan disamping Calvin sambil memegang tangannya.
Hai semuanya
Jangan lupa beri like dan vote kalian ya
Ayo juga follow akun instagram author, pasti nanti aku follback kok
Ig: insani.syahputri71
Terima kasih karena sudah mau membacaπππππ
Insani Syahputri