
Amanda kini sudah terbangun dari tidur siang nya, karna tadi sepulang dari sekolah Amanda terlihat sangat kecapean sehingga membuatnya langsung terlelap saat dirinya sudah tergeletak di atas kasur.
Saat kesadaran dan tenaga nya sudah benar benar kembali full terisi lagi, Amanda langsung bergegas berjalan ke kamar mandi untuk bersiap siap karna hari ini dia harus latihan bernyanyi di rumah nya Calvin hanya karna ide konyol teman teman nya yang membuat mereka jadi peserta lomba yang diadakan oleh osis sekolahnya.
Setelah Amanda sudah selesai berdandan, dia langsung melajukan motor kesayangan menuju rumah kekasihnya.
Kini Amanda sudah ada di rumah Calvin, Amanda pun langsung berjalan menuju ke gazebo milik Calvin yang ada di halaman samping rumah itu.
Setelah sampai disana Amanda mengambil ponselnya dan mengetik sesuatu di sana.
“Aku sudah ada di depan rumahmu, keluarlah”pesan Amanda pada Calvin di whatsapp.
Amanda pun memilih berdiri disamping gazebo itu dari pada duduk untuk menunggu Calvin keluar dari dalam rumah.
Calvin yang mendapat pesan bahwa Amanda sudah datang langsung bangkit dari pembaringannya.
Dia mengambil jaket berwarna hitam dari dalam lemari dan memakai nya, setelah itu dia keluar untuk menemui kekasih nya itu.
Calvin sudah keluar langsung mencari keberadaan Amanda.
“Kemana dia?? Katanya sudah datang dan sudah ada di depan rumah, tapi batang hidung nya ga ada nampak”batin Calvin.
Calvin pun langsung berjalan menuju halaman samping rumah nya, entah kenapa dia mempunyai feeling kalau Amanda ada disitu.
Dan ternyata feeling nya itu benar, karna Calvin melihat Amanda yang sedang berdiri di samping gazebo milik nya dengan posisi saat ini sedang membelakangi Calvin.
Calvin pun berjalan mendekati Amanda, tapi langkah Calvin terhenti karna Calvin melihat pakaian Amanda yang mana membuat Calvin rasanya ingin berteriak dan marah.
Karna saat ini Calvin melihat penampilan Amanda yang memakai kaos oblong berwarna hitam, tapi bukan itu yang membuat Calvin marah.
Justru Calvin marah karna melihat Amanda yang terlihat seperti tidak memakai celana, Calvin pun langsung mendekati Amanda.
Saat sudah sampai disana, Calvin langsung menarik tangan Amanda sehingga Amanda berbalik dan jatuh ke dalam pelukan Calvin dan kini tidak jarak diantara mereka lagi.
“Calvin, kau kenapa?? Kenapa kau mendadak jadi romantis begini?”ucap Amanda yang kini menatap manik mata Calvin yang berwarna hitam dan masih dalam pelukan Calvin.
“Mana celanamu?”ucap Calvin yang tidak menanggapi perkataan Amanda, justru dia langsung mempertanyakan keberadaan celana Amanda.
“Celana??”ucap Amanda yang tidak mengerti maksud pertanyaan Calvin.
“Iya”ucap Calvin yang kini mengarahkan pandangan ke arah bawah.
Amanda pun jadi mengikuti Calvin yang sedang melihat ke arah bawah, dan kini Amanda sudah mengerti maksud pertanyaan Calvin.
“Ayo kita pulang”ucap Calvin yang ingin mengajak Amanda kembali pulang ke rumah.
“Tunggu”ucap Amanda.
“Kenapa??”ucap Calvin.
“Sebentar lagi mereka akan datang dan kau malah mengajak ku kembali pulang”ucap Amanda.
“Apa kau ingin berkumpul dengan berpenampilan seperti dihadapan mereka, apalagi dihadapan Andra?”ucap Calvin yang berteriak.
Amanda pun langsung mengangkat kaus nya dan kini terlihat Amanda yang sedang memakai hot pants jeans short yang warna nya senada dengan kaosnya.
“Apa kau berpikir kalau aku tidak memakai celana??”ucap Amanda sedang menahan diri untuk tidak tertawa.
Karna baginya ini sangatlah lucu, karna pernyataan konyol dari kekasih nya itu.
“Calvin, aku masih waras, tidak mungkin aku keluar rumah tanpa memakai celana dulu. Apa kata orang nanti, dan orangtua ku juga pasti akan malu jika melihat ku seperti itu“ucap Amanda yang sudah tertawa.
Calvin tidak menangggapi itu, dia malah membuka jaket yang sedang di pakai nya dan langsung mengikat kedua lengan jaket itu ke pinggang nya Amanda.
“Amanda ini tidak lucu, aku tidak suka kau berpakaian seperti ini dan aku berharap ini terakhir kali nya kau berpakaian seperti ini”ucap Calvin.
“Kenapa?”ucap Amanda.
“Karna aku tidak suka. Jika aku berkata tidak, ya tidak. Aku ingin kau menuruti setiap perkataanku“ucap Calvin yang perkataan tidak ingin di bantah lagi.
“Aku tidak suka melihat laki laki yang akan bernafsu jika melihat mu berpenampilan seperti ini. Jadi aku mohon padamu jangan berpakaian yang memperlihatkan setiap lekuk tubuh mu, karna aku tidak suka tubuh kekasih ku jadi tontonan orang ”ucap Calvin lagi.
Amanda yang mendengar itu merasa sangat terharu, dan tak terasa kini air mata nya jatuh membasahi pipinya.
“Benar kata Ayah, aku jangan menyia nyiakan orang yang tulus mencintai ku. Calvin sangat tulus mencintaiku”batin Amanda.
“Kau kok malah menangis sih”ucap Calvin.
Calvin pun langsung menghapus air mata yang sudah membasahi pipi kekasih nya itu.
“Jangan menangis lagi”ucap Calvin.
Amanda tidak mendengar perkataan Calvin, dia justru memeluk Calvin dengan erat.
“Kau kenapa??”tanya Calvin yang ingin mengetahui alasan kenapa Amanda tiba tiba memeluk nya dengan erat tapi Amanda hanya mengelengkan kepala nya.
“Maafkan aku”ucap Amanda dengan tulus.
“Kenapa kau meminta maaf?? Apa kau sudah melakukan kesalahan??”ucap Calvin sambil memandangi wajah Amanda yang ada dipelukan nya.
“Hmm,iya”ucap Amanda sambil menganggukkan kepalanya dan mengerucutkan bibir nya.
Calvin melihat Amanda seperti itu sangat ingin mencubit gemas pipi kekasih nya yang terlihat sangat imut jika bertingkah seperti itu.
Tapi bukan itu yang dia lakukan sekarang, saat ini Calvin ingin mendengar perkataan Amanda yang tiba tiba meminta maaf padanya.
“Kesalahan apa yang telah kau perbuat?? Apa karna pakaian mu hari ini, maka nya kau meminta maaf”ucap Calvin yang mencoba ingin menerka.
“Bukan karna itu”ucap Amanda yang kini sudah melepaskan pelukan nya.
“Jadi karna apa??”ucap Calvin sambil mengerutkan kening nya karna ternyata terkaan nya itu salah besar.
“Apa jangan jangan dia selingkuh di belakangku?”batin Calvin yang mulai berpikiran yang aneh aneh.
“Aku minta maaf karna keegoisanku selama ini”ucap Amanda sambil menunduk dan terlihat juga Amanda sedang menyatuhkan kedua ujung jari tetunjuk nya.
Calvin langsung terkejut setelah Amanda berkata seperti itu, kemudian Calvin mulai tersenyum karna dia sangat bersyukur setidaknya Amanda tidak selingkuh dibelakangnya.
Jika tadi hal itu benar benar terjadi ,Calvin sudah bersumpah dalam hati nya akan menghajar laki laki yang sudah merebut hati kekasih nya itu.
“Sebenarnya aku seperti itu karna aku tidak ingin kau sampai diambil oleh orang lain”ucap Amanda.
“Aku selalu mananamkan prinsip dalam hubungan percintaan ku, yang mana kalau orang sedang berpacaran dengan ku, aku akan menganggap diri nya itu sudah jadi milikku dan karna itu kau akan selalu jadi milikku. Dan aku tidak akan membiarkan orang lain sampai mengambil mu dari ku, oleh karna itu lah aku selalu bersikap egois padamu”ucap Amanda lagi.
Calvin diam saja, kali ini dia ingin mempermainkan dan menggoda Amanda dengan berpura pura tidak ingin memaafkan nya.
“Tidak apa apakan, kalau aku mengerjainya, Cuma sekali ini saja tuhan”batin Calvin.
“Kau kenapa diam saja? Apa kau tidak ingin memaafkan ku”ucap Amanda.
“Aku tidak mau”ucap Calvin spontan.
“Benarkah, baiklah kalau begitu. Aku memang tidak pantas untuk dimaafkan ya”ucap Amanda yang kini sudah menunduk dan menangis.
Calvin yang berencana ingin mengerjainya jadi merasa bersalah karna dia merasa tidak tega melihat orang yang dia cintai itu sampai menangis.
“Aku tahu kalau aku sudah melakukan kesalahan yang besar, aku selalu marah dan bersikap egois padamu, aku selalu tidak ingin mendengar pendapat mu di saat kita sedang bertengkar, aku selalu memilih untuk diam dan bersikap cuek terhadap mu, pokoknya aku selalu melakukan kebiasaan buruk yang mungkin tidak kau sukai”ucap Amanda yang sudah menangis seunggukkan.
“Padahal hari ini aku berencana untuk meminta maaf padamu dan ingin membuat komitmen bersama mu, karna aku tidak mau nanti nya kita selalu akan ribut dan itu malah membuat kita berakhir putus karna sikap ku ini”ucap Amanda.
“Dan sekarang kau tidak mau memaafkanku, tapi tidak apa apa, kau berhak untuk seperti itu. Kalau begitu aku pergi dulu”ucap Amanda yang langsung membalikkan badan nya dan ingin meningggalkan tempat itu.
Amanda sangat terkejut dengan ciuman Calvin yang tidak terduga sebelumnya.
Kini Amanda terlihat sudah memejamkan matanya, terlihat juga Amanda langsung mengalungkan tangannya dileher Calvin dan membalaskan kekasihnya itu.
Calvin terkejut dengan tindakan Amanda yang ternyata merespon ciuman nya, dia pikir Amanda akan menolak seperti saat Calvin mengambil ciuman pertamanya waktu itu.
Calvin pun langsung memeluk pinggang Amanda dengan sangat erat dan dengan lembut Calvin mengigit bibir bawah Amanda, kemudian Amanda membalas ciuman itu dengan mengigit bibir atas Calvin.
Mereka melakukan ciuman itu dengan rileks, karna bagi mereka ciuman saat ini adalah petualangan yang harus di lakukan dengan irama yang romantis.
Setelah lama berciuman dan Calvin mendapat sinyal kalau Amanda sudah mulai tidak dapat bernafas lagi pun langsung menghentikan ciuman nya itu.
“Aku mencintaimu”ucap Calvin sambil mengelap bibir Amanda yang tadinya terlihat basah karna ulah nya.
Amanda yang mendengar kata kata cinta dari Calvin langsung mengeratkan pelukan nya.
“Aku pikir kau tidak mencintai ku lagi”ucap Amanda yang menangis dalam pelukan Calvin.
“Kenapa kau sampai berpikiran seperti itu”ucap Calvin yang kini terlihat sedang mengelus puncak kepala Amanda.
“Habisnya kau tidak mau memaafkan ku lagi”ucap Amanda yang kini sudah melepaskan pelukan nya.
Calvin mendengar ucapan Amanda barusan langsung langsung tersenyum.
“Kau kok malah tersenyum sih”ucap Amanda yang heran melihat Calvin yang merespon perkataan dengan senyuman.
“Tadi aku cuma bercanda”ucap Calvin.
“Syukurlah, kalau tadi Cuma bercanda”ucap Amanda.
“Syukur?? Apa permintaan maafmu tadi juga bercanda?”tanya Calvin.
“Tidak kok, tadi aku memang tulus untuk meminta maaf padamu. Dan aku berjanji untuk tidak bersikap seperti itu lagi. Aku minta maaf ya”ucap Amanda yang menatap Calvin dengan tatapan penuh arti.
Sekali lagi Calvin menarik Amanda ke dalam pelukan nya.
“Jauh sebelum meminta maaf padaku, aku sudah memaafkan mu sayang”ucap Calvin dengan embel embel sayang.
“Kau kok bisa sabar sih dengan sikapku yang seperti ini”ucap Amanda lagi.
“Karna aku sudah tahu segala tentang dirimu, baik kelebihanmu maupun kekuranganmu”ucap Calvin.
“Aku tidak memperdulikan atas sikap mu selama ini yang kadang kadang berubah ubah, meskipun itu adalah suatu keburukan dari sikap mu. Aku tetap akan selalu mencintaimu apa adanya, dan aku tidak akan mengungkit atau mencari celah dari setiap kekuranganmu hanya untuk menghindari pertengkaran saja , karna bagiku kunci menjalani hubungan yang baik adalah tidak mengharapkan kesempurnaan dari seseorang”ucap Calvin yang kini terlihat serius.
“Terima kasih sayang”ucap Amanda.
“Apa yang kau katakan barusan?? Tolong kau ulangi sekali lagi, aku tidak mendengarnya dengan jelas”ucap Calvin yang berpura pura tidak mendengar perkataan Amanda padahal tadi dia mendengarnya dengan sangat jelas.
“Tidak ada replay, memangnya ini acara pertandingan sepak bola, pakai acara ulangi segala”ucap Amanda.
“Tapi aku memang benar benar tidak mendengarnya secara jelas”ucap Calvin yang masih tetap pada pendirian nya.
“Tidak akan ku ulangi lagi, siapa suruh kau tuli. Kau punya katembat nggak??”ucap Amanda.
"Apa itu katembat??"tanya Calvin.
"Pembersih telinga"ucap Amanda.
“Ya punya lah, di dalam rumahku banyak katembat. Memang nya untuk apa buat mu??”ucap Calvin.
“Bukan untukku, tapi untukmu”ucap Amanda.
“Buat apa untukku??”tanya Calvin.
“Pokoknya sehabis latihan ini, kau harus bersihin tuh telinga mu biar gak tuli”ucap Amanda.
“Aku nggak tuli”ucap Calvin.
“Berarti kau mendengarnya kan??”ucap Amanda.
“Ya, aku memang mendengarnya”ucap Calvin yang keceplosan.
“Tuh kan aku benar, jadi aku tidak perlu mengulanginya”ucap Amanda.
“Oh God, jadi dia menjebakku”batin Calvin.
Calvin pun langsung memegang tangan Amanda dan mencium punggung tangan Amanda.
“Baiklah, aku memang mendengarnya. Aku cuma hanya ingin mendengarnya sekali lagi”ucap Calvin.
“Sayang...sayang...sayang...sayang...sayang.....sayang....sayang.....”ucap Amanda yang berteriak sambil memejamkan matanya hanya untuk mengucapkan kata sayang beberapa kali agar Calvin merasa puas.
“Apa kau sudah puas mendengarnya tuan??”ucap Amanda.
“Aku sangat puas nyonya”ucap Calvin yang tersenyum melihat tingkah Amanda.
Saat Calvin berencana ingin mencium Amanda lagi, tiba tiba pasukan penganggu sudah datang, siapa lagi kalau bukan Andra dan ketiga sahabat Amanda.
“Sial, kenapa mereka datang di waktu yang tidak tepat”ucap Calvin yang merutuki kedatangan teman temannya.
“Hey Bro, sudah lama menunggu ya??? Untung kami tiba dengan cepat, kalau nggak kalian pasti akan marah besar”ucap Andra.
“Justru aku berharap kalian datang nya lebih lama lagi , bila perlu kalian gak perlu datang latihan hari ini. Dasar penganggu rencana orang”batin Calvin.
“Kalian kok lama lagi sih datang nya, capek tahu menunggu kalian”ucap Amanda yang ingin marah.
“Tuh bibir mu kenapa Amanda??”tanya Valen yang langsung to the point.
“Valen orang nya memang suka blak blakan ya?? Valen saat ini kita satu pemikiran”ucap Andra dalam hatinya,.
Sebenarnya Andra juga ingin menanyakan hal itu, tapi dia sedikit segan bila menanyakan hal itu langsung pada Amanda.
“Memang bibirku kenapa??”ucap Amanda yang memang tidak tahu apa apa.
“Tuh bibir mu terlihat sedikit bengkak”ucap Indah yang mengamati bibir Amanda dengan serius.
“Bengkak??”ucap Amanda sambil memegang bibir nya.
Amanda juga merasa sedikit ada yang aneh pada bibir nya.
Amanda pun mengingat ciumannya dengan Calvin tadi.
“Apa dia menciumku dengan ganas sampai membuat bibir ku jadi bengkak begini”ucap Amanda dalam hatinya.
“Oh tadi ada semut yang tidak sengaja menggigit bibirku”ucap Amanda yang mencari alasan.
“Semut”Rahel yang membeo.
“Apa kau sudah membunuh semutnya??”ucap Indah.
Amanda hanya menganggukan kepalanya, dan sesekali melirik kearah Calvin yang terlihat sangat kesal.
“Kalau aku jadi kau, aku akan memukul nya dan membagi tubuhnya menjadi dua”ucap Valen.
Calvin pun menatap Valen dengan tatapan kesal.
“Parah benar nih perempuan, apa ada laki laki yang nanti mau dengan nya??"batin Calvin.
“Oh jadi ini semut ganas itu, ngeri juga kau Bro. Aku harus Perlu banyak belajar dari mu bro”batin Andra yang ternyata sedari tadi melihat reaksi Calvin saat Valen berbicara seperti itu.