
“Juara satu diraih oleh.....”ucap Fitra sengaja ingin membuat semuanya jadi merasa penasaran.
“Tunggu ya, aku minum dulu! Karena banyak bicara membuat saya jadi sangat kehausan”ucap Fitra.
“Apa dia sedang bergurau?”tanya Andra yang rasa kesalnya sudah sampai pada batas ubun ubunnya.
“Tingkah laku penghuni disekolah ini memang terlihat sangat aneh! Bahkan kepala sekolahnya pun juga bertingkah aneh, jadi tidak heran lagi jika warganya pun juga terlihat aneh”batin Brenaldi sambil mengelengkan kepalanya.
Brenaldi pun mengingat kejadian saat bertemu dengan kepala sekolah itu, disaat Calvin terkilir pada pesta malam itu.
Brenaldi sangat syok melihat tindakan pamannya Calvin. Ya pamannya Calvin!!
Itulah yang membuat Brenaldi lebih syok lagi saat mengetahui kalau dia itu ternyata pamannya Calvin.
Saat itu, paman Calvin ingin menelpon polisi saat mengetahui keponakannya itu terkilir.
Oh ayolah, Calvin hanya terkilir bukan tertembak oleh penjahat.
Brenaldi yang melihat itu hanya bisa mengelengkan kepala.
“Ngapain coba harus menghubungi kantor polisi!! Seharusnya dia menghubungi pihak rumah sakit biar mobil ambulans datang menjemput keponakannnya bukannya mobil tahanan”Itulah yang dipikirkan oleh Brenaldi saat itu.
Kini Fitra sudah selesai meminum air mineralnya, tidak tahu apakah dia itu sengaja atau enggak. Itu hanya Tuhan dan author yang tahu.
“Oke, saya akan membuka dan membacakannya”ucap Fitra yang kini sudah membuka isi amplop itu.
Saat dia sudah membuka isi amplop itu, Fitra malah terlihat diam sejenak.
“Kenapa dia?? Apa dia berubah menjadi patung?”tanya Calvin.
“Nih mulutnya kok cerocos melulu, kayak perempuan”ucap Amanda sambil mencubit gemas bibir Calvin.
“Juara satu dari lomba ini diraih oleh undian nomor.......”ucap Fitra yang kembali membuat orang jadi penasaran.
“Saya ucapkan selamat kepada undian nomor tujuh”ucap Fitra.
Amanda sangat terkejut saat nomor undian mereka dibaca oleh Fitra, dia tidak menyangka kalau mereka akan menang dari lomba ini padahal tadi mereka sempat ingin mundur dari lomba itu.
Semua teman sekelas Amanda juga tak kalah terkejut saat mendengar kalau Amanda dan Calvin mendapatkan juara satu dilomba menyanyi itu, lain dengan Calvin yang hanya bersikap biasa saja.
“Kepada Amanda dipersilahkan untuk naik keatas pentas”panggil Fitra.
“Apa dia punya dendam denganku?? Kenapa dia tidak ada menyebut namaku?”ucap Calvin yang terlihat kesal.
Amanda pun membantu Calvin dengan memegang tangannya dan memapahnya untuk pergi keatas pentas.
“Aku berkata benarkan? Aku sudah yakin sekali kalau kalian yang akan jadi pemenangnya karena kalian itu terlihat sangat romantis sekali saat sedang bernyanti tadi”ucap Leli saat Amanda dan Calvin sudah ada dipentas.
Amanda hanya tersenyum menanggapi perkataan Leli.
“Selamat ya Amanda”ucap Fitra yang sudah ada dihadapan Amanda sambil mengulurkan tangannya untuk memberi selamat pada Amanda.
“Tidak usah repot repot”ucap Calvin yang malah menjabat tangan Fitra.
Fitra yang merasa kesal pun langsung kembali ketempat semula.
Tadi Calvin pun juga sempat merasa kesal saat Fitra tiba tiba datang kehadapan Amanda dan ingin menjabat tangannya.
“Kau pikir aku akan membiarkan kau berjabat tangan dengan pacarku? Tidak akan kubiarkan!!!!”ucap Calvin dalam hatinya.
Kini juri pun memberikan piala dan hadiah kepada pemenang lomba itu.
“Selamat ya Amanda dan Calvin!!! Kalian memang sangat cocok jadi juaranya karena tadi saya sangat terharu melihat perjuangan Calvin sampai digotong adik kelas untuk bisa sampai kepentas ini dan Amanda yang lebih mencemaskan pacarnya dari pada lomba ini. Bahkan kalian berhasil membawa kami menghayati lagu itu”ucap juri itu.
“Saat itu juga saya merasa kalau kalian itu terlihat seperti sepasang kekasih”ucap juri yang satunya lagi.
“Bapak benar, Amanda memang pacarku”ucap Calvin yang sengaja berbicara menggunakan microphone agar Fitra dapat mendengarnya.
Ternyata memang benar, Fitra yang mendengar itu merasa sangat kesal sekali.
“Benarkah?? Baguslah kalau ternyata kalian sedang pacaran! Semoga hubungan kalian tetap langgeng”ucap Bapak itu.
“Terima kasih pak atas doanya”ucap Calvin.
“Sama sama Nak”ucap Bapak itu.
Saat ketiga juri itu sudah turun dari pentas dan pergi ke kantor guru, Calvin memulai aksinya untuk membuat Fitra lebih kesal lagi.
Terlihat Calvin yang kini sedang memegang pinggul Amanda dan membisikkan sesuatu padanya.
“Selamat untukmu ya sayang”bisik Calvin.
“Selamat juga untukmu sayangku”ucap Amanda yang malah menanggapinya sambil memegang wajah Calvin.
Fitra sebenarnya tidak tahu apa yang mereka ucapkan tapi dia malah langsung memilih untuk pergi dari situ karena sedang terbakar rasa cemburu.
“Hareudang, hareudang, hareudang !! Panas, panas, Panas....”Calvin yang kini malah bernyanyi di atas pentas itu.
“Kau kenapa?” Amanda yang kebingungan melihat Calvin yang tiba tiba menyanyi diatas pentas itu.
“Selalu, selalu, selalu!!! Panas dan hareudang! Calvin yang masih melanjutkan penggalan lirik lagu itu.
Semua orang yang seharusnya tadi sudah pada berhamburan untuk pulang malah menari sebentar saat Calvin bernyanyi diatas pentas itu.
“Selamat ya Bro!! Jangan lupa dengan janjimu untuk mentraktir kami kepasar malam”ucap Andra yang sudah naik keatas panggung.
“Aku tidak akan lupa kok”ucap Calvin.
“Tapi pakai uangmu, jangan pakai uang hasil dari menang lomba ini”ucap Valen.
“Aku tahu kok, malah hadiah lomba ini akan kami donasikan kepada orang yang lebih membutuhkannya. Kau tahu maksudku kan?”ucap Calvin.
“Kau baik hati sekali Calvin”ucap Brenaldi.
“Kau baru tahu ya!! Sudahlah, aku hanya tidak suka menghabiskan uang ini untuk hal yang tidak berguna, mending aku kasih kepada orang yang lebih membutuhkannya”ucap Calvin lagi.
“Hmmm, kau benar Calvin! Kita lebih baik mendonasikanya kepada orang yang lebih membutuhkanya”ucap Amanda.
“Kalau mengenai pergi ke pasar malam!! Apa boleh kita undur besok malam saja?” Amanda terlihat sedikit ragu menanyakan hal itu pada mereka.
“Bukankah besok sudah malam minggu??”ucap Rahel.
“Benar sekali! Aku setuju denganmu Amanda karena akan lebih seru dan ramai kalau kita pergi dimalam minggu”ucap Indah.
“Selama itu gratis, aku sih setuju saja. Meskipun kalian janjiannya bulan depan”ucap Valen.
“Kau sendiri saja yang pergi dan aku juga akan sangat ikhlas kok mentraktirmu. Dasar orang bodoh! Bulan depankan pasar malamnya sudah tutup!”ucap Andra yang sudah kesal.
“Sudah selesai bertengkarnya?”tanya Brenaldi.
Andra pun langsung terdiam saat Brenadi bertanya seperti itu.
"Siapa juga yang bertengkar disini?"batin Andra.
“Baguslah kalau sudah selesai, kalau begitu kami pulang dulu”ucap Brenaldi yang menarik tangan Amanda.
“Eh,kau mau dibawa kemana pacarku?”tanya Calvin.
“Ya mau pulanglah”ucap Brenaldi.
“Dia akan pulang bersamaku!”ucap Calvin sambil menarik Amanda dari sisi Brenaldi.
“Kau mau buat Amanda pulang dengan berjalan kaki?”tanya Brenaldi sambil menampilkan senyuman yang mengejek Calvin.
“Sudahlah, biarkan aku yang mengantarkan Amanda pulang kerumah”ucap Brenaldi.
“Hei, bocil!!!“panggil seseorang yang baru datang kepentas itu.
“Kenapa kau memanggilku bocil?”tanya Calvin yang merasa kesal dengan Cynthia.
“Karena kau memang bocah kecil”ucap Cynthia.
“Apa kau bilang?”Calvin berkata dengan nada marah.
Calvin terlihat marah karena merasa dipermalukan dihadapan pacarnya terlebih dihadapan Brenaldi.
“Ayo pulang!! Ayahku tiba tiba minta nebeng pulang samaku dan sudah menunggu dimobil”ucap Cynthia sambil menarik Calvin.
“Cynthia, tolong pelan pelan jalannya! Kasihan Calvin, pasti dia masih merasa kesakitan”Amanda yang terlihat mengkhawatirkan Calvin saat dia melihat Cynthia menarik paksa Calvin tanpa perasaan.
“Oh baiklah Amanda. Maaf ya karena sudah membuatmu khawatir”ucap Cynthia.
“Makasih sayangku karena sudah peduli. Jangan khawatir !!! Aku tidak apa apa kok”ucap Calvin yang terlihat memang sudah terlihat sedikit membaik.
“Aku jadi ingin muntah karena mendengarkan perkataanya barusan”ucap Brenaldi.
“Aku tidak peduli”balas Calvin.
“Apa kau sedang berisi?"Tanya Andra.
“Iya. Apa kau ingin melihat bayiku?” Brenaldi yang kembali bertanya kepada Andra.
"Tidak perlu!"jawab Andra
“Bayi?? Jelas kau itu laki-laki, malah ingin memperlihatkan bayinya. Ajaib benar nih orang, sedangkan perempuan saja tunggu harus USG dulu baru tuh bayinya kelihatan di dalam perut emaknya”batin Valen.
“Sudahlah, kami pulang dulu”ucap Cynthia yang mengajak Calvin menuju ke mobilnya.
“Kami juga mau pulang”ucap Indah yang pamit pada Amanda dan Brenaldi.
Akhirnya mereka pun pulang kerumah mereka masing-masing dan matahari juga terlihat ingin terbenam.
Setelah Brenaldi sudah mengantar Amanda sampai ke rumahnya, Amanda pun langsung masuk ke dalam rumahnya untuk segera menemui Mamanya.
“Mama”panggil Amanda saat sudah ada didalam rumah.
“Ya sayang”jawab Reno yang sedang duduk disofa.
“Mama ada dimana Pa?”tanya Amanda.
“Mama sedang ada di kamar ”jawab Reno sambil meletakkan ponselnya diatas meja itu.
“Papa coba lihat, aku mendapat juara satu dari lomba menyanyi di sekolahku”ucap Amanda sambil menunjukkan piala itu kepada Papanya.
“Kau menang? Juara satu?”tanya Reno yang masih tidak percaya.
“Iya Pa, ini buktinya”ucap Amanda sambil menunjukkan piala itu lagi.
“Selamat ya sayang, kau anak yang hebat!”ucap Reno yang merasa bangga terhadap putrinya.
“Terima kasih Pa”ucap Amanda yang tersenyum sambil memeluk Papanya dengan erat.
“Kenapa kalian pada berpelukkan?”tanya Sherlin yang terlihat sedang menurunin anak tangga.
“Ma, Amanda menang dan dapat juara satu dari lomba itu”ucap Amanda sambil mendekati Mamanya.
“Benarkah?”tanya Sherlin.
“Iya Ma”jawab Amanda yang menyakinkan Mamanya.
“Selamat ya sayang”ucap Sherlin sambil memeluk putrinya itu.
“Mama bangga punya putri berbakat seperti mu”ucap Sherlin lagi.
Tiba tiba ponsel Reno berbunyi dan terlihat ponselnya mendapat panggilan masuk dari orang kepercayaan Reno yang pernah bekerja di kantornya yang sebelumnya.
“Siapa yang menelpon Pa?”tanya Sherlin.
“Dari seseorang yang pernah bekerja dikantor Papa yang sebelumnya”jawab Reno.
“Ya halo, ada apa?”Reno yang sudah berbicara saat dia sudah mengangkat panggilan itu.
“Kenapa dengan Doni?”tanya Reno saat orang yang menelpon itu menyinggung nama Doni.
Sherlin melihat ekspresi suaminya saat sedang berbiacara dengan seseorang yang tidak dia ketahui.
Sherlin melihat ada sesuatu yang aneh dan menjanggal dari ekspresi suaminya itu,seperti ada rasa gelisah dan takut.
“Baiklah, besok pagi aku akan berangkat kesana”ucap Reno dan langsung mengakhiri panggilan itu.
“Amanda, kau segera pergi mandi dan beristirahatlah”ucap Sherlin yang ingin menyuruh putrinya untuk segera pergi kekamar.
“Tunggu sebentar lagi Ma”jawab Amanda.
Amanda pun langsung mendekati Papanya,begitu juga dengan Sherlin
“Ada apa Pa? Apa yang terjadi sama Paman Doni? Dan kenapa Papa mengatakan kalau besok Papa akan pergi kesana?”Amanda yang terlihat khawatir.
“Tidak apa apa sayang, Pamanmu baik-baik saja. Pamanmu hanya sedang merindukan Papa dan kebetulan ada yang mau Papa urus disana, jadi besok Papa akan pergi sekalian ingin menjumpai Pamanmu”ucap Reno yang ingin membuat putrinya tidak khawatir.
“Syukurlah, kalau Paman Doni baik-baik saja. Padahal tadi aku sempat berpikir kalau terjadi sesuatu pada pada Paman Doni”ucap Amanda.
“Ya sudah, kau mandi dulu dan setelah itu kau langsung istirahat ya!”ucap Sherlin yang menyuruh putrinya untuk segera pergi kekamarnya.
“Baik Ma, aku pergi dulu ya”ucap Amanda.
Saat Amanda sudah pergi ke kamarnya yang ada dilantai dua, Sherlin pun langsung menatap kearah suaminya.
“Ada apa? Apa yang sebenarnya terjadi pada Doni? Aku tahu kalau tadi kau sedang berbohong pada Amanda”ucap Sherlin.
Reno hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan istrinya, bahkan dia juga tak melihat kearah Sherlin.
Setelah itu Reno malah pergi menuju ke kamar mereka tanpa mengatakan apapun.
Sherlin melihat ada aura gelisah, takut dan sedih yang secara bersamaan terpancar diraut wajah suaminya dan itulah yang membuat Sherlin semakin khawatir.
Sherlin pun langsung mengikuti suaminya itu, karena saat ini dia sangat ingin mendapat jawaban dari pertanyaan itu.
Dia sangat ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi, sebelum semuanya terlambat dan tidak bisa diselesaikan.
Hai semuanya 🙋🙋
Jangan lupa beri like dan vote kalian ya😊😊😊
Oke👌 jangan lupa ya
Dapat pahala loh kalau membantu orang
Ayo juga follow akun instagram author, pasti nanti aku follback kok
Ig: insani.syahputri71
Terima kasih karena sudah mau membaca🙏🙏🙏😊😊