Always Love You My Husband

Always Love You My Husband
Extra 4



(Sebelumnya)


Disaat mereka tengah tidur terlelap, ternyata diluar rumah sudah ada seseorang yang ingin melakukan sesuatu kepada mereka.


"Semuanya akan berakhir malam ini"ucap orang itu.


"Aku akan menghabiskan keluargamu tanpa tersisa Reno, termasuk dirimu" ucap nya lagi.


"Suami ku masuk penjara karna dirimu, anak semata mayangku bunuh diri karna dia tidak tahan menjadi korban pembulian dari teman teman yang selalu mengejeknya disekolah"ucap wanita itu yang tak lain adalah Fera Natalia istri dari Bastian Admaja.


Fera mengambil beberapa jerigen yang berisi minyak tanah dan bensin.


Lalu Fera menyirami minyak itu ke sekeliling mansion nya Reno.


Jangan tanya kenapa Fera bisa melakukan itu tanpa ketahuan sama penjaga mansion itu.


Itu karna Fera sudah membunuhnya, Fera melakukan dengan menembak peluru pistol miliknya kearah pak Tarno dan 2 penjaga lainnya dalam hitungan beberapa detik saja.


Dan itu sudah menewaskan Pak Tarno dan 2 penjaga lain itu.


Setelah menghabiskan isi beberapa Jerigen itu, Fera mengambil korek dan menghidupkan nya.


Fera langsung melemparkan Korek yang sudah menyalah itu kearah mansion.


Kini mansiion itu sudah terbakar dan orang yang ada didalam sana sudah terperangkap karna api sudah mengelilingi mansion itu.


"Hahahaha, semua orang yang membuat keluargaku hancur akhirnya mati juga" ucap Fera sambil tertawa keras dan menyaksikan kebakaran mansion itu.


"Akhirnya kau mati juga Reno Putra Pratama"ucap Fera.


Fera tidak mengetahui bahwa Reno tidak ada di mansion itu.


Dia berpikir kalau Reno dan semua keluarga


sedang berkumpul di mansion itu untuk acara perayaan kelahiran putri besok.


Oleh karna itu Fera memutuskan untuk membunuh Reno dan keluarga nya dengan membakar Mansion itu disaat mereka tengah terlelap.


"Aku harus pergi dari sini" ucap Fera.


Dia takut jika ada warga yang akan berdatangan ke mansionnya Reno.


Kemudian Fera melarikan diri dari tempat itu agar tidak ketahuan sama warga yang akan datang ke tempat itu.


Setelah kepergian Fera dari tempat itu


para warga sudah berdatangan untuk menyaksikan api yang sudah berkobar membakar mansion besar itu.


Ada warga yang mengambil air dari rumah mereka tapi itu sia sia saja, karna api tetap semakin membesar dan melahap mansion itu.


Dan Pemadam kebakaran belum sampai juga pada saat itu.


Setelah 10 menit kemudian, barulah pemadam kebakaran itu tiba dilokasi.


Mereka pun mulai memadamkan api yang sudah membakar seluruh mansion itu.


🌷🌷🌷🌷


"Sial, kenapa dia tidak ada di dalam mansion itu dan masih ada diluar ?"ucap Fera yang menambahkan kecepatan mobilnya.


"Kau tidak akan kubiarkan lolos begitu saja Reno" ucap Fera yang sedang mengejar mobil Reno yang berada agak jauh dari mobil miliknya.


"Siapa itu sayang?" ucap Sherlin yang melihat ke arah belakang mobil.


"Dia Istrinya Bastian sayang" ucap Reno yang sedang menyetir mobil dengan kecepatan yang tinggi juga.


Beruntung karna jalan saat itu sedang sepi,


Sehingga Reno bisa melajukan mobil nya tanpa takut.


"Kenapa kau langsung pergi saat dia melihat kita? Dan kenapa dia juga mengejar kita sayang? ucap Sherlin.


"Dia sedang berencana untuk membunuh kita sayang" ucap Reno.


"Apa.. Jadi kita mau kemana sayang?" tanya Sherlin.


"Ke kantor polisi, aku harap kau jangan banyak bertanya dulu dan cukup diam saja ya sayang. Tolong jangan ganggu konsentrasiku"ucap Reno yang memang ingin konsentrasi karna dia tidak mau jika Fera berhasil mengejar mereka.


Flash back


Reno yang sudah sampai di gerbang mansion langsung turun karna ingin membuka gerbang itu.


Reno sudah mengklakson berkali kali tapi tak seorang pun yang mendengarkanya dan tak membukakan gerbang itu.


Sehingga mau tak mau Reno harus turun untuk membuka dan mendorong gerbang itu.


Saat gerbang itu sudah terbuka, Reno terkejut melihat Fera yang berada sedikit jauh dari nya.


Terlihat wanita itu juga terkejut melihat Reno yang ada sedikit jauh dari nya.


Bukan kah Reno ada didalam mansion, itulah yang ada dipikiran nya Fera saat ini.


Reno melihat Fera menodongkan pistol dan menembak peluru pistol itu kearah Reno.


Beruntung Reno bisa mengelak, dan dia juga masih sempat melihat mansion nya yang sudah terbakar.


Tapi bukan itu yang dipikirkan Reno sekarang.


Yang ada dalam pikiran nya yaitu harus pergi dari situ.


Reno langsung masuk kedalam mobil dan melajukan nya dengan kecepatan penuh.


Didalam mobil Reno langsung menelpon polisi dan memberitahu semua yang terjadi padanya.


Dia menyuruh agar para polisi itu cepat bergerak dan menangkap Fera yang sedang mengejarnya.


Polisi itu memberikan saran agar mengaktifkan GPS agar mereka dapat melacak keberadaannya dan segera mengikuti mereka.


Polisi itu pun menyuruh Reno untuk datang kesebuah tempat yang tak jauh dari kantor polosi, karna sebagian para polisi akan bersembunyi dan akan melakukan rencana penangkapan Fera nanti.


Dan sebagian nya lagi akan pergi mengejar mobil Reno karna mereka takut kalau Reno akan Menyimpang ke tempat lain dan itu justru membahayakan mereka. Atau akan terjadi sesuatu pada mereka karna ulah Fera.


Reno pun mengikuti Intruksi yang dikatakan oleh polisi itu, dan dia melajukan mobil nya lebih cepat dari sebelumnya dan itu membuat Sherlin bangun dari tidurnya.


Flasback End


Ternyata dugaan polisi benar, rupanya dari Kejauhan Fera menembak ban mobil Reno sehingga ban mobil itu pecah.


Mobil Reno yang kehilangan keseimbangan itu langsung menabrak pohon yang ada dipinggir jalan itu.


Beruntung mereka tidak kehilangan kesadaran dan langsung keluar dari mobil.


Reno dan Sherlin langsung berlari.


Tapi mereka kalah cepat karna Fera sudah hampir tiba.


Fera langsung mengarahkan pistol nya kearah Reno dan menembak nya, tapi Sherlin dengan singkap menghadang tubuh Reno sehingga peluru itu mengenai perut Sherlin.


Bayi mungil yang ada dalam gendongan Sherlin langsung jatuh.


Ya beruntung bayi itu tidak kena, hanya mengenai Sherlin saja.


Reno langsung mengambil bayi itu dan memeluk nya.


"Kau harus pergi Reno, selamatkan bayi kita"ucap Sherlin yang sudah bersimba darah.


"Bagaimana dengan mu sayang? Aku tidak mungkin meninggalkan mu disini" ucap Reno yang memegang tubuh Sherlin juga.


"Pergilah Reno, Fera sudah mau dekat. Kau harus menyelamatkan bayi kita, aku akan membencimu jika bayi kita terluka. Jangan khawatirkan aku" ucap Sherlin dan saat itu juga Sherlin langsung tak sadarkan diri.


"Sayang bangun, aku mohon" ucap Reno yang mencoba menyadarkan Sherlin.


Reno saat ini sedang mengendong bayinya.


Dan dia berlari menuju yang sepertinya tempat pemakamam umum.


Bukan seperti nya, tapi memang benar tempat pemakamam umum.


Reno pun mencari tempat persembunyian dan dia punbersembunyi ke semak semak yang ada di situ.


Sampai disana dia langsung mengambil pena dan secarik kertas dalam saku nya.


Dia menulis sesuatu pada kertas itu dan setelah itu dia langsung meletakkan kertas itu pada saku baju putri nya.


"Maafkan Papa sayang" ucap Reno dan mencium pipi putrinya berkali kali.


Reno sekilas melihat kearah sisi kanan nya,


dia melihat pria yang tak jauh seusia dengan nya.


Reno melihat pria itu sedang menangis, terlihat pria itu sedang duduk dan menatap sebuah makam yang berukuran kecil.


Reno langsung menuju kesana dan mendekati pria itu.


"Aku mohon bantuan mu" ucap Reno pada pria itu.


Pria itu terkejut dengan Kehadiran Reno, dia mengira kalau dirinya sedang bertemu hantu.


Mata nya langsung melihat kearah kaki Reno dan dia melihat kalau kaki Reno masih menginjak ketanah.


"Aku mohon tolong bawakan putri ku dari sini"ucap Reno.


"Nyawaku dalam bahaya, dan aku tidak mau jika putri ku juga akan ikut terbunuh" ucap Reno.


"Anda kenapa? Apa ada yang ingin membunuh mu?" ucap pria itu.


"Iya" ucap Reno.


"Aku akan menolongmu, aku akan membantu mu melawan orang yang ingin membunuh mu" ucap pria itu.


"Tidak, dia membawa pistol. Aku mohon tolong bawa putri ku dari sini" ucap Reno.


"Aku mohon, kita tidak punya waktu lagi. Dia akan segera sampai kesini"ucap Reno.


"Iya" ucap pria itu.


Pria itu langsung mengambil bayi itu dan membawanya pergi dari situ


Reno pun juga langsung berlari kearah yang berlawanan agar Fera tidak mengetahui jika anaknya sedang dibawa oleh seseorang.


"Kau mau kemana lagi Reno? Kau tidak bisa berlari kemana mana lagi" ucap Fera yang sudah ada dihadapan Reno.


"Aku mohon jangan lakukan itu" ucap Reno yang melihat Fera mengarahkan pistol itu kerarahnya


"Apa salah ku? Kenapa kau sampai membunuh semua keluarga ku" ucap Reno.


"Cih, kau menanyakan salah mu. Baik akan aku ingatkan apa yang sudah kau lakukan pada keluargaku"ucap Fera.


"Kau sudah memenjara suami ku, dan juga anak ku satu satu nya harus mati bunuh diri karna teman teman nya selalu membulli nya Karna ayah nya masuk penjara" ucap Fera sambil melangkah maju dan Reno pun sontak langsung mundur.


"Aku minta maaf soal itu" ucap Reno.


"Tidak ada kata maaf lagi Reno , dan terima ini" ucap Fera yang langsung membidik pistol nya.


Dddoor.....terdengar suara pistol


Fera dan Reno langsung jatuh dan tak sadarkan diri.


Ternyata para polisi sudah ada di tempat lokasi dan langsung menembak kearah Fera beberapa kali sebelum wanita itu menebak Reno sampai mati.


Ya Reno cuma kena satu peluru saja dan itu hanya mengenai lengan nya saja.


Itu karna bidikan Fera melesat karna dia sudah tertembak oleh pistol nya polisi itu saat dia melakukan nya juga.


Semua para polisi langsung membawa Reno kerumah sakit untuk menyusul Sherlin yang sudah ditemukan duluan dan sedang dalam perjanaan kerumah sakit.


Sedangkan Fera sudah dinyatakan tewas karna kehabisan darah dalam perjalanan ke rumah sakit juga.


Keesokan hari nya Kota itu langsung geger karna berita kematian semua keluarga Reno.


Ternyata kebakaran itu telah menewaskan semua orang yang berada pada mansion itu.


Mulai dari mamana Reno dan Sherlin, Surya dan istri nya serta anaknya, Dewi dan Ardian seta anaknya, bahkan Bi Ina pun tewas dalam kebakaran itu.


Kalau pak tarno tewas karna tertembak pistol oleh Fera tadi malam.


Hal yang paling menyakitkan bagi Reno adalah dia kehilangan Amanda.


Ya putri nya juga ikut terbakar didalam mansion itu.


Sekarang Reno sedang berada dipemakaman keluarganya.


Dia sudah diperbolehkan untuk mengikuti pemakaman yang diadakan hari ini.


Reno terkejut dan sedih mendengar berita kematian keluarganya.


"Maafkan Reno tante, karna Reno Ardian jadi seperti ini" ucap Reno sambil menatap kearah makam Ardian dan Dewi.


"Tidak apa apa Nak, Jangan menyalahkan diri sendiri atas peristiwa ini. Mungkin ini semua sudah takdir tuhan" ucap Papa Ardian.


"Ya Nak, benar apa yang di katakan om mu"ucap Mama Ardian.


"Reno, kau harus kuat demi Sherlin" ucao Heri yang sudah datang dari jepang.


Heri dan sarah langsung melakukan penerbangan menuju Indonesia setelah mendengar berita kematian keluarga Reno.


"Ayo kita kerumah sakit, siapa tahu Sherlin sekarang sudah sadar" ucap Sarah.


"Kalian benar, aku harus kuat demi Sherlin"ucap Reno dan langsung menghapus air matanya.


"Ma, Reno pergi dulu ya" ucap Reno kepada makam Mama dan makam Mertuanya.


"Manda sayang, Papa pergi dulu ya. Papa janji akan selalu datang ke sini untuk menemani Manda" ucap Reno yang kini beralih kemakam putri nya.


Lalu mereka pun pergi dari tempat pemakaman itu.


Sampai disini dulu ya teman teman


Kalau kalian penasaran dengan cerita, tetap ditunggu kelanjutanya ya.


jangan lupa Mampir juga ya kenovel ku yang berjudul


" Takdirku hidup bersamamu"


Selamat membaca ya readersku


jangan lupa beri jempol nya banyak banyak ya untuk mendukung karya ku ini


Jangan lupa beri komentar kalian supaya dapat memberikan ku ide dan saran kalian semuanya


Berhubung dengan menyebar virus covid 19


Aku hanya bisa mengingat kan kalian untuk menjaga kesehatan


Jangan lupa untuk terus berdoa menurut agama dan kepercayaan nya masih masing untuk memohon perlindungan pada Tuhan


Dan jangan lupa untuk cuci tangan dengan sabun sampai bersih ya temam teman


I love you guys