Always Love You My Husband

Always Love You My Husband
Season 2 ( 35 )



Kini Reno pun sudah berdiri di tengah tengah para tamu, semua bertepuk tangan saat Reno sudah meresmikan gedung kantornya yang baru.


“Terima kasih tuhan atas rezeki yang sudah kau berikan padaku”ucap Gunawan dalam hati sambil menepuk tangan.


Gunawan kini mengambil jabatan sebagai asisten pribadi Reno atas kemauannya sendiri, dan Reno pun sebenarnya juga ingin mencari pengganti Doni yang tidak bisa ikut dengan nya untuk pindah ke daerah yang baru.


Reno benar benar ingin mencari seseorang yang bisa di percaya, setelah melihat Gunawan membuat Reno sempat berpikir sebentar, sekarang dia yakin dan percaya kalau Gunawan bisa dipercayakannya.


“Di mana putra mu?”ucap Albert yang bertanya keberadaan putranya kepada Clara.


“Aku tidak tahu, tadi dia permisi ingin bertemu Amanda”ucap Clara yang mengedarkan pandangan ke seluruh sudut tempat itu.


Clara berharap bisa menemukan Calvin tapi hasilnya nihil, dia tetap tidak menemukan tanda tanda keberadaan putranya itu.


“Baiklah, selanjutnya saya juga ingin mengumumkan sesuatu hal yang penting kepada kalian”ucap Reno kepada tamunya yang datang ke pesta tersebut.


“Dimana Amanda?”tanya Reno pada Sherlin saat sudah menjauhkan microphone itu dari mulutnya.


“Aku tidak tahu, tadi masih ada disini”ucap Sherlin yang tidak tahu keberadaan putrinya.


“Mana Amanda, apakah kau tidak ada melihatnya”ucap Sarah pada Brenaldi.


“Tadi dia dibawa pergi sama Calvin”ucap Brenaldi.


“Calvin?? Siapa Calvin ?”tanya Heri dengan suara nya yang sedikit kecil dan bisa didengar oleh Sherlin.


“Kemana mereka pergi?”ucap Sherlin pada Brenaldi.


“Aku tidak tahu Bibi, tadi Calvin mengajaknya keluar dari ruangan ini “ucap Brenaldi.


“Papa”ucap Amanda yang baru tiba didalam ruangan dan membuat semua orang menoleh kearahnya.


Bagaimana tidak, Amanda memanggil Papanya dengan suara yang begitu besar dan dia seakan lupa kalau di rumah lagi banyak orang yang kini sedang memandangnya


“Sial, aku lupa kalau ada banyak orang disini”ucap Amanda sambil menoleh kebelakang karena merasa malu.


“Ada apa sayang?”ucap Reno yang berjalan mendekati putrinya setelah memberikan microphone itu kepada orang yang ada di sampingnya.


“Calvin tidak bisa berjalan"ucap Amanda yang langsung berbicara ke intinya.


Reno yang mendengar perkataan putrinya itu pun langsung mengerutkan dahinya karena dia masih belum mengerti maksud perkataan Amanda.


"Maksudku kaki Calvin sedang terkilir dan sekarang dia tidak bisa berjalan. Jangankan berjalan, berdiri saja dia tidak bisa lagi “ucap Amanda yang menjelaskan nya secara detail pada Papanya.


“Apa yang terjadi pada Calvin sayang? Kenapa kakinya bisa sampai terkilir”ucap Clara yang langsung mendekati Amanda saat dia mendengar kalau putra tidak bisa berjalan.


“Tadi aku mau terjatuh dari anak tangga dan ternyata Calvin juga ikut terjatuh, aku tidak tahu kalau aku sudah menimpanya dan membuat kakinya sampai terkilir”ucap Amanda.


Mendengar hal itu membuat mereka langsung keluar dan menemui Calvin yang sedang ada di luar rumah itu.


"Son, kau baik baik saja kan?" ucap Albert saat sudah sampai disana.


"Aku baik baik saja Pa, cuma kakiku saja yang sedang tidak baik"ucap Calvin yang sedang terduduk.


Albert pun langsung memapah putra nya itu dan membawa Calvin ke rumah sakit untuk segera diobati.


Begitu juga dengan sanak saudaranya yang juga ikut pulang dan pergi ke rumah sakit karna merasa khawatir dengan keadaan Calvin.


Di dalam rumah Reno meminta maaf dan dengan berat hati meminta para tamu untuk pulang.


“Pa, bagaimana ini?? Aku sudah membuat Calvin terluka”ucap Amanda yang terlihat sedih.


“Tidak apa apa sayang, itu kecelakaan yang tidak bisa kita hindari. “ucap Sherlin.


“Mamamu benar, ini sudah malam dan kau harus beristirahat karna besok kau harus sekolah. Sepulang dari sekolah kita akan pergi menjenguk Calvin”ucap Reno.


“Baiklah Pa, selamat malam”ucap Amanda.


“Selamat malam juga sayang”ucap Sherlin yang mencium dahi putrinya.


"Selamat malam juga sayang, sudah jangan sedih lagi”ucap Reno.


“Baik Pa”ucap Amanda.


🌷🌷🌷


Di pagi hari Amanda terlihat murung dan sedih, dia juga tidak semangat selama proses pembelajaran.


Itu semua karna memikirkan keadaan Calvin yang saat ini sedang dirumah.


Ya, Calvin hari ini memang tidak hadir dikarenakan sakit.


“Kau kenapa?? Dari tadi terlihat murung saja”ucap Valen yang mendatangi tempat duduknya Amanda.


“Pasti memikirkan Calvin”ucap Andra.


“Hmm”ucap Amanda yang hanya berdeham saja.


"Valen!!"panggil Amanda dengan ekspresi wajah sedih.


" Iya Amanda, kenapa?"ucap Valen.


"Calvin sakit, itu semua gara gara aku"ucap Amanda yang merasa bersalah dengan Calvin.


"Sudahlah, jangan menyalahkan dirimu, ini semua karena kecelakaan"ucap Indah.


"Tapi tetap saja itu semua karena kesalahan ku, jika saat itu aku langsung masuk ke rumah mungkin ini tidak akan terjadi"ucap Amanda


"Sekarang Calvin ada dimana? Di rumahnya atau di rumah sakit"ucap Andra.


"Benar yang dikatakan oleh Andra, aku juga penasaran bagaimana keadaannya saat ini?"ucap Rahel.


"Dia ada dirumah nya, dan mengenai itu aku juga tidak tau bagaimana keadaannya saat ini"ucap Amanda.


"Ya udah, ayo kita nanti menjenguknya setelah pulang sekolah"ucap Andra yang memberi usul.


"Iya ayo , aku juga ingin tau bagaimana keadaannya saat ini"ucap Valen.


" Iya Len, kita berdoa aja semoga Calvin cepat sembuh"ucap Indah.


" Ya udah tapi kita juga harus bawa buah buahan kesana"ucap Rahel.


“Benar juga, aku setuju dengan ide mu”ucap Andra.


" Hmmm, bagaimana kalau kita bareng sama orang tuaku. Nanti aku akan juga ajak Papa dan Mamaku"ucap Amanda.


" Wah, itu lebih bagus. Jangan lupa bilang sama mama mu untuk bawa buah-buahhan kesana"ucap Andra.


"Gak ada otak kau ya"ucap Valen.


"Aku hanya memberi saran biar kita gak keluarin uang lagi"ucap Andra.


"Baiklah, nanti aku akan bilang sama Mama"ucap Amanda yang tidak masalah dengan hal itu.


Kini sepulang dari sekolah mereka langsung pergi kerumah Calvin, kali ini Amanda yang membelikan buah buahan untuk dibawa kesana.


Itu karna nomor orangtua Amanda tidak bisa di hubungi, jadi mereka memutuskan untuk langsung kesana tanpa kedua orang Amanda.


Alangkah terkejutnya Amanda saat sudah sampai disana, karna dia melihat orang tuanya sudah ada dirumah Calvin terlebih dahulu.


"Sayang kau sudah ada disini"ucap Sherlin yang sudah melihat putrinya.


"Papa dan Mama kok sudah ada disini"ucap Amanda.


"Memang salah kalau Papa ada dirumah calon tunangan mu"ucap Reno.


"Calon tunangan"ucap Amanda dan teman teman nya secara bersamaan.


"Sebenarnya semalam kami ingin mengumumkan pertunangan kalian, tapi karena kecelakan semuanya jadi tertunda"ucap Albert.


"Apa??"ucap Amanda yang tidak percaya.


"Sudah, jangan terkejut lagi. Ayo Mama antarkan ke kamarnya Calvin, kalian pasti ingin bertemu dengan Calvin kan?"ucap Clara.


"Benar Tan"ucap Andra.


Mereka pun langsung pergi menuju kamarnya Calvin dan langsung masuk setelah mereka sudah sampai di ruangan itu.


" Hai Son, ini teman teman mu sudah datang"ucap Clara yang masuk kedalam kamar.


"Hai Bro, bagaimana keadaan kamu?"tanya Andra.


" Baik kok, besok aku akan masuk sekolah"ucap Calvin.


"Kalau begitu Mama keluar dulu ya"ucap Clara yang permisi keluar dari kamarnya Calvin.


"Apa kau sudah bisa berjalan?"tanya Amanda.


"Belum, tapi aku bisa menggunakan tongkat"ucap Calvin sambil menunjukkan tongkat nya.


"Jangan terlalu memaksakan diri, kau istirahat saja dirumah"ucap Andra.


"Tidak bisa Bro, kan besok lombanya akan diadaakan"ucap Calvin.


"Astaga, kok aku bisa sampai lupa dengan lomba itu sih"ucap Andra sambil memukul jidat nya.


"Jadi karna itu kau sampai memaksakan diri untuk datang kesekolah?"tanya Amanda.


"Hmm iya, aku tidak mau kalau kelas kita akan di diskualifikasi"ucap Calvin.


"Benar, jika kelas kita di diskualifikasi, kelas kita akan dipandang jelek sama kelas lainnya. Baguslah kalau begitu, jika kau bisa hadir dan mengikuti lomba itu. Ini kami bawa buah-buahan, harus dimakan biar kamu cepat sembuh. Semoga kau menyukainya"ucap Valen.


"Jangan dengarkan perkataannya, cepat sembuh ya Calvin"ucap Andra.


" Iya Andra, terimakasih pada kalian karna sudah menjenguk aku."ucap Calvin.


" Ya iyalah, kitakan teman, jadi gak usah berkata seperti itu lagi"ucap Andra


"Kalau begitu kami pergi pulang dulu ya"ucap Valen untuk izin pulang.


"Hmm, sekali lagi terimakah ya sudah datang kemari"ucap Calvin.


Akhirnya Andra dan yang lainnya pergi pulang ke rumah nya masih masing, lain dengan Amanda yang masih ditahan oleh Calvin.


"Perempuan yang sedang kau cemburui itu sebenarnya adalah adiknya Cynthia"ucap Calvin yang langsung menjelaskan mengenai perempuan yang pernah berbicara dengan Calvin saat disekolah.


"Perempuan mana?"ucap Amanda yang berpura pura tidak tahu.


"Ternyata calon tunangan ku berpura pura tidak tahu ya, atau dia memang benar benar bodoh"ucap Calvin.


"Ish kau"ucap Amanda yang memukul kaki Calvin.


"Aakkh, itu sakit Amanda"ucap Calvin yang menahan rasa sakit saat Amanda sudah memukul kakinya yang terkilir itu.


"Biarin saja"ucap Amanda.


"Amanda"ucap Calvin.


"Ada apa??"ucap Amanda.


"Aku hanya berharap satu hal pada mu, kau jangan cemburu lagi, karena secara otomatis dia itu adalah sepupuku juga"ucap Calvin.


"Aku tidak cemburu, aku hanya kesal saja"ucap Amanda.


Tiba tiba terdengar suara notifikasi pesan di ponselnya Amanda.


"Pesan dari siapa?"tanya Calvin.


"Pesan dari Mama kok"ucap Amanda yang langsung beranjak dari kasur yang dia duduki tadi.


"Kau mau kemana??"ucap Calvin.


"Mau pulang, Papa dan Mama sudah menunggu di ruang tamu"ucap Amanda.


"Oh, kalau begitu titip salam ya sama calon mertua" ucap Calvin pada Amanda.


Amanda hanya mengiyakannya dan langsung bergegas pergi ke ruang tamu menemui orangtuanya yang ingin pulang ke rumah.