
Brenaldi sudah pulang ke Jepang seminggu yang lalu, dan dia terlihat sangat senang bisa melihat Amanda and the gengnya datang ke bandara hanya untuk mengantarkan kepergiannya.
Pada Sabtu pagi, semua kelas yang Sman Bina Bangsa itu terlihat sibuk bergotong royong membersihkan kelas dan pekarangan sekolah untuk mempersiapkan tempat ujian nasional anak kelas 12.
Semua murid yang ada di sekolah itu terlihat sedang sibuk membersihkan kelas mereka masing masing. Begitu juga dengan kelas 11 Ips 1, di mana itu adalah ruang kelas yang dihuni oleh Amanda dan teman temannya yang lain.
Andra selaku ketua kelas sudah mulai berpatroli dan mengontrol teman-temannya yang bekerja di dalam maupun diluar kelas.
Terlihat Andra yang hanya mondar mandir dan mengatur teman-temannya untuk mengerjakan tugas mereka masing masing.
Calvin yang sedang menata pot-pot bunga agar tertata rapi pun jadi sedikit kesal karena melihat Andra yang hanya berjalan ke sana kemari dan memerintah ini dan itu kepada teman-temannya.
"Hei, apa kau juga tidak bisa membantuku untuk merapikan pot pot bunga ini??"tanya Calvin yang kini sudah berkacak pinggang.
"Dari tadi kau hanya sibuk mengatur kami untuk kerjain yang inilah yang itulah"ucap Valen yang ternyata juga kesal pada Andra.
Terlihat dia menggerakkan kemoceng yang ada di tangan kanannya untuk membersihkan kaca jendela kelas dengan kasarnya hanya karena merasa kesal dan jengkel melihat Andra.
" Hello, ketua kelas di sini siapa?" tanya Andra sambil menatap ke arah Calvin dan Valen
"Aku kan ketua kelas di sini! Dan ini sudah sudah tugasku untuk memerintah kalian!"ucap Andra sambil menunjukkan tangannya ke semua temannya.
"Cepat-cepat! Silahkan lanjutkan kerja kalian!! Dan kau Calvin kerjakan itu dengan benar!"ucap Andra yang memerintah Calvin untuk menata bunga itu agar tersusun rapi.
Bukannya merapikan pot bunga itu, Calvin malah menendangnya hingga pecah.
"Kami bukan bonekamu, bisa kau suruh suruh dengan sesuka hatimu" Valen yang mulai bernyanyi sambil membersihkan debu yang ada pada kaca jendela itu dengan kemoceng.
Andra tidak memperdulikan nyanyian Valen. Dia hanya pergi ke arah belakang kelas untuk Mengontrol kawan-kawannya yang ambil bagian di belakang kelas untuk membersihkan bagian sana.
Saat sedang perjalanan ke sana tiba-tiba Andra melihat salah satu anggota di kelasnya sedang nongkrong di kelas tetangga.
"Enak benar nih orang asyik-asyik nongkrong di sana, sementara teman-temannya yang lain pada sibuk gotong royong"ucap Andra sambil mendatangi kelas itu.
"Hei kamu, ngapain duduk di sini? Apa kau tidak bisa membantu teman-temanmu di sana yang sedang gotong royong??"ucap Andra sambil berkacak pinggang.
"Nggak deh... Aku lagi males gotong royong!!!"ucap orang itu yang bernama Danuarta.
Andra melotot saat mendapati jawaban seperti itu. Biasa-bisanya Danu berbicara begitu santainya mengatakan kalau dia lagi malas untuk gotong royong. Memang siapa dirinya. Apa dia anak sultan sampai-sampai berkata sesuka hatinya? Doubel shit. Andra tidak peduli hal itu jika dia memang anak, yang jelas dia harus membawa manusia pemalas ini untuk gotong royong.
"Danu, hari gini kau masih bisa berkata males.Hello!! Apa nanti kata dunia...? Aku jadi bertanya-tanya dan penasaran gimana masa depanmu kelak?"ucap Andra yang sudah mengomel tak jelas.
"Oke oke... Aku akan ikut gotong royong"ucap Danu yang sudah bangkit.
"Kau cerewet sekali!! Bahkan Mamaku bisa kalah kalau beradu mulut denganmu"ucapnya lagi sambil berjalan menuju kelas mereka.
Andra senang melihat Danu yang sudah bergabung bersama teman-temannya untuk mencabut rumput liar yang tumbuh disekitar selokan kecil yang ada di belakang kelas mereka.
"Hei, kalian harus gotong royong juga!!" ucap Danu yang melihat temannya yang lada mau pergi ke arah kantin.
"Pak ketua! Anda harus adil donk"ucap Danu yang berbicara pada Andra yang sedang memantau pekerjaan mereka.
Andra mengerti maksud perkataan Danu, dia pun langsung berjalan mendekati ketiga teman sekelas mereka yang ingin kabur dari situ.
Mereka pun berhenti saat Andra sudah berteriak memanggil mereka.
Andra menatap ke arah teman-temannya satu persatu.
"Kami sudah ikut gotong royong kok"ucap Alif.
"Benarkah? Apa yang sudah kalian kerjakan?"ucap Andra yang tidak percaya.
"Iya! Kalau kau tidak percaya, silahkan tanyakan pada Calvin! Karena dia ada disitu saat kami sedang cabutin rumput dan mengutip sampah"ucap Alif lagi.
Andra bertanya pada kepada mereka hendak pergi kemana. Alif yang memberanikan diri untuk menjawab pertanyaan Andra mengatakan kalau mereka ingin ke wc untuk buang air kecil padahal sebenarnya mereka hanya ingin pergi ke kantin.
"Kalian bertiga ingin buang air kecil?"tanya Andra.
Mereka pun menganggukkan kepalanya. Andra tidak bisa percaya akan hal itu. Mana mungkin mereka bertiga serentak ingin buang air kecil.
"Oke, aku akan mengijinkannya! Tapi kalian harus buang sampah itu dulu!" ucap Andra sambil menunjuk ke arah tong sampah yang berukuran cukup besar tapi sudah terisi penuh dengan tumpukan rumput liar yang sudah di cabut oleh Danu dan yang lainnya.
Mereka terkejut dan seakan tidak percaya dengan perkataan Andra. Demi pergi ke kantin, mereka terpaksa harus membawa tong sampah itu.
"Ingat!! Tong sampah itu harus kalian bawa kembali. Kalau tong sampah itu sampai hilang maka kalian harus beli yang baru lagi"Ancam Andra saat mereka hendak pergi dari situ.
"Baik, kami akan membawanya kembali"ucap Alif yang tidak mau ambil resiko yang mana itu akan membuatnya kehilangan uang saku hanya untuk membeli tong sampah baru.
"Kau mau ke mana??"tanya Andra saat melihat Danu ingin melarikan diri saat dirinya sedang sibuk memperhatikan Alif dan kedua temannya yang sudah pergi ke arah belakang sekolah.
"Aku sudah ikut ambil bagianku!! Jadi aku mau pergi main ke kelas tetangga"ucap Danu sambil menunjukkan rumput yang sudah di cabutnya.
Andra tidak tahu apa harus marah atau kesal melihat Danu yang hanya menunjukkan rumput yang ada di tangannya. Pasalnya rumput yang dicabutnya cuma beberapa, padahal teman-temannya yang ada di sebelah Danu mencabut rumput sampai tong sampah itu sudah hampir mau penuh tapi mereka masih mau mengerjakan pekerjaan yang lain tanpa bersungut-sungut.
"Oke kalau boleh main, tapi setelah kau membuang sampah rumput ini ke tempat pembuangan!"ucap Andra dengan nada yang tegas untuk memerintah Danu.
"Nggak jadi deh... Aku maunya membersihkan selokan yang sudah mampet ini aja"ucap Danu sambil mengambil cangkul dan membersihkan selokan.Dia mana mau membuang sampah itu sendirian.
Setelah dua jam lamanya, terlihat Amanda dan yang lainnya duduk di depan kelas mereka sambil ngos-ngos-an karena kecapean.
π·π·π·
Aku tidak akan pernah bosan kepada kalian untuk jangan lupa beri like dan vote kalian ya pada novel iniπππ
Okeπ jangan lupa ya
Dapat pahala loh kalau membantu orang
Ayo juga follow akun instagram author, pasti nanti aku follback kok
Ig:@insani.syahputri71
Terima kasih karena sudah mau membacaπππππ