Always Love You My Husband

Always Love You My Husband
Season 2 ( 37 )



Setelah selesai beristirahat, semua murid SMA BINA BANGSA kembali berkumpul kelapangan untuk mendengarkan pemenang dari setiap undian yang ikut berpartisipasi pada lomba menyanyi yang diadakan oleh osis itu.


Semua terlihat senang dan bersorak ria saat pembawa acara itu naik ke atas pentas, tapi tidak dengan Calvin yang merasa jengkel dengan sesosok yang berdiri di pestas itu.


“Ngapain sih dia ada disitu?”ucap Calvin yang dalam rada kesal dan jengkel.


Saat Calvin selesai mengatakan itu, Amanda pun langsung melihat kearah pentas.


Saat itu juga Amanda hanya melihat Fitra yang memang sedang berdiri dipentas.


Hanya Fitra sendri!!! Tidak ada yang lain.


“Apa yang Calvin bicarakan adalah Fitra?”tanya Amanda dalam hatinya.


“Siapa?? Apa Fitra yang kau maksud??”tanya Amanda yang memang ingin memastikan lagi.


“Ya menurutmu siapa lagi?”ucap Calvin.


“Kenapa kau merasa jengkel kepadanya?? Kan dia tidak berbuat apa apa samamu!! Dia hanya sedang berdiri disana untuk mengumumkan pemenang dari lomba ini”ucap Amanda yang tidak mengerti jalan pikiran Calvin.


“Kenapa sih harus dia yang jadi pembawa acaranya?? Kemana orang yang sebelumnya?”tanya Calvin.


“Aku mana tahu!! Mungkin pembawa acara yang sebelumnya sudah kecapean karena kebanyakan berbicara. Mungkin!!”ucap Amanda yang tidak tahu.


“Maaf ya, karna saya yang jadi pembawa acaranya! Itu karena teman saya tiba-tiba tidak enak badan, untuk itulah saya dengan senang hati membantunya untuk membawakan acara ini”ucap Fitra sambil menebarkan pesonanya dengan memberikan senyuman manisnya kepada para audience.


“Cih, sok keren!!! Aku yang tidak enak hati melihat dia berdiri disana”ucap Calvin yang semakin jengkel dengan Fitra yang terlihat sedang memamerkan pesonanya.


“Waw, Kak Fitra kau sangat keren sekali”ucap salah seorang peserta yang duduk disebelah Calvin.


“Mungkin mata perempuan ini lagi rabun ya!! Apa dia tidak melihat orang yang keren ini sedang duduk disebelahnya”ucap Calvin dalam hatinya sambil menatap kearah perempuan yang ada disamping nya itu.


“Matamu ini ingin dicolok ya”ucap Amanda yang memutar kepala Calvin yang sedang menatap kearah peserta yang ada disamping Calvin.


“Dia keren??? Aku juga tak kalah keren darinya”ucap Calvin yang terlihat membanggakan diri.


“Aku merasa kalau Fitra terlihat keren!! Kenapa aku tidak menyadarinya ya??”ucap Amanda.


Saat ini Amanda tengah menatap kearah Fitra yang sedang berbicara diatas pentas itu.


“Apa yang kau katakan barusan?”tanya Calvin sambil menahan emosinya yang kini tengah meradang.


“Aku bilang kalau dari sudut pandang seorang perempuan ternyata Fitra juga cukup terlihat keren tapi....”ucap Amanda yang terhenti karena Calvin tiba tiba memotong pembicaraannya.


“Oh...oh...Dari sudut pandang seorang perempuan ya”rasa kesal Calvin kini semakin memuncak.


Jika saja rasa kekesalan Calvin diukur menggunakan termometer air raksa, mungkin termometer itu sudah pecah karena sudah melampaui batas.


“Sabar Calvin!! Jangan sampai ribut ditempat umum”batin calvin.


“Amanda!!! Panggil Calvin dengan suara pelan.


“Hmm...Iya”jawab Amanda.


“Jangan bilang kalau sampai saat ini kau masih menyukai Fitra??”Calvin yang mengada-ngada.


“Siapa? Fitra???”tanya Amanda.


“Kau jangan mengada-ngada Calvin” Amanda yang menjitak kepala Calvin karena merasa sedikit geram dengan perkataannya.


“Auwh...!!! Sakit sekali!! Kenapa kau menjitak kepalaku??”Calvin memegang kepalanya.


“Biar otakmu itu encer dan bisa berpikir jernih”jawab Amanda.


“Apa masih sakit?”Amanda mengelus dahinya Calvin.


“Karena kau sudah memegangnya, sakitnya sudah berkurang sedikit kok “Calvin yang terlihat senang karena Amanda masih sangat peduli dengannya meskipun tadi dia sudah memukul dahinya.


“Makanya kalau orang lagi bicara didengar dulu sampai selesai, jangan asal main potong aja”Amanda yang terlihat sedang menasihati Calvin.


“Aku mengatakan Fitra itu keren bukan berarti aku masih menyukainya, justru aku sangat membencinya karena dia itu seorang playboy dan aku tidak menyukai orang yang seperti itu”Amanda yang berkata dengan serius.


“Oh begitu ya!!!! Maaf karena tidak mendengarkan semua perkataan mu”Calvin yang berkata dengan tulus.


“Hmm, it’s okay” ucap Amanda.


“Aku jadi penasaran bagaimana rasanya kalau aku jadi seorang playboy??? Secara aku ini juga tampan, terlihat keren, dan ...”


“Dan apa??” tanya Amanda yang kini sudah naik pitam lagi dan menggertakkan giginya hanya untuk mehanan emosi yang sudah membelunjak.


Bisa-bisanya Calvin berkata seperti itu dihadapannya tanpa ada sedikit merasa bersalah, padahal sebelumnya Amanda sudah mengatakan kalau dirinya tidak menyukai laki-laki playboy.


“Apa kau ingin mengatakan kalau kau masih singel gitu?“Amanda mencubit pinggang Calvin.


“Kenapa sih aku hari ini kena baku hantam sama pacar dan sepupuku?”batin Calvin sambil menahan rasa nyeri pada pinggangnya.


“Kau mau tahu rasanya kan?? Ya sudah, kau coba saja dulu!! Biar kau tahu rasa nya jadi seorang playboy kelas kakap dan aku juga dapat mendaftarkan dirimu menjadi salah satu anggota mantanku”sambil tersenyum kesal.


Calvin terkejut dan langsung melotot karena mendengarkan kata mantan keluar dari mulut Amanda.


“Mampus,aku harus segera minta maaf”batin Calvin.


“Hehehe, tidak kok! Aku hanya bercanda saja!”Calvin tersenyum manis untuk merayu Amanda.


“Kalau pun tadi kau berkata serius, tidak akan jadi masalah untukku”ucap Amanda yang nada bicaranya sudah terdengar jutek.


“Kau mau merayuku! Jangan harap kau berhasil!!”batin Amanda yang sudah tahu gelagat Calvin yang ingin merayunya untuk meminta maaf.


“Kok jadi jutek sih samaku”ucap Calvin.


“Itu karena kesalahan mu sendiri”ucap Amanda.


“Oh Tuhan, kok ribet benar berhadapan dengan perempuan yang moodnya bisa berubah kapan saja”batin Calvin.


Ternyata pertengkaran mereka disaksikan oleh Andra dan ketiga sahabat Amanda.


Mungkin semua orang akan berpikir kalau mereka sedang memperlihatkan keromantisannya, tapi tidak dengan Andra dan ketiga ladies yang ada disampingnya.


Itu karena mereka tahu kalau Calvin dan Amanda itu diibaratkan Tom dan Jerry yang selalu bertengkar saat sedang berduaan.


“Kenapa mereka? Apa mereka bertengkar lagi?”tanya Andra sambil menggaruk lubang hidung nya yang terasa gatal.


“Aku rasa sih iya. Ish, kau kok jorok sekali. Dasar tukang upil” ucap Valen saat melihat Andra yang duduk disampingnya sambil mengupil.


Andra tidak memperdulikan perkataan Valen, dia hanya sibuk menggaruk kembali lubang hidungnya yang masih terasa gatal.


“Mereka seperti karakter Tom dan Jerry di film kartun kesukaanku. Tiap waktu pasti selalu saja bertengkar jika sedang berduaan”ucap Indah sambil melihat kearah Calvin dan Amanda yang saat ini Indah tidak tahu apa yang sedang mereka bicarakan


Kalau Fitra jangan ditanya lagi, dia lagi sibuk berbicara sama audience yang lainnya yang masih setia mendengar perkataannya.


“Kau benar Indah!! Dan mereka juga tidak kalah kok sama pasangan yang ada disamping kita”ucap Rahel.


“Kau sedang mengatain kami??”ucap Valen dan Andra secara bersamaan.


“Mereka berdua sangat beruntung karena orang-orang tidak menyadari kalau mereka itu sebenarnya sedang bertengkar”ucap Rahel yang tidak merespon perkataan pasangan yang ada disampingnya.


“Amanda”panggil Calvin dengan lembut.


“Apa!!”jawab Amanda dengan jutek.


“Kau tau...”


“Aku tidak tau!”potong Amanda.


“Ih dengarin aku dulu biar kau tahu! Padahal kau tadi bilang kalau kita harus dengarin perkataan orang, jangan asal main potong saja”Calvin yang meniru perkatan Amanda seperti yang dia katakan tadi saat menasihati Calvin.


“Kau mau meniruku ya?”ucap Amanda.


“Tidak juga”jawab Calvin.


“Bodo amat”cerocos Amanda.


“Kau kalau lagi marah terlihat sangat cantik ya”goda Calvin.


“Iya sih, dia memang terlihat cantik”batin Calvin.


“Tuhan, Bagaimana aku harus merayunya?”Calvin berdoa dalam hatinya meminta petunjuk pada Tuhan.


“Semangat Bro, kami mendukungmu”ucap Andra.


“Kalian kenapa?”tanya Brenaldi


Ternyata Brenaldi dari tadi memperhatikan tingkah teman teman Amanda yang terlihat sangat aneh baginya.


Brenaldi tidak tahu siapa yang sedang dibicarakan oleh mereka.


“Apa yang kalian lihat disana dan kenapa kalian terlihat begitu intens sekali menatapnya? Apa ada sesuatu yang menarik disana?”tanya Brenadi.


“Meskipun kami mengatakannya padamu, kau tetap tidak akan mengerti”ucap mereka secara serentak.


Kembali dengan Amanda dan Calvin yang sudah terlihat sudah baikan, itu karena Amanda sudah tidak tahan lagi mendengar gombalan Calvin yang terdengar geli ditelinganya.


“Sudahlah, jangan bicara lagi. Aku merasa geli mendengarnya”ucap Amanda.


“Makanya jangan jutek lagi”ucap Calvin.


“Iya, aku tidak akan jutek lagi kok”ucap Amanda.


“Yes, akhirnya baikan lagi”ucap Andra yang melihat Amanda yang terlihat sudah tertawa bersama dengan Calvin.


“Apa kalian sedang membicarakan Amanda?”tanya Brenaldi yang terlihat sangat penasaran.


“Apaan sih!! Kau kepo sekali”ucap Andra.


“Kau!!”Brenaldi merasa geram sekali dengan Andra.


Ingin rasanya dia memukul Andra saat itu juga.


“Sabar Brenaldi!!! Jangan cari masalah disini!”batin Brenaldi.


Kini kembali dengan Fitra yang terlihat sudah memegang amplop yang berisikan ketiga nomor undian yang akan menjadi pemenang dari lomba itu.


“Hai Amanda, tadi suaramu terdengar bagus sekali”puji salah seorang peserta yang duduk disamping Amanda yang bernama Leli.


“Hmm,, suaramu juga terdengar bagus kok”puji Amanda lagi kepada orang yang bernama Leli itu.


“Aku merasa kalau kelas kalianlah yang akan mendapat juaranya”ucap Leli.


“Kau jangan berkata seperti itu, bisa saja kalianlah yang jadi pemenangnya” ucap Amanda.


“Tidak mungkin “ucap Leli.


“Kenapa tidak mungkin!! Apa kau tidak mengharapkan kalau kalian jadi juaranya?”tanya Amanda.


“Mau berharap tapi takut akan kecewa karena hasilnya tidak sesuai dengan harapan”ucap Leli yang terlihat sudah pasrah kalau mereka tidak akan dapat juara.


“Kita berdoa saja agar kita mendapatkan hasil yang terbaik”ucap Amanda.


“Semoga saja”ucap Leli.


“Apa kalian masih semangat?”tanya Fitra lagi dengan suara lantang.


“Masih”ucap semua orang yang sedang berkumpul dilapangan sekolah itu.


“Disini saya sudah memegang amplop yang berisikan pemenang dari lomba ini”ucap Fitra.


“Apa kalian sangat penasaran siapa yang akan menjadi pemenangnya?”tanya Fitra lagi.


“Iya”teriak para murid Sma Bina Bangsa itu.


“Baiklah, saya tidak akan memperlama waktu lagi karena hari juga sudah mau sore. Jadi saya akan membukanya dan membacanya”ucap Fitra.


“Apa kalian sangat penasaran?”tanya Fitra lagi.


Semua murid itu berteriak dengan keras sambil berkata”Iya!!!”


“Aku rasa kalian juga akan terkejut setelah tahu siapa yang menjadi pemenangnya dan ini adalah murni hasil penilaian dari juri tanpa ada hasutan dari pihak ketiga. Jadi saya berharap, jangan sampai ada yang berkecil hati bagi kalian yang tidak mendapatkan juaranya ”ucap Fitra.


“Apa dia tidak bisa cepat-cepat membacakannya?”ucap Calvin yang terlihat kesal dengan Fitra yang terlihat sengaja berbicara dengan lama.


“Baiklah, juara tiga dari lomba ini diraih oleh undian nomor...”Fitra yang sengaja berbicara dengan lama dan itu membuat orang yang ada disitu merasa deg-deg-an.


“Selamat kepada undian nomor sembilan!! Saya persilahkan Dani dan Ririn untuk naik keatas pentas”panggil Fitra kepada peserta nomor undian sembilan.


“Baik, saya akan lanjut membacakan juara dua dari lomba ini”ucap Fitra saat peserta nomor undian sembilan sudah naik keatas panggung.


“Juara dua dari lomba ini diraih oleh.......nomor undian.....lima belas. “ucap Fitra dengan lambat.


“Kepada Dicky dan Leli silahkan untuk naik keatas panggung”ucap Fitra lagi.


“Kalian dapat juara!”ucap Amanda pada orang yang disebelahnya.


“Ayo pergi kesana, Fitra sudah memanggil kalian”ucap Amanda.


“Aku masih tidak percaya Manda”ucap Leli.


“Kalian undian nomor limabelas kan?’”tanya Amanda.


“Iya”jawab Dicky.


“Ya sudah, kalian pergilah kepentas.”ucap Amanda.


“Oke Amanda”ucap Leli.


Mereka pun pergi meninggalkan tempat duduknya menuju keatas pentas.


“Baiklah, inilah yang kita tunggu tunggu dari lomba ini. Aku sangat penasaran siapa yang jadi pemenangnya!”ucap Fitra yang memang belum membuka isi amplop itu.


“Baiklah, saya akan membukanya!! Sang juara dari lomba ini diraih oleh...”teriak Fitra.


“Apa kalian sudah tau?”tanya Fitra.


“Kami tidak tau!!!!”teriak mereka semua.


“Samalah aku juga tidak tahu karena saya juga belum membukanya”ucap Fitra sambil tertawa.


“Sikutu itu kenapa lama sekali membukanya?”ucap Andra yang sudah dalam mode kesal.


“Sabar saja”ucap Indah.


“Gimana aku mau sabar, dia lama sekali membukanya! Apa dia tidak tahu kalau aku sangat penasaran siapa yang jadi juara satunya”ucap Andra.


“Bagaimana kalau lelas kita tidak dapat juara nya?”tanya Rahel.


“Ya kita akan gagal pergi kepasar malam”ucap Valen dengan santai.


“Juara satu diraih oleh.....”ucap Fitra sengaja ingin membuat semuanya jadi merasa penasaran.


“Tunggu ya, aku minum dulu! Karena banyak bicara membuat saya jadi sangat kehausan”ucap Fitra.


Hai semuanya 🙋🙋


Jangan lupa beri like dan vote kalian ya😊😊😊


Oke👌 jangan lupa ya


Dapat pahala loh kalau membantu orang


Ayo juga follow akun instagram author, pasti nanti aku follback kok


Ig: insani.syahputri71


Terima kasih karena sudah mau membaca🙏🙏🙏😊😊


Insani Syahputri