
Calvin pun mengajak Amanda pergi dari situ, masih tetap dalam keadaan tangan Calvin yang menutup mulut Amanda, agar Amanda tidak menyebarkan rumor disini yang menyatakan jika dirinya lagi gila.
"Ku pikir tidak ada lagi alasan ku untuk berlama lama disini, Jadi aku pergi dulu ya Fitra"ucap Calvin sambil membawa Amanda pergi dari situ.
"Sial, kalau tahu begini ceritanya aku tidak akan datang juga kepesta ini" ucap Cynthia yang merasa kesal karna Calvin juga yang membawa Amanda pulang.
Cynthia pun pergi dari tempat pesta itu menuju rumahnya.
"Siapa cowok itu ??"
"Dia tampan sekali"
"Dia kok bisa dekat dengan Amanda"
" Apa dia sedang menjalin hubungan dengan Amanda"
Itulah yang dibicarakan orang orang yang ada dipesta itu.
Fitra yang mendengar itu merasa telinga nya terasa sangat panas karna kata kata mereka.
Begitu juga dengan Wulan dan Shinta yang merasa iri karna Amanda dekat dengan cowok ganteng.
"Kalian pergi dari sini, aku akan mengakhiri pesta ini" ucap Fitra dan masuk kedalam rumah nya.
Semua tamu yang datang kesitu merasa kecewa dan kesal karna diusir seperti itu.
Mau tidak mau mereka pun pergi dan meninggalkan tempat itu.
Begitu juga dengan Wulan dan Shinta yang merasa marah dan menyalahkan Amanda yang telah membuat Fitra mengakhiri pesta ini.
Setelah sampai diparkiran, Amanda langsung menggigit tangan Calvin yang sedang membekap mulutnya.
Setelah berhasil lepas dari cengkeraman Calvin, Amanda langsung melangkah mundur menghindari nya.
"Kamu...jangan marah dengan ucapan ku tadi ya"ucap Amanda dengan tenang.
"Aku yakin kejiwaan mu pasti bisa sembuh kok" ucap Amanda yang mencoba menenangkan Calvin.
"Shit, kenapa dia berbicara seperti itu"batin Calvin.
"Astaga, aku tidak gila Manda"ucap Calvin.
"Semua orang gila memang selalu mengatakan seperti itu" ucap Amanda.
Calvin pun semakin kesal, dia mendekati Manda dan berhasil menarik tangan nya.
Setelah itu pun Calvin mencium bibir Amanda.
Amanda yang mendapat perlakuan itu langsung terkejut dan mendorong tubuh Calvin.
"Oh Tuhan, Ciuman pertama ku yang sudah ku jaga selama ini direnggut sama orang gila seperti mu"ucap Manda sambil menangis.
"Sudah berapa kali bilang, aku tidak gila Amanda. Kau jangan mempercayai perkataan Mommy ku" ucap Calvin yang menenangkan Amanda.
"Kau siapa? Aku tidak mengenal mu, Kenapa kau malah mencium ku??" ucap Amanda sambil menangis.
"Kau memang tidak mengenal ku, tapi aku mengenalmu. Dan kumohon jangan menangis." ucap Calvin.
"Kenapa kau mengambil nya? Aku sudah menjaga nya dan akan memberikan nya pada orang ku cintai" ucap Amanda lagi.
"Karna aku sangat mencintai mu Amanda, aku sudah lama mencintai mu dan aku ingin kau menjadi kekasihku. Sebenarnya aku
adalah..."ucap Calvin tapi terhenti karna Amanda memotong pembicaraan nya.
Padahal dia ingin memberitahu pada Amanda soal kebenaran mengenai Calvin yang selalu bersamanya selama ini.
"Kita baru bertemu dua kali, tapi kau sudah menyatakan cinta padaku. Tapi aku minta maaf karna aku tidak bisa membalas perasaan mu karna saat ini aku sudah mencintai orang lain" ucap Manda kemudian dia pergi dari situ.
"Kau sudah mencintai orang lain, tapi siapa Manda" ucap Calvin sambil menatapi kepergian Amanda.
"Apa aku tidak ada kesempatan lagi untuk memiliki hati dan cinta mu" ucap Calvin.
Calvin pun pulang kerumah dengan perasaan sedih dan kecewa yang bercampur menjadi satu.
Saat sampai dirumah, Clara menatap heran kearah putra nya yang baru pulang itu.
"Son, kau Kenapa?"tanya Ayah nya Calvin.
"Tidak apa apa Daddy" ucap Calvin dan melangkah menuju kamarnya.
"Dia kenapa?? Seperti orang baru putus cinta saja" tanya Albert selaku ayah nya Calvin.
"Aku tidak tahu, aku akan menemui nya" ucap Clara dan pergi menuju kamarnya Calvin.
"Son, buka pintunya. Ini Mommy mau berbicara dengan mu"ucap Clara sambil mengetuk pintu.
Pintu itu pun terbuka, dan Clara masuk kedalam kamar putranya.
"Ada apa? Kenapa kau seperti ini?? Coba cerita Pada Mommy"ucap Clara.
"Mom, aku tidak akan bisa mendapatkan Amanda" ucap Calvin sambil memeluk Mommy nya.
"Kenapa??" tanya Clara.
"Dia sudah mencintai orang lain Mom" ucap Calvin.
"Apa....siapa laki laki itu Son?"ucap Clara.
"Calvin tidak tahu Mom" ucap Calvin.
"Sabar ya son, mungkin dia bukan untuk mu dan kau tidak bisa memaksa jika dia memang bukan jodohmu. Jika kalian memang ditakdirkan untuk berjodoh suatu saat kalian pasti akan bersama" ucap Clara sambil mengelus punggung putra nya itu.
"Tapi Calvin sangat mencintai nya Mom"ucap Calvin.
"Sabar ya sayang dan Mommy hanya bisa berpesan pada mu untuk jangan memaksa dirimu untuk memiliki nya karna itu tidak akan membawa kebahagiaan untukmu maupun untuk Amanda" ucap Clara.
"Baik Mommy" ucap Calvin.
"Sekarang istirahatlah"ucap Clara.
"Iya Mom" ucap Calvin dan Clara pun pergi meninggalkan tempat itu.
"Aku tidak akan memaksa mu Amanda, aku akan bahagia jika kau bahagia dengan nya"ucap Calvin.
Calvin pun memejam kan matanya dan tertidur.
🍂🍂🍂🍂
Hari minggu, Amanda tengah membersihkan rumah nya.
Dia merasa ada yang aneh dari Calvin.
Maksud nya Calvin yang biasa dekat dengan nya, wkwk Calvin yang berpenampilan culun.
Tadi pagi Amanda menchat Calvin untuk menanyakan apakah ada tugas untuk besok hari, tapi Calvin hanya meread pesan nya dan tidak membalasnya.
"Biasa nya Calvin langsung cepat membalas pesan ku"batin Amanda.
"Dia kenapa ya?? Padahal dia sudah melihat nya"ucap Manda dalam hatinya lagi.
"Ayah mau pergi kerja?"ucap Amanda yang melihat Gunawan sudah mau bersiap siap pergi.
"Iya sayang, kalau Ayah tidak kerja, kita tidak akan bisa makan dan Ayah juga tidak akan bisa menyekolah kan mu dan juga Alan" ucap Gunawan.
"Ayah, jika aku berhasil dan sudah bekerja, aku tidak akan membiarkan mu bekerja lagi dan akan mengurus kalian" ucap Manda dalam hatinya.
"Hati hati ya Ayah dalam bekerja nya dan semangat" ucap Manda.
Gunawan seakan mendapat kekuatan lagi karna putrinya telah memberikanya semangat yang begitu luar biasa.
Gunawan pun pergi dari rumah menuju tempat kerja nya.
Disiang hari Amanda tengah duduk dan melamun di teras rumah.
Sekali kali mata nya melirik dan melihat kearah handphone nya.
"Dia masih belum membalasnya, hari ini Calvin kenapa ya" ucap Amanda.
Ternyata dari tadi Alan memperhatikan Amanda yang terus melihat kearah handphonenya dan dia
pun berkata" Kakak nunggu chat dari pacar nya ya"
"Enggak kok" ucap Amanda.
"Kakak gak bisa bohongi Alan" ucap Alan.
"Kakak berkata benar loh" ucap Manda.
"Iyalah tuh" ucap Alan yang langsung pergi bermain bersama temannya.
Amanda pun pergi ke belakang rumah, dan dia terkejut melihat kucing peliharaan Ibunya sudah terkapar diatas tanah.
Amanda pun mendekati kucing itu dan melihat nya sudah tak bernyawa lagi.
"Kau kenapa manis?" ucap Amanda pada kucing itu.
Amanda pun mencoba untuk membangunkan kucing itu, dan tiba tiba Ibu Amanda datang melihat kucing kesayangan nya sudah tak bernyawa lagi.
"Apa yang sudah kau lakukan padanya"ucap Dina.
Dina pun spontan langsung mengibaskan kain yang sedang dia pegang kewajah Amanda dengan cukup kuat.
"Amanda tidak melakukan apa apa Ibu"ucap Amanda sambil menahan nyeri pada wajah nya.
Tapi Dina tidak mendengarkan perkataan Amanda, dia langsung membawa mayat kucing itu dan segera menguburkanya.
Amanda tahu siapa yang sudah membunuh kucing Ibunya itu.
"Itu pasti ulah mereka" ucap Manda.
Amanda tahu kalau itu adalah ulah tetangga samping rumahnya, karna Amanda pernah beberapa kali melihat tetangga nya telah menyakiti beberapa binatang dan hewan yang lewat dari rumah nya.
Amanda pernah melihat tetangga nya pernah menyiram kucing yang mencuri ikan dirumah mereka dengar air panas.
Amanda semakin yakin karna tetangga dan Ibu nya pernah sering bertengkar karna persolan batas tanah.
Manda pun masuk kedalam kamarnya dan menangis terus.
Dimalam hari gunawan menanyakan luka lebam pada wajah Amanda.
Dan Amanda pun berbohong dan berkata kalau tadi dia terjatuh dan terkena benturan kayu.
Gunawan pun menasihati Amanda agar lebih berhati hati lagi.
Amanda pun mengangguk dan masuk kedalam kamarnya.
"Kenapa kau baik sekali Kak" batin Alan saat melihat Kakak nya masuk dalam kamar.
Ternyata Alan melihat kejadian tadi siang ingin rasanya dia mengadukanya pada Ayah nya tapi dia tidak mau karna Kakaknya sendiri pun tidak mau memberitahukannya.
Dia tidak mau Kakak nya tidak suka dengan nya karna sudah beritahu Ayah dan membuat Ibu semakin benci padanya.
Keesokkan hari nya didalam kamar terlihat Amanda tengah memoles alas bedak pada wajahnya itu untuk menutupi luka lebam itu.
"Setidaknya sekarang tidak terlalu kelihatan dari pada tadi" ucap Amanda sambil bercermin.
Amanda pun berangkat ke sekolah dan sampai disana ternyata luka lebam itu masih kelihatan karna teman teman nya bertanya apa sudah yang terjadi padanya dan kenapa bisa ada luka lebam pada wajahnya.
Calvin pun sudah tiba di kelas, dan dia melihat Amanda.
Calvin harus mencoba untuk melupakan perasaan nya terhadap Amanda.
Tapi tiba tiba pandangan tertuju pada wajah Amanda, dan dia melihat luka lebam yang tidak terlalu besar.
"Wajah mu kenapa bisa seperti ini Manda?"ucap Calvin yang merasa khawatir.
Dia tidak bisa untuk tidak khawatir terhadap Amanda jika dia melihat orang yang sangat dia cintai itu terluka.
"Oh aku semalam tidak sengaja terjatuh dan wajah ku terbentur kayu sehingga membuat wajah ku seperti ini "ucap Amanda yang berbual.
"Kenapa kau tidak berhati hati" ucap Calvin yang semakin khawatir.
"Lain kali aku akan berhati hati Calvin" ucap Amanda.
"Oh ya kau semalam kemana saja, kenapa kau tidak membalas pesan ku" ucap Manda lagi.
"Maaf semalam aku lagi sibuk" ucap Calvin yang berbual.
"Oh begitu ya, aku terus menunggu karna kau tidak membalas nya padahal kau sudah membaca nya" ucap Amanda lagi.
"Maaf Manda, itu karna sebenarnya aku sedang menenangkan pikrian ku yang sedang kacau" ucap Calvin dalam hatinya.
"Hmm iya" ucap Calvin .
Calvin langsung berjalan menuju kursi nya dan langsung duduk disana dan tidak berbicara banyak kepada Amanda.
Amanda merasakan ada perubahan sikap Calvin yang berubah secara mendadak.
"Ada yang aneh dari sikap Calvin hari ini. Apakah tanpa disengaja aku ada melakukan suatu kesalahan dan menyinggung perasaan nya" batin Amanda.
Amanda pun tak mau ambil pusing dan dia pun duduk ketempat nya.
Selama pembelajaran Calvin hanya memdiami Amanda tak mau mengajak nya untuk berbicara. Bahkan sampai pulang sekolah pun Calvin masih saja mendiami nya.
Siang ini Amanda pulang sendiri karna temannya sudah pulang duluan.
Itu karna tadi Amanda membersihkan kelas dulu agar besok dia tak perlu piket lagi,
jadi Amanda menyuruh mereka untuk pulang duluan.
Setelah selesai Amanda pun pulang kerumah,dan dia tidak sadar kalau sedang diawasi oleh seseorang.
Dan itu ternyata adalah Calvin yang masih belum pulang karna dia merasa khawatir jika meninggalkan Amanda sendirian.
Jadi dia bersembunyi dan mengawasi Amanda dari kejauhan.
Amanda pun sedang berjalan dipinggir jalan,
tiba tiba Amanda melihat seekor kucing yang sedang terjebak di tengah jalan.
Saat jalan itu tidak terlalu banyak kendaraan yang lewat, Amanda pun langsung menyebrang dan menyelamatkan kucing itu.
"Kau pasti ketakutan yang manis" ucap Amanda sambil mengelus kucing itu.
"Kau jangan takut ya, karna aku akan membawa mu dan merawatmu"ucap Amanda lagi.
Saat ingin kembali kepinggir jalan dan tidak memperhatikan sisi kirinya, tiba tiba ada sebuah mobil sedan yang melaju dengan kencang dan mendadak tiba bisa mengerem lagi.
Akhir nya mobil itu menabrak dan membuat tubuh Amanda terpental jauh.
"Amanda" teriak Calvin dari dalam mobil.
Ternyata Calvin masih mengikuti Manda dari belakang.
Calvin pun keluar dari mobilnya dan menghampiri Amanda.
Calvin terkejut bercampur takut dan darah nya pun terasa berdesir dengan cepat saat melihat tubuh Manda yang sudah berlumuran darah.
Polisi pun datang ke tempat kejadian mengamankan semuanya.
"Aku mengenali nya jadi aku akan membawa nya kerumah sakit, karna kalau menunggu ambulans itu akan terasa lebih lama" ucap Calvin.
"Iya nak, cepat bawa dia kerumah sakit. Kasian dia, seperti nya dia terluka parah" ucap warga yang datang melihat kecelakaan itu.
Calvin pun membawa Amanda kemobil nya dan langsung melajukan nya dengan cepat menuju ke rumah sakit.
Saat sudah sampai disana para perawat langsung membawa Amanda ke Ugd.
Dan dokter itu langsung segera masuk ke ruangan itu untuk memeriksa keadaan Amanda.
Sedangkan Calvin langsung menelpon keluarga Amanda dengan menggunakan handphone milik Manda yang sudah ada padanya.
Tak lama kemudian, keluarga Amanda pun datang kerumah sakit.
"Di mana Amanda?" tanya Gunawan yang terlihat khawatir.
"Dia lagi didalam paman dan sedang ditangani sama dokter" ucap Calvin.
"Anak itu apa ga bisa dia tidak buat masalah sekali saja"ucap Dina.
"Cukup Ibu, aku ga bisa menahan lagi.
Apa Ibu tidak bisa menyayangi Kak Manda Sedikit pun" ucap Alan yang berteriak.
"Kenapa Ibu selau membenci Kak Manda, padahal Kak Manda sangat menyayangi Ibu. Setiap malam aku selalu mendengar Kak Manda berdoa dan meminta pada tuhan agar Ibu bisa menyayangi nya walau pun hanya sedikit saja. Tapi kenyataan nya Ibu selalu membencinya"ucap Alan sambil menangis.
"Bahkan disaat Kak Amanda sedang kecelakaan, Ibu malah menyalahkan nya dan bukan mendoakan agar kak Amanda baik baik saja"ucap nya lagi.
Dina yang mendengar itu diam, dan entah kenapa hatinya terasa sakit saat Alan berbicara seperti itu.
"Apa Amanda tidak pernah mendapat kasih sayang dari Ibunya"ucap Calvin dalam hatinya.
Tiba tiba dokter keluar dari ruangan itu dan mengatakan bahwa Amanda kehilangan banyak darah.
"Siapa keluarga pasien?"tanya dokter itu.
"Saya dok"ucap Gunawan yang langsung mendekati dokter itu.
"Kecelakaan itu telah menyebabkan pasien kehilangan banyak darah, sehingga saat ini sangat membutuhkan pendonoran darah secepatnya"ucap dokter.
"Golongan darah pasien adalah A, apakah disini ada yang bergolongan darah A?" ucap perawat itu.
"Maaf pak, karna saat ini rumah sakit ini tidak tidak tersedia golongan darah itu. Karna golongan darah jenis itu memang sangat langkah dan sulit di temukan dirumah sakit ini"ucap dokter itu.
"Saya golongan darah AB, bagaimana ini?? Darah kami tidak akan cocok, karna Amanda sebenarnya tidak anak kandungku" batin Gunawan.
"Sial,, golongan darah ku B pula" umpat Calvin dalam hatinya.
"Dok golongan darah saya O, jadi silahkan ambil darah saya dan selamat kan putri saya"ucap Dina.
"Baiklah Bu, mari ikut keruangan saya untuk memeriksa keadaan Ibu, apakah sudah siap secara fisik untuk melakukan pendonoran darah." ucap dokter itu.
Setelah diperiksa ternyata Dina tidak bisa melakukan pendonoran darah, itu karna dia sedang memiliki tekanan darah rendah.
Semua orang menjadi merasa khawatir, tapi tiba tiba ada seseorang datang dan mendekati mereka.
"Saya yang akan mendonorkan darah untuk nya, karna golongan darah saya A juga" ucap orang itu.
#Jangan lupa mampir ke novel ku yang berjudul" Takdirku, hidup bersama mu"
Jangan lupa beri like dan vote untuk mendukung karya ku ya.
Selamat membaca ya teman teman
Jangan lupa beri like dan vote kalian ya.
Terima kasih 😊😊😊