Always Love You My Husband

Always Love You My Husband
chapter 41



Dipagi hari terlihat Sherlin yang sudah tiba diperusahaan tempat dia bekerja.


Sebenarnya, tadi sebelum berangkat bekerja Dewi melarang Sherlin untuk bekerja.


Tapi Sherlin menolak Permintaan Dewi dan memutuskan untuk masuk kerja hari ini.


Sherlin pun berangkat bersama dengan Dewi karena Sherlin tak enak hati untuk menolak permintaan Dewi kali ini.


~~


"Hai Sherlin, Aku Sarah sahabat mu. Aku tau kok kalau kamu lagi hilang ingatan, jadi aku akan selalu bersama mu agar kau bisa mengingat kenangan kita. "ucap Sarah.


Saat mereka bertemu di kantor,


Sarah sudah mengetahui keadaan Sherlin dari Dewi.


Itu membuat Sarah sangat syok tapi Sarah justru bersyukur karna Sherlin sudah kembali.


"Baiklah Sarah, aku mohon bantuannya ya. Agar aku bisa mengingat semuanya. "ucap Sherlin.


"Kalau begitu aku pergi ke sana dulu ya" ucap Sherlin.


Sherlin meminta ijin untuk pergi ke tempat teman sesama cleaning service sudah berkumpul untuk memulai aktivitas nya.


Sarah dan Dewi pun hanya dapat berkata pada Sherlin untuk jangan terlalu banyak bekerja dan terlalu lelah.


Setelah itu mereka pun pergi ke ruangannya masing masing .


Sherlin hanya mengangguk kini dan langsung pergi.


"Hai Fahri!!Apa kau sudah lama datang???" ucap Sherlin sambil menyimpan tasnya dalam loker.


"Belum sih, aku juga baru sampai kok" ucap Fahri sambil memandang kearah Sherlin.


"Oh.. ya sudah.Let's go kita bekerja."ucapnya sambil berbicara dengan semangat.


Mereka pun mulai bersiap untuk bekerja.


Tapi saat ini Sherlin malah disuruh untuk membersihkan ruangan Ardian oleh kepala kebersihan itu.


Sherlin pun mengangguk dan langsung melakukan pekerjaan nya.


Sherlin pun langsung menuju keruangan Ardian.


Saat di depan pintu dia tak melihat Dewi di meja sekretaris dan Sherlin langsung masuk begitu saja .


"Kemana pak Ardian??" ucap Sherlin sambil melirik keseluruh tempat yang ada di ruangan itu.


"Mungkin dia sedang bersama Dewi.Meskipun begitu, apa mereka tidak bisa mengatasi antara kerja dan pribadi. Bahkan ditempat kerja mereka juga ngebucin." ucap Sherlin yang sedang berpikir kemana pasangan suami istri itu pergi padahal tadi pagi mereka berangkat bersama.


Sherlin tak ambil pusing mengenai pasangan suami istri itu.Dia pun langsung melakukan pekerjaan untuk membersihkan ruangan itu dengan cekat dan telaten.


~~


Seorang pria yang memiliki tubuh maskulin dan wajah nya yang terlihat tampan memasuki gedung besar tersebut .


Dia berjalan dengan langkah yang terlihat mempesona, tapi tidak dengan wajah nya yang terlihat dingin.


Tapi meskipun begitu para wanita disana terhipnotis dengan ketampanan nya.


"Apa Ardian ada di ruangan nya?"tanya pria itu pada Resepsionis itu.


"Ehm"pria itu berdeham karna wanita itu hanya diam sambil menatap nya dengan intens.


"Iya.. Tuan Ardian sudah menunggu anda diruangan nya".ucap wanita itu yang lamunan nya terbuyar karna dehaman pria tersebut.


"Baiklah saya masuk dulu"ucap pria itu sambil tersenyum.


"Sherlin sayang kau dimana? kau tidak lihat tatapan para gadis ini.Kau harus cepat kembali dan jangan biarkan mereka menatap ku seperti itu".batin Reno.


Pria itu adalah Reno.


Dia saat ini sedang berkunjung ke kantor nya Ardian untuk melakukan rapat untuk mengembang kan bisnis mereka.


Reno pun masuk keruangan Ardian.


Saat Reno masuk dia terkejut mendapati seorang wanita sedang membersihkan kaca jendela.


"Maaf mengganggu,apakah anda melihat Ardian? "ucap Reno dia berpikir kalau wanita itu adalah cleaning service yang sedang membersihkan ruangan Ardian.


Wanita itu berbalik saat seseorang sedang berbicara dengan nya.


Jantung Reno mendadak berhenti sebentar.


"Sherlin!!! Kau sudah kembali "ucap Reno yang sudah melihat Sherlin berdiri hadapan nya.


Reno pun langsung memeluk Sherlin dengan erat.


Dia terlalu senang karna orang yang paling dia rindukan sekarang sudah ada dihadapan nya.


Sherlin langsung mendorong dan menampar laki laki yang sudah mencium nya walaupun hanya pipi saja, tapi bagi Sherlin itu adalah tindakan yang tak bermoral.


Reno terkejut melihat Sherlin yang kini sudah menamparnya.


Dia pikir jika ini memang pantas untuk dia terima, jadi Reno hanya bisa menerima tamparan Sherlin yang begitu kuat.


"Maaf anda siapa?? Kamu kok Kurang ajar kali, mencium pipi orang sembarang saja.


Apa kau tidak punya moral dan etika ?."bentak Sherlin pada Reno.


Jeeddaarrr..


Reno terkejut mendapati bahwa Sherlin tidak mengenali nya.


Reno berpikir, Apa sebegitu kali hukuman untuk nya sampai sampai Sherlin seperti berpura pura tak mengenalinya.


"Sherlin ,aku tau aku banyak salah dan banyak menyakiti mu tapi kenapa kau sampai berpura pura tak mengenaliku?"ucap Reno.


"Memang aku tak mengenal mu tuan, bahkan ini pertama kali kita bertemu "ucap Sherlin.


Reno mendekati Sherlin karna dia ingin penjelasan agar Sherlin tak usah berpura pura untuk tak mengenalinya.


"Bos,Tuan Ardian sudah menunggu anda di ruangan rapat. "ucap Doni memasuki ruang kerja Ardian.


Doni sama terkejut nya dengan Reno karna melihat sosok Sherlin yang sudah ada disini.


Tapi bukan itu sekarang yang dia pikir kan, dia harus membawa Reno agar segera cepat ke tempat rapat,karna Ardian sudah menunggu nya.


"Baik lah, aku akan kesana."Reno langsung berbicara pada Doni.


"Kau tunggu disini, aku akan kembali setelah selesai rapat. Aku ingin berbicara pada mu Sherlin. "ucap Reno dan pada Sherlin.


Kemudian dia pergi ke ruang rapat ternyata Dewi dan Ardian sudah ada situ bersama dengan para pegawai penting lainnya.


Reno menatap kearah pasangan itu.


Dewi dan Ardian yang merasa ditatap seakan tau apa arti tatapan Reno.


Mereka yakin kalau Reno pasti sudah bertemu dengan Sherlin.


Dan mereka pun memulai rapat nya.


Lain dengan Sherlin, dia tak menghirau kan perkataan pria tadi.


Sherlin langsung pergi bergabung bersama dengan teman yang sama profesi dengan nya untuk melanjutkan pekerjaan membersihkan tempat lain.


Setelah selesai rapat Reno langsung cepat kembali keruangan Ardian dan dia tak menunggu Ardian dan pergi meninggalkan mereka.


Sesampai disana Reno tak melihat Sherlin lagi. Reno langsung pergi ketempat ruang para cleaning service karna dia tau pasti sherlin ada disana,karna tadi Reno sempat melihat seragam kerja yang di kenakan Sherlin.


Ternyata sampai disana terlihat sherlin yang tengah makan siang bersama Fahri.


Reno yang melihat itu langsung marah bercampur cemburu karna mereka terlalu dekat.


Disaat Reno ingin ke sana, tiba tiba dia langsung di tahan oleh Ardian dan Dewi


dan membawa Reno ke ruangan nya.


"Kenapa kalian membawa ku kesini? "ucap Reno yang marah.


Ardian yang geram pun langsung meninju Reno.


"Kenapa kau mau mendekatinya?? Agar kau bisa menyakiti nya lagi. Meskipun kau adalah teman ku, aku tidak akan membiarkan kau mendekatinya lagi. "ucap Ardian yang marah.


"Aku tau, kalau aku memang pernah menyakitinya tapi semua itu terjadi karna ada kesalahan pahaman yang tak bisa kuselesaikan waktu itu. Dan sekarang aku ingin meminta maaf pada nya." ucap Reno.


"Aku ingin minta maaf pada Sherlin.Dan siapa laki laki yang sedang bersama nya tadi? Kenapa dia begitu dekat dengan Sherlin??"ucap Reno dengan cemburu.


"Tapi itu tidak ada gunanya Reno karna saat ini Sherlin sedang hilang ingatan.Dan mengenai laki tadi, dia adalah Fahri temannya Sherlin.Dia adalah orang yang telah menyelamatkan nyawa Sherlin dan dia juga yang merawat nya, jadi kau tidak usah mengganggu nya. "ucap Ardian.


Reno mengetahui fakta kalau Sherlin hilang ingatan langsung terkejut.


"Jadi yang tadi itu, dia tidak sedang berpura pura?? Pantas saja dia menampar ku dan berbicara seolah olah tak mengenali ku"batin Reno.


"Jadi untuk saat ini kau jangan menceritakan jati dirimu. Karna aku tidak ingin Sherlin syok jika dia mengetahui masa lalu nya yang begitu kelam bersama dengan mu. "ucap Dewi pada Reno.


***


Selamat membaca readersku


Jangan lupa beri jempol nya banyak banyak


Jangan lupa juga kasih vote kalian untuk mendukung karya ku ini


Tunggu up selanjutnya ya


Maaf jika ada typo yang berserakan di penulisan novel ku ini