
Maaf ya teman teman karna keterlambatan up nya.
Itu dikarnakan kondisi aku yang sedang tidak baik, dimana tekanan darah aku sedang rendah, yang membuat kepala ku terasa pusing dan membuatku tidak semangat untuk mengetik.
Kalian yang pernah mengalami nya pasti tahukan?
Akhirnya aku memaksakan diri untuk mengetik lagi karna membaca komentar kalian yang minta ingin up lagi.
Sekali aku minta maaf ya, karna aku cuma bisa mengetik sampai segini dulu.
Sorryπ’π’
π·π·π·
Amanda berlari sekencang nya menuju rumah, dan dia berharap kalau orang tua nya masih ada disitu.
Amanda kini sudah sampai di halaman rumah nya dan ternyata dia tidak ada melihat mobil yang dipastikan milik orang tuanya terparkir dihalaman rumah nya itu.
"Apa mereka sudah pergi?"tanya Amanda dalam hatinya.
Dia pun melangkah kakinya untuk masuk kerumah itu.
Alangkah terkejut nya Amanda saat masuk ke dalam rumah itu.
Dia melihat Ibunya kandungnya ternyata masih ada, dan terlihat dia sedang duduk di kursi yang menangis dan memeluk kakinya sendiri.
Sedangkan Ibu yang merawatnya selama ini terlihat kini tengah menenangkan Ibu kandungnya.
"Amanda kau sudah kembali" ucap Dina yang melihat Amanda yang sudah berdiri di dekat pintu rumah.
Sherlin langsung mengangkat kepala nya saat Dina memanggil nama putrinya.
Dia tersenyum saat melihat putri nya tidak apa apa dan sudah ada di sini.
Sherlin pun langsung mendekati Amanda,
"Sayang, Mama mohon jangan pergi lagi, biar kami yang akan pergi dan kami tidak akan memaksa mu kalau kau tidak mau menerima kami. Tapi setidaknya sebelum Mama pergi biarkan Mama memelukmu sekali saja" ucap Sherlin yang menangis.
Amanda yang melihat Ibu nya menangis membuat dadanya terasa sesak sekali.
Amanda pun menghapus air mata yang jatuh berderai dipipi Ibunya.
Itu membuat Dina dan Sherlin menjadi terkejut dengan perubahan sikap dari Amanda.
Amanda langsung memeluk Ibu kandung itu dengan sangat erat.
"Mama,, maafkan Amanda" ucap Amanda yang menangis dipelukan Sherlin.
"Maaf kenapa sayang??" ucap Sherlin yang memeluk Putri nya dengan erat.
"Karna Amanda sudah jadi anak durhaka dan telah membuat Mama menangis" ucap Amanda lagi.
"Tidak sayang, kau tidak anak durhaka." ucap Sherlin sambil mencium pipi Putri nya.
"Amanda tadi sudah berkata kasar pada Mama" ucap Amanda.
"Mama ngerti sayang, kenapa kau sampai berkata seperti itu" ucap Sherlin.
"Maafkan Mama, karna selama ini Mama tidak tahu mengenai keberadaanmu sayang. Jika Papamu tidak mengatakan semua ini, mungkin Mama masih akan menganggap mu sudah meninggal dan bersama dengan Kakakmu"ucap Sherlin.
"Meninggal" ucap Amanda yang heran.
"Iya sayang" ucap Sherlin.
Sherlin pun menceritakan kejadian 16 tahun yang lalu kepada Amanda.
Dan dia pun menceritakan tentang Reno yang menitipkan Amanda sewaktu bayi, itu dikarenakan Reno tidak ingin kalau putri nya itu juga ikut terbunuh.
Amanda yang mendengar itu menjadi syok, dia seakan tidak percaya dengan perkataan Mamanya itu.
"Apa itu benar Mama?? Apa Nenek dan Kakak ku juga benar benar sudah meninggal?"tanya Amanda.
"Iya sayang, seseorang telah membakar mansionnya Papamu saat mereka sedang terlelap" ucap Sherlin.
"Kenapa orang itu sampai tega melakukan hal sekeji itu?"tanya Amanda.
"Mama tidak tahu sayang, sudahlah sekarang kita jangan bahas itu lagi karna Mama akan menjadi sedih bila ingat peristiwa itu lagi"ucap Sherlin.
"Baiklah, Amanda minta maaf karna tadi sempat berpikir kalau Mama tidak menyayangi ku lagi, makanya kalian membuangku dengan memberikanku pada Ayah" ucap Amanda.
"Tidak sayang Mama dan Papa sangat sayang padamu" ucap Sherlin yang kembali dengan memeluk putri nya.
"Kau tahu, kau memiliki nama yang sama dengan kakakmu" ucap Sherlin.
"Apa?? Benarkah?? Tapi Kenapa?? tanya Amanda secara Beruntun.
"Mama tidak tahu, saat Papa mu memberitahu namamu, Mama juga sangat terkejut"ucap Sherlin.
Tiba tiba ada orang yang masuk kedalam rumah.
"Kamu sudah kembali sayang?? Kau dari mana saja?? Ayah sangat mengkhawatirkanmu" ucap Gunawan yang berjalan mendekati Amanda.
Ya mereka adalah Reno dan Gunawan yang baru pulang, karna tadi mereka pergi mencari keberadaan nya Amanda.
Mereka sangat Khawatir jika Amanda tidak pulang, apalagi Amanda adalah seorang perempuan.
Terlihat Reno yang sedang ada dipintu, dan dia seperti orang yang kebingungan.
Dia terkejut melihat kedekatan putrinya dengan Sherlin.
Amanda tahu pasti kalau Papanya itu pasti terkejut melihat kedekatan nya dengan Mamanya.
Amanda pun mendekati Reno dan langsung memeluk nya.
Reno pun terkejut lalu dia melihat kearah Sherlin.
Dia melihat Sherlin yang mengangguk kepala dan tersenyum.
Reno pun langsung membalas pelukan putrinya itu dan memeluk nya dengan sangat erat.
"Papa, tolong Maaf kan Amanda" ucap Amanda yang menangis.
"Kenapa menangis sayang??" ucap Reno yang langsung menghapus air mata putrinya.
"Tadi Amanda sudah berkata kasar pada Papa"ucap Amanda yang masih menangis.
"Tidak sayang, sebenar Papa yang harus minta maaf karna sudah menitipkan mu pada Ayahmu. Dan Papa juga minta maaf karna tak merawat dan menjaga mu sampai saat ini"ucap Reno yang berusaha menghentikan tangisan putrinya .
"Yang Papa lakukan itu sudah benar, jika tidak pasti Amanda juga tidak akan ada didunia ini"ucap Amanda.
"Apa kau sudah mengetahui nya?" tanya Reno.
"Tadi Mama yang memberitahukan semua nya pada Manda" ucap Amanda.
"Apa kau mau memaafkan kami dan menerima kami?" ucap Reno lagi.
"Iya" ucap Amanda yang sambil menganggukan kepala.
"Baiklah, besok kita akan berangkat pulang kerumah" ucap Reno lagi.
"Pulang kerumah??"tanya Amanda.
"Iya pulang kerumah, dan Papa akan mencarikanmu sekolah yang bagus di kota itu"ucap Reno lagi.
"Tidak"ucap Amanda Spontan.
Reno pun mengeryitkan dahinya saat mendengar penolakan dari putrinya.
"Bukan begitu maksud ku, aku hanya ingin bersama Ayah juga karna aku tidak tega meninggalkan Ayah disini"ucap Amanda.
"Lagian, Amanda merasa tanggung sekali untuk pindah sekolah karna sekarang Amanda sudah kelas Sebelas dan sebentar lagi akan naik kekelas dua belas" ucap Amanda.
"Ayah tidak apa apa sayang, sudah seharusnya kau kembali pada orang tua mu yang sebenarnya"ucap Gunawan .
"Papa aku mohon, setidaknya sampai aku tamat sma. Setelah itu aku akan pindah dan akan kuliah di kota tempat papa berada." ucap Amanda yang terlihat seperti memohon pada Reno.
"Baiklah sayang, Papa setuju" ucap Reno.
"Tapi aku ingin berada disini dan menemani putriku jika Amanda tidak ikut bersama kita"ucap Sherlin.
"Aku akan membeli rumah di daerah ini sehingga kita akan tetap berada didekat putri kita. Tapi aku pulang setiap seminggu sekali untuk memeriksa keadaan perusahaan yang akan di handle oleh Doni" ucap Reno yang memberi solusi.
"Terima kasih Papa" ucap Amanda yang langsung memeluk Reno.
"Apa yang tidak untuk mu putriku" ucap Reno sambil mencium puncak kepala Amanda berkali kali.
Dimalam hari setelah siap makan malam, Reno pun ingin pamit pulang menuju penginapan yang ada didaerah itu.
Tapi tiba tiba Sherlin menolak untuk tidak ikut dengan Reno, Karna dia ingin tidur bersama dengan putri nya malam ini.
"Tidak apa apa kan?"tanya Sherlin.
"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu, besok aku akan kembali lagi" ucap Reno.
"Baiklah hati hati ya dan terima kasih" ucap Sherlin.
"Papa hati hati juga"ucap Amanda menyalami tangan Reno.
Reno pun mengangguk kepalanya dan masuk kedalam mobil nya.
Dia pun langsung melajukan mobil nya dan pergi meninggalkan tempat itu menuju ke penginapan.
Kini didalam kamar Amanda, terlihat Sherlin yang berbaring dengan putrinya dan memeluk nya dengan erat.
"Mama sangat senang bisa tidur bersama putri Mama yang ternyata sudah besar" ucap Sherlin.
"Amanda juga senang Ma" ucap Amanda.
Sebelum tidur, Sherlin pun sempat bercerita dengan Amanda mengenai tentang kakak kandung nya semasa hidup.
Lama bercerita akhirnya Ibu dan anak itu pun tertidur dengan pulas nya.
Jika kalian mengomentarinya like sinetron
It's okay Im Fine
Itu hak kalian untuk memberi penilaian kepada ku Dan aku tidak akan patah semangat kok
#Jangan lupa mampir ke novel ku yang berjudul" Takdirku, hidup bersama mu"
Jangan lupa beri like dan vote untuk mendukung karya ku ya.
Selamat membaca ya teman teman
Jangan lupa beri like dan vote kalian ya.
Terima kasih πππ