
Setelah dua jam lamanya, terlihat Amanda dan yang lainnya duduk di depan kelas mereka sambil ngos-ngos-an karena kecapean.
"Liburan ini kau mau pergi ke mana?"tanya Calvin pada Amanda yang duduk bersebelahan dengannya.
"Ya elah, kita cuma liburan 4 hari saja! Mau pergi jauh pasti tanggung sekali. Aku kesal aja, kenapa sih kita juga harus ikut gotong royong padahal yang mau ujian itu anak kelas 12, bukan kita"protes Valen sambil mengipas buku pada wajahnya karena merasa kepanasan setelah selesai gotong royong.
"Liburan ini aku di rumah saja"sela Amanda.
"Apa kau tidak ada niat untuk keluar Seperti jalan- jalan gitu?"Calvin yang ingin memberi kode pada Amanda.
"Tidak ah, aku lagi tidak mood untuk keluar rumah"tutur Amanda yang membuat Calvin sedikit kesal.
Tiba tiba Danu datang sambil membawa cangkul di pundaknya. Danu baru saja menyelesaikan tugasnya membersihkan selokan di belakang kelas mereka, tanpa berpikir panjang lagi Danu langsung rebahan di lantai teras itu tanpa memperdulikan tatapan yabg bertanya-tanya dari murid kelas tetangga. Lelah!! Mungkin itu yang di rasakan oleh Danu saat ini.
"Kau habis ngapain sih?? Kok ngos-ngosannya berlebihan sekali"ucap Valen yang melihat Danu sibuk mengatur nafasnya yang keluar secara tidak teratur. Nafasnya seperti sedang berlomba lomba keluar masuk dari lubang hidungnya Danu.
"Apa kau baru selesai lomba lari??"tanya Amanda.
"Apa kalian tidak lihat kalau aku lagi pegang cangkul?? Masa iya, aku lomba lari sambil bawa cangkul!! Kesannya aku seperti jadi kakek cangkul yang cari korbannya"ucap Danu yang merasa jengkel dengan pernyataan teman- temannya.
"Aku habis membersihkan selokan yang ada di belakang kelas kita!"jelas Danu pada teman temannya.
Danu tidak habis pikir kalau ternyata semua teman-temannya memuji dirinya.
"Ini pertama kalinya, preman di kelas kita jadi begitu rajin membersihkan kelas"ucap Calvin sambil menepuk bahu Danu yang sudah terduduk.
"Aku mau berubah"ucap Danu.
"Mau berubah seperti apa?? Power rangers?"tanya Indah di selingin dengan gelak tawanya.
"Ya enggaklah, aku mau berubah jadi orang yang lebih baik lagi! Aku pun juga merasa bosan kalau harus masuk ruang BK melulu! Aku rasa Ibu BK pun juga sudah bosan selalu berurusan denganku""ucap Danu sambil menggaruk bahunya.
"Kau benar!! Kau harus merubah sikapmu! Apalagi kita tak terasa akan naik ke kelas 12"ucap Calvin.
"Oh ya, mana Andra?"tanya Calvin yang merasakan ketidakhadiran Andra di perkumpulan mereka.
"Dia lagi cari Alif!"ucap Danu.
"Kenapa dengan si Alif?"tanya Amanda.
"Tadi Alif di suruh buang sampah, tapi tong sampahnya belum ada sampai ke kelas saat ini"ucap Danu.
"Nah itu dia!"ucap Valen saat melihat Andra yang mukanya terlihat suram.
"Kau kenapa??"tanya Calvin.
Bukannya menjawab Andra malah menyuruh Alif dan kedua temannya yang sudah muncul di belakang nya untuk meletakkan tong sampah itu di depan kelas mereka.
"Untung aja tong sampah tidak hilang! Kalau sempat hilang, kalian bertiga harus kumpulkan uang untuk beli tong sampah baru lagi"ucap Andra.
Andra kesal karena saat pergi menjumpai mereka, dia melihat Alif dan teman temannya duduk dikantin sedang tong sampah di tinggalkan di tempat pembuangan sampah.
Mereka pun meminta maaf pada Andra. Calvin tahu kalau saat ini rasa kesal sudah meradang, lalu Calvin menyuruh mereka untuk segera pergi.
"Yuk, ke kantin! Hari ini aku yang akan traktir. Aku mau menepati janjiku"ucap Calvin sambil memegang bahu Andra.
"Asiiiik.... Aku senang banget!!!"ucap Valen yang kini sudah berdiri.
"Sudahlah, jangan merasa kesal lagi"ucap Amanda, kemudian dia menyusul ketiga temannya yang sudah berjalan duluan.
"Kau mau ikut atau tidak?"tanya Calvin pada Danu.
"Baiklah, aku mau ikut!"ucap Danu yang bangkit dari lantai itu.
"Apa kau tidak mengajakku?"tanya Andra saat Calvin mau meninggalkannya.
"Sepertinya kau sedang kesal! Jadi aku ingin kau hilangkan rasa kesalmu itu dulu. Setelah itu kau boleh menyusul kami ke kantin."ucap Calvin sambil berjalan dengan Danu menyusul Amanda yang sudah pergi duluan.
"Calvin tunggu! Aku tidak merasa kesal lagi! Tunggu aku!"ucap Andra yang berlari mengejar Calvin dan Danu.
π·π·π·
Liburan telah tiba, semua pada sibuk dengan kegiatannya masing masing.
Andra ikut bersama Ayahnya mengurus kebun sawit mereka. Valen, Indah dan Rahel hanya bisa libur di rumah dan membantu Ibu mereka.
Calvin! Dia jangan di tanya lagi. Calvin saat ini masih terlelap dalam tidurnya padahal jam sudah menunjukkan pukul 10.30.
Ternyata Calvin asyik bermain game setelah selesai video call-an dengan Amanda sampai jam 04.00 pagi. Jadi tidak heran kalau Calvin masih tertidur sampai jam segini.
Calvin sengaja bermain game sampai pagi karena hari ini dia tidak sibuk dan Amanda juga tidak mau jalan dengannya.
"Apakah kau jadi pergi ke kantor Papa, sayang?"tanya Sherlin pada Amanda.
Ya Reno sudah kembali ke rumah kemarin malam, dan dia masih belum memberitahu mengenai kematian Doni pada Amanda.
Amanda pun juga tidak merasakan ada yang aneh dari sikap Papanya.
Reno sudah mengorek permasalahan ini tapi dia masih belum bisa memastikan dan menyimpulkan kebenarannya.
Reno hanya menerka dan mengaitkan kejadian 17 tahun yang lalu dengan kematian Doni. Entahlah. Yang jelas Reno sangat mengkhawatirkan Amanda dan Sherlin yang mungkin bisa jadi sasaran baru dari pembunuh itu.
"Jadi Ma. Ini Amanda sudah buat bekal makanan Papa dan Ayah"ucap Amanda sambil mengancing tas bekal itu.
"Tidak Ma! Mama istirahat saja di kamar, biar Amanda saja yang pergi mengantar bekal ini. Sepertinya Mama terlihat cukup lelah sekali hari ini"ucap Amanda.
"Baiklah sayang, kalau itu mau mu"ucap Sherlin yang tersenyum kikuk seperti sedang ke pergok maling sesuatu oleh putrinya.
" Iya Ma. Oh ya Ma. Boleh Amanda main ke rumah Calvin setelah mengantar bekal ini? Amanda sudah ada janji dengan Mamanya Calvin untuk membuat kue di rumahnya"ucap Amanda.
"Ya sudah, tapi ingat pulang ya"ucap Sherlin sambil tersenyum.
"Oke Ma dan Makasih ya Ma! Mama memang yang terbaik"ucap Amanda sambil memeluk Mamanya.
Kini Amanda sudah ada di tempat repsesionis.
"Apa tuan Reno ada di ruangannya?"tanya Amanda sambil tersenyum ke arah Repsesionis itu
Resepsionis itu hanya saling menatap satu sama lain dan kemudian mereka melihat ke arah Amanda dengan tatapan Intesn.
"Oh God! Aku ini putrinya. Maaf telah membuat kalian salah paham"ucap Amanda.
Repsesionis itu langsung tersenyum kikuk karena telah memikirkan yang aneh-aneh tentang Amanda.
"Tuan Reno ada di ruangannya Nona"ucap Repsesionis itu sambil menunduk hormat.
"Maaf karena saya tidak tahu kalau anda adalah putri dari tuan Reno"ucap Repsesionis yang satu lagi.
"Tidak apa-apa kok! Aku pergi dulu ya. Terimah kasih atas informasinya kakak-kakak cantik"ucap Amanda sambil tersenyum ke arah Repsesionis dan malambaikan tangannya saat dia sudah melangkahkan kakinya.
"Papa!"ucap Amanda saat dia sudah mengetuk dan membuka pintu ruangan itu.
"Amanda, kesini sayang!"ucap Reno yang duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
"Iya Pa!"Amanda kini sudah berjalan ke arah Papanya.
"Pa, di mana Ayah?"tanya Amanda sambil meletakkan bekal itu di meja yang ada di hadapannya.
Amanda mengedarkan pandangannya untuk mencari sosok Ayahnya.
"Ayahmu sedang keluar sebentar, sayang!"ucap Reno.
"Oh keluar ya! Ayah pergi ke mana Pa?"tanta Amanda lagi.
"Mamamu mana? Kok tidak ikut bersamamu?"ucap Reno.
"Amanda menyuruh Mama untuk Istirahat saja! Soalnya Mama terlihat Kelelahan sekali"ucap Amanda.
Reno terbatuk pelan dan itu membuat Amanda khawatir.
"Papa sedang sakit?"tanya Amanda.
"Tidak kok sayang! Papa baik- baik saja"bantah Reno.
Amanda kembali membuka dan menata bekal itu agar tersusun rapi di meja itu.
"Sayang, Papa ingin mengatakan sesuatu padamu"ucap Reno yang memulai percakapan lagi.
"Apa yang ingin Papa katakan?"tanya Amanda yang penasaran.
Amanda pun menghentikan kegiatannya dan menatap ke arah Papanya.
Disaat Reno ingin mengatakan semuanya kebenaran tentang Doni pada Amanda, tiba tjba Gunawan sudah masuk ke dalam ruangan itu dan membuat Reno tidak jadi untuk mengatakannya.
"Nanti Papa akan mengatakan semuanyq saat Papa sudah kembali ke rumah! Papa sangat lapar sekali"bual Reno.
"Kau di sini sayang!"ucap Gunawan sambil memegang secangkir kopi panas.
"Ayah dari mana saja?"tanya Amanda.
"Ayah dari kedai kopi yang ada di samping perusahan ini"ucap Gunawan sambil menunjukkan kopi panasnya.
"Papa dan Ayah makan dulu! Makan yang banyak"ucap Amanda sambil menggantungkan tas pada bahunya.
"Kau mau ke mana, sayang?"tanya Reno.
"Biasa Pa! Mau main ke rumah Calvin"ucap Amanda.
"Dah Papa! Dah Ayah!" ucap Amanda yang kini sudah melangkahkan kakinya dan melambaikan tangan ke arah Papa dan Ayahnya.
"Kata Mama, bekalnya harus di habiskan"ucap Amanda sambil menutup pintu ruangan itu.
π·π·π·
Aku tidak akan pernah bosan kepada kalian untuk jangan lupa beri like dan vote kalian ya pada novel iniπππ
Okeπ jangan lupa ya
Dapat pahala loh kalau membantu orang
Ayo juga follow akun instagram author, pasti nanti aku follback kok
Ig:@insani.syahputri71
Terima kasih karena sudah mau membacaπ