Always Love You My Husband

Always Love You My Husband
chapter 9



Sherlin pov


Aku terbangun dari tidurku dan membuka kelopak mata indahku yang sedikit sembab karena menangis tadi.


Aku melihat kearah jendela ternyata sudah malam. Aku pun langsung turun dari kasur yang kecil itu dan keluar dari kamar menuju kamar mandi untuk mandi karena didalam kamarku tidak ada kamar mandi .


Mengingat bahwa ruangan itu adalah bekas gudang yang diberikan padaku.


Aku harus bersyukur karena Reno masih mengijinkanku tinggal dirumahnya.


Setelah mandi aku langsung menuju dapur yang cukup luas itu karena ingin memasak makan malam untuk Reno suami tercintaku. Meskipun tidak bisa di pungkiri bahwa Reno sangat membenciku.


Para pelayan itu ingin membantuku tapi aku langsung menolak dan menyuruh mereka untuk melakukan pekerjaan yang lain.


Aku tidak ingin para pelayan membantuku. Aku hanya ingin memasak sendiri karena itu sudah tugas kewajibanku sebagai seorang istri untuk menyiapkan makan malam untuk suaminya, walaupun Reno kenyataan tidak menganggapku sebagai istri.


Setelah selesai memasak aku melirik kearah jam yang terpajang di dinding, ternyata jarum jam sudah menunjukkan pukul 10 malam.


Aku pun memilih duduk di sofa dekat televisi dan menonton acara tv sembari untuk menunggu kepulangan Reno. Setelah 1 jam lebih menunggu tiba-tiba bunyi bel.


Aku segera membuka pintu dan melihat Reno pulang dalam keadaan mabuk dan dibawa oleh kedua temannya. Aku pun berterima kasih kepada mereka. Akhirnya mereka pun pulang setelah memberikan Reno kepadaku.


Aku berusaha memapah Reno menuju kamarnya yang ada dilantai 2 tapi dia malah mendorongku dengan kuat sehingga aku terjatuh dilantai.


"Jangan sentuh aku.’’ ucapnya kepada ku.


Bukan hanya itu Reno juga menjambak rambutku dengan kuat dan dia memintaku untuk tidak mengurusinya.


Reno akhirnya melangkahkan kakinya menuju kamar dengan jalan yang sempoyongan karena Reno memang sedang mabuk berat.


Sedangkan aku hanya bisa menangis atas perbuatan dan tindakan Reno yang kasar padaku.Aku hanya bisa melihat raut wajah para pelayan yang sudah berdiri dari tadi disana.


Terlihat wajah mereka yang menunjukkan rasa kasihan padaku. Aku jadi merasa malu melihat mereka.


Oleh karena itu aku memutuskan pergi dari tempat itu menuju kamarku.


Aku ingin segera tidur untuk melupakan kejadian itu.


POV end


Pagi yang indah pun tiba, langit yang cerah, udara terasa dingin menyentuh kulit. Burung burung terdengar bernyanyi ria dengan kicauannya sambil menemani aktivitas Sherlin.


Sherlin yang sudah bangun ,memulai aktivitasnya di dapur dengan memasak sarapan pagi untuk Reno.


Dan sisi lain, Reno pun sudah terbangun. Dia terlihat tampan dan rapi mengenakan kemeja putih dipadukan dengan jas hitam.


Ketika dia sudah sampai dibawah, matanya tertuju pada seorang gadis yang sedang meletakkan makanan di meja makan.


Melihat itu dia langsung sangat marah


"Siapa yang mengijinkanmu masuk ke dapurku dan memasak makanan kotor ini.’’ Kata Reno dengan marah.


"Pelayan!!" Teriak Reno.


Bi Ina serta para pelayan lain langsung datang menuju meja makan dan melihat Tuannya yang terlihat marah.


"Ada apa Tuan?‘’ Ucap Bi Ina.


"Siapa yang menyuruh wanita ini mamasuki dapurku?’’ Ucap Reno semakin marah.


Mereka hanya diam menunduk dan tak menjawab pertanyaan Reno .


"Baiklah. Jika tidak ada yang ingin menjawab. Maka mulai hari kalian saya PECAT dan segera pergi dari sini.’’ Ucap Reno dengan nada tinggi mengarah kepada para pelayan itu kecuali Bi Ina.


"Reno. Ini bukan salah mereka. Aku sendiri yang ingin memasak.‘’ ucap Sherlin karena sedikit merasa bersalah pada mereka yang dipecat karenanya.


"Diam! Kau tidak diijinkan untuk bicara. Satu lagi, Jangan kau sebut namaku dengan mulut kotormu itu.’’ Ucap Reno sambil membuang makanan yang ada di meja itu kelantai.


"Mulai hari ini dan seterusnya aku tidak ingin terjadi lagi Bi Ina. Dan mengenai makanan itu, jangan sampai ada di meja ini lagi.’ ’ucap Reno mencengkram dagu Sherlin dengan kuat.


"Bi Ina tolong urus semua ini, jangan sampai aku melihat semua ini lagi.’’ Kata Reno dan langsung pergi dari mansion menuju kantornya.


Sherlin menahan air matanya sambil menatapi makanan yang berhamburan di lantai.


"Jangan Bi, biar Sherlin saja yang bersihkan.‘’ Kata Sherlin ketika Bi Ina ingin membersihkan makanan yang berserakan itu.


"Sudah, biar Bibi saja Nak Sherlin." ucap Bi Ina.


"Tidak Bi, lebih Bibi pergi kerjakan pekerjaan yang lain saja. Kalau ini, biar Sherlin yang membersihkannya." Ucap Sherlin.


Sherlin pun membersihkan makanan yang berserakan itu. Dia merasa sedih melihat makanan yang dia masak itu terbuang sia-sia.


***


Selamat membaca ya readersku


jangan lupa beri jempol like dan komen kalian ya


Saranghae semua nya