Always Love You My Husband

Always Love You My Husband
chapter 30



Hari hari pun terus berlanjut dan keadaan kaki Sherlin pun mulai membaik.


Hari ini Reno memilih untuk tidak bekerja ke kantor dan menyelesaikan tugas nya di ruang kerja nya.


Saat Reno sedang mengetik di laptop nya.


"Pranng..".( suara benda terjatuh terdengar di telinga Reno.)


Kemudian Reno turun kebawah dan melihat keadaan dibawah dan dia langsung menuju kearah sumber suara berasal dari dapur.


"Apa yang kau lakukan?"ucap Reno yang melihat Sherlin yang tengah mengambil sesuatu di dalam lemari penyimpanan peralatan dapur.


"Eh anu...itu aku hmm"ucap Sherlin yang sulit untuk berbicara.


Reno mengernyitkan kening nya mendengar perkataan Sherlin yang tidak jelas.


Kemudian mata nya tertuju pada tutup wajan yang tergeletak di lantai itu.


Ternyata itu lah penyebab suara bising tadi, suara barang terjatuh yang disebabkan oleh ulah Sherlin.


Lalu dia melihat Sherlin yang menjinjitkan kakinya, Sherlin seperti nya ingin mengambil sesuatu yang ada dia pada lemari atas.


Kemudian Reno mendekati Sherlin dan mengambil barang yang ternyata adalah wajan.


Yang mana tutup wajan nya sudah terjatuh duluan di buat oleh Sherlin .


Maklumlah Sherlin tingginya cuma 160 m dan Reno mencapai 185 m.


Jadi tadi Sherlin agak kesusahan untuk mengambil wajan itu, karna dia sangat pendek.


Meskipun pendek, dia terlihat cantik dan mungil.


Saat Reno mengambil wajan dan mangkuk kaca itu, mereka terlihat begitu dekat dan membuat Sherlin jantung nya berdetak kencang.


Setelah mengambil nya, Reno langsung memberikan itu pada Sherlin.


Dia pun ingin beranjak dari situ karna ingin melanjutkan kerjanya yang tertunda akibat ulah Sherlin.


"Apakah kau mau semangkuk mie?""ucap Sherlin.


Ternyata Sherlin ingin memasak mie.


Dia mengumpulkan keberanian bertanya pada Reno, apakah dia juga mau makan mie.


"Tidak "ucap Reno dan kembali ke keruang kerja nya.


Ting tong...


Ting tong...


Bunyi bel yang menganggu pendengaran Reno lagi.


"Apalagi ini, tadi Sherlin sekarang siapa lagi yang membuat kebisingan di rumah ku"ucap Reno yang kemudian hening turun kebawah untuk membuka pintu.


Reno menganggap bahwa telinga orang yang ada di mansionnya sudah tuli karna tak mendengar suara bel yang terus berbunyi itu.


Sehingga membuat Reno harus terpaksa turun untuk melihat siapa tamu yang akan berkunjung ke kediamannya.


"Kakak!"ucap Reno yang melihat layar dari alat canggih yang akan memperlihatkan orang yang akan berada di pintu utama tersebut .


Setelah itu dia langsung menuju kekamar Sherlin untuk menyuruhnya memindahkan barang seperti pakaian dan lainya ke kamar Reno.


"Bisa gawat, jika kakak tau kalau kami pisah kamar." batin Reno.


Sherlin yang mendengar pernyataan Reno bahwa kakak iparnya sedang berkunjung langsung bergegas memindah barang yang dia diperlukan saja.


Setelah itu dia dan Reno menuju pintu dan membuka pintu.


"Kurang ajar! Apakah tunggu aku sampai berkarat disini, baru kau akan membuka pintunya hah?"ucap Surya sang kakak yang marah karna Reno terlalu lama membuka pintu.


"Sayang jangan marah, nanti anak mu bisa terbangun "ucap Sesil yang tengah mengendong Putri pertama mereka yang masih berusia 1 bulan.


" Jangan marah marah kak, nanti cepat tua. Kasian anak nya kalau liat bapak nya sudah tua kayak kakek kakek"ucap Reno yang menjawab perkataan kakak ipar nya.


"Brengsek,Sial kali aku punya adek seperti mu"ucap Surya yang marah ketika Reno mengatainya kakek kakek.


"Biar aja, brengsek gini tapi tampan kan, tidak kayak mu yang sudah tua keriput jelek lagi"ucap Reno memojokkan kakaknya


dan sukses mendapat pukulan dari kakak ipar nya.


"Jangan bilang suami ku jelek "ucap Sisil yang marah karna suaminya dikatain jelek.


"Makasih sayang "ucap Surya yang mendapatkan pembelaan dari istri nya.


"Cih sayang sayang kentut mu"ucap Reno yang berdecih pada kakaknya.


Sherlin tak menanggapi tingkah mereka.


Dia berjalan menuju kearah Sisil dan meminta izin pada Sisil untuk mengendong bayi mereka.


Sherlin pun mengendong Jasmine dengan hati hati.


Nama putri sesil dan surya adalah jasmine.


kemudian Sisil dan Sherlin pergi menuju keruang keluarga untuk duduk dan berbincang.


tinggalah Reno dan Surya di situ.


"Berilah, anak sama Sherlin "ucap Surya.


Reno hanya menatap kearah Sherlin yang tengah mengendong Jasmine.


"Apakah kau mandul?" tanya Surya.


Reno pun langsung menatap kearah kakak nya, seakan tak setuju dengan ucapan nya.


Surya yang kemudian lari kecil dan bergabung bersama dengan istri dan adik ipar nya nya sebelum bom besar di sana meledak.


Reno merasa kesal dengan perkataan kakak nya tadi.


"Aku tidak mandul" batin Reno.


"Aaahh"ucap nya frustasi sehingga membuat tiga pasang mata itu menoleh kearah Reno.


Sherlin dan Sisil bingung dengan sikap Reno tadi.


Lain dengan Surya yang menahan tawa nya.


Karna dia tadi mencoba menyalakan bom dengan perkataan nya dan membuat bom itu meledak dengan sendirinya.


"Awas kau ya tunggu pembalasan ku"ucap Reno sambil menatap kearah kakak nya.


Surya yang merasakan tatapan setan yang mematikan langsung dari adik nya langaung mengalih kan pandangan ke Jasmine yang sudah terbangun dan tengah duduk di pangkuan Sherlin.


**


Hai readersku


Beri aku dukungan dengan memberikan like dan komentar kalian.


Beri aku ide untuk novel ku ini ya ,aku tunggu komentar kalian.


Jangan lupa mampir ke novel ku yang berjudul "takdir ku hidup bersama mu "


Maaf jika ada typo yang berserakan


Selamat membaca readersku


I Love you alll