Always Love You My Husband

Always Love You My Husband
chapter 5



Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, akhirnya mobil mereka tiba di sebuah mansion.


Reno pun turun dari mobil.


Bahkan dengan teganya Reno meninggalkan Sherlin yang masih tertidur di dalam mobil itu.


Para pelayan dan kepala pelayan itu menyambut kedatangan Reno dan menunduk hormat kepada Tuannya.


"Selamat datang Tuan." Ucap kepala pelayan dan para pelayan lain nya.


"Iya." Ucap Reno dengan dinginnya.


"Oh ya Bi Ina. Kalau wanita itu sudah bangun. Tolong suruh dia untuk datang ke ruangan kerjaku." Ucap Reno kepada kepala pelayan yang ada di Mansion itu.


"Baik Tuan." Ucap Bi Ina.


Reno masuk ke dalam manshionnya lalu pergi keruangan kerjanya. Ketika sudah sampai di ruang kerja, dia duduk dikursi sembari memikirkan sesuatu.


Dia masih memikirkankan Aurelia dan masih menyuruh orang kepercayaannya untuk melacak keberadaan kekasihnya itu.


Dddrrtf... ddrrrtf...


Tiba tiba Hp Reno berdering dan membuyarkan lamunan Reno.


"Halo. Ada apa?" Kata Reno ketika sudah mengangkat telpon nya.


"Apa!! Kenapa kalian masih belum menemukannya?" Kata Reno yang terlihat sangat marah .


Orang yang ditugaskan Reno untuk melacak keberadaan Aurellia ternyata masih belum membuahkan hasil.


"Saya tidak mau tau, pokoknya kalian harus segera menemukannya. Saya sudah membayar anda dengan sangat mahal." Kata Reno dan langsung memutuskan panggilan tersebut secara sepihak.


"Dimana kau kau sayang?" Tanya Reno yang terlihat frustasi.


Manik mata Reno kini menatap jari manisnya. Dia menatap cincin pernikahannya dengan Sherlin seketika hal itu membuatnya terlihat marah. Dia mengeluarkan cincin yang tersemat di jari manisnya itu lalu membuang kearah jendela yang ada diruangannya.


Sedangkan didalam mobil gadis cantik itu baru terbangun. Perlahan ia membuka kelopak matanya yang indah.


"Apakah sudah sampai? Tapi kenapa aku tidak dibangunkan?" Ucap Sherlin yang sudah terbangun. Ia pun beranjak turun dari dalam mobil.


Ketika dia hendak turun, ternyata Bi Ina yang sudah ada diluar menunggui Sherlin.


"Selamat datang Nyonya. Saya Ina Kepala Pelayan Mansion ini. " Ucap Bi Ina kepada Nyonya barunya.


"Tidak usah panggil saya Nyonya Bi Ina. Panggil Sherlin saja." Ucap Sherlin dengan lembut. Sherlin sedikit risih dan tidak terbiasa jika dipanggil Nyonya.


"Tapi disini sudah kewajiban untuk memanggil majikan kami dengan sebutan Nyonya." Ucap Bi Ina.


"Tapi aku tidak terbiasa dengan panggilan itu, Bi." kata Sherlin yang masih dengan pendiriannya.


"Bagaimana kalau dengan panggilan Nak Sherlin?" Tanya Bi Ina pada majikannya dengan sedikit ragu.


"Itu lebih baik lagi." Kata Sherlin pada Bi Ina. Setidaknya itu lebih nyaman didengar Sherlin daripada dipanggil Nyonya.


"Baik Bi Ina, tolong antarkan saya ke sana." kata Sherlin.


Ketika Bi Ina dan Sherlin mau masuk ke dalam Mansion, Sherlin sudah di sambut oleh para pelayan yang sudah berbaris di depan pintu utama.


"Selamat datang Nyonya." Ucap para pelayan serentak.


"Iya. Tapi bisakan kalian jangan panggil saya seperti itu. Cukup panggil Sherlin. Sherlin saja ya." Ucap Sherlin sambil tersenyum.


Para pelayan itu bingung dan heran melihat sikap Sherlin. Bagaimana tidak? Mereka disuruh memanggil Nyonya mereka dengan hanya sebutan nama. Bukan hanya itu, yang lebih terkejut lagi ketika Nyonya barunya itu tersenyum pada mereka.


Mereka pikir Nyonya mereka akan mirip dengan Tuannya yang terlihat dingin dan cuek. Akhirnya para pelayan pun mengangguk, pertanda akan setuju dengan perkataan Nyonya mereka.


Mereka pun akhirnya memasuki mansion tersebut. Saat mereka sudah di dalam Mansion Sherlin tampak terperangah dan takjub melihat kemegahan interior Mansion itu yang terlihat megah dan elegan.




Sherlin berjalan mengitari mansion tersebut sambil ditemani oleh Bi Ina .


Setelah itu, Bi Ina pun mengantar Sherlin menuju ruangan kerja Reno.


"Ini adalah ruangan Tuan Reno." Kata Bi Ina ketika mereka berdua sudah di depan pintu ruang kerja Reno.


"Bibi permisi dulu. Masih ada pekerjaan yang harus Bibi kerjakan." Ujar Bi Ina.


"Baiklah Bi. Sekali lagi terima kasih ya Bi." Ucap Sherlin dengan lembut dan tulus.


"Iya Nak Sherlin. Saya kebawah dulu ya Nak." ucap Bi Ina sembari pergi meninggalkan Sherlin.


Ketika Bi Ina sudah pergi, akhirnya Sherlin mengetuk pintu itu.


"Masuk." Ucap seseorang dari dalam ruangan itu


Sherlin pun masuk ketika mendengar suara yang menyuruhnya untuk segera masuk kedalam. Seketika dia tersenyum melihat Reno yang lagi duduk di kursi sambil memegang sesuatu.


Reno tak membalas senyumannya Sherlin dan bersikap cuek seolah tak peduli melihat Sherlin yang tersenyum padanya.


Tanpa banyak bicara, Reno pun langsung memberikan Sherlin secarik kertas.


"Tolong tanda tangani ini." Ucap Reno


"Apa ini?" Tanya Sherlin seakan tak percaya dengan isi kertas yang di pegang.


***


Hai Readersku selamat membaca


Dan jangan lupa untuk beri like, komentar dan Jadikan favorit kalian ya


Mohon dukungan nya readersku