
Di pagi hari terlihat Amanda tertidur nyenyak di kasur nya.
Kini suara ketuk pintu terdengar dan mengganggu tidur nyenyak nya Amanda.
"Sayang, Mama masuk ke dalam ya" ucap seseorang yang ternyata adalah Sherlin yang ingin membangunkan putrinya.
Tidak mendengar sahutan dari dalam, Sherlin pun masuk ke dalam kamar itu.
Sherlin terkejut mendapati putrinya masih tertidur pulas.
"Astaga, sayang kau masih tidur. Ayo bangun"ucap Sherlin yang membangunkan Amanda.
"Amanda masih ngantuk Ma" ucap Amanda yang sudah terbangun tapi masih dalam keadaan mengantuk.
"Maka nya tadi malam kau jangan bergadang, tidak baik loh untuk kesehatan mu"ucap Sherlin yang menasihati putri nya.
"Aku tidak ada bergadang Ma, hanya saja kelamaan tidur" ucap Amanda.
"Itu sama saja sayang" ucap Sherlin.
"Beda Ma, Amanda tidak bisa tertidur semalam, tunggu beberapa jam aku baru bisa tertidur" ucap Amanda.
"Kenapa bisa begitu sayang?"ucap Sherlin yang bertanya pada putrinya.
"Amanda tidak tahu Ma" ucap Amanda.
"Ya sudah, sekarang kau cepat mandi karna kita akan pergi ke makam nya Nenek dan Kakak mu" ucap Sherlin.
"Astaga, kenapa aku sampai lupa tentang itu"ucap Amanda yang mengingat rencana kegiatan mereka hari ini.
Dan Amanda pun mendadak tidak jadi mengantuk lagi setelah mengingat hal itu.
"Sekarang kau cepat mandi jangan sampai Papa mu menunggu terlalu lama di bawah sana" ucap Sherlin.
"Apa Papa sudah bersiap siap juga?"tanya Amanda.
"Sudah sayang, sekarang Papa mu sedang minum kopi dan baca berita mengenai kerja nya di ruang keluarga " ucap Sherlin.
"Baiklah Ma, Amanda mau mandi dulu" ucap Amanda dan dia langsung beranjak dari kasurnya.
"Mama pergi dulu ya, mau temui Papamu"ucap Sherlin.
"Baiklah Ma. Mama pergi temani Papa saja, nanti kalau Amanda sudah siap, Aku pasti akan menyusul menemui Papa dan Mama"ucap Amanda.
Amanda pun langsung masuk kedalam kamar mandi nya, sedangkan Sherlin pergi ke ruang keluarga untuk menemui suaminya itu.
"Mana Amanda?"tanya Reno saat melihat Sherlin yang sudah turun sendirian dari lantai atas.
"Lagi mandi"ucap Sherlin.
"Lagi mandi?? Apa dia baru bangun?"tanya Reno yang duduk di sofa yang panjang.
"Iya, katanya dia tidur larut malam kali karna tidak bisa tidur, Maka nya dia sampai telat bangun gitu" ucap Sherlin yang duduk di sofa yang satu lagi.
"Kau sini dulu" ucap Reno yang menyuruh Sherlin mendekat dan duduk di samping nya.
"Ngapain??"tanya Sherlin.
"Duduk disini" ucap Reno.
"Baiklah" ucap Sherlin yang langsung beranjak dari tempat duduk nya menuju ke sofa yang sedang di duduki oleh Reno.
"Duduk di ujung sofa itu" ucap Reno tiba tiba.
Sherlin terkejut saat Reno berkata seperti itu.
"Aap maksud mu?? Untuk apa kau menyuruh ke sini dan kau tiba tiba malah menyuruh ku duduk di ujung sofa ini" ucap Sherlin yang marah dan langsung duduk di ujung sofa seperti yang sudah di perintah Reno tadi.
Reno tidak mendengarkan perkataan nya Sherlin, dia malah langsung menidurkan kepala nya di pangkuan nya Sherlin.
"Kok kau malah tidur sih di pangkuan ku"ucap Sherlin.
"Ayo bangun, bagaimana kalau Amanda datang kesini?" ucap Sherlin.
" Itu tidak masalah, dia kan putri kita. Aku adalah Papa nya dan kau adalah Mama nya, jadi wajar saja kalau dia melihat Papa nya tidur di pangkuan Mama nya." ucap Reno.
"Kau memang pintar sekali ya menjawab perkataan ku" ucap Sherlin.
"Tentu saja, sekarang tolong pijitkan kepalaku" ucap Reno.
"Apa kau lagi sakit kepala?" ucap Sherlin.
"Hmmm" ucap Reno.
"Kau jangan terlalu memikirkan itu" ucap Sherlin sambil memijit puncak kepala Reno.
"Apa menurut mu kalau rencana ku sudah benar?"tanya Reno.
Sherlin langsung menunduk dan mencium pyncak kepala Reno.
"Hmm iya, aku sebagai istrimu pasti akan mendukung mu. Dan aku harap sakit kepala mu ini cepat sembuh dan kau jangan terlalu memikirkan itu"ucap Sherlin sambil mengelus kepala Reno.
"Beri aku satu ciuman lagi, bukan di sini tapi di sini" ucap Reno sambil menunjuk bibirnya.
"Baiklah" ucap Sherlin yang langsung mencium bibir Reno.
Setelah itu Sherlin kembali memijat kepala Reno lagi.
Setelah beberapa lama Reno pun bangkit dari tidurnya.
"Kok kamu malah bangun sih" tanya Sherlin.
"Aku merasa sudah sedikit baikan kok" ucap Reno.
"Apa nya yang sudah baikan? Apa Papa sedang sakit?" tanya Amanda yang tiba tiba sudah ada di situ.
"Sayang kau siap?" ucap Sherlin yang merasa terkejut dengan kehadiran Putrinya yang tiba tiba ada di situ.
"Sudah Ma" ucap Amanda.
"Papa kenapa?? Apa Papa sedang sakit?"ucap Amanda yang langsung bertanya pada Reno.
"Tidak kok sayang, Papa baik baik saja. Papa hanya sedang sakit kepala, tapi sekarang Papa sudah merasa baikan setelah tadi Mama mu memijit kepala Papa" ucap Reno.
"Oh Syukurlah kalau Papa sudah merasa baikan"ucap Amanda.
"Ayo kita berangkat, Doni sudah menunggu kita di depan " ucap Sherlin
"Siap Ma"ucap Amanda.
Mereka pun keluar dari rumah itu, dan disana sudah ada ternyata sudah Doni yang sudah menunggu.
"Pagi Paman"ucap Amanda yang menyapa.
"Pagi juga Nona"ucap Doni.
"Panggil Amanda saja Paman"ucap Amanda.
Doni hanya tersenyum saat Amanda mengatakan itu.
Mereka pun masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan rumah itu menuju ke pemakaman umum.
Sesampainya di pemakaman, Amanda langsung bergegas mengikut langkah Papa nya menuju ke sebuah makam yang di yakini nya adalah milik kakaknya.
"Pagi sayang, Papa kembali lagi" ucap Reno yang sudah ada di makam Amanda dan mengelus pusaran makam putri pertama nya itu.
"Papa sudah mengajak adik mu untuk datang kesini loh. Seandainya jika kau mau masih hidup, Papa pasti akan merasa sangat senang sekali"ucap Reno yang berkata dengan lirih.
Sherlin yang mendengar itu terasa sedikit sesak, dia pun menahan air matanya agar tidak keluar.
"Manda, ini makam kakakmu"ucap Sherlin.
"Hai Kak, ini aku Amanda. Kita bahkan memiliki nama yamg sama"ucap Amanda yang kini duduk di tengah tengah orang tuanya sambil menaburkan bunga pada makam itu.
"Kakak tenang saja ya di sana karna aku yang akan menjaga Papa dan Mama dan tidak akan membuat mereka bersedih" ucap Amanda lagi.
Reno dan Sherlin yang mendengar itu langsung memeluk putri mereka.
"Terima kasih sayang, kau alasannya ku agar tetap bertahan hidup. Saat Mama tidak mengetahui bahwa kau masih hidup, Mama selalu berkeinginan untuk tidak ada di dunia ini dan pergi menyusul kalian "ucap Sherlin yang menangis.
"Ma, jangan menangis lagi, Amanda tidak suka melihat Mama menangis"ucap Amanda.
"Ya Sayang, jangan menangis lagi"ucap Reno yang mengusap air mata Sherlin yang terjatuh di pipi nya.
"Ayo kita ke makam Nenek mu"ucap Reno pada Amanda.
Reno pun pergi ke makam Mama dan Mertuanya yang sengaja dia memang buat satu tempat agar dia tidak perlu ke pemakaman lain nya untuk pergi berziarah.
Kini mereka sudah tiba disana dan langsung membersihkan dan menaburkan bunga.
Cukup lama mereka berada disitu, tiba tiba Doni datang dan mengatakan bahwa ada tamu yang akan berkunjung ke rumah mereka.
Sherlin dan Amanda pun langsung bergegas menuju ke mobil, sedangkan Reno masih ada di makam Mama nya.
"Ma, mungkin Reno tidak akan terlalu sering datang kesini lagi, tapi kalau Reno ada waktu, Reno pasti akan datang kesini lagi kok"ucap Reno.
"Ma, semoga apa yang Reno rencana kan ini tidak membuat kalian berkecil hati ya"ucap Reno.
"Reno pergi dulu ya Ma" ucap Reno.
Reno pun langsung pergi menyusul Sherlin dan Amanda yang sudah ada di dalam mobil.
Sesampainya dia disana, Doni pun langsung melajukan mobil itu.
Kini Reno dan lainnya sudah sampai dihalaman rumah mereka.
"Siapa yang akan datang ke rumah Pa?"tanya Amanda dengan Reno .
"Teman lama yang sudah Mama rindukan sayang"ucap Sherlin yang malah menjawab.
Amanda hanya diam karna dia memang tidak tahu siapa yang akan mereka temui. Akhirnya mereka pun keluar dari dalam mobil tersebut,tapi tiba tiba ada sebuah mobil putih yang baru tiba di halaman rumah itu.
Orang yang berada dalam mobil itu, langsung keluar dan mendekati Reno dan Sherlin dan langsung menyalami mereka.
"Senang berjumpa dengan mu Paman Bibi"ucap orang itu.
"Kau sudah besar dan semakin tinggi ya"ucap Sherlin.
"Bagaimana dengan sekolahmu di sana? Apa berjalan dengan baik baik saja ?"tanya Reno.
"Semuanya Baik Paman"ucap orang itu.
Amanda hanya diam saat melihat mereka saling berbincang.
"Oh ya, ini putri Paman yang dulu pernah hilang itu"ucap Reno yang memperkenalkan Amanda.
"Sayang, ini Brenaldi anak dari paman Heri dan bibi Sarah yang pernah Mama ceritakan padamu"ucap Sherlin.
"Hai saya Amanda"ucap Amanda sambil mengulurkan tangan nya.
"Saya Brenaldi, senang bisa berkenalan dengan mu"ucap Brenaldi.
"Hmm iya senang juga bisa berkenalan dengan mu"ucap Amanda.
"Papa dan Mama mu kemana? Kok belum datang?"ucap Reno.
"Papa dan Mama masih di belakang, biasalah Papa membawa mobilnya terlalu lama sekali"ucap Brenaldi.
"Tuh mereka baru tiba"ucap Brenaldi saat melihat mobil Papa dan Mama nya sudah sampai.
"Apa kau tidak bisa mengemudikan mobil mu dengan pelan? Bagaimana kalau kau nanti kecelakaan"ucap Heri yang langsung menjewer putranya saat keluar dari dalam mobil.
"Maaf Pa, Papa saja yang terlalu lama mengemudi nya"ucap Brenaldi yang menahan sakit pada telinga nya.
"Sudahlah Heri, apa yang dikatakan putra mu memang benar"ucap Reno.
Heri langsung menatap malas ke arah Reno, kemudian dia pun langsung melepaskan jeweran itu.
"Lama tak berjumpa dengan mu Sher dan aku sangat senang akhirnya punya waktu dan bisa berjumpa dengan mu"ucap Sarah yang langsung memeluk Sherlin.
"Aku juga senang bisa bertemu dengan kalian"ucap Sherlin.
"Oh apa ini Amanda yang kau katakan itu?"tanya Sarah saat melihat Amanda yang hanya diam dan berdiri saja.
"Oh iya, aku sampai lupa. Sayang kemari lah beri salam pada Paman dan bibi mu" ucap Sherlin.
Amanda pun mendekat kepada Sarah dan Heri dan langsung mengucapkan salam dan menyamali tangan mereka
"Maaf Paman dan Bibi karna sikap ku tadi"ucap Amanda.
"Tidak apa apa sayang, kau memang memiliki sifat yang sama dengan Mama mu"ucap Sarah.
"Bagus lah, Setidaknya dia tidak mewarisi sifat dari Papa nya itu"ucap Heri.
Sarah pun langsung memukul bahu Heri saat Suaminya berkata yang tidak seharusnya dikatakan pada Amanda.
"Ya sudah ayo kita masuk"ucap Sherlin.
Kini Mereka pun langsung berjalan masuk ke dalam rumah tapi Brenaldi menarik tangan Amanda dan menghentikan langkah Amanda.
" Tunggu" ucap Brenaldi.
"Ada apa?"tanya Amanda.
"Apa kita boleh bertukar nomor ponsel?"ucap Brenaldi.
"Oh boleh Kok, mana ponselmu?" ucap Amanda.
"Ponsel ku tinggal di hotel, jadi sini ponsel mu saja biar aku simpan nomorku saja"ucap Brenaldi.
"Oh baiklah, ini."ucap Amanda yang memberikan ponsel nya.
Brenaldi pun langsung mengetik nomornya telepon nya di ponsel milik Amanda.
"Sayang, Ayo sini bantu Mama"ucap Sherlin yang memanggil Amanda.
"Baiklah Ma"ucap Amanda.
"Aku ke dalam dulu ya, nanti kalau sudah siap kau antar saja ponselku ke dapur"ucap Amanda yang langsung berlari ke dalam rumah.
"Tunggu..."ucap Brenaldi yang terhenti karna Amanda sudah terlanjur masuk.
"Padahal aku sudah selesai menyimpan nomor ku" ucap Brenaldi.
Saat Brenaldi ingin menyusul Amanda, tiba tiba ponsel Amanda ada panggilan masuk dari seseorang.
Brenaldi pun langsung mengangkat nya
"Amanda kau lagi apa sekarang?"ucap seseorang dari seberang.
"Ini bukan Amanda yang mengangkat tapi Brenadi, karna Amanda saat ini sedang ada di dapur membantu Mama nya"ucap Brenadi.
"Ada perlu apa sama Amanda, biar aku sampai kan nanti"ucap Brenaldi lagi.
"Kalau enggak tunggu sebentar ya, biar aku kasih ponsel nya sama Amanda"ucap Brenaldi lagi.
Tapi Panggilan itu langsung berakhir saat Brenaldi mengatakan itu.
"Kok Panggilan nya langsung di akhiri sih"ucap Brenaldi yang merasa kesal pada orang yang menelpon barusan.
Brenadi tak mau ambil pusing, dia langsung masuk ke dalam rumah itu dan menemui Amanda untuk mengembalikan ponsel milik nya.