Always Love You My Husband

Always Love You My Husband
chapter 44



Dipagi hari Reno terbangun tapi masih enggan membuka mata, tak lupa tangan kirinya menyusuri kasur itu seperti mencari seseorang.


Tapi disaat dia merasakan bahwa kasur disebelah kosong dan dia langsung membuka mata dan menelusuri kamar itu untuk mencari seseorang .


"Sherlin"ucap Reno saat dia tak melihat keberadaan Sherlin dikamar.


Reno pun langsung ke lantai bawah untuk mencari Sherlin.


"Sherlin!!! ucap nya sambil mencari sosok wanita yang sudah dicintainya.


Reno berteriak memanggil Sherlin, bahkan Reno bertanya kepada Bi Ina apakah dia melihat Sherlin.


Tapi Bi Ina mengatakan bahwa dia tidak melihat Sherlin pagi ini.


"Reno!!Kenapa kau berteriak?Apa kau ingin orang lain mendengar suara mu dan mereka akan berdatangan kesini" ucap Sherlin yang keluar dari dalam kamarnya dulu.


"Kamu dari mana saja?Aku takut kalau kau akan pergi lagi"ucap Reno yang seperti ketakutan.


"Aku disini, aku tidak kemana mana.Kamu jangan khawatir aku tidak akan pergi ." ucap Sherlin.


Sherlin memeluk Reno untuk menenangkan nya.


Sudah seminggu Reno dan Sherlin sudah tinggal bersama dan tidur bersama. Tapi Reno belummenyentuh Sherlin, itu karna Sherlin belum siap.


Dia takut Jika Reno akan tiba tiba berubah menjadi orang yang dingin dan kejam yang mana nanti akan menyiksa nya.


Dddrrt drrtt


"Ada apa Sarah?"ucap Sherlin saat mengangkat panggilan.


"Kau dimana? Kami akan ke club malam ini, karna bentar lagi aku akan menikah dengan Heri. Jadi aku akan berencana untuk party untuk terakhir kali nya sebelum aku menikah. Jadi kau harus datang malam ini!!!".ucap Sarah


"Baiklah, aku akan kesana? "ucap Sherlin.


"Ok Sherlin aku akan menunggu kedatanganmu"ucap Sarah.


"Hm, iya " ucap Sherlin sambil mematikan panggilan.


~~


"Mau kemana nak Sherlin?" tanya Bi Ina.


"Oh saya mau ke club Bi, Sarah sebentar lagi mau menikah, jadi dia mengadakan party pelepasan masa lajang nya Bibi "ucap Sherlin.


"Hati hati ya Nak Sherlin " ucap Bi Ina.


"Ya Bibi ,Sherlin pergi dulu ya" ucap Sherlin.


Sherlin sudah sampai di sana dengan tepat waktu karna dia diantar oleh Pak Tarno.


"Makasih ya pak.Kalau begitu Bapak pulang saja duluan, nanti Sherlin pulang sama Dewi dan Sarah saja "ucap Sherlin pada Pak Tarno.


Pak Tarno pun pergi menuju mansion lagi .


"Sherlin Sini!!!!" ucap Dewi memanggil Sherlin.


"Dewi kau minum alkohol? Ingat loh sama janin yang ada di perut mu"ucap Sherlin.


"Tenang Sherlin, ini cuma minuman biasa.


Aku tidak gila juga untuk meminum itu" ucap Dewi menunjuk kearah wine disana.


"Kau gak minum??"tanya Sarah.


"Tidak, aku tidak bisa minum. Bisa bisa nanti aku malah mabuk "ucap Sherlin.


" Aku sudah tak sabar untuk menikah dengan Heri"ucap Sarah.


"Tapi aku sangat penasaran dengan satu hal,banyak yang bilang kalau kita akan kesakitan saat malam pertama, apa itu benar?? "tanya Sarah pada sahabat nya.


"Kau akan merasakan nya sarah, oleh karna itu kami tidak akan mengatakan"ucap Dewi.


"Kalian jahat!!!Apa sih salah nya menceritakan nya padaku"ucap Sarah sambil mengerucut kan bibirnya.


Dewi hanya mengelengkan kepala melihat tingkah sahabatnya ini


Tidak dengan Sherlin, dia hanya diam memikirkan tentang malam pertama nya dengan Reno.


Dimana Sherlin merasa kesakitan, itu terjadi karna adanya Reno melakukan dengan paksaan tanpa ada kelembutan.


karna itu lah beberapa hari ini Sherlin tidak membolehkan Reno menyentuh nya.


 


"Bibi, kemana Sherlin pergi? Apa Sherlin ada mengatakan kemana dia pergi? "tanya Reno.


"Oh, Nak Sherlin sedang ke klub bersama Dewi, kata nya Sarah sedang mengadakan pesta lajang" ucap Bi Ina.


"Oh jadi mereka juga mengadakan pesta lajang.Tadi Heri juga mengajak ku, tapi aku tidak bisa datang karna sibuk bekerja" (batin Reno )


" Makasih ya bibi, aku akan jemput Sherlin dulu"ucap Reno dan bi ina hanya mengangguk.


Reno pun langsung melajukan mobil nya menuju klub tempat Sherlin berkumpul.


"Cie yang sudah dijemput sama suaminya, katanya akan pulang sama kami" ucap Sarah saat melihat sosok Reno mendekati mereka.


"Reno, kok kamu kesini? "tanya sherlin.


"Aku ingin menjemput mu, apa aku sudah boleh membawa Sherlin pulang? "tanya Reno pada sahabat Sherlin.


"Boleh kok, kebetulan kami juga mau pulang "ucap Sarah yang memang mau pulang juga.


"Baiklah kami duluan dulu ya "ucap Reno.


"Ok hati hati ya "ucap Dewi.


"Iya, kalian juga berhati hati "ucap Sherlin.


Sherlin dan Reno pun menuju mobilnya .


"Kamu kok mau duduk dibelakang? Duduk didepan sama ku" ucap Reno yang melihat Sherlin yang sedang naik ke kursi belakang.


"Baiklah "ucap Sherlin yang menurut.


Mereka pun sampai di mansionnya Reno.


Tiba tiba Reno mengendong Sherlin ala bryde style dan membawa Sherlin ke atas menuju kamar karna ini sudah larut malam dan sudah waktunya untuk tidur.


"Kita mau kemana?"tanya Sherlin yang masih mengalungkan tangannya di leher Reno, dia heran melihat Reno yang membawa nya entah kemana, karna kamar Reno sudah di lewati begitu saja.


"Kau akan tau sayang "ucap Reno


Saat tiba dipintu sebuah ruangan Reno, menaruh jari telunjuk untuk membuka kunci sidik jari, supaya pintu itu terbuka otomatis.


"Ini kan kamar yang waktu itu, aku sangat penasaran apa isinya"batin Sherlin.


Mereka pun masuk dan Sherlin terkejut melihat isi kamar itu seperti kamar pengantin, dan dia melihat foto pernikahan nya dengan Reno di atas kepala ranjang yang besar itu.


"Ini kan.... "ucap Sherlin yang tapi terhenti karna Reno langsung berbicara.


"Ini kamar pengantin kita, aku minta maaf karna dulu perlakuan ku yang begitu kasar padamu.Seharusnya aku membawamu kekamar ini tapi aku malah membawa mu ke kamar yang kecil itu. "ucap Reno dengan menitikan air matanya bila mengingat perlakuan nya pada Sherlin.


Sherlin menghapus air mata Reno yang jatuh di wajah tampannya Reno.


"Sudah jangan menangis lagi, kau jadi sangat jelek tau" ucap Sherlin yang mengejek Reno.


"Apa kau masih mencintai pria jelek ini "tanya Reno.


"Hmm aku mencintaimu "ucap Sherlin.


"Apa kau menyukai nya sayang?" ucap Reno


" Aku sangat menyukai nya Reno"ucap Sherlin


cuup


Reno mencium bibir Sherlin.


"Sayang!!! Panggil aku dengan sebutan itu, aku tidak ingin kau memanggil dengan nama saja "ucap Reno.


"Baiklah sayang "ucap Sherlin yang malah memanggil Reno dengan sebutan sayang.


"Terima kasih sayang " ucap Reno dengan tulus sambil mencium kening Sherllin.


***


Maaf jika ada typo yang berserakan


Selamat membaca ya readersku


Jangan lupa beri jempol nya banyak banyak ya Jangan lupa untuk vote novel aku loh.